
Usia sholat subuh, Alisya masih nampak memikirkan sesuatu, tentu saja sikap Alisya itu tidak luput dari perhatian Kheano.
"Kamu kenapa sayang??." Tanya Kheano yang kini sedikit berjongkok untuk mensejahterakan posisi dengan Alisya yang kini tengah duduk di sisi ranjang.
Kheano menggenggam lembut tangan istrinya.
"Nggak papa kak, Alisya hanya kepikiran sama kak Tiara, Jujur Alisya senang kak Tiara bisa menikah dengan pria yang selama ini di kaguminya, tapi di sisi lain Alisya juga kasian sama kak Tiara. bagaimana kalau ternyata dokter Ferdi sama sekali tidak memiliki perasaan yang sama pada kak Tiara??." Alisya mengutarakan apa yang menjadi buah pikirannya kepada sang suami.
"Sayang, percayalah cinta bisa datang karena terbiasa, kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan kakak kamu!! lagi pula kita kan belum tahu, bagaimana sebenarnya perasaan dokter Ferdi sama kakak kamu, jadi lebih baik kita jangan berpikir yang tidak tidak!!." ucap Kheano agar bisa sedikit membuat istrinya tidak terlalu kepikiran tentang kakak kandungnya, Tiara.
"Apa kamu lupa, kita juga dulu menikah tanpa di dasari cinta, tapi buktinya sekarang kakak malah nggak bisa jauh jauh dari kamu." mendengar ucapan suaminya ada benarnya membuat Alisya, percaya suatu saat nanti pernikahan kakaknya juga pasti akan bahagia.
Seketika fokus Alisya pada Tiara teralihkan saat Kheano mengelus lembut perutnya yang nampak rata.
"Gimana sayang, apa sudah ada tanda tanda kalau Kheano junior bersemayam di sini??." ucapan suaminya sembari mengelus lembut perutnya membuat Alisya mengusap lembut wajah tampan suaminya.
"Semoga saja kak, aku bisa membayangkan bagaimana tampannya anak laki laki kita nanti, gimana enggak coba,ayahnya saja setampan ini." ucap Alisya sembari mengelus lembut wajah suaminya.
Kheano mengubah posisi dengan duduk di samping istrinya, sembari membawa wanita itu ke dalam dekapannya.
"Kalau semua anak kita mirip dengan kakak, kamu nggak kebagian dong." sahut Kheano dengan seulas senyum di wajah tampannya, mengingat wajah Kesya lebih mirip dengan wajahnya, hanya saja versi perempuan.
"Nggak papa deh semua anak Alisya mirip ayahnya, asal jangan sampai sombongnya yang ngikutin ayahnya." mendengar kalimat istrinya membuat Kheano tersenyum geli.
"Memangnya kapan kakak sombong??." tanya Kheano, yang kini memberi jarak antara keduanya agar bisa menatap lekat wajah istrinya.
"Dulu saat SMA kakak sombong banget, asal ada cewek yang deketin malah di cuekin." sahut Alisya.
__ADS_1
"Itu bukan sombong namanya sayang, tapi itu teguh pada prinsip namanya. kakak paling tidak suka dengan cewek centil, apalagi cewek yang suka mendekati cowok lebih dulu, kesannya cewek kayak gitu nggak bisa menjaga harga dirinya." jawaban Kheano membuat Alisya tersenyum.
"Kalau gitu nggak papa deh anak Alisya punya sifat kayak ayahnya, biar nggak dapet cewek centil." sahut Alisya sembari kembali menyandarkan tubuhnya pada dada bidang suaminya.
Kheano pun semakin gemas dengan tingkah istrinya.
"Kalau kayak gini kakak jadi malas berangkat kerja nih." ucap Kheano saat istrinya terus bersikap manja padanya.
Satu jam kemudian Kheano sudah siap dengan mengenakan pakaian casualnya karena hari ini rencananya ia akan meninjau lokasi pembangunan hampir seratus unit rumah, yang pengerjaannya sudah memasuki lima puluh persen.
Usai sarapan Kheano berangkat dengan di antarkan Alisya sampai ke depan.
"Sayang, mungkin kakak pulangnya malam kamu tidak perlu menunggu kakak untuk makan malam!!." ucap Kheano mengingatkan Alisya sebelum hendak masuk ke mobil. karena akhir akhir ini Alisya pasti akan menunggu suaminya pulang untuk makan malam bersama.
