
"Kakak." Kheano merentangkan tangannya menyambut wanitanya yang berlari kecil ke arahnya.
Alisya menghambur ke pelukan suaminya,
Untuk beberapa saat ia menikmati aroma maskulin tubuh suaminya.
Sementara Andi segera keluar dari ruang kerja sahabatnya itu, tidak ingin menjadi kambing congek menyaksikan kemesraan sepasang suami istri itu.
"Tega Banget sih kalian bermesraan di depan jomlo ngenes kayak gue" umpat Andi yang kini baru saja keluar dari ruangan Kheano.
Kheano membelai lembut puncak kepala Alisya, sebelum wanita itu melonggarkan pelukan memberi jarak. Alisya menengadah mengingat tinggi badan Alisya hanya sebahu Kheano.
"Thanks untuk hadiahnya....btw, bagaimana kakak bisa tahu kalau Alisya ingin menjadi seorang designer??." pertanyaan itu membuat Kheano tersenyum manis.
"Apa yang kakak tidak tahu dari istri kakak." ucap Kheano dengan nada menggoda.
"Ngomong ngomong terima kasih doang nih, nggak niat kasi sesuatu gitu buat suami." Kheano menaik turunkan Alisnya sembari mengulum senyum genit.
Kheano yang tadinya berdiri kini duduk di kursi kebesarannya, kemudian menarik tubuh Alisya ke pangkuannya.
"Jangan aneh aneh deh kak, ingat ini di kantor bukannya di rumah!!." ucap Alisya saat pria itu mulai menyandarkan dagunya di pundak Alisya.
"Memangnya kenapa kalau lagi di kantor, ada yang salah??." bukannya berhenti Kheano malah melanjutkan aksinya mengendus bahkan sesekali memberi kecupan yang membuat bulu kuduk Alisya meremang.
"Ya jelas salah lah, memangnya kakak nggak malu kalau sampai ketahuan pegawai kakak mesra mesraan di kantor kayak gini." mendengar ucapan istrinya, Kheano segera menekan sebuah tombol pada remote kontrol, hingga sebuah pintu yang menghubungkan ruang kerja Kheano dengan sebuah ruangan khusus terbuka.
"Ruangan apa itu kak??." Alisya hanya bisa menganga, saat pintu rahasia itu mulai terbuka hingga nampak sebuah ruangan khusus di dalamnya.
__ADS_1
Alisya yang merasa penasaran turun dari pangkuan Kheano lalu beranjak memasuki pintu tersebut, sementara Kheano yang tidak menyia nyiakan kesempatan itu segera menyusul langkah istrinya, kemudian secepat kilat Kheano kembali menekan tombol pada remote control di genggamannya sehingga membuat pintu tersebut kembali tertutup.
Alisya berdecak kagum saat melihat fasilitas di ruangan pribadi suaminya itu.
Pandangan Alisya menelisik setiap sudut ruangan yang terdapat sebuah tempat tidur dengan ukuran yang tidak jauh berbeda dengan tempat tidur mereka di rumah serta sebuah lemari kaca besar yang berisi beberapa kemeja, celana serta jas kerja yang bisa di pastikan adalah milik suaminya, ruangan tersebut juga di lengkapi dengan sebuah kamar mandi.
Saking kagumnya, Alisya sampai tidak menyadari jika pintu ruangan tersebut sudah kembali tertutup akibat ulah suaminya.
Sampai kesadaran Alisya mulia kembali saat pria itu mulai memeluknya dari belakang.
"Gimana, masih takut ketahuan sama pegawai kakak lagi??." Alisya segera menatap ke arah pintu saat mendengar kalimat suaminya.
"Nggak ada yang bisa masuk ke sini, karena pintunya sudah terkunci, lagi pula tidak ada yang tahu ruangan pribadi kakak selain Andi." terang Kheano saat melihat Alisya menatap ragu ke arah pintu, sembari mengayunkan sebuah remote control ke udara.
Alisya hanya tertegun, menatap tak percaya dengan tingkah genit Suaminya. bagaimana tidak, bahkan pada saat di kantor pun Kheano tidak kehabisan akal.
"Sudah berapa perempuan yang kakak ajak tidur di sini??." saking terkejutnya dengan pertanyaan istrinya sampai membuat Kheano memicingkan matanya.
