
"Apa yang kalian lakukan di sini sayang??." sekali lagi tanya Kheano pada wanita yang kini bergelayut manja di lengannya.
"Nungguin kakak meeting." dengan santainya Alisya menjawab pertanyaan Kheano.
Mendengar jawaban istrinya itu Kheano hanya bisa memijat keningnya, sebelum beralih memandang ke arah adiknya yang kini berdiri di dekat ranjang.
"Aku hanya mengantar Alisya ke sini, sebagai ipar yang baik hati dan tidak sombong, mana tega aku membiarkan kakak iparku pergi sendirian." jawab Rania seolah paham dengan tatapan kakaknya. secara tidak langsung gadis itu membela diri, mengingat tatapan kakaknya seperti menelannya mentah mentah.
"Kakak marah??." pertanyaan Alisya membuat Kheano menghela napas dalam kemudian menghembusnya perlahan sebelum kembali menjawab.
"Tidak sayang, kakak tidak marah sama kamu." Andi yang sejak tadi hanya bisa menggigit bibir menahan senyum, kini mulia menimpali obrolan.
"Ternyata seekor macan garang bisa berubah menjadi seekor anak kucing jika bertemu pawangnya." timpal Andi sengaja menyindir sahabatnya. bagaimana tidak, di depan rekan bisnisnya Kheano nampak begitu berwibawa, Kheano bahkan begitu disegani oleh rekan bisnis serta Rival bisnisnya. namun ketika di hadapan Sang istri semua itu tak nampak sama sekali.
Kheano tahu betul jika saat ini sahabatnya itu sengaja menyindir dirinya, sehingga pria itu langsung memberi tatapan mematikan. tapi bukannya takut, Andi malah terkesan santai.
Sebenarnya bukan hanya Kheano yang gelisah saat mengetahui keberadaan mobil Rania di sana, Andi pun tak kalah gelisahnya dengan Kheano. namun pria itu tetap berusaha bersikap tenang di depan Kheano.
"Sayang kita pulang sekarang ya!!." ajak Kheano di angguki Alisya sambil tersenyum manis. seperti biasa jika wanita itu sudah tersenyum seperti itu, maka sudah pasti bisa meluluh lantakan hati sang suami.
__ADS_1
"Ayo kak." Ucap Alisya masih dengan bergelayut manja di lengan suaminya, tanpa peduli lagi dengan keberadaan adik iparnya.
"Terus gue gimana, masa iya gue harus pulang sendirian, nggak asyik banget sih Lo Ca." protes Rania cemberut.
"Jika kamu tidak ingin pulang sendiri, maka kamu boleh pulang bersama dengan Andi!!." awalnya Rania ingin protes pada Kheano, mengingat ia baru saja berbuat sesuatu yang menurut sang kakak bisa membuat istrinya kelelahan akhirnya Rania pun hanya bisa pasrah, dengan mengantarkan Andi kembali ke kantor.
Flashback On
Tadi pada saat Kheano balik ke kantor, Alisya yang masih menyaksikan drama tersebut di sajikan adegan seorang suami yang berselingkuh dengan sekretarisnya di kantor, melihat itu tiba-tiba Alisya teringat akan suaminya yang seorang pengusaha muda yang pastinya memiliki seorang sekretaris cantik, kiranya begitulah pemikiran Alisya tentang sang suami. sampai ia memutuskan untuk menyusul ke kantor suaminya, namun saat tiba di perusahaan suaminya salah seorang pegawai Kheano mengatakan jika bos mereka sedang melakukan rapat dengan salah satu rekan bisnisnya di salah satu hotel bintang lima, mendengar itu Alisya kembali teringat akan adegan di drama yang ia tonton tadi.
Sehingga Alisya pun meminta alamat hotel tempat suaminya meeting dari salah satu pegawai tersebut. awalnya pegawai itu tidak berani memberikan informasi namun saat Alisya mengatakan jika ia adalah istri dari pimpinan perusahaan tersebut maka pegawai itu langsung memberikan alamat hotel pada Alisya.
