
Tania menangis sambil memeluk lututnya. Dia kini berada dirumah keluarga Atmaja. Menolak kembali pulang ke rumah Hadiwinata. Hatinya sedih. Tubuhnya lelah. Semua rasa serasa bercampur menjadi satu dihatinya.
"Fanny, Mamamu meninggal baru saja. Apa kamu tidak ingin pulang"
Suara sang kakaklah yang terdengar diponselnya. Kala itu dunianya langsung terasa gelap. Kakinya seolah tidak lagi bisa menopang berat tubuhnya. Namun sebelum tubuhnya ambruk dia tahu Jayden sudah menahan tubuhnya.
Hari itu juga, Jayden memutuskan untuk membawanya pulang ke Jakarta. Apalagi Kaizo mengirimkan pesawat dari Liu Corp yang langsung terbang dari Singapura ke Surabaya begitu mendapat izin mendarat.
Leo sendiri yang diutus untuk menjemput Tania. Kebetulan pria itu tengah berada di Singapura. Leolah yang membuat Tania menangis lagi saat melihat pria itu yang menjemput di Bandara Juanda.
Setelah landasan pacu dinyatakan clear oleh menara pengawas bandara. Pesawat milik Liu Corp langsung lepas landas menuju Bandara Soetta. Lebih kurang satu jam. Pesawat mendarat. Sebuah Alphard sudah menunggu mereka bertiga, keluar dari pintu kedatangan dalam negeri khusus VIP.
Selama itu, Tania sama sekali tidak bersuara. Apapun yang Jayden maupun Leo katakan seolah bagai angin lalu untuknya. Entah apa yang ada dipikirannya saat itu. Tatapannya kosong.
Bahkan dia sama sekali tidak melawan ketika seorang pelayan mengganti bajunya. Menjadi baju berkabung berwarna hitam. Dia hanya diam ketika sang kakak menuntunnya ke peti jenazah sang mama. Melihatnya untuk yang terakhir kali.
Barulah ketika itu tangisnya kembali pecah. Sontak kedua kakaknya langsung memeluk tubuhnya.
"Biarkan dia pergi. Dengan begitu dia akan tenang di sana" bisik sang kakak Natasya. Sedang Nadya hanya bisa mengusap punggung Tania. Menenangkan.
Acara pemakaman berlangsung khitmad. Terlepas dari apa yang sudah pernah di lakukan Ibu Sarah. Dia tetap menantu di keluarga Hadiwinata. Hingga banyak yang datang untuk melepas kepergian Ibu Sarah. Atau sekedar mengucapkan bela sungkawa.
Ketika semua orang sudah berlalu. Mulai meninggalkan area pemakaman. Barulah Tania membuka suara.
"Maafkan Fanny Ma, maafkan Fanny. Fanny tidak ada diwaktu mama membutuhkan Fanny" ucap Tania penuh penyesalan disertai tangis yang mulai pecah.
Semua hanya bisa menatap haru pada Tania. Dua tahun gadis itu memilih pergi. Dan kini dia kembali dihadapkan pada satu kenyataan pahit lagi. Kematian sang mama.
Kai, Jayden, Lee Joon dan Justin. Berdiri di barisan terdepan. Hanya bisa saling pandang. Menatap Tania yang tampak begitu rapuh.
"Dia orangnya?" tanya Lee Joon.
Sekilas Jayden mengangguk. Lee Joon menarik nafasnya dalam. Berbeda dengan Kaizo yang terus menatap Tania penuh rasa bersalah. Dia ikut andil besar dalam kesedihan yang dialami Tania.
Di dalam mobil Tania kembali hanya diam.
"Mau pulang ke mana?" tanya Natasya lembut.
"Tidak mau ke rumah kakek" jawab Tania lirih.
Natasya menghela nafasnya. Sekilas menatap Nadya. Gadis itu mengangguk pelan.
"Pulang ke rumah kakek Atmaja mau?" tanya Natasya lagi.
Tania mengangguk.
Dua mobil Alphard itu langsung masuk ke garasi bawah tanah. Kediaman Atmaja. Para pria baru saja akan mendudukkan tubuh mereka di ruang keluarga. Ketika satu teriakan Nadya membuat keempatnya berlari ke sumber suara.
"Ada apa?"
"Tania pingsan" jawab Nadya cepat.
Jayden dengan cepat meraih tubuh Tania dari rengkuhan Natasya.
"Baby, bangun...Baby" ucap lembut.
Aksi Jayden membuat semua orang melongo. Terlebih Lee Joon. Dia tahu betul bagaimana sang adik di masa lalu. Jayden hanya bisa bersikap manis pada Nina, istrinya dan sang Mama, Sofia.
Tapi lihatlah sekarang terlihat sekali jika Jayden punya perasaan lebih. Punya kecemasan lebih pada gadis bernama Tania. Pun dengan Kai yang langsung berpandangan dengan Lee Joon.
"Bawa dia ke kamarnya. Akan aku periksa sebentar" ucap Justin.
Tunangan Nadya memang seorang dokter. Meski dokter bedah jantung. Jayden perlahan mengangkat tubuh Tania. Mengikuti langkah dua kakaknya. Dan diikuti Justin di belakangnya. Sedang yang lain kembali ke ruang keluarga.
"Adikmu fix berubah" ucap Kai.
"Aku harap perubahannya permanen" jawab Lee Joon setengah bercanda.
__ADS_1
"Kamu kira apaan, permanen" gelak Kai.
