Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Astaga, Kalian!


__ADS_3

...*Bagi readers yang sedang puasa. Lebih baik baca habis buka. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkanπŸ˜‚πŸ˜‚*...


Waktu berlalu begitu cepat. Tidak terasa bulan kelahiran anak Vera sudah datang. Semua jelas begitu antusias. Semua persiapan sudah dilakukan. Tinggal menunggu waktu saja.


Jayden tampak menatap tiga kotak perhiasan yang ada didepannya. Satu kotak jelas berisi cincin pesanannya. Yang diakui Jayden benar-benar cantik. Cincin berlian bermata tunggal dari brand Cartier itu tampak bersinar begitu berkilau.



Kredit google.com


Namun sedetik kemudian dia mengerutkan dahi ketika membuka dua kotak lainnya. Dua buah gelang bayi dari bahan emas putih dengan inisial nama yang sama.


"LV"


Inisial itu yang ada didua gelang itu. Yang membedakan adalah permata merah ruby dan permata biru safir yang tersemat di masing-masing gelang itu.


"Ini apa maksudnya?" guman Jayden


Pintu dibuka. Jayden langsung menyembunyikan kotak cincin pernikahannya. Lantas tersenyum. Menyambut Tania. Yang langsung menghampiri Jayden.


"Mana dia?" tanya Tania antusias.


Jayden tidak menjawab. Menunjuk dua kotak diatas meja dengan dagunya. Tania langsung memutari meja Jayden. Berdiri di sebelah pria itu. Lantas membuka kotak itu.


Senyum Tania semakin lebar melihat gelang bayi yang terlihat begitu cantik di matanya.


"Tidakkah ini terlihat cantik, Kak?"


"Cantik, sangat cantik. Tapi masalahnya kenapa kamu memesannya dua. Dan kenapa inisialnya sana?" Jayden mengutarakan rasa penasarannya.


"Aku dengar Vera akan memberi nama anaknya Alvian kalau benar dia cowok. Bukankah ini inisialnya" jawab Tania.


"Lalu kenapa dua?" desak Jayden.


"Satu lagi untuk...untuk anak kita" jawab Tania hampir tidak terdengar.


Namun Jayden sempat mendengarnya.


"Apa kamu bilang?" tanya Jayden tidak percaya. Meski di sudut hatinya dia benar-benar bahagia. Tania sudah berpikir soal anak dengannya.


"Ee...itu...itu..."


"Itu apa?" pepet Jayden. Sambil tersenyum.


"Iissh untuk anak kita" jawab Tania sambil memanyunkan bibirnya.


Detik berikutnya Jayden sudah menarik tubuh Tania. Hingga gadis itu duduk di pangkuan Jayden.


"Katakan lagi?" pinta Jayden.


Tania menatap mata Jayden. Lantas berbisik "anak kita" ditelinga Jayden.


Sejurus kemudian pria itu telah melu*** lembut bibir Tania. Yang langsung dibalas oleh Tania. Dua tangan Tania sudah melingkar di leher Jayden. Sedang tangan pria itu semakin merapatkan tubuh Tania ke tubuhnya.


Seperti yang kalian duga 🀣🀣 ciuman itu semakin lama semakin panas. Bahkan satu tangan Jayden sudah menelusup masuk ke balik blus Tania. Mengusap lembut punggung Tania. Semakin naik hingga ke pengait bra Tania.


Sedangkan ciuman mereka kian panas dan liar. Entah kenapa hari itu. Tania seolah tidak berusaha mengendalikan diri. Karena dalam beberapa kesempatan. Gadis itu yang selalu mengendalikan suasana. Hingga keduanya tidak selalu berakhir dalam sesi panas.


Tapi kali ini berbeda. Tania tidak segan memulai french kiss-nya terlebih dahulu. Memancing hasrat Jayden yang sudah lama tertidur. Membuat di bawah sana langsung sesak seketika.


Netra keduanya saling mengunci. Ketika mereka saling menghirup udara saat keduanya hampir kehabisan nafas. Dahi mereka saling menempel. Hembusan nafas saling menerpa wajah masing-masing yang sudah memerah sedemikian rupa. Menyiratkan gai*** yang telah menguasai keduanya.

