Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Kejadian malam itu.


__ADS_3

Alisya meraih tas selempang miliknya lalu bergegas berjalan menuju parkiran, setelah sekretaris pimpinan memberi kabar jika saat ini putrinya bersama ayahnya.


Alisya mengemudi dengan cepat hingga dalam waktu tiga puluh menit ia sudah tiba di rumah.


Ketika berada di ruang keluarga, Alisya melihat putrinya sedang asyik bermain bersama ayahnya.


Meski sangat benci akan sikap suaminya selama ini yang tak pernah memberi kabar padanya, namun Hati Alisya seketika menghangat saat melihat Alisya yang begitu dekat dengan ayahnya, meski baru pertama kali bertemu. namun ego yang lebih tinggi segera mengalahkan semua itu.


"Kesya, bunda kan sudah bilang jangan pergi dengan orang yang baru di kenal." ucap Alisya yang kini meraih tubuh putrinya, sementara Kheano menatap kesal saat mendengar Alisya menyebutnya orang asing.


"Maafin Kesya Bun." ucap bocah itu menunduk merasa bersalah pada Bundanya, karena tadi tidak pamit terlebih dahulu ketika ikut bersama ayahnya.


"Tapi Aku ayahnya bukan orang asing." timpal Kheano tidak terima saat Alisya menyebut dirinya orang asing.


Mendengar Kheano menyebutnya dengan sebutan ayah membuat Alisya berdecak.


"Ck,,,ayah seperti apa yang tidak pernah tahu saat putrinya di kandungan bahkan bagaimana saat putrinya dilahirkan." Kheano yang merasa Alisya sengaja menyindir dirinya itu pun, meminta putrinya untuk ikut bersama Neni nya ke kamar.


"Kesya ikut mbak ke kamar dulu ya, ayah mau ngomong bentar sama bunda!!." seru Kheano yang tidak ingin putrinya mendengar perdebatan di antara kedua orangtuanya.


"Iya ayah." Kesya pun berlalu menuju kamarnya dengan di temani Neni nya.


Setelah Kesya menghilang di balik pintu kamarnya, Kheano segera menarik tangan Alisya menuju kamar yang tiga tahun lalu mereka tempati bersama.


"Apa maksud kamu bicara seperti itu di depan Kesya, apa kamu sengaja berkata seperti itu agar Kesya membenci ayahnya sendiri??." ucap Kheano.


"Seandainya kamu memberi kabar padaku jika kamu mengandung, mungkin semua ini tidak akan terjadi.." lanjut Kheano berharap Alisya sedikit mengerti dan membuka hati.

__ADS_1


Alisya tersenyum getir sebelum kembali berucap.


"Bagaimana bisa kamu malah mempersalahkan aku dalam hal ini, sedangkan pada kenyataannya kamu sendiri yang tidak sekalipun menghubungiku, bahkan hanya untuk sekedar bertanya bagaimana kabarku saat itu pun tidak." ucap Alisya dengan nada sinis, sehingga membuat Kheano tak mampu berkata kata.


"Tapi aku bersyukur saat itu kamu tidak mengetahui kabar kehamilanku, karena jika kamu mengetahuinya mungkin saja kamu akan memintaku untuk menggugurkan_" Alisya tak menyelesaikan kalimatnya saat Kheano menyela.


"Stop Alisya...!!!" Sela Kheano dengan nada mulai meninggi, karena tidak habis pikir dengan pemikiran Alisya terhadap dirinya.


"Kenapa, apa ada yang salah dengan ucapanku?? bukankah saat itu Kesya hadir di rahimku karena ketidaksengajaan, bukan karena cinta." ucap Alisya membuka kembali lembaran demi lembaran kejadian tiga tahun lalu.


"Jangan naif Alisya, saat itu aku memang tengah berada di bawah pengaruh obat per*ngs*ng, tapi aku tidak mabuk. jadi aku tahu dan sadar betul bagaimana serta dengan siapa aku harus melakukannya. jika bukan karena cinta mungkin aku tidak akan meminta Arya mengantarkan ku pulang, bisa saja aku melampiaskannya pada wanita di luar sana malam itu. tapi aku bukan pria brengsek yang bisa bercinta dengan seorang wanita, tanpa ada rasa cinta." Akhirnya setelah tiga tahun secara tidak langsung Kheano mengungkapkan perasaannya pada sang istri, meski begitu Alisya tidak percaya begitu saja dengan semua ucapan suaminya.


