
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Tania pada akhirnya.
"Namaku Jayden Lee. Nama Koreaku Lee Jae Kyung. Dan aku punya kakak kembar identik denganku. Namanya Lee Joon"
Tania membulatkan matanya.
"Kamu adiknya Lee Joon. Kalau begitu kamu...
"Aku masih single. Belum menikah. Yang sudah menikah adalah kakakku seperti yang kamu tahu"
"Lalu yang aku lihat saat aku mengantar gaun pesananmu"
"Itu aku"
"Lalu yang Kakak bilang untuk putriku"
Jayden tersenyum. Tania memanggilnya kakak.
"Putri yang kumaksud adalah Lia. Putri Lee Joon. Keponakanku. Tapi aku menganggapnya seperti putriku sendiri. Aku ada disana ketika Lia lahir. Aku yang mendampingi istri kakakku, Nina ketika Lia lahir"
Tania terdiam. Dia masih bingung dengan ucapan Jayden. Kenapa Jayden terdengar berbeda kala menyebut nama Nina, iparnya.
"Mau aku beritahu cerita masa laluku. Agar kamu tahu siapa aku. Bukan dari orang lain tapi dariku langsung" Jayden menjeda ucapannya.
Hening sejenak.
"Aku bukan pria yang baik. Aku dulu seorang casanova"
Tania langsung membulatkan matanya.
"Lari dari Bryan.Masuk ke sini perasaan sama saja"
"Kamu kecewa?"
"Entahlah"
"Aku bahkan mungkin lebih parah dari Bryan mantanmu itu. Aku bisa berganti wanita tiap malamnya"
Jayden kembali menjeda ucapannya. Untuk melihat reaksi Tania. Dan benar saja. Gadis itu membulatkan mata cantiknya. Tidak percaya menatapnya.
"Dan kamu masih seperti itu sampai sekarang? Kamu ...." Tania tidak jadi mengumpat.
"Menjijikkan? Itu kan yang ingin kamu katakan. Ya aku memang menjijikkan waktu itu. Tapi percaya atau tidak aku sudah berhenti"
"Jangan menipuku!" Tania mendengus kesal.
"Aku tidak menipumu. Aku benar-benar berhenti menjadi seorang casanova karena aku jatuh cinta pada seorang wanita"
Hening lagi.
"Dan kamu tahu? Aku jatuh cinta pada istri kakakku. Karenina Putri"
"What?!!! Are you crazy?"
"Anggap saja iya. Aku jatuh cinta pada Nina. Tidak peduli statusnya. Dan dia yang mampu menghentikanku menjadi seorang casanova. Sampai sekarang"
"Lalu bagaimana perasaanmu terhadap kakak iparmu?"
"Sekarang aku tidak punya perasaan apa-apa lagi padanya. Aku alihkan semua rasa cintaku padanya pada putrinya Lia. Karena itu aku benar-benar menganggap Lia putriku. Ditambah lagi aku bertemu denganmu"
"Apa pengaruhnya?"
"Tentu saja kamu membuat semua berbeda"
"Beda dimananya?"
Tania merasa lega. Mengetahui status Jayden yang single. Membuatnya merasa tidak bersalah untuk jatuh cinta pada pria itu.
"Tunggu..masak iya aku jatuh cinta padanya" batin Tania.
"Denganmu aku benar-benar jatuh cinta" ucap Jayden tulus.
"Alaahh bukan karena kita pernah tidur bersama?"
"Itu salah satu sebabnya"
Tania mencebikkan bibirnya. Kesal dengan ucapan Jayden.
"Semua pria sama saja. Mesuum saja isi kepalanya" maki Tania terang-terangan.
"Aku tidak seperti itu. Aku beritahu satu hal. Pria akan pergi setelah berhasil meniduri seorang wanita...Aduuuuhh, kamu menendangku lagi" ringis Jayden.
"Rasakan itu!" umpat Tania.
"Oh Baby, tidak bisakah kamu bersikap manis padaku?"
Tania langsung mendelik mendengar panggilan Jayden.
"Buat apa bersikap manis pada buaya"
"Mana ada buaya. Dengarkan aku dulu" pinta Jayden.
"Apalagi?"
"Dengar, pria biasanya akan seperti itu. Tapi aku tidak. Aku tidak bisa melupakanmu sejak hari itu. Sejak aku menjadi yang pertama bagimu. Sejak aku mengambil kehormatanmu. Jangan menendang lagi!" cegah Jayden.
__ADS_1
Jayden tahu dibawah sana kaki Tania sudah siap menendangnya lagi.
"Aku mencarimu setelah kamu meninggalkanku di ranjangmu. Tidak tahunya kamu kabur ke sini dan mengganti namamu" ucap Jayden sendu.
Tania terdiam.
***
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Vera melihat Sean datang ke kantornya.
"Biasalah nyamperin cewekku"
"Memang kalian sudah jadian?"
"Belum sih"
"Hati-hati, sepertinya Rey. Asisten Jayden juga menaruh hati pada Nita" Vera memperingatkan.
"Kamu serius?"
Vera mengangguk.
"Makanya kamu pepet terus dia. Kalau perlu lamar sekalian. Wanita itu butuh kepastian bukan cuma janji doang" saran Vera.
"Apa iya ya?" Sean tampak mempertimbangkan saran Vera.
"Itu hanya pandanganku dari sisi seorang wanita. Berusahalah. Jika kamu sudah yakin dengan perasaanmu. Mending kamu ikat saja dia sekalian" saran Vera lagi.
Sean tampak berpikir.
