Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Sinyalnya Seperti Hatiku


__ADS_3

"Appa, Lia tidak mau pulang" rengek Lia.


Empat hari keluarga itu menghabiskan waktunya di Surabaya. Hari ini tiba waktunya mereka kembali ke Jakarta. Awalnya Nina ingin menengok tante Ina. Mamanya Nindy. Istri asisten Jo (Novel Cinta Dua Dunia)


Tapi ternyata anak-anaknya malah memilih bermain bermain Jayden. Alasannya karena Arya, anak Nindy tidak ada di sana. Membuat Nina hanya bersama Lee Joon saat mengunjungi tante Ina.


"Tapi sayang ini sudah waktunya pulang. Kalau kalian tidak pulang nanti Nenek marah" ucap Jayden lembut.


"Huwaaaa" tangis Lia pecah.


Jayden langsung menggaruk kepalanya, puyeng. Tidak tahu harus bagaimana. Sedang Hyun Ae langsung menutup telinganya. Dia tahu saudari kembarnya itu tengah membuat drama.


"Lia sayang, pulang dulu ya. Besok kita ke tempat Appa lagi ya" bujuk Nina.


"Mama nanti bohongin Lia" ucap gadis kecil itu.


Nina langsung mendelik ke arah sang suami. Yang langsung membuang muka. Darimana sang putri tahu kata "bohong" kalau bukan dari papanya. Hyun Ae terkekeh melihat wajah sang papa. Membuat Jayden ikut tertawa melihat drama keluarga kakaknya.


"Hubby kita bicara lagi nanti" ucap Nina penuh penekanan.


"Alamak. Alamat tidur dengan Hyun Ae ini" batin Lee Joon yang langsung menatap Hyun Ae.


Sedang sang putra tertawa penuh kemenangan.


"Jae Kyung..."


"Iya-iya aku yang bujuk" ucap Jayden pada akhirnya.


Biasanya Lia akan langsung luluh jika Jayden yang membujuk. Entah chemistry apa yang mereka punya.


"Lia sayang, sini deh aku bisikin" ucap Jayden.


"Apa....


"Sini dulu"


Lia mendekat ke arah Jayden yang sudah berjongkok agar tingginya sama dengan Lia.


"Apa Appa..?" tanya Lia.


Sejurus kemudian, Jayden membisikkan sesuatu ke telinga gadis kecil itu. Dan wajah Lia langsung berbinar cerah setelah mendengarnya.


"Beneran Appa?"


"Iya, makanya Lia harus sembunyi dulu di Jakarta. Nanti kalau sudah ketemu baru Appa jemput. Deal?"


Lia tampak berpikir. Hyun Ae mengerutkan dahinya melihat tingkah Lia.


"Deal" jawab Lia.


Dan Nina kembali memanyunkan bibirnya lagi. Dari mana lagi putrinya belajar kata deal.


"Jangan marah. Yang penting dia mau pulang" bisik Lee Joon.


"Kamu yang ngajarin kan" Nina ikut berbisik.


"Mama, Papa, abang dengar lho" ucap Hyun Ae yang ternyata berdiri di antara mereka.


Membuat keduanya langsung menepuk dahinya pelan. Lupa dengan kehadiran sang putra.


Sementara Lia sudah bersenandung ria. Tidak merengek lagi.


"Kali ini aku mau hadiah yang besar" bisik Jayden.


Setelah Nina membawa Hyun Ae dan Lia masuk ke area tunggu bandara.


"Apapunlah"


"Beneran?"


"Kapan sih aku bohong padamu"


"Oke. Aku percaya padamu"


"Hubby, time to go" seru Nina.


"Cepatlah berangkat. Aku harus segera menyusulnya"


"Kenapa? Dia juga suka kabur?"


"Tidak juga. Dia liburan. Nantilah aku ceritakan"

__ADS_1


Setelah drama ala-ala Korea. Keluarga Lee Joon masuk untuk check in. Sedang Jayden. Langsung melesat masuk ke mobilnya.


"Sudah kamu cek semuanya?"


"Semua oke pak Bos"


"Aku tidak mau ada masalah di jalan. Kamu tahu aku belum pernah ke sana. Sendirian lagi"


"Perlu supirkah?"


"Tidak perlu. Aku mau berduaan dengan dia"


Rey melengos mendengar ucapan bosnya.


"Iya. Iya pacaran dulu sana" batin Rey sebal.


"Oh ya mana pesananku?"


"Ini pak Bos"


Ucap Rey membawa satu amplop dan juga sebuah paperbag.


"Ada ya tempat di muka bumi dimana kartu sakti nggak berguna" gerutu Jayden.


"Belum sampai ke sana kali pak Bos. Ketinggiaan soalnya tempatnya. Tu ponsel juga sudah ada pembayaran digitalnya. Siapa tahu berguna. Semoga gak kurang aja cash-nya. Nganternya gimana? Tahu deh ada ATM atau nggak disana" oceh Rey.


"Masalahnya aku gak punya ATM Bambaaaannng"


"Oh iya. Orang tiap jajan aku yang bayarin" ucap Rey sambil menepuk jidatnya.


"Nah tu tahu"


Rey nyengir mendengar ucapan bosnya.


"Dahlah. Aku otewe dulu" ucap Jayden.


Masuk ke mobilnya. Memakai seat belt-nya. Lalu mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Hati-hati pak Bos.Kirim kabar kalau ada apa-apa" pesan Rey.


