
Ternyata bukan hanya Andi yang kesulitan memejamkan mata malam ini, Kheano pun merasakan hal yang sama.
Mungkin karena sudah terbiasa tidur bersama dengan sang istri, Kheano yang malam ini harus tidur sendiri karena sore tadi sepulangnya dari rumah Arya, Alisya meminta izin padanya untuk menginap di rumah orangtuanya dengan alasan kangen. bukannya tidak ingin ikut bersama Alisya, namun Kheano yang malam harinya harus belajar bersama di rumah Arya, terpaksa tidak ikut bersama sang istri.
Sepulangnya dari rumah Arya, Kheano segera merebahkan tubuhnya usai mandi terlebih dahulu. Bosan berguling ke kanan dan ke kiri di ranjang, Kheano memutuskan menonton TV di ruang keluarga.
Sementara di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, Alisya sedang menatap lekat ponsel miliknya berharap ada panggilan dari suaminya. Alisya yang kini tengah terlentang di ranjang yang sudah hampir sebulan tidak ditempatinya tersebut, seharusnya bahagia karena kasur yang selama ini ia rindukan kini kembali dapat di dirasakannya, namun entah mengapa saat ini ia malah merindukan kasur yang selama hampir sebulan di tiduri bersama sang suami.
Karena sejak peristiwa Kheano mengangkat tubuhnya yang tengah terlelap naik ke ranjang, selama itu pula Alisya dan Kheano tidur bersama di atas ranjang yang sama, walaupun tanpa setahu gadis itu sang suami harus berjuang melawan has*at Kel*kian selama tidur di ranjang yang sama.
"Kakak lagi ngapain ya sekarang?? kak Khe kangen nggak ya sama aku??" batin Alisya yang kini merubah posisinya menghadap dinding kamar.
"Ceklek."Mendengar suara pintu terbuka, tidak membuat Alisya merubah posisi tidurnya.
"Kak Ara juga nggak bisa tidur??" ucap Alisya masih dengan posisi yang sama sembari memeluk guling.
"Ica juga nggak bisa tidur kak." lanjut Alisya, karena tidak juga mendapat sahutan dari seseorang yang disangkanya Tiara, Alisya pun menoleh.
"Kakak." ucap Alisya terkejut, saat melihat yang kini telah duduk di sisinya bukanlah kakaknya Tiara melainkan sang suami, Kheano.
"Kakak ngapain di sini??" ucap Alisya seraya memposisikan diri duduk.
"Ya mau tidur lah, emangnya mau ngapain lagi." sahut Kheano datar sembari melepas kaos serta celana panjang jeans yang saat ini dikenakannya.
"Emangnya saya tidak boleh menginap di rumah mertua sendiri." lanjut Kheano yang kini telah bertelanjang dada, hanya sebuah bokser yang menutupi bagian tubuh bawahnya.
Sementara Alisya yang merasa tidak nyaman saat melihat suaminya tersebut bertelanjang dada, segera memalingkan wajahnya ke Semarang arah.
"Nggak takut masuk angin tidur dengan kondisi seperti itu." cetus Alisya tanpa memandang ke arah Kheano.
__ADS_1
"Kamu sendiri tidak takut masuk angin dengan pakaian seperti itu??." Kheano balik bertanya pada Alisya yang saat ini hanya mengenakan daster mini yang panjangnya sepaha dengan balutan satu tali.
"Astaga...kenapa aku sampai tidak menyadarinya." batin Alisya malu bukan main, saat baru saja menyadari jika saat ini ia juga tengah mengenakan daster mini yang kurang bahan.
Saat ini Kheano sudah memposisikan diri tidur terlentang di samping Alisya, sementara gadis itu terlihat kikuk. meski ini bukan kali pertama ia tidur seranjang dengan sang suami.
"Mau kemana??" Kheano mencegat lengan Alisya, saat hendak turun dari tempat tidur.
"Mau ganti baju." sahut Alisya jujur, karena terus terang ia malu seranjang dengan Kheano dengan berpakaian kurang bahan seperti yang saat ini ia kenakan.
"Nggak perlu, ayo tidur!!." ujar Kheano sembari menarik tangan Alisya, sehingga membuat gadis itu jatuh menubruk dadanya.
"Aduh kenapa jantungku berdebar kencang banget sih, apa aku ada riwayat penyakit jantung??" batin Alisya.
"Apa sebaiknya besok aku ke dokter saja, untuk memeriksa kondisi jantungku." lanjut batin Alisya, sebelum tangan kanan Kheano membelai lembut puncak kepalanya, sementara tangan yang satu lagi mempererat dekapannya pada tubuhnya Alisya.
