Mengejar Cinta Satu Malam

Mengejar Cinta Satu Malam
Lamaran Plus Lahiran


__ADS_3

"Kak..."


"Hemmm..."


Jayden hanya ber-hemm ria. Keduanya sudah berada di kamar Jayden. Tidur saling memeluk seperti biasa. Dan seperti sudah biasa. Tania kini tak lagi protes ketika melihat Jayden yang tidur ber-shirtless ria.


Mau bagaimana lagi. Dilarangpun percuma. Pria itu malah bisa bertingkah lebih ekstrem lagi. Seperti tidur hanya mengenakan bokser saja. Bukankah itu lebih parah.


"Beri waktu aku dua hari lagi. Akan keselesaikan semua pekerjaanku. Lalu kita pulang ke Jakarta" ucap Tania yang langsung membuat Jayden membuka matanya yang hampir terlelap.


"Kamu serius?" tanya Jayden.


Tania mengangguk. Siang tadi saat keduanya selesai melakukan making out. Jayden kembali mendesak Tania soal pernikahan mereka.


Tania sempat bingung karena dia ingin memakai gaun pengantinnya sendiri. Jayden tersenyum kala itu. Lantas mengajak Tania masuk ke sebuah ruangan yang masih ada di ruang kerja Jayden.


"Bagaimana jika aku bisa memberikan gaun pengantin impianmu?" tanya Jayden.


"Ya, kita bisa langsung menikah" jawab Tania enteng.


Karena bagi Tania itu hal yang mustahil. Design gaun pengantinnya saja masih berada di portable safety box-nya. Bagaimana Jayden bisa memberikan gaun impiannya.


"Kalau begitu bersiaplah menyandang nama Lee di belakang namamu" ucap Jayden.


Sambil membuka pintu ruangan itu. Begitu pintu dibuka. Tania langsung menutup mulutnya. Matanya membulat sempurna. Di hadapannya ada tiga manekin dengan gaun pengantin rancangannya melekat di tubuh manekin itu.


"Kamu kenal gaun itu?"


Tania mengangguk terharu.


"Ini gaunku" guman Tania lirih. Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Periksalah. Apa ada yang tidak sesuai dengan keinginanmu" pinta Jayden.


"Ini sempurna. Kamu membuatnya untukku?"


Jayden mengangguk.


"Meski harus menunggu sutra dari Wajo lama banget. Tapi tidak apa-apa. Asal kamu menyukainya" ucap Jayden.


Detik berikutnya, Tania sudah menghambur ke pelukan Jayden. Melesatkan sebuah ciuman kilat. Membuat Jayden membeku.


"Jangan terus memancingku By. Susah sekali menghandlenya sekarang" keluh Jayden.


Tania terkekeh.


"So, kapan?" tanya Jayden antusias.


"Dalam minggu ini. Aku harus mengecek kantorku dulu" jawab Tania membuat Jayden mengembangkan senyumnya.


"Aku akan menghubungi papa. Agar melamarmu secara resmi ke kakekmu dan kakakmu" ucap Jayden.


Kali ini Tania yang berganti melebarkan senyumnya. Dia kembali memeluk tubuh Jayden.


"Aku mencintaimu Kak" ucap Tania. Membuat Jayden tersenyum bahagia.


"Aku juga mencintaimu, By. Sangat mencintaimu" balas Jayden.


***


Begitu Jayden menghubungi Papanya. Mereka langsung mengiyakan. Dalam hitungan jam mereka sudah siap untuk melamar ke rumah kakek Hadiwinata.


Mengingat dalam dua hari kedua calon pengantin akan kembali ke Jakarta. Keluarga Lee ingin semua siap saat Tania dan Jayden tiba di Jakarta.


Keluarga Hadiwinata tidak kalah cepatnya. Begitu keluarga Lee Jae Ha memberi tahu akan datang melamar. Mereka bergerak cepat. Dalam hitungan jam. Ruang tamu dan ruang keluarga sudah disulap menjadi arena yang lebih luas.


Kekuatan duit memang hebat 🤣🤣


Dengan dekorasi sederhana.

