
"Siapa kalian, kenapa kalian membawaku ke tempat ini??." cecar Kheano saat melihat seorang pria yang baru saja membuka pintu ruangan tersebut, dan yang semakin membuat Kheano terkejut saat melihat beberapa orang pria yang berperawakan hampir sama dengan pria tadi mengekor di belakang pria itu.
"Siapa yang menyuruh kalian membawaku kesini, dan apa tujuannya dengan membawaku ke tempat ini??" dengan tatapan sengit Kheano kembali melontarkan berbagai pertanyaan, pria yang kini berdiri di ambang pintu tersebut dengan senyum seringai.
"Anda tidak perlu tahu siapa yang telah menyuruh kami untuk membawa anda ke tempat ini!!." sahut pria tersebut kemudian tergelak, seolah menertawakan nasib pria yang kini terikat kedua tangan dan kakinya.
"Baiklah, jika kalian memang tidak ingin mengatakan siapa yang telah menyuruh kalian membawaku ke tempat ini, tapi yang jelas kalian pasti melakukan semua ini tidak gratis kan??." tebak Kheano.
"Apa maksud ucapan Anda??." pria yang berdiri paling depan malah bertanya, karena tidak sepenuhnya paham dengan maksud ucapan Kheano.
"Berapa orang itu membayar Kalian untuk membawaku ke tempat ini??? jika kalian melepaskan aku dari tempat ini, aku akan membayar kalian dua kali lipat." Ucapan Kheano membuat para pria tersebut menganga tidak percaya.
"Anda jangan berani beraninya membodohi kami!!." nada pria tersebut mulia meninggi, sebab merasa Kheano sedang membodohinya.
"Sebaiknya cepat berikan nomor rekening kalian padaku!!." antara percaya dan tidak pria itu pun memberikan nomor rekeningnya pada Kheano, kemudian melepaskan ikatan yang melilit tangan serta kaki Kheano. secepat kilat Kheano mentransfer sejumlah uang dengan nilai dua kali lipat, dari bayaran yang telah di janjikan oleh orang yang memberi perintah pada mereka.
Mata pria itu membulat sempurna saat melihat notifikasi di ponselnya, saat sejumlah uang berhasil masuk ke rekeningnya.
"Bagaimana, apa saya boleh pergi dari tempat ini sekarang??." dengan nada bicara dingin Kheano berucap.
"Tentu saja tuan!!." jawab pria tersebut dengan nada selembut mungkin, seolah tengah berbicara dengan bos besarnya.
Kheano pun segera melangkah keluar dari ruangan tersebut.
"Apa kami perlu mengantar anda pergi dari tempat ini tuan??." pria tersebut menawarkan diri untuk mengantarkan Kheano pergi dari tempat itu, namun Kheano malah menolak. Kheano berpikir jika ada seseorang yang sengaja menyuruh seseorang untuk menculiknya, maka bisa di pastikan orang tersebut sebentar lagi akan datang ke tempat itu. Saat Kheano hendak berucap,tiba tiba salah satu dari pria yang merupakan ketua dari geng yang menculiknya tadi bertanya pada Kheano.
"Tuan apa yang harus kami lakukan pada orang yang telah menyuruh kami menculik anda??." Kheano menghentikan langkahnya lalu menoleh, saat mendengar pertanyaan tersebut.
__ADS_1
"Terserah kalian, aku tidak ingin ikut campur lagi dengan urusan kalian, lakukan saja sesuka hati kalian!!." ucap Kheano sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu.
Sekitar setengah jam setelah Kheano meninggalkan tempat itu, suara deru mesin mobil terdengar oleh para pria yang masih berada di rumah kosong tersebut, karena tadi sebelum Kheano sadar salah satu dari mereka sempat menghubungi wanita yang tadi menyuruhnya.
"Di mana pria itu, jangan bilang kalian tidak berhasil membawanya ke tempat ini??." saking kesalnya wanita yang ternyata adalah Regina tersebut, melayangkan sebuah tamparan yang mampu memancing emosi salah satu dari ke empat pria itu.
"Beraninya kamu menamparku dengan tangan kotormu itu." mendengar jawaban pria itu yang malah terdengar menantang membuat Regina mengeryit heran.
"Mau apa kalian??." ucap Regina saat salah satu dari pria suruhannya itu malah menatapnya dengan tatapan lapar.
