Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Pagi Yang Manis


__ADS_3

"Aku sangat puas dengan hasilnya Lee. Belum pernah aku sepuas ini dengan hasil kerjaku sendiri. Aku yakin tanpa proses editing pun bisa langsung naik dan rilis" ucap Sebastian di akhir kerja mereka hari ini.


Hampir tengah malam. Mereka memang bekerja maraton. Nonstop tanpa henti sejak tadi pagi. Mereka sudah berada di ruang kerja Jayden. Sebastian masih antusias melihat hasil jeperetannya sendiri. Sambil sesekali meminum kopinya. Jayden sendiri sudah mengganti setelan suitnya dengan kaos oblong hitam biasa. Meskipun dia masih memakai celana pantolan untuk bagian bawahnya.



Kredit Instagram@leesuhochaeunwoo


Wajahnya juga sudah terlihat segar. Dia sempat mandi di kamar mandi pribadinya yang ada di ruangannya itu. Dia sejak tadi hanya diam. Mendengarkan ocehan Sebastian.


"Waahh, tidak ku kira kalau kamu bisa pose seromantis ini" ucap Sebastian lagi.


Memandangi hasil photoshoot couple Jayden dan Tania.


"Kamu lupa aku mantan model?" tanya Jayden pada akhirnya.


"Tapi kan kamu dulu paling anti untuk sesi couple. Dan ini sesi couple pertamamu"


Jayden tampak mengingat. Iya juga ya. Dia selalu menolak tawaran sesi couple yang banyak diberikan untuk dirinya. Tidak ingin tubuhnya digrepe-***** oleh para model perempuan. Yang memang suka cari kesempatan.


Meski kalau malam hari. Gantian dia nggrepe-nggrepe tubuh para wanita yang jadi partner ONS-nya. Tapi itu dulu, dulu, sebelum dia tobat.


"By the way, beneran ini untuk prewedding kamu?" tanya Sebastian.


"He em. Kapan lagi bisa prewedding dengan Sebastian Arturo yang mendunia. Mumpung ada kesempatan, sekalian" cengir Jayden.


"Dasar otak bisnis. Nggak mau rugi. Sudahlah aku balik dulu. Semua file sudah aku transfer ya ke laptopmu. Thank you buat masternya"


Jayden mengangguk.


"Aku akan mentransfer-nya nanti. Untuk prewedd-ku"


"Ah tidak usah. Aku dapat file master-nya sudah lebih dari cukup. Akan aku cetak yang gede. Terus akan aku pajang di rumahku di Milan. Biar Edward ngiler kalau lihat"


"Beneran pro bono?"


Sebastian mengangguk.


"Thank you kalau begitu. Jangan dipublikasikan ingat. Cuma aku sama kamu yang punya file masternya. Kalau sampai bocor ke publik. Aku kejar kamu kemanapun kamu pergi" ancam Jayden.


"Isshh tidak percaya banget padaku. Sudah aku pergi dulu. Kalau married ngabarin siapa tahu aku dan Ed bisa datang"


"Oke"


"Balik dulu. See you again later" ucap Sebastian.


Berlalu dari ruangan Jayden. Sambil menenteng laptopnya sendiri.


"Tidak sia-sia aku mengacaukan schedule-ku. Tapi aku bisa dapat hasil photoshoot yang sangat, sangat, sangat memuaskan" guman Sebastian sepanjang jalan menuju lobi kantor Jayden.


Di ruang Jayden,


Sepeninggal Sebastian. Jayden langsung masuk ke kamar pribadinya. Dia tersenyum, melihat Tania yang lagi-lagi sudah terdampar di pulau mimpinya. Terlelap di kasur king size milik Jayden.


Gadis itu bahkan sudah tertidur sejak para kru MUA selesai membersihkan wajahnya. Dia sudah tertidur sejak di ruang ganti. Hingga Jayden harus menggendongnya untuk membawanya ke kamar pribadinya.


Jayden menuju walk in closet mininya. Mengganti kaosnya menjadi kaos oblong putih yang lebih longgar. Mengganti celananya dengan celana kargo. Dia mencoba tidak akan shirtless malam ini. Meski entahlah. Dia biasa shirtless atau bahkan nak**. Hanya memakai boksernya saja kalau sedang tidur.


Meraih remot pintu. Menguncinya dari atas kasurnya. Lantas mulai merebahkan dirinya di samping Tània. Jayden meraih ponsel Tania yang dia charge diatas nakasnya. Membukanya menggunakan sidik jari Tania.


Tadi dia sudah mengirim pesan kepada Vera. Kalau Tania ada bersamanya. Dan tidak pulang. Jayden dari tadi tertegun melihat wall paper ponsel Tania.

__ADS_1



Kredit Instagram@luxuryworld886


"Apa ini rumah impiannya?" guman Jayden.


Meletakkan ponsel Tania kembali ke atas nakas. Lantas menarik tubuh Tania masuk ke dalam pelukannya.


"Banyak sekali mimpimu" guman Jayden lagi. Mencium bibir Tania sekilas. Lantas ikut memejamkan matanya. Menyusul Tania ke alam mimpi.


"Aahh lelah sekali hari ini. Tapi juga sangat menyenangkan" batin Jayden.


Pagi menjelang,


Rey masuk ke kantor bosnya. Belum melihat ada siapa-siapa disana.


"Mereka belum bangun berarti" guman Rey.