Kheano yang kini berdiri begitu dekat dengan istrinya menatap lekat manik mata Alisya, sehingga membuat Alisya tersihir oleh tatapan pria yang di rindukannya sejak tiga tahun lalu tersebut, sehingga pandangan keduanya beradu.


Ketika berada dalam posisi seperti ini Alisya kembali teringat kejadian tiga tahun lalu, malam di mana ia menyerahkan mahkotanya. sampai ia melahirkan gadis cantik yang diberinya nama Kesya Anandita. Alisya sengaja memberikan perpaduan namanya dan suami untuk putrinya, Khe di ambil dari nama Kheano sementara Sya dari namanya sendiri yaitu Alisya.


Malam itu saat mengakui Alisya sebagai istri di depan sahabatnya, Andi, entah kenapa hati Alisya merasa berbunga bunga.


Setelah kepulangan Andi dari rumah Kheano, Alisya membantu memapah tubuh Kheano sampai ke kamar kamar.


Alisya merasa tidak tega saat melihat suaminya tidur meringkuk di ranjang sembari menahan sesuatu yang membuat tubuhnya merasa panas dan tak nyaman.


"Kak, apa yang bisa Alisya lakukan untuk membantu kakak??." dengan polosnya Alisya melontarkan pertanyaan itu pada Kheano.


"Apa kamu yakin mau membantuku??." walaupun kepalanya pusing serta tubuhnya merasa panas tak karuan, Kheano berusaha untuk duduk di tepi ranjang.


Mendengar pertanyaan suaminya lagi lagi dengan polosnya Alisya mengangguk yakin.

__ADS_1


Melihat anggukan istrinya, membuat Kheano menarik Alisya ke dalam pangkuannya. mata Kheano yang sejak tadi mulai sayu serta memerah menahan ga*r*h, kini seakan mendapat lampu hijau saat Alisya tak memberi reaksi penolakan saat ia mulai menciumnya.


Sebenarnya awalnya Alisya ingin menolak karena takut akan resikonya nanti, namun hati serta tubuhnya seakan tidak sejalan. hatinya ingin menolak namun tubuhnya malah menikmati saat Kheano mulai menggerayangi setiap inci tubuhnya di sela tautan bibir di antara keduanya.


Tidak perlu waktu lama, Kheano yang sejak tadi menahan ga*r*h yang hampir memuncak ke ubun ubun itu pun, segera melepas satu persatu pakaian yang menutupi tubuh cantik istrinya.


Sampai kini keduanya tak mengenakan sehelai benangpun.


Kheano merebahkan tubuh Alisya di ranjang lalu mengungkungnya, sebelum beberapa saat kemudian Kheano melakukan penyatuan di antara keduanya.


Walaupun awalnya Kheano merasa kesulitan saat membuka segel istrinya, namun dengan beberapa kali usaha akhirnya milik Kheano berhasil memasuki liang K*n*km*tan milik Alisya.


Malam itu entah berapa kali sudah Kheano melakukannya, yang jelas keduanya beristirahat di kala waktu memasuki pukul tiga dini hari.


Setelah pagi harinya Alisya yang masih polos itu pun menangis, saat merasakan perih di bagian sensitifnya, sehingga membuat Kheano yang masih terlelap itu pun mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya, saat mendengar Suara isakan.


"Maafkan aku." ucap Kheano lalu meraih tubuh Alisya ke dalam pelukannya.


"Apa kamu menyesal telah memberikan sesuatu yang paling berharga itu padaku??." tanya Kheano sembari melonggarkan pelukannya agar bisa menatap wajah cantik istrinya. Alisya pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Kheano kembali meraih tubuh polos Alisya yang hanya di balut selimut putih tersebut ke dalam pelukannya, saat itu untuk pertama dan terakhir kalinya keduanya berada di bawah selimut yang sama dalam keadaan polos, sebelum Kheano meninggalkan tanah air untuk melanjutkan pendidikannya di Amerika.


Dan sejak hari itu pula panggilan formal Kheano yang selalu menyebut dirinya dengan sebutan saya, berubah menjadi lebih santai dengan sebutan aku.


Flashback Of.


Bibir Kheano yang semakin lama semakin mendekati bibirnya, membuat Alisya sadar dari lamunannya kemudian memalingkan wajahnya, untuk menghindari Kheano yang hendak mencium bibirnya.

__ADS_1


Meski kecewa namun Kheano tidak memaksakan kehendaknya, ia yang salah tingkah saat mendapat penolakan dari istrinya itu pun, hanya bisa menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal untuk menetralisir suasana canggung di antara keduanya.


__ADS_2