Regina semakin di buat ketakutan, saat salah satu dari pria suruhannya itu mendorong tubuhnya sampai ia jatuh ke ranjang, dengan cepat pria itu menindih tubuh Regina kemudian dengan lahapnya salah satu pria yang merupakan ketua dari geng tersebut menerkam tubuh gadis itu.
"Lepas...lepaskan aku!!." teriakkan gadis itu terasa sia sia, sebab meski urat lehernya putus pun tak akan ada yang datang menolongnya, mengingat rumah kosong tersebut berada di pelosok, dan tak ada rumah warga di sekitarnya.
Niat hati ingin menikmati malam indah bersama dengan pria yang selama ini di idamkannya, malah berakhir tragis di tangan ke empat pria yang merupakan suruhannya sendiri. malam ini gadis itu menjadi pemuas b*rahi ke empat pria tersebut, regina bak wanita malam yang di gilir empat pria secara bergantian.
Saat hendak beranjak dari tempat tidur Regina merasakan sakit yang begitu dahsyat di **** *************, sehingga ia yang tak mampu melangkah pun jatuh tersungkur ke lantai.
"Semua ini karena kamu Alisya, jika bukan karena kamu Kheano tidak mungkin terus menolak ku. dan semua ini tidak akan terjadi padaku, aku tidak akan membiarkan hidup kalian tenang, aku bersumpah." Gumam Regina dengan tangis yang menjadi jadi.
Sementara Kheano yang sudah berjalan kaki sekitar tiga kilometer, istirahat sejenak di sebuah warung, saat merasakan betisnya rasanya mau pecah. saat hendak menghubungi Andi tiba tiba ponselnya mati karena lowbet, meski begitu Kheano tetap bersyukur ponselnya lowbet setelah berhasil mentransfer sejumlah uang pada pria brandalan tadi, kalau tidak, Kheano sendiri bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.
***
"Maaf karena mas harus melakukan penyuluhan kita jadi kemalaman kembali ke kota." Ucap dokter Ferdi yang kini fokus menatap jalanan.
"Nggak papa mas, bisa segera keluar dari kampung itu saja Tiara sudah senang."jawab gadis itu sembari sesekali menatap keluar jendela. namun tiba tiba pandangan Tiara tertuju pada seseorang yang tengah duduk di sebuah bangku yang berada di depan warung.
__ADS_1
"Mas, berhenti sebentar mas, sepertinya itu adik ipar aku deh." ucap Tiara menoleh, sementara Dokter Ferdi segera menepikan mobilnya.
"Iya mas benar itu adik ipar aku, suaminya Ica." ucap Tiara saat memastikan itu benar Kheano.
Dokter Ferdi segera memundurkan mobilnya saat ikut memastikan itu benar benar Kheano, suaminya Alisya.
Tiara segera turun dari mobil untuk menghampiri Kheano.
"Kheano, bagaimana kamu bisa ada di sini dalam kondisi seperti seperti ini." tanya Tiara saat melihat penampilan Kheano yang tidak Serapi biasanya, bahkan terkesan acak acakan.
"Tiara."Kheano pun tidak menyangka akan bertemu dengan kakak iparnya di sana.
"Ceritanya panjang." jawab Kheano.
"Ayo masuk ke mobil!!." Tiara mengajak Kheano masuk ke mobil, seperti biasa dokter Ferdi yang selalu ramah, ikut mengajak Kheano untuk masuk ke mobilnya.
Kheano duduk di jok belakang sementara Tiara duduk di samping suaminya yang tengah mengemudi.
"Bagaimana kamu bisa ada di sini sih Khe??." kembali tanya Tiara mengingat tempat tersebut terbilang sangat jauh dari kota.
Kheano pun menceritakan semuanya pada kakak iparnya tersebut, termasuk saat tadi ia sempat di culik. saking terkejutnya mendengar cerita Kheano, Tiara sampai menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Apa kamu tahu siapa yang telah menyuruh orang orang untuk menculik kamu??." mendengar pertanyaan Tiara, Kheano pun menggeleng.
"Apa selama ini kamu tidak punya musuh atau rival bisnis misalnya??." lanjut tanya Tiara.
"Aku juga tidak tahu, cuma setahuku, aku sama sekali tidak punya musuh sama sekali. aku minta padamu untuk tidak menceritakan kejadian ini pada Alisya, aku tidak mau dia kepikiran apalagi sampai khawatir padaku!!." pinta Kheano dengan sungguh sungguh pada Tiara, dan Tiara yang menghargai keputusan Kheano untuk menyembunyikan kejadian itu dari adiknya, hanya bisa mengangguk.
__ADS_1