
Tania termenung setelah mendengar ceramah sekaligus siraman rohani untuknya. Ada banyak sekali pembelajaran dalam setiap kata yang Andri ucapkan.
..."Pulanglah..sebelum dia berpaling darimu dan kamu menyesal karena telah kehilangannya"...
Tegas Andri diujung ceramahnya. Dari semalam dia sudah berpikir berulang kali.Mengenai perasaannya sendiri. Ya, dia baru menyadari sekarang. Kalau dirinya juga mencintai Jayden. Mantan casanova juga pemilik kehormatannya.
Semakin lama dipikir. Semakin dia tidak mau kehilangan Jayden. Mau cari dimana lagi pria model Jayden. Yang meski dari luar begitu sempurna. Tapi dalamnya ampun deh.
Tapi justru itu yang Tania suka. Pria itu apa adanya saat bersamanya. Tidak suka berpura-pura. Pintar masak lagi.
"Ahh kenapa jadi rindu begini. Jadi pengen ketemu" guman Tania dengan wajah bersemu merah.
Meraih ponselnya lantas membuka galeri fotonya. Di mana, disana banyak tersimpan foto Jayden. Pria itu rajin mengirimi foto selfie dirinya. Seolah ingin mengingatkan Tania kalau hanya dirinya saja yang boleh diingat oleh Tania.
Membuka satu foto lantas menatapnya lama.Tanpa sadar bibirnya tersenyum, menatap foto Jayden.
Kredit Instagram @wuli_eunwoo
"Haisshhh kenapa aku jadi seperti orang gila sekarang" guman Tania.
Jadi heran pada dirinya sendiri. Dulu dia tidak seperti ini hanya karena menatap foto Jayden. Tapi sekarang, hanya menatap fotonya saja dia tidak berhenti tersenyum. Jantungnya berdebar kencang.
"Wah, fotomu saja sudah membuat kesehatan jantungku terganggu. Bagaimana kalau bertemu langsung" ucap Tania lagi.
Hingga pada akhirnya satu keputusan diambilnya. Lusa dia akan pulang. Lima minggu sepertinya cukup untuk menggantung Jayden.
..."Jangan lama-lama menggantungnya. Nanti dia gantung diri beneran di pohon tomat baru tahu rasa kamu" ledek Andri lagi....
"Gantung diri di pohon tomat mana bisa metong" guman Tania.
Dan pagi itu dia jalan-jalan bersama Qila disekitar daerah itu. Benar-benar jalan kaki. Menggandeng tangan kecil Qila yang senantiasa menggoyangkan gandengan tangannya. Berjalan sambil sesekali melompat kecil saking senannya.
Melihat beberapa anak tampak sedang memancing di selokan besar yang ada disana.
"Tante, tante, lihat orang mancing" ajak Qila.
Tania menurut saja. Mengikuti langkah kecil Qila. Menuju selokan itu.
"Tante,..tante...Om Andi..." teriak Qila.
"Ha..mana?"
"Itu...." tunjuk Qila.
"Oom Andi" teriak Qila. Berlari ke arah Om-nya.
"Hei, ngapain kamu ke sini? Sama siapa?" tanya Andi.
"Memang bisa dapat ikan disini?" tanya Tania membuat Andi langsung menoleh.
" Een kadang dapat. Kadang enggak. Hiburan" jawab Andi terbata. Tidak menyangka kalau akan melihat Tania disini.
"Memang kamu nggak kerja?" tanya Tania.
Tania dengar dari Yuli.
..."Entah dapat wahyu dari mana. Kok tahu-tahu dia bilang sudah bekerja"...
Ucap Yuli kala itu.
"Minggu yo libur to, Mbak" jawab Andi.
__ADS_1
"Oh, hari ini Minggu ya. Pantas saja Masmu enteng saja tak mintai tolong buat service mobil aku" heran Tania.
Membuat Andi tercekat. Dia mendengar kalau gadis cantik didepannya ini akan pulang ke Surabaya.
"Tania..." panggil Andi.
Beberapa waktu terakhir ini mereka sering mengobrol. Jadi lumayan dekat.
"Kamu beneran mau pulang?" tanya Andi.
Tania mengangguk pasti. Membuat hati Andi mencelos. Habis sudah kesempatannya melihat gadis cantik itu setiap hari. Andi pikir tidak dapat hatinya. Dapat melihat wajahnya saja cukup untuknya. Tapi nyatanya gadis itupun kini akan pulang. Ke Surabaya.
Dan parahnya buat Andi. Kemungkinan Tania akan langsung menikah dengan Jayden Lee. Pria yang Andi akui memang layak bersanding dengan Tania. Andi sempat googling siapa Jayden.
Dan harapannya pupus sudah. Ketika melihat betapa tampan dan karismatik-nya Jayden Lee. Yang seperti bintang Korea Cha Eun Woo.
Memang iya kali 🤣🤣🤣
Andi menarik nafasnya dalam.
"Oh ya An. Perempuan itu sukanya apa?"
"Perempuan? La kamu perempuan, kamu sukanya apa?"
Tania menggeleng.
"Aneh. Wong perempuan kok tidak tahu kesukaan perempuan. Kasih saja perhiasan. Dijamin mereka akan suka punya" jawab Andi sekenanya.
"Wah benar juga. Eh motor masmu dirumahkan?" tanya Tania.