"Ya, halo"
"Kamu dimana? Aku ingin bertemu"
"Aku sibuk. Tidak ada waktu"
"Turun atau aku naik ke atas dan membuat keributan!"
"Siapa?" tanya Sean.
"Bryan"
"Mau apa lagi?"
"Tidak tahu"
"Hati-hati. Belakangan ini aku lihat dia sering menemuimu. Ada masalahkah?"
"Tidak ada" jawab Vera singkat.
"Aku pergi dulu"
"Hati-hati. Kabari aku jika ada masalah"
Vera memberi kode "oke" dengan tangannya. Lantas berlalu dari hadapan Sean.
"Aku harap setelah masalah Tania selesai.Tidak timbul masalah lainnya lagi" batin Sean.
Merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.
***
"Aku ingin memulai semuanya dari awal lagi. Ah tidak. Mari memulai semua dari awal"
Ucapan Jayden masih terngiang jelas ditelinganya. Bagaimana pria itu terlihat begitu tulus dan sungguh-sungguh ingin menjalin hubungan dengan dirinya.
"Aku tahu, aku bukan pria yang baik. Aku bukan pria sempurna. Seperti kakakku. Tapi aku akan berusaha memperbaiki diri. Menjadi lebih baik"
"Jangan berpikir kalau aku melakukan ini semua karena aku merasa bertanggungjawab atas apa yang aku lakukan padamu. Aku ingin menjalin hubungan denganmu karena aku mencintaimu"
"I love you, Tania Adelia"
Tania memukul kepalanya pelan. Bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
"Aku tidak memintamu memberikan jawaban sekarang. Aku tidak akan memaksamu. Hanya saja, jangan menghindariku. Jangan menolakku. Jangan lari dariku. Biarkan semua mengalir"
"Aaahh pusing!" teriaknya frustrasi.
Menyambar jaketnya. Lalu keluar kamarnya. Bersamaan dengan Jayden yang juga keluar dari kamarnya.
"Mau kemana?" tanya Jayden.
"Cari angin"
"Jangan terlalu dipikirkan apa yang omongkan. Santai saja" ucap Jayden seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Tania.
Tania kembali terdiam. Entah kenapa. Bicara dengan Jayden seringkali membuatnya kehilangan kata-kata.
Tania berjalan keluar villa diikuti Jayden.
"Sejuknya" guman Jayden.
"Kakak tidak merasa dingin?" tanya Tania.
Melihat Jayden hanya memakai kaos lengan panjang bergaris putih.
__ADS_1
Kredit Instagram@kwh_storage
"Aku lama tinggal di Korea. Dingin seperti ini aku sudah biasa"
Tania ber-ooo ria.
"Jadi mau kemana?"
Tania hanya menaikkan bahunya. Keduanya berjalan-jalan di sekitar villa. Melihat lalu lalang para pengunjung di Telaga Sarangan.
"Sering kesini?"
"Beberapa kali. Kalau lagi luang ke sini. Ngademin pikiran"
"Aku pikir lari dari kenyataan"
"Salah satunya"
Jayden menatap Tania. Tania pikir apa dia juga harus menceritakan masa lalunya pada Jayden. Berhubung pria itu juga begitu terbuka soal masa lalunya.
"Ngopi yuk" ajak Tania.
Hingga pada akhirnya keduanya duduk di sebuah lesehan yang menghadap langsung ke danau.Melihat beberapa orang yang sedang menaiki perahu motor mengelilingi danau.
Kredit google.com
"Mau mencobanya?" tanya Jayden.
"Tidak sekarang. Dingin. Takut"
"Kan ada aku"
"Ehhh, maksudnya?"
"Takut? Kan ada aku. Dingin? Kan aku bisa menghangatkanmu" goda Jayden.
"Dasar mesuuum"
"Hei aku bicara faktanya" sangkal Jayden.
Tania mencebikkan bibirnya. Kesal dengan ucapan Jayden.
"Di sini sinyalnya au ah gelap ya" keluh Jayden.
"Ini sudah lebih baik. Terakhir kali ke sini. Providerku sama sekali nggak ada sinyalnya. Terpaksa beli sim baru. Ada yang pentingkah?"
"Hanya ingin tahu. Lia sudah sampai Jakarta belum?"
"Mereka sudah balik?"
"Aku mengantar mereka pulang sebelum menyusul ke sini. Tadi waktu di bawah aku mengirim pesan tapi belum dibalas"
"Pasti lucu"
"Apanya?"
"Anak mereka. Aku dengar kembar sepasang. Gen kembar kalian kuat sekali. Bisa langsung turun ke anak kalian"
"Mau melihat fotonya?"
"Bolehkah?"
Jayden menyerahkan ponselnya kepada Tania. Mata gadis itu berbinar melihat foto sepasang anak kembar.
"Yang cowok namanya Hyun Ae. Yang cewek Lia"
"Kembar kok namanya beda. Muka Korea nama lokal"
"Lia, aku yang memberinya nama"
"Benarkah?"
Jayden mengangguk.
"Pasti menggemaskan sekali mereka"
"Suka anak kecil?"
"Sukalah. Siapa juga yang tidak suka anak kecil"
Jayden tersenyum menyeringai.
"Kita bisa coba membuatnya malam ini"
Ucap Jayden yang langsung mendapat keplakan dari Tania. Tania mendelik mendengar ucapan Tania.
"Berani kamu menyentuhku. Awas!!!" ancam Tania.
"Wuiihh bisa galak mode on juga to" ledek Jayden.
***
__ADS_1