Sedikit menggelengkan kepalanya. Ketika pikiran kotor mulai masuk ke otaknya. Membayangkan yang tidak-tidak terjadi antara bos singanya dan Tania.


"Ah sebaiknya aku sarapan dulu. Sekalian membawakan untuk mereka" pikir Rey.


Lalu keluar lagi dari ruangan bos singanya. Di luar ruangan dia langsung disambut senyum manis Maura. Asistennya yang juga wanita yang sebenarnya memiliki rasa padanya.


Bukannya Rey tidak tahu. Tapi asal hal itu tidak berpengaruh pada kinerja Maura. Itu tidak masalah bagi Rey.


"Sarapan bareng ya, Pak?" ajak Maura sambil tersenyum.


"Boleh" sahut Rey singkat.


Yang langsung membuat senyum Maura semakin mengembang sempurna di wajah cantiknya.


"Cantik, dia tidak kalah cantik dengan Nita, kalau diperhatikan" batin Rey. Berjalan mendahului Maura.


Tania yang memang tidur lebih awal dari Jayden. Mulai membuka matanya. Sejenak mengedarkan pandangan matanya mengelilingi kamar itu.


"Aku dimana?" batinnya.


Merasa asing dengan kamar itu. Belum pernah dia ada di sana. Ia lalu menoleh ke sampingnya. Cukup terkejut ketika mendapati Jayden yang tertidur di sampingnya.



Kredit Instagram@chaeunwoo_ibr


Pria itu nampak masih tertidur pulas. Terlihat semakin tampan saja. Tania sejenak menatap wajah Jayden. Rambut hitam legam. Rahang kokoh. Hidung mancung. Bibir merah alami yang begitu menggoda. Tubuh sempurna, beeuuhh bikin ngiler saja.


Buru-buru Tania memalingkan wajahnya. Apakah ini kamar Jayden? Kembali dia berpikir. Eh, bukannya dia pernah tidur di kamar pria ini waktu itu.


Jika bukan. Lalu ini dimana? Hotel? Tania kembali memejamkan matanya. Dia sejujurnya masih mengantuk. Memiringkan tubuhnya. Menghadap wajah Jayden. Kembali diperhatikannya wajah Jayden.


"Aku tidak melakukan apapun padamu malam itu" itulah jawaban Jayden atas pertanyaan Tania kemarin pagi.Membuat Tania tersenyum lega.


Jayden membisikkannya tepat di telinga Tania. Saat sesi photoshoot masih berlangsung. Yang setelahnya langsung mencium mesra bibir Tania. Membuat semua orang yang ada di studio foto itu langsung menutup mulut masing-masing. Tidak percaya. CEO mereka mencium seorang wanita tepat di hadapan mereka.


Siapa yang tidak auto baper dibuatnya. Bahkan Rey dan Sebastian juga tidak percaya dengan hal itu.


"Bosmu benar-benar apa itu ...orang sini bilang...


"Bucin....


"Haaa itu"

__ADS_1


Rey terkekeh mendengar ucapan Sebastian. Bisa dipastikan setelah ini akan ada gosip panas yang beredar di kantor. Pikir Rey.


Tania masih asyik memandangi wajah Jayden.


"Sudah puas menatap wajah tampanku?" ucap Jayden tiba-tiba dengan mata masih terpejam.


Membuat Tania terkejut.


"Kakak sudah bangun?"


"Lima puluh persen" jawab Jayden.


Yang malah menarik kembali Tania ke dalam pelukannya.


"Kak, ayo bangun. Sudah siang"


"Lima menit lagi" kalimat yang umum orang katakan kalau disuruh bangun. Bener nggak guys 🤣🤣


"Jawabannya mesti sama" gerutu Tania.


"Siapa yang jawabannya sama?" Jayden memicingkan matanya.


"Semua orang kalau disuruh bangun pasti jawaban itu. Nggak ada yang lain"


"Masak sih"


"Tidak percaya. Coba deh Kakak katakan itu ke aku. Pasti jawabanku juga sama" sungut Tania.


Jayden terkekeh pelan.


"Aku akan bangun. Tapi ada syaratnya"


"Alah, pakai minta syarat lagi"


"Oo harus dong. Sebagai ganti aku nggak ngapa-ngapain kamu semalam"


"Apa lagi itu?"


"Ini lo syaratnya" ucap Jayden.


Langsung menyambar bibir Tania lalu melum**nya. Tania...jangan ditanya. Mungkin sudah biasa dengan tingkah agresif Jayden yang hobi nyosor duluan. Selama tidak kebablasan, Tania tidak masalah.


"Morning kiss" ucap Jayden sambil tersenyum setelah melepaskan ciumannya.


"Dasar tukang nyosor" maki Tania.


"Tapi kamu suka kan?"


Blush,


Wajah Tania merona karena malu. Ditodong kalimat yang begitu kena di hati. Iya, iya dia mulai menyukai ciuman yang tiap kali Jayden berikan. Lembut dan beeuuhhh bikin melayang deh pokoknya.


Tania seketika menyembunyikan wajah merahnya ke balik bantal. Membuat Jayden tertawa.


"Lihatlah, yang aku katakan benar. Dia menyukainya. Mau lagi?" goda Jayden.


"Iihh jangan menggodaku. Kakak menyebalkan" maki Tania dengan suara tertahan dari balik bantalnya.


"Bukankah ini pagi yang manis" batin Jayden.


Menatapa Tania yang masih bersembunyi di balik bantalnya.

__ADS_1


*****


__ADS_2