Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Pengumuman Novel Baru


__ADS_3

Yuhu...readers tercinta, ada yang kangen nggak ni ma author....bilang kangen dooongg..authornya maksa ye 🤭🤭🤭


Ehemm, kemarin ada yang bilang kalau endingnya Tania sama Jayden gak seru 😫😫


Memang gak seru kan belum ending beneran, nah sebagai jawabannya, nih author kasih kelanjutannya cerita si Vian. Semoga saja ceritanya bagus dan kalian suka. Soalnya dari awal aku tidak ada plan, kalau Tania sama Jayden itu akan ada sekuelnya. Tapi kenyataan di lapangan, beuuh bahasanya,...berkata lain.


Dan lagi tetiba ada ide yang mampir ke kepala author. So trus direalisasikan deh jadi ceritanya si Vian,


Jadi ini judulnya sama covernya,



Karena idenya yang muncul tiba-tiba. Tidak seperti cerita yang lain. Yang ceritanya sudah ada dari jaman baholak.. Tinggal tunggu dilahirin aja..ajib bahasamu thor..


Jadi aku harap banyak yang suka dengan cerita Vian ini. Aku kasih bocoran sedikit part-partnya,


***


Seorang anak kecil berusia sepuluh tahun, nampak menatap sendu ke arah depan. Dimana, teman-temannya mulai berdatangan dengan kedua orang tuanya. Anak itu menghela nafasnya. Sedih sudah tentu ia rasakan. Mengingat, papa dan mamanya tidak akan mungkin datang ke perayaan yang diadakan di sekolahnya.


Matanya mulai berkaca-kaca, ketika didengarnya satu suara memanggilnya,


"Vi...ayo masuk, Boy. Acaranya sudah akan dimulai" ucap suara itu.


***

__ADS_1


"Aku akan ke Singapura weekend ini" ucap Vian pada sang Mama, Vera.


"Untuk?" tanya Vera.


"Tuan Thomas Anderson ingin bertemu" jawab Vian.


"Berapa lama?" lagi Vera bertanya.


"Oh come on Ma, sejak kapan Mama peduli padaku?" jawab Vian dengan oktaf mulai naik.


"Aku Mamamu Vi" tegas Vera.


"Lalu? Apa itu cukup? Setelah melahirkanku lalu mengabaikanku. Lebih baik Vi tidak usah ada kalau hanya seperti itu" ucap Vian tajam.


Jleb,


Sehingga membuat Vian menjadi kurang perhatian dan kasih sayang.


***


"Itu tuan muda dan pacarnya. Cepat tangkap" seru seorang pria berpakaian hitam.


Membuat Vian berniat lari dari sana. Namun detik berikutnya, dia berhenti. Teringat ucapan orang itu yang mengira Lana adalah pacarnya. Membuat Vian langsung menarik tangan Lana. Untuk ikut berlari bersamanya. Menghindari kejaran orang-orang itu.


"Hei kenapa kau menarik tanganku?" Lana protes.

__ADS_1


"Diamlah!" bentak Vian.


"Lepaskan tanganku. Aku tidak punya urusan denganmu" kembali Lana berteriak.


"Diamlah. Dan simpan tenagamu untuk berlari" lagi Vian berucap.


Lana akhirnya hanya bisa diam. Mengikuti Vian yang menggenggam erat tangannya.


***


"Sebenarnya kau ini siapa? Kenapa orang-orang itu mengejarmu?" tanya Lana yang masih ndeprok di lantai.


Nafasnya sudah kembali teratur.


"Hei, kenapa diam saja?" Lana kembali bertanya karena Vian sejak tadi hanya diam saja.


"Apa kau seorang penjahat? Hingga mereka mengejarmu?"


"Sembarangan kalau ngomong. Aku bukan penjahat. Tapi aku bisa menjadi penjahat sungguhan jika kau terus membuatku kesal. Penjahat wanita" jawab Vian penuh penekanan di akhir kalimatnya.


Jawaban Vian membuat Lana langsung berdiri. Dia masih merasa lemas. Tapi dia perlu bersikap waspada pada pria yang ada didepannya itu. Melihat Lana berdiri. Vian pun ikut berdiri.


"Gila, pria gila ini tinggi juga. Baru nyadar sekarang sekarang" batin Lana.


***

__ADS_1


Full part langsung baca saja ya ke judul diatas. Okey, segitu saja. Happy reading ya guys semoga kalian suka, 🤗🤗🤗


***


__ADS_2