"Hah??." Saking terkejutnya, hanya itu yang bisa keluar dari mulut Kheano. bagaimana tidak terkejut belum juga beberapa bulan aktif mendatangi secara langsung perusahaan miliknya, istrinya malah bertanya sesuatu yang sama sekali tidak mungkin terjadi. apalagi mengingat bagaimana besarnya kerinduan Kheano terhadap Alisya, tentu secara otomatis kecurigaan Alisya sama sekali tidak terbersit di benak Kheano.
Alisya berbalik menghadap suaminya.
"Iya, sudah berada banyak cewek yang Kakak ajak tidur di sini??." Alisya kembali mengulang pertanyaannya saat melihat suaminya hanya memicingkan mata seolah tidak percaya dengan pertanyaannya.
"Astaga sayang, bahkan Andi saja tidak berani masuk ke ruangan pribadi kakak, apalagi orang lain. hanya kamu perempuan dan orang pertama yang kakak ajak ke sini." Seberapa kerasnya seorang pria mencoba menjelaskan namun tidak semudah itu dapat di terima wanita, apalagi kalau sudah menyangkut masalah yang berbau bau kecemburuan. hingga terjadilah pertengkaran manja di antara sepasang suami istri di ruangan tersebut.
Namun seperti kata pepatah, pertengkaran sepasang suami istri akan berakhir di tempat tidur. begitulah kiranya yang terjadi di antara keduanya, seolah tak terjadi apa apa sebelumnya setelah keduanya terbaring lelah di balik selimut. dengan posisi Alisya berada di dalam dekapan suaminya, yang kini tidur terlentang sembari mengelus lembut lengan wanitanya.
__ADS_1
"Kak, sepertinya aku harus segera menjemput Kesya deh." ucap Alisya yang kini masih berada di dekapan suaminya, saat melihat jam dinding yang berada di ruangan tersebut telah menunjukkan pukul sebelas siang, sudah waktunya buah hati mereka di jemput dari sekolahnya.
Dari nada suara Alisya, Kheano bisa menebak jika istrinya kelelahan usai melayaninya tadi.
"Sebaiknya kamu istirahat saja dulu, biar kakak minta bantuan Andi untuk menjemput anak kita." Ucap Kheano lembut sembari mengusap lembut wajah istrinya dengan ibu jarinya.
Alisya pun mengangguk sebelum ia kembali memejamkan matanya, hingga ia pun terlelap.
Kheano segera menuju kamar mandi.
Usai mandi dan berpakaian lengkap Kheano segera keluar dari ruangan pribadinya setelah sebelumnya kembali menutup pintunya.
Baru saja keluar dari ruangan pribadinya, Kheano segera meminta Andi ke ruangannya.
"Ceklek." Andi membuka pintu ruang kerja Kheano setelah mengetuk lebih dulu.
"Apa kamu memanggil_" Andi tidak menuntaskan kalimatnya, ia hanya berdecak saat melihat rambut Kheano yang nampak masih basah. dan Andi bukanlah seorang anak kecil yang tidak paham dengan apa yang terjadi sampai membuat sahabat sekaligus atasannya tersebut harus keramas siang siang begini.
Andi menyapu seluruh ruangan dengan pandangan, sampai matanya berhenti pada pintu ruang pribadi Kheano.
"Istriku sedang istirahat." ucap Kheano dengan santainya saat melihat pandangan Andi tertuju pada benda segi empat tersebut.
"Ck...bisa nggak sih Lo pengertian dikit di depan sahabat Lo yang belum punya pasangan hidup kayak gue!!." saking kesalnya melihat rambut Kheano yang nampak basah, sampai sampai Andi menggunakan bahasa santai pada sahabatnya itu.
"Terus ngapain Lo manggil gue kesini, maksudnya ada apa kamu memanggilku ke. sini??." Andi segera meralat ucapannya saat melihat tatapan tajam Kheano, seolah mengisyaratkan jika mereka sedang berada di lingkungan kerja.
"Sekarang kamu jemput putriku di sekolah, karena aku harus memeriksa dokumen penting sekarang!!." titah Kheano lalu Andi pun mengangguk patuh.
__ADS_1
Setibanya di sekolahan paud Kesya, Andi malah di buat pusing saat seseorang dengan sengaja memukul kepalanya dengan sepatunya.