Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Perubahan sikap.


__ADS_3

Berbeda dengan pasangan Arya dan Mirna yang berharap seorang buah hati segera hadir dalam rumah tangga mereka, Kini Kheano justru sedang kewalahan melayani permintaan sang istri yang tengah mengidam.


Kadang kala Kheano di buat pusing sendiri saat sikap istrinya kadang berubah drastis.


Sama seperti pagi ini.


"Kak, kakak lagi dimana, Alisya kangen sama kakak." Kheano memicingkan matanya heran saat membuka sebuah pesan dari istrinya. bagaimana tidak, baru saja satu jam yang lalu keduanya berpisah, saat Kheano pamit untuk bekerja. kini wanita itu sudah mengirimkan sebuah pesan yang mengatakan jika ia sangat merindukan suaminya.


"Sayang, kakak kan lagi kerja, bukannya pagi tadi kakak pamit sebelum berangkat." setelah mengetik sebuah balasan pesan, Kheano pun segera mengirimkan pada istrinya.


"Kakak udah nggak sayang lagi ya sama Alisya??." Kheano hanya bisa geleng-geleng, saat kembali membuka pesan dari istrinya melalui aplikasi hijau miliknya.


Kheano jadi bingung sendiri, bagaimana tidak, pagi ini pria itu sudah bersiap menghadiri rapat penting bersama rekan bisnisnya. namun tiba-tiba Alisya mengirimkan sebuah pesan padanya.


Terdengar suara seseorang membuka handle pintu setelah mengetuk lebih dulu.


"Ada apa Khe??." tanya Andi, yang kini baru saja masuk di ruang kerja Kheano.


"Andi aku sedang butuh bantuanmu." ucap Kheano yang kini hendak beranjak dari kursi kebesarannya.


"Memangnya apa yang bisa aku bantu??." tanya Andi.


"Tolong kamu gantikan aku untuk bertemu dengan Mr Ahong, karena aku harus segera pulang istriku memintaku segera kembali ke rumah!!." kalimat Kheano membuat Andi berpikir jika telah terjadi sesuatu pada Alisya, sehingga ia pun kembali bertanya pada sahabatnya tersebut.


"Memangnya apa yang terjadi dengan Alisya, apa dia baik baik saja??." mendengar pertanyaan Andi membuat Kheano menghela napas dalam, lalu menghembusnya perlahan sebelum menjawab.


"Istriku baik baik saja, dia hanya merindukanku." jawab Kheano jujur, sementara Andi yang mendengar jawaban Kheano langsung menganga seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Hah,,,, istrimu sedang rindu, bukannya kalian baru berpisah satu jam yang lalu??." ucap Andi, Andi tahu mengenai hal itu, sebab pagi tadi ia sendiri yang datang ke rumah Kheano untuk menjemput atasannya tersebut.


"Aku sendiri juga tidak mengerti dengan perubahan sikap istriku selama hamil, yang jelas aku tidak ingin istriku sampai sedih karena lama menunggu kedatanganku." jawab Kheano sebelum berpamitan pada Andi.


"Aku percayakan kerja sama kita dengan Mr Ahong padamu, aku pergi dulu." ucap Kheano seraya menepuk pelan pundak Andi, sebelum benar benar berlalu meninggalkan Andi yang masih diam mematung.


"Apa semua perempuan hamil akan bersikap seperti itu, apa jika Rania hamil nanti ia juga akan bersikap seperti itu??." gumam Andi tanpa sadar menyamakan Alisya dengan Rania, seorang gadis yang bahkan sama sekali belum memiliki hubungan apapun dengannya.

__ADS_1


"Astaga, apa apaan aku ini, bagaimana bisa aku sampai menyebutkan nama gadis itu??." lanjut Andi seraya menepuk jidatnya, saat menyadari ucapannya.


Andi pun segera keluar dari ruang kerja Kheano, untuk kembali ke ruangannya. beberapa kali Andi menggeleng tanpa suara, sehingga para pegawai yang tidak sengaja melihat sikapnya itu mengeryit heran. tanpa mereka tahu, sebenarnya Andi beberapa kali menggeleng, karena ingin menghilangkan bayangan Rania yang sejak tadi menari nari di ingatannya.


Setibanya di rumah Kheano langsung menaiki anak tangga menuju kamar, saat Kheano membuka pintu kamar nampak istrinya yang tengah menangis di sisi ranjang.


"Maaf sayang, jika membuatmu menunggu lama." ucap Kheano yang mengira istrinya tersebut menangis, akibat terlalu lama menunggu kedatangannya.


Namun saat mendekati istrinya, Kheano melihat Ternyata Alisya tengah menangis akibat adegan sedih dalam sebuah Film.


"Jadi, kamu nangis karena nonton Film sayang??." tanya Kheano memastikan, kemudian di jawab anggukan oleh Alisya.