Walaupun tak sepatah katapun lagi yang keluar dari mulut Kheano, tapi entah kenapa perlakuannya terhadap Alisya, membuat gadis itu merasa sangat nyaman berada dalam dekapannya.
Saat menginap di rumah orangtuanya Alisya sengaja mengenakan daster mini saat hendak tidur, mengingat saat itu ia tidur sendirian karena Kheano tidak ikut bersama dengannya. namun sayangnya tanpa disangka Alisya pukul dua belas malam Kheano tiba tiba datang ke rumah orangtuanya.
Flashback On
Saat menonton TV di ruang keluarga, Kheano yang menonton sebuah sinetron yang mengisahkan sebuah pernikahan anak muda yang terpaksa menikah karena perjodohan. singkat cerita sinetron yang saat itu di suguhkan stasiun TV pada saat Kheano menonton, tidak berbeda jauh dengan kisah pernikahannya, Yaitu menikah karena perjodohan.
Sampai pada suatu hari dikisahkan sang istri pamit menginap di rumah kedua orangtuanya, namun pada saat itu terjadi, mantan kekasih dari istri tersebut sengaja mendatangi dan mengajak wanita itu untuk kawin lari.
Belum sinetron yang saat itu di ditontonnya usia, Kheano segera berdiri dari sofa lalu berjalan menuju kamarnya. sehingga sang mama yang saat itu sedang menonton bersama dirinya bertanya ketika melihat putranya terburu buru saat kembali dari kamarnya.
"Mau kemana kamu Khe??" tanya mamanya saat melihat putranya sudah kembali mengenakan celana panjang serta di tangannya memegang sebuah kunci mobil.
__ADS_1
"Mau kerumah mertua mah, mau nyusul Alisya." ucap Kheano sembari melanjutkan langkahnya menuju garasi mobil, sementara mamanya mengekor dari belakang.
"Dasar anak muda jaman sekarang, belum juga semalam pisah udah nggak tahan aja." gumam mamanya, yang kini berdiri di ambang pintu menyaksikan putranya mengeluarkan mobil dari garasi.
"Kheano pamit ya mah." ucap Kheano saat salah satu penjaga rumahnya hendak membukakan gerbang untuknya.
"Ya udah hati hati!!" sahut mamanya sembari melihat mobil putranya yang keluar dari gerbang rumah.
Tidak perlu waktu lama hanya sekitar dua puluh menit Kheano pun tiba di rumah mertuanya, mengingat jalanan yang mulai sepi jadi Kheano melajukan mobilnya lebih leluasa.
Saat melihat sebuah mobil yang bisa di tebak oleh Nyonya Sarah adalah milik menantunya, ia pun segera turun saat sekuriti yang bertugas di depan membukakan gerbang untuk Kheano.
Nyonya Sarah pun menyambut kedatangan menantunya itu.
"Kheano, bunda pikir kamu nggak jadi nginap di sini, soalnya kata Alisya kamu lagi sibuk belajar untuk menyambut ujian akhir." ucap bundanya Alisya sembari menyambut uluran tangan menantunya yang hendak mencium punggung tangannya.
"Tadi Khe emang lagi belajar di rumah Arya Bun, tapi karena Alisya ingin duluan ke sini makanya pak deden yang mengantar Alisya ke sini tadi sore." ucap Kheano.
Setelah di persilahkan ibu mertuanya masuk, Kheano langsung menuju kamar istrinya, saat bundanya menunjuk sebuah kamar yang berada di lantai atas.
"Sebaiknya kamu segera istirahat Khe, soalnya sekarang sudah jam dua belas, ayah saja sudah istirahat sejak setengah jam yang lalu." ucap ibu mertuanya pada Kheano.
Kheano pun segera berjalan menapaki anak tangga, sampai dengan di depan pintu kamar Alisya, ia segera membuka handle pintu kamar yang tidak terkunci tersebut.
Pada saat membuka handle pintu Kheano yang sengaja tidak bersuara tersebut, sempat terkejut saat istrinya yang posisinya membelakangi pintu tersebut berkata jika ia juga tidak bisa tidur. Meski sebenarnya yang hendak di ajaknya ngobrol itu adalah Tiara, yang disangka membuka pintu kamarnya saat itu.
"Apa dia juga tidak bisa tidur tanpa aku??" batin Kheano saat mendengar ucapan Alisya bahwa dirinya juga tidak bisa tidur.
Flashback of.
__ADS_1