__ADS_1


"Apa kamu menginginkannya, Baby" tanya Jayden dengan suara paraunya.


Bisa dipastikan pria itu tengah menahan libidonya agar tidak meledak. Tania terdiam. Bukannya menjawab. Gadis itu justru menggigit bibir bawahnya. Membuat has*** Jayden meledak seketika. Dia tidak akan bisa menahannya lagi.


Sejurus kemudian, Jayden menekan satu tombol di bawah mejanya. Membuat pintu ruang kerjanya terkunci otomatis. Lantas menggendong Tania ala bridel style. Merebahkannya langsung ke ranjang di kamar pribadinya.


Lantas melucuti pakaiannya sendiri terlebih dahulu. Membebaskan miliknya yang sejak tadi sudah menegang. Tubuh Tania ikut menegang melihat tubuh polos sempurna milik Jayden. Perlahan pria itu merangkak naik ke atas ranjang. Menatap tajam mata Tania. Tangan Tania sudah berada di perut sixpack Jayden. Tanpa sadar Tania menggerakkan tangannya.


Membuat Jayden mendesis karena gerakan tangan Tania seolah memancingnya untuk bertindak lebih jauh lagi.


"Kamu yang memulainya. Maka jangan berharap aku akan berhenti sebelum aku menginginkannya" ucap Jayden lantas menyambar bibir Tania.


Memulai pagi yang sebentar lagi akan menjadi panas membara. Di dalam kamar pribadi Jayden dua insan itu saling membantu memuaskan dahaga masing-masing.


***


Tania masuk ke kantornya setelah jam makan siang selesai. Jayden menahannya sampai waktu makan siang tiba. Nita yang menyambutnya, nampak mengerutkan dahinya.


"Ada apa?" tanya Tania.


"Itu..." Nita menunjuk tubuh Tania.


Wajah Tania langsung pias.


"Takkan Jayden tidak mengindahkan peringatannya. Untuk tidak membuat kissmark di tempat yang terbuka" batin Tania.


Lagipula tadi dia sudah mengecek di cermin besar kamar mandi Jayden. Tidak ada kissmark di tempat terbuka. Namun Jayden membuatnya tidak kira-kira didadanya.


"Itu apa?" tanya Tania pura-pura tenang. Sambil melihat ke dirinya sendiri.


"Bajunya kok ganti" ucap Nita kepo


Wajah Tania langsung cengo. Dia pikir apa? Nita pikir apa? Tidak nyambung.


"Oooo" Nita ber-ooo ria.


"Aku masuk dulu"


"Eh, mbak ada Bryan" bisik Nita.


"Kan ada istrinya. Ada yang salah"


"Mbak Veranya baru keluar. Ada meeting dengan pak Harjuno. Yang seharusnya sesudah makan siang. Jadi sebelum makan siang. Soalnya pak Harjuno ada meeting dadakan sesudah makan siang" jelas Nita.


"Kenapa tidak menghubungiku. Nita..Vera itu sudah waktunya lahiran. Harusnya kamu jangan biarkan dia menangani klien di luar"


"Maaf Mbak saya salah. Tadi soalnya mbak Veranya maksa. Saya sudah mau menghubungi mbak Tania. Tapi dia bilang. Biar dia saja yang pergi. Dia bilang. Ini akan jadi klien terakhirnya sebelum dia cuti melahirkan. Lagipula mbak Vera bilang HPL-nya masih tiga minggu lagi. Jadi masih aman katanya" jelas Nita lagi.


Tania menghela nafasnya.


"Dia pergi dengan siapa?"


"Hardi dan Dewi, Mbak"


"Baguslah, setidaknya ada Dewi. Kalau Hardi doang, tu anak bisa pingsan kalau terjadi apa-apa sama Vera" seloroh Tania santai membuat Nita merasa lega.


Bosnya tidak jadi marah.


"Karena itu saya menyuruh Dewi untuk ikut. Dewi kan sudah pernah melahirkan. Jadi dia tahu apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba mbak Vera kontraksinya datang"


Sejenak keduanya terdiam.

