Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Pikiran Absurd


__ADS_3

Tania langsung masuk ke ruangannya begitu dia sampai di kantornya. Nita menyambutnya dengan wajah sumringah. Takut jika bosnya itu terlalu lama larut dalam kesedihan.


Seperti Jayden juga. Keempat temannya menyarankan hal yang sama. Melupakan Vera. Dan membiarkan mereka berbuat sesukanya.


Tania tampak menarik nafasnya pelan. Melihat begitu banyaknya berkas dan dokumen yang harus dia periksa dan tanda tangani.


"Terkejut Mbak?" tanya Nita.


"Tidak juga. Hanya saja. Mungkin aku akan pulang larut malam hari ini" ujar Tania.


"Akan aku temani"


"Tidak usah. Temani saja suamimu sana. Berikan aku ponakan secepatnya. Biar aku tidak kesepian" celetuk Tania.


"Iiss kenapa nyuruh saya. Mbok ya nyetak sendiri sana" balas Nita.


"Kan aku belum nikah"


"Makanya buruan"


"Kan aku masih mau ke Giriloyo. Sebelum aku nikah"


"Masih jadi mau kesana"


"Iya. Aku mau cari batik asli dari pengrajinnya"


"Giriloyo kan jauh. Maksudku agak desa tempatnya. Kenapa nggak ke Ngasem saja. Yang agak kotaan dikit"


"Aku sudah pesan sama Andri buat dicarikan rumah sewa"


"Andri?...


"Yang sales kain batik itu lo"


Nita berpikir sebentar.


"Nggak ingatlah, Mbak. Memang pernah ke sini?"


"Belum. La wong dia tinggal di Yogya"


"Pantes nggak kenal. Mbak Tania ngerjain saya ya"


"Nggak kok"


"Terus apa Mbak Tania sudah ngomong sama pak Lee soal mbak Tania yang ingin kesana"


Tania terdiam. Sedikit berpikir.


"Belum"


"Dibicarakan dulu. Dia itu calon suami Mbak. Semua harus direncanakan"


"Tapi kan dia baru calon. Belum jadi suamiku"


"Mbaknya tahu kalau mbak Tania bilang iya sekarang. Sekarang juga pak Lee bisa membuat pesta pernikahan yang waahhh"

__ADS_1


"Alah bohong"


"Tidak percaya?"


Tania menggeleng.


"Oke aku telepon pak Lee. Bilang kalau mbak Tania mau nikah sekarang"


"Eh jangan, bercanda doang" cegah Tania ketika Nita benar-benar meraih ponselnya.


"Ha...ha...mbak Tania takut. Padahal nikah itu enak lho mbak"


"Aku tahu"


"Tahu dari mana?"


"Eh...tahu dari kamulah, dari Maura juga. Kalau nggak, mana mungkin kalian jadi sebucin itu sama suami kalian. Kalau nikah itu nggak enak"


"Enak banget malahan Mbak" kompor Nita.


"Jangan ngomporin aku Ta. Memang enak banget ya Ta" goda Tania.


Padahal dia sendiri sudah tahu rasanya. Saja hanya ingin menggoda Nita. Dan benar saja. Wajah Nita langsung memerah. Mengingat setiap sesi panas yang dia lewati bersama Sean, sang suami.


Bagaimana Sean bisa membuatnya tidak berkutik tiap kali dia sudah berada dibawah tubuh Sean. Mengingat bagaimana hebatnya sang suami kala diatas ranjang. Memacu dirinya untuk melayang tinggi, menikmati madu cinta mereka.


"Wei malah melamun. Waahh mesti ingat waktu begituan itu. Ngaku nggak?"


"Habisnya mbak Tania godain terus sih. Jadi ingat kan sama bodi ehemm suami eike"


"Wah kamu sudah terkontaminasi mesumnya Sean"


"Aduh mbak Tania. Gimana nggak ikutan mesum. Kalau tiap waktu begituan terus...upppss keceplosan" Nita menutup mulut embernya. Yang dengan entengnya membeberkan kehidupan ranjangnya.


"Gila Ta tiap waktu?" tanya Tania tidak percaya.


Sudah kepalang tanggung. Nita menganggukkan kepalanya.


"Ck, ck, ck, garang juga Sean di ranjang. Aku kira muka kalem begitu, tidak kusangka kalau dia....ah sudahlah. Kok jadi bahas itu sih. Bikin jiwa jomblo eike meronta" jawab Tania sok dramatis.


"Makanya buruan nikah. Biar bisa begituan dimanapun dan kapanpun" kembali Nita mengompori.


"Ha? Memang Sean suka main terkam gitu" Tania penasaran.


Nita mengangguk malu. Teringat bagaimana panasnya mereka kala bercin..ta di mobil Sean. Gegara pria itu tidak sabar menunggu masuk ke apartement mereka. Alhasil, mobil Sean jadi seperti terkena gempa bumi dadakan. Ketika pria itu memaksa menerkam sang istri di mobil.