Kheano sungguh tak habis pikir dengan perubahan sikap istrinya, bagaimana tidak, Alisya yang bahkan jarang sekali menonton Film, tiba tiba menangis terisak saat menyaksikan sebuah adegan yang ada di Film tersebut.


Yang lebih membuat Kheano tidak habis lagi, wanita itu malah bertanya mengapa Suaminya pulang lebih secepat itu.


"Kenapa kakak pulang secepat ini, apa lagi nggak sibuk di kantor??." pertanyaan Alisya semakin membuat Kheano kebingungan.


"Bukannya tadi kamu yang bilang jika kamu kangen sama kakak." kata Kheano mengingat pesan istrinya tadi saat ia masih di kantor.


"Haaaahhhh." Mulut Kheano kini menganga dengan sempurna mendengar Jawaban Istrinya, kalau saja ada lalat yang lewat mungkin dengan senang hati mampir ke mulut pria itu.


Ingin rasanya saat ini Kheano lari berkeliling komplek, saking dongkolnya.bagaimana pria itu tidak dongkol, saat tadi istrinya mengirimkan pesan padanya, Kheano hendak meeting dengan salah satu rekan bisnisnya.


Namun begitu, Kheano sama sekali tidak memperlihatkan raut wajah kesal di depan wanita yang tengah mengandung buah hati mereka tersebut, Kheano hanya mengukir senyum di bibirnya.


"Ya sudah sayang, kalau begitu sekarang kakak balik kerja dulu." pamit Kheano seraya mengusap lembut puncak kepala Alisya sebelum pria itu sedikit merunduk agar bisa mengelus perut istrinya yang masih nampak rata.


"Iya kak." sahut Alisya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Nak, ayah berangkat kerja dulu." ucap Pria tampan yang kini nampak begitu gagah dengan stelan tuksedo berwarna biru langit yang di kenakannya.


"Iya ayah." sahut Alisya yang menirukan suara anak kecil.


"Sayang, kakak berangkat sekarang ya." pamit Kheano kemudian mengecup puncak kepala istrinya.

__ADS_1


Setelah pamitan pada Alisya kini Kheano berlalu meninggalkan kamar melangkah menuju mobilnya yang di parkir di depan rumah.


Saat duduk di balik kemudi, barulah Kheano menghela napas dalam lalu menghembusnya kasar.


"Ternyata begini rasanya menghadapi istri yang lagi ngidam." Kheano bermonolog sebelum menghidupkan mesin mobilnya, sebelum kemudian melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota.


Di perusahaan Kheano group.


Andi yang hendak berangkat menuju sebuah hotel di mana meeting akan segera di adakan, terkejut saat melihat mobil Kheano yang baru saja memasuki pelataran gedung perusahaan.


Andi pun langsung menghampiri mobil Kheano.


"Ada apa, Kenapa kamu cepat sekali kembali??." tanya Andi.


"Naiklah, jangan banyak tanya!!." melihat wajah Kheano nampak serius Andi pun segera masuk ke mobil Kheano.


"Apa secepat itu rasa rindu istrimu terobati??." pertanyaan Andi mendapat tatapan kurang bersahabat dari Kheano.


"Sori, gue kan cuma nanya." lanjut Andi dengan bahasa santai, sebab di mobil hanya ada mereka berdua.


"Tadinya Alisya bilang kangen, saat mengirim pesan ke gue.tapi Lo tahu nggak pas di rumah istri gue ngomong apa??." ucap Kheano seolah tengah meminta sahabatnya itu menebak kejadian saat ia tiba di rumahnya.


"Ya mana gue tahu, tadi kan Lo nggak ngajakin gue." dengan santainya Andi menjawab pertanyaan Kheano.


"Gue udah bela belain balik, eh,,,,pas gue sampai rumah, istri gue cuma bilang "Alisya memang kangen sama kakak, tapi Alisya kan nggak minta kakak cepat pulang." Andi langsung tergelak, saat mendengar sahabatnya itu bicara dengan menirukan suara istrinya.


Setelah puas tergelak Andi kembali berujar.


"Terus Lo nggak marah gitu??." ujar Andi sengaja memancing reaksi Kheano.


"Sialan Lo, gue emang lelah harus buru buru balik ke rumah, mana nyetir sendiri. tapi rasa lelah gue nggak sebanding dengan lelahnya Alisya mengandung anak gue, apalagi jika melihatnya setiap hari harus mual dan muntah." mendengar penjelasan Kheano membuat Andi tersenyum, sejak awal ia sudah bisa menebak seperti apa jawaban dari sahabatnya tersebut. karena Andi tahu betul seberapa sayang dan cintanya Kheano pada istrinya


Jangan lupa sayang sayangku untuk mampir ke karya Author yang baru,,,karya Author kali ini akan sedikit menguras emosi dan air mata.


.

__ADS_1



__ADS_2