Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Mulai Rindu


__ADS_3

Butuh waktu hampir lima jam bagi Tania untuk sampai ke kota gudeg. Maklum dia nyetir ala siput mengikut nasihat jawa yang pernah dia dengar dari maknya Nita. Alon-alon waton klakon (Biar lambat asal terwujud). Kira-kira begitu artinya.


Padahal dia sudah lewat tol. Yang harusnya bisa nggeber Sportivonya layaknya Lewis Hamilton waktu di sirkuit. Tapi apa mau dikata. Dia masih ingat insiden dirinya hampir nyemplung ke kali bareng Sean. Membuatnya berpikir dua kali untuk menginjak gas mobilnya, full gas poll.


"Masih sayang nyawa oi, belum kewong. Eh belum dua kali" batin Tania sambil tertawa.


Hampir gelap ketika dia mulai masuk ke daerah rumah Andri. Sang teman salesnya. Agak celingak-celinguk. Mencari sosok Andri yang katanya menunggu dirinya di depan rumahnya.


Hingga tak berapa lama. Dia melihat seorang pria berkacamata. Dengan perawakan agak berisi. Memakai kaos oblong dan celana pendek rumahan. Berdiri di depan sebuah rumah. Sambil menghubungi seseorang.


Dan benar saja. Ponselnya berdering. Nama Andri Astoyo tertera disana. Tania tidak mengangkatnya. Hanya membunyikan klakson mobilnya. Membuat Andri langsung melambaikan tangannya. Begitu melihat Tania turun dari mobilnya.


"Lama Mbak?"


"Nggak, baru juga sampai. Kamunya yang lama nungguin"


"Nggak juga. Baru juga keluar. Habis main sama Qila tadi" jawab pria itu. Setelah berjabat.


"Mana Qilanya?" tanya Tania. Dia ingat, Qila anaknya Andri yang berumur empat tahun. Sebaya Lia.


"Ada di dalam. Biasa jam segini nonton Upin Ipin. Masuk dulu yuk. Nggleyeh-nggleyeh dulu. Capek to nyetir sendiri?"


Tania nyengir mendengar pertanyaan Andri. Capek sik nggak. Wong tiap ada rest area, pasti berhenti. Keduanya masuk setelah Tania balik ke mobilnya. Mengambil beberapa buah tangan yang tadi sengaja dia beli di jalan.


"Selamat malam" salam Tania sebelum masuk rumah Andri.


Seorang wanita dengan perawakan seperti Andri keluar menyambut mereka. Diikuti seorang anak perempuan. Dengan rambut keriting. Serta badan agak sedikit gempal.


"Sudah datang?" sapa perempuan itu.


"Nah kenalkan. Ini istriku, Yuli namanya. Dan itu Qila" Andri memperkenalkan keluarganya.


Mereka duduk di ruang tamu sederhana di rumah yang terhitung besar juga.


"Malam Mbak. Saya Tania. Temennya Andri"


"Cantik ya mbak Tania ini" puji istri Andri.


Tania tersipu mendengar pujian istri Andri.


"Qila, dhik, salim dulu sama Tante" Andri meminta Qila mendekat.


Gadis kecil itu mendekat takut-takut. Lantas mengulurkan tangan mungilnya. Mencium tangan halus Tania.


"Pintar sekali. Oh ya karena Qila pintar. Tante punya hadiah buat Qila"


Ucap Tania menyerahkan dua kantong kresek besar oleh-oleh. Berupa buah dan juga makan ringan.


"Kok repot-repot to" seloroh Andri.


"Nggak kok" jawab Tania yang merasa senang melihat wajah bahagia Qila kala menerima kantong kresek itu.


"Bilang apa?" ucap sang ibu.


"Terima kasih, Tante" ucap Qila polos.


"Sama-sama, Sayang" balas Tania. Mengusap lembut rambut keriting Qila.


Qila dan Yuli masuk kebagian dalam rumah.


"Jadi sudah sampai mana?"


"Apanya?"

__ADS_1


"Hubungan kalian?"


Tidak menjawab pertanyaan Andri. Hanya menunjukkan cincin yang dipakaikan Jayden, beberapa waktu lalu.


"Dia serius denganmu"


"Aku tahu"


"Kamu ke sini, cuma bingung kan sama perasaan kamu?" tanya Andri.


Tania mengangguk.


"Juga ingin menenangkan diri. Kamu tahu kejadian soal Vera. Aku benar-benar shock, Kak"


Andri tampak menarik nafasnya pelan.


"Aku turut prihatin dengan kejadian itu. Ya, itulah manusia. Mudah sekali dibalikkan hatinya. Yang sabar ya" saran Andri.


Tania menarik nafasnya dalam. Lantas mengikuti Andri meminum teh yang disediakan oleh sang istri. Dan juga beberapa cemilan.


Tak lama, Yuli mengajak Tania dan Andri makan. Meski tadi sudah makan di jalan. Gegara lapar melanda. Namun untuk menghormati pemilik rumah. Tania makan juga. Dengan menu sederhana. Ayam balado. Dan sayur asem. Juga sambal dan juga kerupuk.


Tania cukup terkejut dengan rasa lezat maskan istri Andri itu. Mengingat dirinya yang sama sekali tidak bisa masak. Serta umur Yuli yang boleh terbilang masih muda.


Selesai makan. Keduanya kembali berbincang. Hingga waktu menunjukkan pukul setengah delpan malam.