"Ya semoga saja ponsel bisa digunakan. Kalau nggak alamat kembali ke zaman primitif deh" doa Jayden.


Rey terkekeh mendengar ucapan Bosnya.


"Siap pak Bos"


Dan mobil Jayden mulai melaju keluar dari area bandara Juanda. Langsung menuju ke arah Telaga Sarangan.


****


"Siapa yang kalian maksud sedang salah paham dan sakit hati"


Vera dan Sean hanya saling pandang. Menatap pria yang tengah duduk di kursi Tania. Sedikit berpikir apa mereka perlu memberi tahu soal Tania yang menyukai Jayden.


"Masih tidak mau bicara?" tanya Jayden mulai mengeluarkan aura intimidasi-nya.


Sean menarik nafasnya.


"Tania salah paham soal dirimu"


"Maksudmu?"


"Dia tidak tahu kalau kamu punya saudara kembar"


"Memang benar ya tuan Lee punya saudara kembar?" tanya Vera kepo.


Vera ingat bagaimana sedihnya Tania ketika bercerita. Kalau dirinya baru saja melihat Jayden bersama dengan anak dan istrinya. Tania mengatakan kalau anaknya Jayden kembar sepasang dan sangat manis.


"Benar. Aku punya kakak kembar. Namanya Lee Joon"


"Jadi beneran dia adiknya Lee Joon. Pengusaha terkenal itu" batin Vera.


"Lalu?"


"Lalu, ya tahunya dia kamu sudah married dan punya anak" jelas Sean.


Jayden membulatkan matanya.


"Itu kakakku" ucap Jayden.


"Dia mana tahu. Tahunya ya itu kamu"

__ADS_1


"Terus?"


"Ya dia salah paham"


Jayden menepuk jidatnya pelan.


"Pantas saja dia selalu menghindar dariku. Dikiranya aku ini suami orang" batin Jayden.


"Sekarang di mana dia?"


Vera dan Sean saling pandang.


"Aku ingin menjelaskan semua padanya"


"Memang bagaimana perasaan tuan Lee pada Tania"


"Aku mencintainya. Aku sudah lama mencarinya"


"Maksudmu? Kamu sudah kenal dia lama?"


"Tidak juga. Aku hanya tahu dirinya sejak dua tahun lalu atau lebihlah mungkin"


"Apa tuan benar-benar mencintai Tania" tanya Vera sungguh-sungguh.


"Tentu saja. Aku serius dengannya. Aku ingin menikahinya" ucap Jayden serius.


Vera dan Sean saling pandang. Bagi mereka berdua kebahagiaan Tania adalah yang utama. Jadi mereka begitu bersyukur setelah semua yang Tania alami. Akhirnya ada seorang pria yang benar-benar mencintai Tania.


"Aku tulus mencintai Tania. Dan aku juga tidak akan pernah menyakitinya"


Hening sejenak.


"Berjanjilah kalau tuan Lee tidak akan pernah meninggalkan Tania" ucap Vera berkaca-kaca.


Dia sungguh terharu mendengar ucapan Jayden. Andai saja Tania sendiri yang mendengarnya. Bisa dipastikan kalau Tania pasti sangat bahagia.


"Jadi kemana dia. Aku ingin bertemu"


"Aahh itu...itu...dia sedang liburan"


"Kemana?"


****


Jayden jelas mengerutkan dahi. Mendengar ke mana tujuan Tania.


"Telaga Sarangan. Atau juga dikenal dengan nama Telaga Pasir. Sebuah obyek wisata berupa danau alami yang terletak di lereng gunung Lawu. Kecamatan Plaosan. Kabupaten Magetan. Danau yang terletak di ketinggian sekitar 1200 mdpl ( meter di atas permukaan laut). Memiliki luas permukaan lebih kurang tiga puluh hektar dengan kedalaman rata-rata 28 meter. Dengan suhu terendah mencapai 15°C"


Sunber Wikipedia


"Dia mau wisata atau semedi cari wangsit sih. Kok gak banget pilihan tempatnya" Jayden sempat menggerutu sepanjang perjalanan. Belum tahu dia bagaimana rupanya Sarangan. Dia hanya googling soal Sarangan tanpa melihat foto referensinya.


Di sisi lain,


Seorang gadis tampak baru saja bangun dari tidurnya. Dia sengaja bangun siang. Menunggu matahari bersinar dulu. Kalau tidak dia akan kedinginan. Dua hari sudah Tania berada di Sarangan. Menempati kamar yang selalu dia tempati setiap kali dia ke sana.



Kredit google.com


Perlahan dia keluar ke balkon kamarnya. Dari sana dia bisa melihat langsung view ke arah danau.



Kredit Instagram@hendyarief



Kredit Instagram@addysurya


"Segarnya" gumannya pelan.


Sejenak menikmati udara segar cenderung dingin di sana. Tak lama Tania kembali masuk. Meraih ponselnya. Tidak ada apapun. Menghela nafas sejenak.


"Sinyalnya seperti hatiku. Kadang jelas, kadang nggak. Kadang ada, kadang tidak. Iihh nggak jelas banget sih" batin Tania.


Tanpa Tania tahu. Sebuah mobil Toyota Rush milik Jayden mulai memasuki kawasan Telaga Sarangan.


"Kita lihat. Bagaimana reaksimu kali ini kalau kamu tahu siapa aku yang sebenarnya" batin Jayden.


Sejenak berkeliling. Sambil mencari villa yang menjadi tempat menginap Tania.

__ADS_1


***


__ADS_2