
Setelah kembali dari restoran usai mengakui semuanya pada sahabat Sahabatnya membuat Kheano merasa plong. dan hal yang membuat Kheano terharu adalah sikap bijaksana dari sahabatnya Bobi, yang dengan ikhlas menerima kenyataan jika gadis yang sejak duduk di bangku sekolah menengah atas disukainya telah menikah dengan sahabatnya sendiri.
Sekembalinya dari restoran tadi Arya pun kembali ke kampus sebab masih ada jam pelajaran terakhir, namun saat di tengah perjalanan Arya melihat ada seorang wanita yang tengah berdiri di depan mobilnya. Arya bisa menebak jika mobil wanita itu sedang mogok.
Arya kemudian menghampiri wanita yang tidak asing baginya tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu??." ucap Arya saat menepikan motornya.
"Tidak perlu." jawab wanita itu dengan nada kurang bersahabat.
"Saya hampir setiap hari melintas di jalan ini, setahu saya jalanan ini cukup sepi. sangat jarang pengendara yang melintas di sini, apalagi di jam segini." lanjut ucap Arya seraya turun dari motornya, lalu mencoba melihat lihat kondisi mobil wanita itu.
Tanpa sengaja saat hendak membuka kap mobil wanita tersebut, Arya tidak sengaja menyentuh jemari lembutnya.
"Jangan lancang kamu ya!!." tegur wanita yang ternyata adalah Mirna tersebut.
"Jangan sampai saya laporkan kamu pada pihak kampus, karena sudah berani lancang pada dosennya." lanjut ucap Mirna, bukannya takut Arya malah tersenyum getir ke arah Mirna.
"Anda jangan lupa Bu dosen kalau saat ini kita sedang tidak berada di lingkungan kampus, harus berapa kali aku bilang kalau tadi aku tidak sengaja." sahut Arya yang hampir kehabisan kesabaran menghadapi dosen sekaligus calon istrinya itu.
"Satu lagi, di kampus anda memang dosen saya, tapi ingat di luar lingkungan kampus anda adalah calon istri saya. dan jika tiba saatnya nanti saya bahkan berhak melakukan hal yang lebih dari sekedar menyentuh tangan anda." ucapan Arya sontak membuat Mirna bergidik ngeri.
"Ternyata omongan pria tengil ini serem juga." dalam hati Mirna seraya memperhatikan Arya yang tengah mencoba memeriksa kondisi mobilnya.
"Kenapa anda tidak menolak saat di jodohkan, padahal anda sendiri sudah memiliki kekasih??." tanya Arya yang kini beralih menatap Mirna.
__ADS_1
"Itu bukan urusan kamu, jika ingin menolak kenapa bukan kamu saja!!." jawab Mirna sinis, meski saat ini ia mencoba mencerna ucapan Arya yang mengatakan tentang kekasihnya, sementara setahunya, dia sendiri bahkan belum pernah memiliki kekasih sama sekali saking sibuknya mengejar karir sebagai seorang pendidik.
"Dari awal saya memang sudah menolak namun saya tidak tega melihat ayah saya kecewa, karena menerima penolakan dari putra yang selama ini di besarkannya dengan susah payah sebagai singel parents." jawab Arya jujur.
"Tapi setelah bertemu dengan anda saya jadi berpikir tidak ada salahnya menikah karena di jodohkan, apalagi calon istriku cantik dan pintar seperti anda." ucap Arya tanpa menoleh lagi pada lawan bicaranya.
"Jangan terlalu percaya diri, bagaimana bisa kamu menafkahi saya jika kamu saja masih berprofesi sebagai mahasiswa abadi yang belum juga lulus." sahut Mirna yang sengaja menyindir Arya dengan kalimatnya.
"Jangan terlalu meremehkan kemampuan seseorang Bu dosen, jangankan memberi nafkah lahir nafkah batin pun akan saya berikan jika anda sudah sah menjadi istriku." kalimat mahasiswanya tersebut membuat bulu kuduk Mirna merinding.
"Ternyata selain berbakat jadi mahasiswa abadi kamu juga berbakat jadi pria mesum." umpat Mirna kesal mendengar kalimat Arya.