"Sorry, papa dan mama langsung pulang" ucap Lee Joo lagi.
"It's okay"
Di kamar atas,
Jayden langsung membaringkan tubuh Tania di sebuah kasur mewah bernuansa putih abu-abu.
Kredit Instagram @moderndesigns_lovers
Lantas Justin memeriksanya.
"Apa dia sudah makan?" tanya Justin.
Jayden menggeleng.
"Sayang, bisa ambilkan infus di kamar? Aku ingat punya satu di laci" pinta Justin.
Nadya langsung melesat keluar lagi dari kamar itu. Tak berapa dia sudah kembali dengan satu botol cairan infus ditangannya.
"Tiangnya?" tanya Natasya.
Menatap berkeliling. Melihat sebuah gantungan jaket dan mantel. Beberapa saat kemudian, infus itu sudah terpasang di tangan kiri Tania.
"Aku akan menjaganya" ucap Jayden membuat yang lain saling pandang.
Namun tak lama ketiganya keluar dari kamar itu. Natasya dan Nadya kembali ke kamar mereka untuk berganti baju. Sedang Justin kembali bergabung dengan yang lain diruang tengah.
Jayden ikut naik ke atas kasur Tania. Mengusap lembut wajah Tania.
"Pasti semua sangat berat untukmu" guman Jayden pelan. Mencium lembut kening Tania.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Kai begitu melihat Justin menuruni tangga. Berjalan menuju kearah mereka.
"Shock, kurang cairan. Tidak makan. Gangguan umum untuk orang yang baru saja mengalami hal buruk" ucap Justin sambil meminum tehnya.
Kai dan Lee Joon mengangguk.
"Kalian benar-benar identik. Aku nyaris tidak bisa membedakan kalian berdua" tambah Justin.
Lee Joon terkekeh.
"Di mana dia? Menemani diatas?" tanya Lee Joon.
Justin mengangguk.
"Adikmu bucin pada adikmu" seloroh Justin.
Yang membuat Kai dan Lee Joon saling pandang.
"Mau bagaimana lagi? Sepertinya kita akan jadi besan, Bro" Lee Joon menjawab ucapan Justin.
"Aku rasa begitu" timpal Kai
***
Kai memasuki kamarnya. Dilihatnya sang istri yang sudah terlelap diatas ranjang king sizenya. Sedikit mengulum senyumnya. Dia tahu Natasya pasti sangat lelah. Mengurus semua hal soal pemakaan mama Tania.
Berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Lantas ikut naik ke atas kasur. Dia pikir akan ikut mengambil tidur sebentar sebelum makan malam tiba.
Tapi dia baru saja ikut merebahkan diri ketika Natasya malah membuka mata.
"Tidurlah lagi. Aku juga ingin tidur sebentar" ucap Kai. Meraih tubuh Natasya masuk dalam pelukannya.
__ADS_1
"Merasa bersalah?" tanya Natasya.
"Aku ikut andil dalam kesedihan yang dia rasa Ann" jawab Kai sendu.
"Berhentilah menyalahkan diri. Semua yang terjadi bukan kesalahanmu sepenuhnya" ucap Natasya.
Kai menarik nafasnya pelan.
"Tapi biar bagaimanapun. Aku ikut andil didalamnya" Kai kekeuh pada ucapannya.
"Tapi setidaknya dia sekarang sudah memiliki orang special di sampingnya" hibur Natasya.
"Emm aku lihat dia begitu perhatian pada Fanny" Kai mengutarakan pendapatnya.
"Bucin malahan menurutku" Natasya menjawab berdasarkan apa yang dilihatnya.
"Benarkah? Hebat kalau begitu"
"Kenapa?"
"Kamu tidak tahu. Jayden Lee tinggal terpisah selama hampir dua puluh lima tahun di Seoul. Dia baru tinggal bersama Lee Joon dalam yaaaa hampir dua tahun ini. Dan dia seorang casanova akuut di Seoul"
"What!!" Natasya hampir berteriak.
Kai mengangguk.
"Dia berhenti jadi casanova karena jatuh cinta pada istri Lee Joon"
"Ha...." Natasya melongo.
Kai tersenyum melihat reaksi sang istri.
"Boleh dikatakan kalau mereka berangkat dari kisah yang sama" tambah Kai.
"Lalu reaksi Lee Joon bagaimana? Adiknya menyukai istrinya" Natasya penasaran.
"Apalagi? Ya berantemlah mereka. Apalagi Jayden memang terang-terangan mengakui kalau dia menyukai ibu si kembar"
"Rumit juga ya keluarga mereka" guman Natasya.
"Apa keluarga kita tidak" tanya Kai.
"Tidak....tidak salah" jawab Natasya sambil nyengir.
Mengingat keluarganya juga memiliki cerita rumit didalamnya.
"Kayaknya mereka jodoh deh. Berasal dari keluarga yang rumit kisah cintanya" ucap Natasya akhirnya sambil menyusupkan kepalanya ke dada bidang sang suami.
Kai hanya tersenyum mendengar ucapan remeh sang istri.
"Tidurlah" ucap Kai pelan. Lantas ikut masuk ke alam mimpi. Menyusul sang istri.
**
Bonus pict
Kredit Instagram@bemilk_linyi
Kaizo Aditya dari novel You'll Always Be The One
Kredit Instagram @wuli_eunwoo
Lee Joon dari novel Cinta Dua Dunia. Kembaran Jayden Lee yang plek ketiplek (ya iyalah la wong orangnya sama 😁😁😁)
__ADS_1
****