"Siap ayahnya Kesya." sahut Alisya seraya menaikan satu tangannya di kepala tanda hormat, sambil menampilkan senyuman manis yang membuat suaminya itu mencubit gemas hidung mancung miliknya, sebelum naik ke mobil.
***
"Aku yakin hari ini dia pasti akan datang untuk memastikan kondisi bisnis pembangunan di sana, jadi saya tidak ingin kalian sampai gagal menjalankan rencana yang telah saya rencanakan dengan matang, jika sampai kalian gagal, saya pastikan kalian tidak akan mendapatkan bayaran sepeserpun dariku." nampak seorang wanita muda tengah memberi perintah kepada beberapa orang pria yang berperawakan tinggi besar.
"Baik nona, tapi anda juga harus ingat, kami tidak ingin anda terlambat membayar upah kami dengan alasan apapun!!." ucap salah satu pria yang mengetuai ke empat pria tersebut.
"Tenang saja !! Tunggu apa lagi cepat laksanakan tugas kalian, aku tidak ingin mendengar kegagalan!!." titah wanita itu dengan wajah sombongnya.
"Baik nona." ke empat pria tersebut pun segera pergi dengan menumpangi mobil sedan berwarna hitam dengan plat nomor palsu.
***
__ADS_1
Sementara Kheano yang kini telah bersiap menuju lokasi tengah menunggu Andi yang akan bertugas menemaninya.
Beberapa saat kemudian mobil Kheano yang kini tengah di kemudian Andi, nampak keluar dari area perusahaan. karena lokasi yang di tuju lumayan jauh, hingga keduanya membutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam untuk tiba di lokasi pembangunan.
Setibanya di tempat yang dituju Kheano segera turun dari mobil begitu pun dengan Andi. keduanya memeriksa hampir semua kebutuhan serta keamanan kontruksi pembuatan bangunan, agar bisa di pastikan bangunan yang di bangun oleh perusahaan miliknya layak di jual dengan harga fantastis.
Karena menginginkan hasil yang sempurna Kheano berada di tempat itu hampir menjelang malam, ia bahkan harus mencari masjid di sekitar lokasi, untuk menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah.
Karena lokasi masjid dengan tempat tersebut lumayan jauh, maka keduanya menuju masjid dengan menggunakan mobil, usai sholat keduanya pun kembali ke lokasi pembangunan.
Karena waktu telah menunjukkan pukul tujuh malam, Kheano meminta pada semua pekerja untuk istirahat, meski ia menginginkan bangunan itu selesai dengan cepat namun Kheano juga tidak ingin terlalu memaksa pekerja.
Setengah jam kemudian hampir semua pekerja kembali ke mes, sementara Kheano masih berkutat dengan beberapa berkas yang tadi di bawanya. saat hendak menuju mobil, dimana Andi tengah menunggunya, tiba tiba Kheano merasakan pukulan keras di leher belakangnya, hingga membuat pria itu tidak sadarkan diri.
Sudah hampir setengah jam Andi yang berdiri di samping mobil menunggu kedatangan Kheano, namun sampai kulitnya memerah akibat Gigitan nyamuk tapi pria itu tak juga menampakkan diri. sampai Andi berinisiatif untuk menyusul Kheano, sudah hampir seluruh tempat yang mereka datangi tadi telah di datangi oleh Andi, namun ia belum juga menemukan keberadaan atasan sekaligus sahabatnya tersebut.
"Khe kamu kemana sih, jangan bikin aku jadi khawatir." gumam Andi saat belum juga menemukan keberadaan Kheano.
Karena belum juga menemukan keberadaan sahabatnya tersebut, Andi pun meminta bantuan para pekerja untuk mencari keberadaan bos mereka tersebut.
Namun hasilnya tetap nihil, sudah dua jam mereka berpencar untuk mencari Keberadaan Kheano, namun mereka belum juga menemukan pria itu.
***
Dua jam kemudian Kheano yang merasa kepalanya begitu pusing, mencoba untuk mengerjapkan matanya guna menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina mata.
Seketika kesadaran Kheano kembali saat menyadari tangan dan kakinya telah di ikat, Untung saja mulutnya tidak di bekap, sampai pria itu bisa bersuara saat melihat kehadiran seorang pria dari balik pintu sebuah ruangan.
__ADS_1