"Bukankah tujuan hidup berumah tangga adalah membina keluarga yang sakinah,mawadah dan warohmah, dengan menghadirkan buah hati dalam pernikahan akan semakin menambah keharmonisan dalam rumah tangga. jika saya tidak memberikan nafkah batin pada anda, bagaimana malaikat kecil akan hadir dalam rumah tangga kita." ucap Arya sebelum ia berhasil memperbaiki mobil Mirna yang tadi sempat mogok.
"Coba kamu hidupkan mesin mobilnya!!." seru Arya kemudian.
"Ternyata bocah tengil ini benar benar menyebalkan." dalam hati Mirna sebelum membuka pintu mobil, lalu masuk untuk mencoba menghidupkan mesin mobilnya.
Saat menghidupkan kunci pada kontak mesin mobil Mirna bisa kembali hidup dengan sekali stater.
"Punya mobil itu harus rajin mengecek kondisi mobil ke bengkel, biar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan!!." untuk pertama kali Arya menasehati wanita yang berprofesi sebagai dosennya di kampus tersebut, karena biasanya Mirna yang selalu menasehati dirinya sebagai mahasiswa.
"Hemt." sahut Mirna singkat.
Mirna kembali turun dari mobilnya untuk sekedar mengucapkan terima kasih pada Arya yang telah membantu dirinya.
__ADS_1
"Btw thank you karena sudah membantu saya." ucap Mirna sebelum hendak kembali membuka pintu mobilnya.
"Terima kasih untuk apa??.".bukannya menjawab, Arya malah balik bertanya sehingga membuat Mirna yang tadinya hendak masuk ke mobil kembali menoleh ke arahnya.
"Terima kasih karena sudah mau membantu memperbaiki mobik saya." ucap Mirna yang terlihat tulus.
"Tidak perlu berterima kasih, lagi pula membantu anda sudah menjadi kewajiban saya sebagai calon suami." sahut Arya sebelum berjalan menghampiri motornya yang terparkir tidak jauh dari mobil Mirna tersebut.
"Hiiissttt....dasar bocah tengil di ajak serius malah di becandain lagi gue." dalam hati Mirna sembari menatap Ke arah Arya yang hendak menghidupkan mesin motornya, lalu berlalu meninggalkan Mirna yang terlihat dongkol karena sikap serta ucapannya.
Arya sengaja berkata demikian pada Mirna bukannya ingin berkata kurang sopan, namun Arya mengatakan semuanya tadi karena ia tidak ingin menjadi orang ketiga di antara wanita itu dengan dokter yang di sangka Arya adalah kekasih Bu Mirna. saat ia kecelakaan tiga tahun yang lalu di saat masih duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah atas, Bu Mirna berjalan berdampingan dengan seorang pria yang berprofesi sebagai dokter dari situlah Arya menyimpulkan bahwa pria tersebut adalah kekasih dari Mirna.
Arya juga sengaja berkata kata sedikit nakal pada Mirna tadi, dengan harapan agar wanita itu ilfil padanya lalu berniat membatalkan perjodohan ini. Arya melakukan semua itu semata mata karena tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan Mirna dengan kekasihnya, bukan karena ia tidak ingin menikah dengan Mirna. sejak tahu jika calon istrinya tersebut tak lain tak bukan adalah dosennya sendiri, membuat Arya sulit memejamkan mata meski malam mulai larut. meski ia sendiri tidak tahu pasti apa penyebab ia kesulitan memejamkan mata. namun Arya yang menyangka dokter Ferdi adalah kekasih Dari Mirna, tidak ingin merusak hubungan di antara keduanya.
***
Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, Alisya tengah menunggu kedatangan salah satu rekan bisnis perusahaan Admaja group di sebuah restoran bintang lima.
Alisya mendapat tugas langsung dari papa mertuanya selaku pimpinan perusahaan, untuk menemui salah satu perwakilan dari perusahaan yang bekerja sama dengan Admaja group.
Itu sebabnya hari ini ia datang ke restoran tersebut dengan di temani oleh sekretaris pimpinan.
Setelah menunggu beberapa menit, terlihat seseorang yang kini berjalan menghampiri meja Alisya. dia adalah perwakilan dari perusahaan yang bekerja sama dengan Admaja group.
Saat melihat wajah pria itu Alisya merasa wajah pria itu tidak asing, sepertinya ia merasa pernah bertemu sebelumnya dengan pria itu.
__ADS_1