"Sudah mau istirahat belum? Kalau sudah tak antar ke rumah sewa. Tapi sebelumnya pinjam KTP- mu dulu. Tak laporan sama pak RT. Kan kamu mungkin agak lama disini" ucap Andri.


Tania hanya menurut saja. Menyerahkan kartu identitasnya. Lantas menunggu pria itu pergi ke rumah pak RT yang katanya hanya disamping rumah.


Selama Andri pergi. Tania ditemani Yuli. Perempuan itu hangat sekali. Membuat Tania cepat sekali akrab dengan istri Andri itu.


"Sibuk apa Mbak?"


Dan obrolan keduanya bergulir kemana-mana. Hingga Andri datang menyela.


"Sudah laporan sama pak RT. Mau ke rumah sekarang?" tanya Andri.


Tania mengangguk. Lantas berpamitan dengan Yuli dan Qila.


"Rumahnya jauh?" tanya Tania.


Gadis itu sudah menyeret kopernya. Sedang dua peperbag berisi laptop dan portable safety box-nya dibawakan Andri.


Pria itu nyengir.


"Gak kok. Itu rumahnya" jawab pria berusia hampir 36 tahun itu. Menunjuk rumah tepat disebelah rumahnya sendiri.


"Woalah, tak kiro jauh. Tibake cuma pindah pintu doang to" seloroh Tania.


Andri tergelak. Lantas membuka pintu rumah itu.


"Sebenarnya ini rumah lekku (Pamanku). Lama ditinggal ke Jakarta. Kemarin tak tembung (minta izin). Kalau mau ada yang sewa sementar boleh tidak? Kata mereka boleh. Asal jangan lama-lama. Soale tahun depan mereka mau balik ke sini" jelas Andri.


Mereka masuk setelah memberi salam terlebih dahulu. Sedikit menunjukkan beberapa ruangan kepada Tania. Meski sederhana namun terlihat nyaman untuk ditinggali.


Andri permisi pulang setelah meminta Tania mengunci pintu rumahnya itu. Dan jangan sembarangan membuka pintu kalau ada yang mengetuk.


"Telepon aku disebelah. Jika ada hal-hal yang mencurigakan" pesan Andri.


Sebelum pria itu benar-benar kembali ke rumahnya. Tania lantas mengunci pintu rumah sewanya. Menutup gordennya.


Lantas meraih ponselnya. Mengirim pesan pada Jayden.

__ADS_1


"Aku sudah sampai"


^^^"Jam berapa?"^^^


"Baru saja"


^^^"Sudah makan?"^^^


"Sudah. Kakak?"


^^^"Malas"^^^


"Kenapa?"


^^^"Tidak ada kamu"^^^


🤣🤣🤣


^^^"Malah ketawa. Aku serius"^^^


"Iya-iya. Makan dulu sana. Aku temani sambil mandi"


Wajah Jayden langsung bersemu merah. Membaca pesan menggoda dari Tania.


^^^"Alah kalau dekat mana berani dia ngomong begitu"^^^


😁😁 Takut diterkam"


Jayden ngakak membaca pesan Tania. Dia pikir sejak kapan gadisnya itu jadi pinter melucu.


^^^"Tapi bener sih. Kalau kamu ada. Tak terkam beneran lo 😉😉"^^^


"Haish lama-lama kalau diturutin makin kacau nih orang" batin Tania.


"Alah Kakak ni. Aku mandi dululah. Gerah"


Lama pesan itu tidak dibalas.


^^^"Ya sudah mandi sana"^^^


Akhirnya Jayden membalas pesan Tania. Langsung masuk ke kamar mandi. Sedikit melongo melihat kamar mandi sederhana disana. Menghela nafas, lantas memulai ritual mandinya yang no shower, no bathup, no air hangat. Hanya pakai gayung.


Selesai mandi. Gadis itu mengecek ponselnya. Tidak ada pesan masuk. Tania lantas merebahkan diri di kasur sederhana di salah satu kamar yang ada dirumah itu.


Menatap langit-langit kamar sederhana yang dia tempati. Menerawang jauh. Kali ini berapa lama dia akan bersembunyi. Sejenak menatap cincin pemberian Jayden. Yang nampak cantik bertengger di jari manisnya.


Ada secuil rasa yang tiba-tiba menyusup di hatinya. Wajah Jayden tiba-tiba hadir memenuhi kepalanya. Rindukah dia pada pria mesum itu. Tania tersenyum kala mengingat wajah Jayden.


"Ahh...inikah yang dinamakan rindu" guman Tania pelan.


Lantas mencoba memejamkan mata. Mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar baru baginya. Tapi juga begitu menantang untuk dilalui.


Tania akhirnya benar-benar terlelap. Setelah sang dewa mimpi benar-benar menyapanya. Membawa dirinya terbang langsung ke alam mimpi. Menggunakan pesawat jet. Mengingat betapa cepatnya Tania terlelap. Rasa lelah ditambah rasa kenyang plus tubuh yang segar setelah mandi. Membuat gadis itu dengan cepat terlelap.


***



Kredit Instagram @ goodguy_eunwoo


Babang Jayden yang mulai buat neng Tania rindu. Cie...cie...ada yang mulai rindu nih...kemarin-kemarin kemana? Kenapa baru terasa sekarang rindunya? 🙄🙄🙄🙄 Malas deh ah...


****

__ADS_1


__ADS_2