Belum lagi, ketika acara masak mereka jadi berantakan gegara pria itu juga tidak bisa menahan diri. Akhirnya meja makan dan meja dapur jadi tempat pelampiasan has*** pria Cina itu.


Nita menggelengkan kepalanya mengingat semua sesi bercin...tanya dengan sang suami. Yang ternyata tidak jauh beda dengan Maura. Bahkan Maura lebih parah lagi.


Karena di malam kedua pernikahan mereka. Rey nyaris tidak membiarkan Maura tidur barang sebentar. Rey terus saja memacu dirinya. Menikmati tubuh sang istri.


Bahkan Maura pernah bercerita. Kalau Rey hanya praktek dari gurunya. Dan gurunya tidak lain dan tidak bukan ya Jayden. Maura pernah mendengar Rey berkata pantas saja bos singanya itu jadi casanova. La wong rasanya enak benget begini.


"Mbak, mbak Tania memang nggak pengen begituan sama pak Lee" tanya Nita. Melihat Tania sudah kembali sibuk dengan laptopnya.

__ADS_1


"Ha?" Tania melongo mendengar pertanyaan absurd dari Nita.


"Kok nanyanya begitu?" Tania balim bertanya.


"Habisnya pak Lee kan dulu sukanya begituan. Terus sekarang sudah tobat nih ceritanya. Apa nggak ngiler lihat body mbak Tania yang ehhemm" Nita berdehem untuk memuji tubuh Tania yang memang body goals banget.


Dada besar, pinggang ramping. Bo**kong yang padat dan berisi. Definisi body model deh pokoknya.


"Ya dia suka bilang begitu sih"


"Bilang apa?" pepet Nita.


"Bilang pengen begituan sama aku tapi...


"Kok mbak Tania bisa tahan dari godaannya pak Lee. Secara bodinya pak Lee kan sebelas dua belas sama bodi model. Dan pastinya hot banget. Apalagi miliknya pak Lee pasti ..." Nita tidak melanjutkan perkataannya. Mantan perawan itu menggigit bibir bawahnya.


Sedang Tania langsung melotot mendengar ucapan mesum dari sahabatnya itu.


"Ta, kok kamu perasaan jadi mesuum gini ya. Sama kayak Maura. Tiap hari cuma ngomporin aku biar cepetan nikah sama Jayden Lee. Biar bisa begituan kayak kalian"


Tania heran dengan Nita yang sekarang. Istri Sean itu lebih berani bicara soal hal-hal yang berbau mesum.


"La memang tidak boleh ya?"


"Tidak boleh. Kan aku masih single"


"Tu kan dibahas lagi. Makanya buruan nikah mbak" saran Nita.


"Wuuu dasar sahabat peyang. Malah disuruh mikir yang begituan mulu"


"Ha..ha..." Nita tertawa terbahak-bahak.


Melihat Tania yang akhirnya ngamuk juga. Karena dirinya yang terus saja menggodanya. Tidak tahu apa kalau dirinya itu sekarang sering making out sama Jayden.


Tapi hanya dirinya yang sering membantu Jayden. Karena pria itu yang seringkali gagal menahan diri. Kala bersama dirinya.Tania sudah meminta Jayden untuk mengantarkan dia pulang ke apartemennya sendiri. Tapi Jayden tidak mengizinkan. Dengan alasan kalau Tania hanya akan menangis jika berada di apartemennya sendirian.


Meski tebakan Jayden benar. Tapi mereka jadi sering terjebak dalam kesulitan menahan has*** masing-masing. Dimana biasanya Jayden yang selalu terpancing lebih dulu.


Dia sendiri bukannya tidak tergoda dengan tubuh Jayden. Tubuh dengan dada pelukable dan juga abs yang siap memanjakan mata. Juga punggung kekar yang sandarable banget. Membuat Tania selalu betah untuk memeluk tubuh Jayden.


Haisshhh, kenapa juga aku jadi punya pemikiran absurd begini ya. Ini gara-gara Nita yang ngomongin itu mulu dari tadi. Membuat otaknya langsung travelling kemana-mana.


"Nita berbahaya. Sangat berbahaya sekarang. Bisa-bisanya aku ikut berpikiran absurd bin mesum begini ya" batin Tania setengah memaki Nita.


Yang kini dengan santainya keluar dari ruangan Tania. Setelah berhasil membuat fokus Tania pecah. Gegara teringat bodi hot milik Jayden.


***



Kredit Instagram @ goodguy_eunwoo


Ini ni babang Jayden yang bikin mbak Tania gagal fokus. Gara-gara bodi hotnya 🤣🤣🤣


****

__ADS_1


__ADS_2