
Pukul dua siang Arya dan Mirna hendak kembali dari kampus, ketiga Sahabatnya juga sudah pamit lebih dulu untuk melanjutkan aktivitas masing masing.
Saat ini Arya hanya berdua dengan istrinya di mobil, sebab ayahnya tadi pulang lebih dulu dengan di antarkan oleh sopir pribadinya, karena harus segera bertolak ke negeri Paman Sam.
"Kita mau kemana??." tanya Mirna saat mobil yang di kendarai Arya tidak menuju rumah.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." sahut Arya yang kini tengah fokus mengemudikan mobilnya.
Perjalanan mereka terbilang cukup jauh sehingga memakan waktu hingga beberapa jam untuk tiba di tujuan. mungkin karena lelah, Mirna pun tertidur di mobil, melihat istrinya mulai tertidur membuat Arya tersenyum, sembari mengelus lembut pipi istrinya tersebut dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya masih stay memegang stir.
Beberapa jam kemudian, Mirna yang baru saja terjaga,di kejutkan dengan tatapan teduh suaminya yang entah sejak kapan Mirna pun tidak mengetahuinya.
"Kita sudah sampai, kenapa tidak membangunkan aku??." kata Mirna sembari menatap sekeliling dari balik kaca mobil.
"Aku tidak ingin mengganggu tidurmu sayang." mendengar nada suaminya yang begitu lembut, apalagi saat mengatakan kata sayang, membuat Mirna baru menyadari jika saat ini mereka telah berada di sebuah Vila yang terbilang mewah.
"Kita ada dimana sekarang??." pertanyaan Mirna membuat Arya yang kini hendak turun mengulum sebuah senyum padanya.
"Bukankah malam itu kamu bilang jika kamu tidak ingin kehilangan sesuatu yang selama ini kamu jaga di tempat itu, itu sebabnya aku mengajakmu kesini sayang." setelah mencerna kalimat suaminya membuat keberanian Mirna semalam menciut seketika, apalagi saat berujar pria itu sengaja mengedipkan sebelah matanya, sengaja menggoda.
"Ayo sayang!!." ucap Arya saat membuka pintu mobil untuk istrinya.
"Iy iya." jawab Mirna terbata karena salah tingkah lalu ia pun turun dari mobil.
"Maaf den, mamang terlambat menyambut kedatangan Aden dan Nona" ucap seorang pria paruh baya yang baru saja tiba dari dalam Vila, kalau di lihat lihatnya seperti pria paruh baya tersebut sengaja di tugaskan untuk menjaga dan merawat Vila tersebut.
"Nggak papa mang, lagi pula kami baru saja sampai." sahut Arya ramah pada mang Sholeh, meski mang Sholeh hanya merupakan penjaga Vila milik ayahnya, namun Arya bersikap sopan serta memperlakukan pria paruh baya tersebut layaknya keluarga.
"Bi Irma kemana mang, kok nggak kelihatan??." tanya Arya sembari menyapu pandangan mencari keberadaan wanita paruh baya yang biasanya selalu menyambut hangat jika ia dan ayahnya datang ke Vila itu untuk sekedar liburan dari ramainya ibu kota.
Bi Irma merupakan istri dari mang Sholeh, sudah hampir tiga puluh menikah keduanya belum di karuniai seorang anak, sehingga keduanya begitu menyayangi Arya jika Arya datang ke Vila.
"Ada den di dalam, istri saya sedang memasak masakan kesukaan den Arya." jawab Mang Sholeh, sementara Mirna yang mendengar kalimat mang Sholeh bisa menebak jika kedatangan mereka ke Vila itu sudah di rencanakan suaminya sebelumnya, mengingat sepasang suami istri tersebut sudah mempersiapkan kedatangan keduanya.
"Oh iya sampai lupa, kenalkan mang ini Mirna istri saya." ucap Arya memperkenalkan istrinya pada pria tersebut.
__ADS_1
"Mang Sholeh non, selamat datang. ternyata benar cerita den Arya, istrinya cantik banget." mendengar kalimat pria paruh baya itu membuat Mirna menatap ke arah suaminya seolah bertanya apakah pria itu sering bercerita tentang dirinya, namun Arya hanya menjawab dengan senyuman manis.
"Mamang bisa aja mujinya." sahut Mirna lalu tersenyum pada pria itu.
"Ayo den, non silahkan masuk!!." ucap mang Sholeh dengan ramah, baru saja beberapa langkah tiba tiba seorang wanita paruh baya muncul dari dalam Vila.
"Den Arya."ucap wanita paruh baya yang akrab di sapa Arya Bi Irma tersebut.
Mirna merasa semakin kagum pada sosok Suaminya, meski hanya seorang ART di sana namun Arya memperlakukan wanita itu layaknya keluarga, bahkan Arya tidak segan berhambur ke dalam pelukan wanita paruh baya tersebut.
"Arya kangen sama Bi Irma." ucap Arya saat memeluk tubuh wanita yang sudah di anggap ibunya sendiri.