__ADS_1


"Oke deh aku balik ke ruanganku dulu. Beritahu aku kalau Vera sudah datang" pinta Tania.


"Siap Mbak" patuh Nita.


"Kenapa perasaanku tidak enak ya" guman Tania.


"Apa karena aku tadi habis making out sama Jayden" batin Tania.


Making out terpanas yang pernah mereka buat. Karena Jayden hampir saja memaksa masuk ke dalam dirinya. Jika saja dirinya ikutan tidak waras. Bisa dihajar Jayden sama Kai. Kalau ketahuan main depe sama mencicil buat malam pertama mereka.


Tania mulai bergelut dengan pekerjaannya. Begitu dia duduk di kursi kerjanya. Begitu asyik dia bekerja. Apalagi ditemani lagu Butter dari BTS yang akhir-akhir ini membuatnya oleng.


Hingga tidak sadar kalau seseorang sudah masuk ke ruangannya. Bibir Tania sesekali ikut menggumankan lirik lagu Butter yang diputar melalui ponselnya.


"Kamu terlihat semakin seksi sekarang" ucap suara baritone itu.


Membuat Tania langsung menoleh ke sumber suara. Lantas mematikan lagu yang baru separuh jalan didengarnya itu.


"Maaf?" ucap Tania, cukup terkejut melihat Bryan masuk ke ruangannya.


Selama ini, Tania sudah berusaha menjaga jarak dengan suami Vera itu. Sebisa mungkin tidak berinteraksi dengan Bryan ketika dirinya hanya sendirian.


"Apa aku kurang jelas berbicara? Aku bilang kamu semakin seksi sekarang" jawab Bryan santai.


Berjalan mendekat ke arah meja Tania. Melihat gelagat yang tidak beres. Tania dengan cepat menekan tombol di bawah mejanya. Tombol SOS yang terhubung langsung ke meja Nita didepan.


Namun entah kenapa Nita tidak juga merespon. Melihat Bryan yang semakin mendekat. Tania menekan satu lagi tombol yang ada disebelah tombol SOS. Tombol untuk mengaktivkan CCTV rahasia di ruangannya.


"Maksudmu apa?" tanya Tania.


"Hanya penasaran saja. Apakah rasanya sama antara bercinta dengan Vera dan bercinta denganmu. Mengingat kalian sama-sama masih perawan"


"Jaga bicaramu Bryan! Berani kau bicara hal seperti itu didepanku"


"Kenapa memang ada yang salah? Atau setelah kau bersamanya. Kau sudah tidur dengannya. Ciih menjijikan sekali"


Emosi Tania tersulut.


"Jangan sembarangan bicara ya. Dia tidak pernah melakukan hal buruk padaku. Dia seribu kali lebih baik darimu. Kau tidak pantas dibandingkan dengannya"


Kini berganti, emosi Bryan yang tersulut.


"Aku benci sekali jika ada orang yang memuji dia!" teriak Bryan.


Tania berdecih.


"Aku tidak menyangka. Lama tidak bicara denganmu. Sekalinya bicara kau langsung menunjukkan siapa dirimu" ucap Tania lantas berlalu melewati Bryan menuju pintu keluar.


"Hei, aku belum selesai bicara" teriak Bryan. Mencekal tangan Tania. Namun Tania dengan cepat menepis cekalan tangan Bryan. Namun satu tangan Bryan yang bebas berhasil meraih pinggang Tania. Sama-sama kehilangan keseimbangan. Membuat keduanya terjatuh bersamaan dengan posisi Tania diatas tubuh Bryan.


Bersamaan dengan pintu yang terbuka dari luar.


"Alamak!" teriak Nita.


"Astaga kalian!"


****


Maaf jika agak panas. Padahal nulisnya sudah dari tadi malam. Tapi baru bisa dikirim habis sahur. Jadi maaf ya readers yang sedang puasa πŸ™πŸ™


Author sudah kasih warning ya tapi kalau masih tetep ngeyel ya monggo, akibatnya author tidak ikut-ikut ya, kabuuuuurrr πŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈ

__ADS_1


****


__ADS_2