__ADS_1


Karena acara lamaran kali ini lebih ke pertemuan keluarga. Lamarannya hanya formalitas saja. Persiapan pernikahan Tania memang sudah siap seratus persen. Tinggal pelaksanaan di hari H saja.


Bahkan untuk barang yang akan jadi seserahan. Sofia dan Natasya sendiri yang memilihnya. Sofia hanya menuruti Natasya, yang mengikuti kesukaan Tania.


Acara lamaran berlangsung lancar. Mengingat itu hanya acara kumpul keluarga saja. Para pria seperti biasa berkumpul menjadi satu. Biasa membahas bisnis.


"Aku dengar kau ada kerjasama dengan Adrian" Lee Joon membuka obrolan dengan Kai.


Pria itu masih sering mual dan muntah. Meski sudah jarang. Mengingat kandungan Natasya yang masuk bulan ke lima.


"Iya, dia kan menangani pabrik elektro di Johor. Dan kebetulan di buat PLC. Bahan dasar pembuatan PCB" jawab Kai.


"Sudah lama bekerjasamanya" tanya Lee Joon.


"Hampir setahun ini. Sekarang yang pegang pabrik Johor, Faiz asisten Adrian. Ya kau tahu sejak dia menikah dengan Ve. Sedikit banyak dia terikat dengan kerajaan. Membuatnya ya...agak kurang bebas" jelas Kai.


"Biar tahu rasa tu anak. Dulu hidup bebas banget kayak di hutan. No rule, semboyan dia" sahut Lee Joon.


"He e, sampai om Lee Han Wen benar-benar pusing dengan kelakuannya" tambah Kai.


"Sampai akhirnya dia dilempar ke Johor. Biar tobat kata om Lee" imbuh Lee Joon.


"Dan dia ketemu batunya di sana" ucap Kai.


"Iya, ketemu Ve, kaya ketemu batunya Adrian" kekeh Lee Joon.


"Ya semua pria akan takhluk kalau sudah ketemu batunya. Ketemu pawangnya. Aku, kamu, Max yang casanova parah...


"Jangan lupakan adikku sendiri. Meski kau tahu sendiri yang membuat dia berhenti dari casanovanya adalah istriku sendiri. Tapi setidaknya aku sekarang bisa bernafas lega. Saat ku lihat dia bucin sekali dengan adikmu" Lee Joon menarik nafasnya lega.


"Yah meski aku ingin sekali menghajarnya. Bisa-bisanya dia menyentuh adikku yang sedang mabuk" geram Kai.


"Mau bagaimana lagi. Anggap saja ini jalan mereka untuk bersatu. Menemukan jalan untuk menyembuhkan hati masing-masing" sambung Lee Joon.


Kai akhirnya diam. Mengingat dia juga ikut andil dalam perjalanan cinta Tania yang rumit. Hingga gadis itu berhasil menemukan cintanya sendiri.


"Kalian janjian ya hamilnya?" celetuk Nina. Bertanya ke arah Lisa dan Karin.


Sambil mengawasi Lia yang berlarian kesana kemari. Sedang Hyun Ae seperti biasa. Duduk manis sambil mengamati suasana. Sesekali menajamkan pendengarannya ke arah meja para pria.


"Ma..." panggil Hyun Ae.


"Boleh aku ke tempat Papa. Bosen dengerin kalian gosip. Mending dengerin mereka ngomongin bisnis" ucap Hyun Ae menunjuk ke arah kumpulan para pria dengan dagunya.


"Astaga, maaf Sayang. Mama lupa kamu benci nggibah. Ya sudah tak panggilkan om Max ya. Papamu kayaknya lagi asyik sama om Kai"


Tak berapa lama. Max datang, langsung menggandeng tangan Hyun Ae.


"Aku bisa jalan sendiri Om, sudah gedhe kali. Kalau mau gandeng no gandeng tante Karin" ucap Hyun Ae tajam.


"Astaga" Max langsung menepuk jidatnya.