"Bibi juga sudah kangen sekali sama den Arya, habisnya den Arya sudah hampir dua tahun nggak datang ke Vila." ucap Wanita itu, dari raut wajahnya nampak jelas jika ia begitu menyayangi Arya kayaknya anak kandungnya sendiri.
Setelah memeluk Arya, pandangan Bi Irma beralih pada Mirna yang kini berdiri di belakang suaminya.
"Cantik sekali kamu non" ucap Bi Irma saat melihat sosok wanita yang kini datang bersama Arya.
"Dia istri Arya Bi, namanya Mirna." ucap Arya yang juga memperkenalkan istrinya pada Bi Irma.
"Baik non,,,eh maksud bibi nak Mirna." ucap Bi Irma meralat panggilannya pada Mirna, Mirna pun tersenyum senang saat wanita itu memanggilnya dengan sebutan nama saja tanpa ada embel embel Nona.
"Sebaiknya kita masuk, kebetulan ibu sudah memasak untuk kalian." ucap wanita itu antusias dengan kedatangan keduanya.
Arya dan Mirna telah duduk di meja makan, mang Sholeh serta Bi Irma juga ikut bergabung karena Arya mengajak keduanya, awalnya keduanya menolak karena merasa tidak pantas makan satu meja dengan Arya yang notabennya adalah anak majikan mereka, namun karena Arya kekeh memaksa akhirnya keduanya pun hanya bisa menurut.
Di tengah aktivitas makan bersama tiba tiba Mirna merasa perutnya tidak enak, bukan karena masuk angin apalagi hamil. Mirna merasa perutnya tidak enak saat terpaksa ia harus memakan makanan yang sebenarnya ia tidak suka dengan alasan tidak enak jika harus menolak, saat wanita paruh baya tersebut telah menyendokkan opor ayam di piringnya.
"Kamu kenapa sayang??." selidik Arya saat wajah istrinya memerah, bukannya menjawab Mirna malah lari kebelakang dan memuntahkan hampir semua isi perutnya.
Khawatir dengan kondisi istrinya Arya pun segera menyusul istrinya ke belakang.
"Kamu sakit sayang, kenapa nggak bilang kalau kamu sakit??." ucap Arya seraya mengelus tengkuk istrinya.
"Nggak...aku nggak papa kok." jawab Mirna usai memuntahkan semua isi perutnya.
__ADS_1
Bi Irma juga ikut menyusul keduanya dengan membawa segelas teh hangat.
"Ini nak teh hangat di minum dulu biar enakkan!!." ucap Bi Irma seraya menyerahkan segelas teh hangat pada Mirna, Mirna pun segera meminum teh tersebut.
"Jangan jangan nak Mirna lagi hamil??." kalimat Bi Irma membuat Mirna yang tengah meminum teh tersebut tiba tiba tersedak.
"Uhuk ..uhuk...uhuk...." Mirna batuk batuk akibat tersedak teh akibat mendengar kalimat wanita itu.
"Kamu nggak papa sayang, pelan pelan dong minumnya!!." ucap Arya sembari mengelus punggung istrinya.
"Iya nak, biasanya perempuan yang lagi hamil itu akan sering muntah muntah." lanjut Bi Irma yang masih kekeh dengan dugaannya.
Mendengar Bi Irma yang kekeh dengan dugaannya membuat Mirna menatap suaminya, begitu juga sebaliknya.
"Sepertinya enggak deh bi, soalnya seminggu kemarin Mirna baru selesai datang bulan." jawab Mirna.
"Sebenarnya_." Mirna menggantung kalimatnya.
"Sebenarnya apa nak??." tanya Bi Irma penasaran.
"Sebenarnya Mirna nggak doyan opor ayam Bi." Mirna menjawab dengan hati hati agar tidak menyinggung perasaan Bi Irma, yang sudah susah payah memasak demi menyambut kedatangan mereka.
"Astaga, kenapa nggak bilang sih sayang." ujar Arya menyesalkan dirinya yang tidak tahu apa yang menjadi makanan kesukaan istrinya dan apa yang tidak di sukai istrinya.
"Maafkan bibi ya nak!!." ucap Bi Irma yang di penuhi rasa bersalah.
"Nggak papa kok Bi, lagian ini bukan salah bibi, Mirna yang salah sebab nggak bilang bilang kalau Mirna nggak doyan opor ayam." jawab Mirna Seraya menggenggam tangan Bi Irma agar wanita paruh baya tersebut tidak merasa bersalah.
tidak butuh waktu lama Mirna sudah baikan mengingat ia muntah bukan karena sakit, melainkan hanya karena memakan makanan yang tidak di sukainya.
Bi Irma kemudian mempersilahkan keduanya beristirahat di kamar utama yang telah di persiapkan Bi Irma khusus untuk sepasang suami istri tersebut.
Sebuah kamar yang di hias seindah mungkin layaknya kamar pengantin.
Alhamdulillah sayang sayangku kita memasuki episode 100. gimana sayang sayangku, apa udah bosan dengan alur ceritanya?? Monggo di jawab sayang sayangku,,,😍😍🥰🥰🥰🥰
__ADS_1