
..."Akan kupastikan kau mengenang hari ini dengan baik. Kau menikah dan aku membawa sahabat terbaikmu pergi dari hidupmu selamanya"...
Tania menangis histeris membaca pesan itu. Bersamaan dengan Natasya dan yang lainnya masuk ke kamar Tania. Mereka jelas kebingungan dengan keadaan Tania.
"Maura, tolong bisa kau panggilkan MUA-nya lagi. Telepon saja" pinta Natasya.
"Mbak ada apa?" tanya Nita yang berusaha menenangkan Tania yang kini menangis dalam dekapannya.
"Dia membawanya pergi. Dia membawa Vera dan Vian pergi, Ta" pekik Tania.
Natasya dengan cepat merebut ponsel Tania. Tak berapa lama mata bumil itu ikut membulat. Dia segera keluar dari kamar itu. Sementara Nita dan Maura berusaha untuk menenangkan Tania.
"Sudah Mbak. Biarkan saja. Dia melakukan ini sengaja untuk mengacaukan suasana hati Mbak" bujuk Maura.
"Maura benar, jangan dipikirkan lagi ya" tambah Nita.
"Tapi..."
"Ada apa ini?" tanya Kai dan Jayden.
Kedua pria itu sudah siap dengan suit tuksedo masing-masing.
"Dia membuat kacau lagi" ucap Natasya dari arah luar. Bermaksud mencari Jayden tapi tidak bertemu. Tidak tahunya mereka menyusul ke kamar Tania.
Kai menerima ponsel Tania. Membacanya sekilas.Lantas...
"Jangan mengumpat!" Natasya mencegah sebelum umpatan keluar dari bibir suaminya itu.
Sementara Jayden sudah memeluk Tania erat. Menenangkan sang istri.
"Dia pergi Kak. Dia pergi!" lirih Tania.
"Ssstt jangan bicara seperti itu. Dia tidak pergi. Hanya pindah ke Sydney. Tidak jauh"
"Kakak tahu?"
Jayden mengangguk.
"Tenang dulu....Jangan menangis....Lihat aku, By" pinta Jayden.
Perlahan Tania mulai mengatur nafasnya. Seiring dengan perasaannya yang mulai tenang. Tangis Tania mulai mereda. Perlahan dia mengangkat wajahnya, menatap wajah suaminya.
"Dengarkan aku By, aku tahu kamu sedih, kamu merasa kehilangan. Kamu merasa bersalah. Tapi lihatlah, apa kamu perlu merasakan itu semua untuk mereka. Kamu tidak melakukan kesalahan. Kamu sudah melakukan semua yang kamu bisa untuk menunjukkan kalau kamu peduli pada mereka. Tapi lihatlah, apa yang kamu dapat. Mereka malah meninggalkanmu. Menyakiti hatimu. Membuatmu nangis. Mereka tidak pantas mendapat itu semua darimu By"
Jayden menjeda ucapannya. Sedang Tania hanya diam. Membiarkan ucapan sang suami meresap ke dalam hatinya.
"Kakakmu bisa saja mencekal mereka. Tapi kamu tidak menginginkannya kan?" tanya Jayden.
Tania menggeleng.
"Kalau begitu, lepaskan mereka. Ini adalah pilihan yang mereka ambil. Ingat, kamu tidak pernah bersalah dalam hal ini" pungkas Jayden.
Perlahan diusapnya air mata Tania. Gadis itu sudah sepenuhnya berhenti menangis.
"Tersenyumlah. Ada aku bersamamu. Kamu rindu Vian. Kita bisa langsung gass pol malam ini. Kita buat yang lebih imut dari Vian" ucap Jayden enteng. Yang langsung mendapat cubitan keras dari sang istri.
Semua langsung mendelik mendengar ucapan Jayden.
"Kenapa? Tidak ada yang single disini. Semua pernah begituan" ucap Jayden santai.
"Dasar casanova mesum!" akhirnya Kai mengumpat juga.
"Hubby......" teriak Natasya.
"He...he..sorry Baby, aku tidak tahan mendengar mulut vulgar ni casanova" bela Kai sambil nyengir.
Sementara Natasya langsung memutar matanya malas, mendengar ucapan sang suami.
Akhirnya setelah ditouch up, make up Tania yang untungnya waterproof, semua kembali sempurna.
Tak berapa lama, kedua pengantin itu sudah bersiap di pintu ballroom.Tania tampak cantik dengan gaun batik rancangannya sendiri.
Kredit Bridestory
Sungguh gaun yang lain daripada yang lain. Sederhana namun berkelas. Sedang Jayden terlihat begitu gagah dengan tuksedo hitamnya.
__ADS_1
Kredit Instagram.com
Di belakang mereka. Ada Natasya dan Kai. Lee Joon dan Nina juga si kembar. Yang mewakili pihak keluarga, mengantar pengantin ke pelaminan.
Begitu pintu ballroom dibuka. Sebuah dekorasi yang sangat cantik menyambut mata Tania. Senyum cantik langsung mengembang di bibir merah Tania.
"Suka?" bisik Jayden di telinga Tania.
Sang istri mengangguk cepat.
"Ini cantik sekali. Seperti di negeri dongeng" guman Tania lirih.
Kredit google.com
Kredit Google.com
Tak ada lagi raut wajah sedih di wajah Tania. Sepertinya ucapan sang suami benar-benar Tania turuti. Meski matanya sudah terlanjur bengkak karena lumayan menangis. Namun untungnya bisa ditangani oleh MUA-mereka.