"Di rumahlah. Wong dia libur. Lagian dia kan service mobilmu" jawab Andi. Sambil rebutan alat pancing dengan Qila.
"Kalau begitu anterin aku yuk" pinta Tania.
"Alah ayo dulu" ucap Tania mulai berdiri menggandeng tangan Qila. Mulai berjalan menjauh dari tempat memancing. Membuat Andi mau tak mau memberesi alat pancingnya. Lalu mengikuti Tania dan Qila. Yang sudah lebih dulu berjalan.
"Qila ikut Tante jalan-jalan mau ya" sayup-sayup Andi mendengar obrolan Tania dan Qila.
"Mau kemana dia" batin Andi.
Andi jelas melongo ketika diminta untuk mengantarkan gadis cantik itu ke toko perhiasan emas.
"Mau ngapain?" tanya Andi.
"Ya, beli perhiasanlah. Masak mau merampok" jawab Tania sambil membenarkan letak slingbagnya. Mereka masih didepan rumah Andri. Sudah siap memakai helm masing-masing.
"Ya tapi buat apa?" kepo Andri.
"Aisshh banyak tanya. Ayo berangkat" ucap Tania setengah memaksa Andi.
Akhirnya ketiganya sampai di sebuah toko perhiasan di daerah Ketandan, Kota Yogyakarta. Andri sempat berdebar saat berboncengan dengan Tania. Jarak mereka sangat dekat. Jika tidak ada Qila di antara mereka. Mungkin tubuh mereka bisa menempel satu sama lain.
Wajah Andi memerah membayangkan hal itu.
"Haish, dia itu jodoh orang" batin Andi menghilangkan pikiran liar di kepalanya.
"Ikut masuk yuk" ajak Tania. Sambil menggandeng Qila. Akhirnya mau tidak mau, Andi mengekor di belakang Tania dan Qila.
"Ada yang bisa dibantu?" tanya seorang pelayan toko emas itu.
"Vera sukanya apa?" tanya Tania membuat Andi melongo.
"Vera?" tanya Andi balik. Yang malah membuat Andi diam.
__ADS_1
"Isshh kelamaan, Mbak lihat kalungnya dong" pinta Tania.
Mbaknya dengan ramah memenuhi permintaan Tania.
"Qila sayang. Diam dulu sebentar ya?" ucap Tania pada Qila. Tania sudah membawakan cemilan yang lumayan banyak untuk Qila. Agar balita itu bisa diam sementara.
Qila mengangguk antusias sambil mulai melahap cemilannya.
"Buat apa beli beginian" bisik Andi.
"Buat kenang-kenanganlah" jawaban Tania singkat. Membuat Andi melongo.
"Sultan mah bebas. Kenang-kenangan aja emas" batin Andi.
Karena Andi hanya melongo tiap dimintai pendapat. Membuat Tania akhirnya mencebik kesal pada Andi.
"Iih payah deh kamu" maki Tania.
Namun Andi hanya diam saja. Mendengar makian Tania. Lah dia memang tidak tahu menahu cara memilih perhiasan emas. Masak harus berlagak sok tahu.
Pada akhirnya, pelayan itu melongo melihat bagaimana Tania membeli perhiasan emas disana. Satu kalung untuk Vera dengan bandul huruf V yang cantik. Satu kalung buat Qila, karena balita itu merengek kala melihat untaian kalung yang memang terlihat menggoda.
Untuk Yuli dia membelikan wanita itu satu set perhiasan karena dialah yang selama ini mengurus dirinya. Kadang jadi tour guide dadakan. Kala dia menginginkan pergi kemana-mana.
Belum kursus masak yang dia dapatkan selama ini. Meski belum seahli Jayden, setidaknya dia tahu beda ketumbar dan merica. Hebat nggak tu...🤣🤣🤣
"Mbak, saya bisa bayar pakai ini kan?" ucap Tania menyerah black card milik Kai. Karena hanya kartu itu yang belum dia gunakan.
Toko emas itu sudah biasa melayani orang dari kalangan jet set. Jadi tidak heran dengan kartu itu. Namun yang membuat pelayan tadi terkejut adalah lambang keluarga Liu yang tercetak di kartu itu.
"Sebentar ya Mbak" ucap pelayan itu.
Tak lama pelayan itu keluar lagi dengan seorang pria yang berwajah oriental Cina. Sepertinya bos di toko itu.
"Maaf, Mbak yang punya kartu ini?" tanya pria itu.
"Iya, kenapa ya? Apa kartunya bermasalah. Saya pikir itu baru" jawab Tania heran.
Sementara Andi sudah mulai mendekat. Sedikit merasa khawatir dengan keadaan gadis itu.
"Ada apa?" tanya Andi.
Tania mengedikkan bahunya tidak tahu. Sejenak suasana agak menegang. Karena pria Cina itu terus menatap paras cantik Tania.
***
Hayooo ada apa yo...
Masih nebak-nebak? Yuk kepoin karya author yang lain. Yang nggak perlu nebak-nebak lagi. Nggak perlu nunggu up-nya kapan. Sebab...karya yang ini sudah tamat 🤣🤣🤣
Ini dia...
Yang ini juga...
Jangan lupa dikepoin ya readers 🤗🤗🤗🤗
Thank you readers tercinta..😘😘😘
****
__ADS_1