Sebagai pegawai yang baru sebulan bekerja di perusahaan Kheano, pria itu tidak mengetahui sosok Alisya. namun saat wanita itu mengaku sebagai istri dari bosnya, pria itu pun langsung memberikan alamat hotel tempat di mana Kheano meeting pada Alisya. meski belum pernah melihat sosok istri dari bosnya, namun dari kabar yang beredar di kalangan para pegawai, pimpinan mereka sangat mencintai istrinya.
Tapi karena Alisya mengancam akan pergi sendiri maka dengan terpaksa Rania pun mengantarkan Kakak iparnya tersebut.
Saat tiba di hotel, Alisya sengaja mencari keberadaan mobil Suaminya di parkiran, setelah berhasil menemukan keberadaan mobil Kheano, Alisya pun bernapas lega. namun bukannya segera kembali pulang, wanita itu malah meminta adik iparnya untuk memesan salah satu kamar hotel untuknya beristirahat sekaligus menunggu suaminya selesai meeting.
Entah kenapa, Alisya sampai kepikiran sejauh itu, wanita itu sengaja meminta adik iparnya untuk memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobil Suaminya, karena dengan begitu Kheano aja menyadari keberadaan mereka di sana. sepertinya rencana Alisya berjalan sesuai dengan keinginannya, karena secara tidak sengaja Kheano melihat mobil Rania. namun saat itu tentunya Kheano sama sekali tidak menyangka jika, Rania berada di hotel itu bersama dengan sanga istri, yang sekarang harusnya istirahat di rumah sesuai anjuran dokter.
__ADS_1
Flashback Of.
Setelah melihat mobil Kheano keluar dari area parking, Rania pun menghela napas dalam lalu menghembusnya kasar. bagaimana tidak, kali ini ia harus kembali berada satu mobil dengan pria yang sangat menyebalkan menurut gadis itu.
"Jika memang kamu keberatan aku bisa kembali ke kantor naik taksi." ucap Andi saat melihat raut wajah Rania seperti tidak ikhlas harus semobil dengannya, apalagi mobil yang akan di tumpangi keduanya adalah milik gadis itu.
"Apa kamu mau kak Khe menelan aku bulat bulat karena membiarkan sahabatnya tercinta naik taksi." sahut Rania dengan nada ketus, sementara Andi sekilas menarik sudut bibirnya ke atas, sebelum pria itu membuka pintu mobil di samping kemudi.
"Ngapain kamu??." pertanyaan gadis itu sontak membuat Andi menghentikan aktivitasnya, saat pintu mobil masih terbuka setengah.
"Mau naik, memangnya mau ngapain lagi??." jawaban Andi membuat Rania langsung berdengus kesal.
"Anak kecil juga tahu kamu mau naik ke mobil, tapi yang saya tanya ngapain kamu naik di situ, kamu pikir saya ini sopir kamu??." protes Rania dengan nada ketus.
"Justru karena kamu bukan sopir saya, makanya saya duduk di sini bukannya di jok belakang." jawab Andi dengan santainya, sementara Rania yang berpikir jika omongan Andi ada benarnya diam sejenak sebelum kembali berucap, sesuai dengan kamus yang mengatakan jika wanita selalu benar dan pria selalu salah.
"Maksud saya, kamu yang nyetir kamu kan laki laki!!." ucap Rania masih kekeh membela diri, sementara Andi hanya tersenyum mendengar ucapan gadis itu.
"Baiklah." sahut Andi kemudian berjalan mengitari mobil lalu duduk di balik kemudi, sementara Rania pun segera masuk dan duduk di samping pria itu.
__ADS_1
"Jika seperti ini kita nampak seperti sepasang kekasih yang hendak pergi berkencan." ucap Andi sambil tersenyum, sementara Rania langsung melotot ke arah gadis itu.
"Aku kan cuma bilang nampak seperti sepasang kekasih, bukannya bilang kita sepasang kekasih." lanjut ucap Andi masih dengan sisa senyum di wajahnya saat gadis melotot padanya.