Perlahan keduanya mulai berjalan menuju ke pelaminan. Seiring lagu Christina Perry, A Thousands Years, mengalun di seantero venue pernikahan mereka.
The day we met,
frozen I held my breath
right from the start
I knew that I'd found a home for
Heartbeat fast, colours and promises
how to be brave
how can I love when I'm afraid to fall
but watching you stand alone
all of my doubts suddenly goes away somehow
"Vampir? Nah tu si vampir datang" ucap Jayden menunjuk Edward Cullen dengan dagunya. Yang langsung disambut lambaian tangan Edward.
"Dia datang sama Bella nggak?" bisik Tania lagi.
"Iissh kok malah semakin kacau nanyanya" gerutu Jayden.
Tania terkekeh pelan.
Time stands still
beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
*what s*tanding in front of me
every breath every hour
has come to me
One step closer
Semua tamu bertepuk tangan pada kedua pengantin yang telah duduk di pelaminan. Di bawah sebuah lampu hias yang terlihat begitu mewah.
Kredit Gooģle.com
Tidak ada yang tidak memuji ketampanan dan kecantikan kedua pengantin.
I have died everyday waiting for you
darling don't be afraid
I have love you for a thousand years
__ADS_1
love for a thousand more
And all along I believe I would find you
time has brought your heart to me
I have love you for a thousands years
I'll love you for a thousand more
"Aku benar-benar menunggu hari ini tiba. Meski tidak selama Ed nungguin Bella" bisik Jayden kembali di telinga Tania. Sembari memeluk posesif pinggang Tania.
"Beneran?" tanya Tania.
"Tidak percaya" gerutu Jayden. Sambil memanyunkan bibirnya. Membuat Tania terkekeh dibuatnya. Membuat bibir Jayden makin manyun lima senti.
"Yaa, suamiku ngambek" bisik Tania.
Jayden hanya terdiam.
"Mas..."
"Apa?" jawab Jayden ketus. Namun detik berikutnya dia langsung menatap wajah Tania.
"Kamu panggil apa?" tanya Jayden tidak percaya.
"Mas...kenapa nggak suka ya. Kalau gitu aku panggil kakak lagi aja" jawab Tania murung.
"Nggak kok, aku suka" jawab Jayden sumringah.
"Beneran kamu suka dipanggil Mas?" tanya Tania.
Jayden mengangguk. Detik berikutnya, Jayden langsung membulatkan matanya. Karena Tania sudah mencium bibirnya. Meski sering melakukannya, namun kali ini berbeda. Tidak ada keraguan saat Tania mencium dirinya.
Bahkan istrinya itu tidak ragu untuk ******* bibir Jayden. Hingga Jayden yang mesum pun tanpa peduli tempat, langsung membalas ciuman panas sang istri.
"Astaga Mama!" teriak Lia.
Membuat semua orang menatap ke arah Lia. Lantas mengikuti arah mata balita kecil itu memandang. Sontak semua orang langsung mengelus dada. Mengucap "astaga" berkali-kali. Melihat tingkah sepasang pengantin baru main depe saja diatas pelaminan.
Sedang Lee Joon dan Nina, sibuk menutupi kedua mata putra dan putri mereka. Membuat Lia protes seketika.
"Apa sih Ma, Lia mau lihat mereka lagi ngapain" protes Lia.
"Isst itu cuma orang gede yang boleh ngeliat" ucap Nina.
"Tapi Lia sudah gede" lagi Lia masih protes.
"Badan doang gedhe tapi umur belum banyak" kali ini Kai yang menjawab membuat Lia kicep seketika.
Lawan Lia memang Kai dan Jayden. Kalau Kai bisa mengalahkan Lia dengan ketegasannya. Jayden mengalahkan Lia dengan kasih sayangnya.
"Sudah terlambat Om, Hyun Ae sudah nonton dari awal" celetuk Hyun Ae membuat semua orang mendelik.
Pasalnya suatu hal kalau sudah Hyun Ae lihat. Bocah itu akan terus mengingatnya. Otak Hyun Ae ibarat akun cloud yang sampai kapanpun akan menyimpan data yang sudah disimpan disana. Dan hebatnya akun cloud Hyun Ae alias otaknya Hyun Ae tidak menerima perintah "delete".
Lee Joon langsung menggeram kesal.
"Dasar casanova mesum. Main sosor tidak tahu tempat" maki Lee Joon.
"Maklum Bro, kelamaan puasa ya gitu. Begitu ijo lampunya ya langsung gass" kekeh Kai.
"Eits kalian salah. Bukan Om Jay yang mulai tapi Tante yang mulai" seloroh Hyun Ae.
"Ha?"
Semua orang melongo, langsung menatap ke pelaminan. Di mana Jayden yang nampak mengusap bibir Tania sehabis acara depe mereka yang tidak kenal tempat.
"Beeuuhh aku rasa malam ini jangan ada yang ganggu mereka. Sepertinya dua-duanya lagi ada di gear empat siap melaju di sirkuit dengan kecepatan penuh" saran Leo.
"Elu kata balapan" timpal Max.
"Lagipula siapa juga yang mau gangguin mereka. Mending juga melaju di sirkuit masing-masing. Iya nggak Baby" jawab Lee Joon menaikkan alisnya ke arah sang istri.
"Lah tu kan pada ketularan mesumnya pengantin baru" seloroh Natasya yang baru buka suara.
"Dari dulu kali mesumnya" jawab semua orang kompak. Membuat semua orang langsung tertawa terbahak-bahak.
***
__ADS_1