Lupa kalau Hyun Ae adalah kopian bosnya, alias papanya, Lee Joon.


"Sorry, Max" seloroh Nina.


"It's okay. Aku suka lupa, meski dia masih kecil. Tapi dia itu kopiannya pak bos"


"Jangan mbatin lo Max, nanti anakmu lebih parah dari Hyun Ae" celetuk Sofia.


"Aduh jangan dong Nyonya" mohon Max. Pasalnya, Karin sang istri sedang mengandung anak kedua mereka.


"Kayaknya tahun ini bakal banyak yang lahiran" Sofia mulai berbicara.


"Iya, Nadya tinggal tunggu lahir. Natasya masuk lima bulan. Karin, Lisa nanti hampir barengan lahirannya" timpal Nina.


"Jangan lupakan yang di Surabaya" celetuk Nadya yang duduk di sofa.


Dia sudah tidak bisa duduk lesehan di bawah. Mengingat perutnya yang sudah membuncit. Tinggal menunggu waktunya saja.

__ADS_1


"Iiss mereka belum resmi. Semoga saja tidak ada acara depe-depean" doa Sofia. Mengingat track record sang putra bungsu yang senggol dikit langsung respon.


"Semoga saja" semua mengaminkan.


"Dan juga semoga saja. Yang ini mau sabar nunggu tantenya nikahan dulu" doa Nadya sambil mengusap perutnya.


"Memang kapan HPL-nya Nad" tanya Karin.


"Dua minggu lagi" jawab Nadya.


"Ya semoga dia betah didalam. Kalau nggak, siapa tahu dia pengen ikut pesta sama resepsi nikahan tantenya" seloroh Natasya.


"Issh kakak ini. Jangan dong. Pengen lihat Tania nikah" rengek Nadya.


"Astaga Nad, jangan merengek dong. Calon mama kok kayak anak kecil. Untungnya Justin sabar ngadepin kamu" gerutu Natasya.


Membuat yang lain tertawa mendengar obrolan kakak adik itu. Sedang Nadya langsung manyun dibuatnya.


"Pilihan anakmu cuma dua Nad. Lahir sekarang atau habis nikahannya Tania" seloroh Nina.


"Iya juga ya" Nadya berpikir.


"Ah terserah anaknyalah mau lahir kapan. Aku sih manut saja" ucap Nadya pada akhirnya.


Semua pun mengangguk setuju. Suasana masih riuh. Meski begitu, Lia sudah tidur anteng di karpet dekat Mamanya.


"Dasar kebo" celetuk Hyun Ae yang melihat sang kembaran sudah mendengkur halus.


"Astaga anakmu yang satu itu Nina" ucap Karin sambil mengusap-usap perutnya sendiri. Berharap anaknya kelak tidak ketularan sifat Hyun Ae yang kalau ngomong pedasnya minta ampun.


Mereka masih asyik mengobrol. Ketika dari lantai atas terdengar teriakan Justin. Nadya sudah naik ke lantai dua untuk beristirahat. Sedikit mengeluh badannya pegal semua hari ini.


"Kak..." panggil Justin.


"Ada apa?" tanya Natasya.


"Itu Nadya, kayaknya sudah mau lahiran deh" ucap Justin setengah kehabisan nafas.


"Uhuk" Natasya langsung tersedak air yang sedang dia minum.


"Kamu yang benar saja" jawab Tania tidak percaya.


"Sudah ayo kita lihat dulu" ucap Sofia menengahi.


"Wah, anaknya Nadya langsung merespon pilihanmu, Sya" seloroh Nina.


"He e yo. Good job Boy" jawab Natasya.


"Cowok?" tanya Karin.


"USG-nya begitu. Tidak tahu realitanya" balas Natasya.


Dan malam itu acara lamaran langsung berubah jadi acara lahiran anaknya Justin dan Nadya.


***


Bonus pict Abang Kai



Kredit Instagram @ mentalrobbery


Sama Abang Lee Joon copiannya Jayden 🤣🤣



Kredit Instagram @ eunwo_fanpage


***

__ADS_1


__ADS_2