
Usai makan di sebuah restoran yang masih terletak di kawasan Mall tersebut, keduanya berlanjut ke toko perhiasan untuk mencari sepasang cincin pernikahan, yang akan mereka kenakan di hari pernikahan mereka yang akan di langsungkan dua Minggu mendatang.
"Selamat pagi, selamat datang di toko kami pak Andi,,, Nona,,,ada yang bisa kami bantu??." ucap salah satu pelayan toko perhiasan saat Andi dan Rania baru saja memasuki toko tersebut. jujur Rania sempat di buat tak percaya sebab hampir semua pemilik toko yang ada di mall tersebut mengenal sosok pria yang kini bersamanya.
"Selamat pagi, tolong layani calon istri saya untuk mencari sepasang cincin yang sesuai dengan keinginannya!!." ujar Andi pada karyawati toko tersebut.
"Jadi ini calon istri pak Andi, cantik sekali calon istri anda pak Andi." puji wanita tersebut saat melihat Rania. apalagi saat gadis itu tersenyum hingga terlihat lesung pipi, hal itu semakin membuat yang melihatnya semakin di buat kagum pada kecantikan gadis itu, tak terkecuali karyawati toko perhiasan tersebut.
"Sepertinya anda terlalu berlebihan Nona." sahut Rania saat merasa pujian wanita itu terlalu berlebihan.
"Menurut ibu karyawan ibu tidak berlebihan memuji anda Nona, karena pada kenyataannya anda memang sangat cantik dan kalian terlihat sangat serasi." Timpal seorang wanita paruh baya yang merupakan pemilik toko perhiasan, saat ia baru saja tiba di tokonya.
Seketika pandangan Rania menoleh ke arah sumber suara, di mana seorang wanita dengan Usia sekitar empat puluh tahunan yang baru saja tiba di tokonya.
"Apa kabar Bu Nelfin, senang bisa kembali bertemu dengan anda." kata Andi saat wanita itu telah berada dekat di antara mereka.
"Sama ibu juga senang bisa kembali berjumpa dengan kamu Nak Andi, btw selera kamu boleh juga. nggak sia sia kamu menunggunya selama ini." sahut wanita paruh baya tersebut sembari menerima uluran tangan Andi yang hendak bersalaman dengannya, sementara Rania masih nampak diam mencoba mencerna kalimat yang baru saja di lontarkan wanita itu. sebelum gadis itu ikut bersalaman dengan wanita bernama Nelfin yang merupakan pemilik toko emas terbesar di mall tersebut.
"Ibu bisa aja." jawab Andi dengan raut wajah cemas, berharap Rania tidak paham dengan kalimat yang baru saja di lontarkan pemilik toko perhiasan itu. Andi sesekali nampak mengusap tengkuknya sembari melirik ke arah Rania, berharap gadis itu tidak paham dengan maksud Bu Nelfin.
Bu Nelfin adalah salah satu customer tetap di perusahaan Kheano group, beliau juga pernah bekerja sama dengan Kheano group untuk waktu yang cukup lama. itu sebabnya Andi nampak dekat dengan wanita itu, terlebih lagi Bu Nelfin merupakan sahabat dari bundanya Andi, Nyonya Ambar.
"Ambar pasti bangga banget punya calon mantu secantik kamu nak." puji nyonya Nelfin seraya mengambil beberapa contoh cincin pernikahan dengan kwalitas terbaik yang ada di toko perhiasan miliknya.
"Ibu bisa aja." jawab Rania malu malu.
Melihat bosnya hendak melayani Andi dan Rania, karyawati tadi beranjak hendak melayani customer yang lain.
__ADS_1
"Silahkan kamu pilih cincin yang mana yang kamu sukai!!." ucap Wanita itu seraya memperlihatkan beberapa model cincin di atas etalase kaca.
Rania pun mencoba beberapa cincin pernikahan, dan menurut gadis itu semuanya tampak cantik, sampai sendiri bingung mau pilih yang mana. sehingga membuat Rania melirik ke arah calon suaminya, seolah sedang bertanya harus pilih yang mana.
"Semua cantik saat melingkar di jari manis kamu, terserah kamu mau pilih yang mana, kalau mas ngikut pilihan kamu saja." jawab Andi yang paham dengan maksud dari lirikan calon istrinya itu.
"Semua cincin ini sangat cocok di jari manis kamu nak Rania, tapi kalau menurut ibu cincin yang ini lebih cantik dan lebih cocok di jari kamu. dan pasangannya pun sangat simpel cocok jika di kenakan oleh calon suami kamu!!." kata Bu Nelfin mencoba membantu gadis itu untuk memilih sepasang cincin pernikahan.
Melihat pilihan wanita itu membuat Rania tersenyum manis, karena sebenarnya cincin yang di pilihkan oleh wanita itu merupakan cincin yang bagus, simpel namun elegan. sehingga keputusan Rania jatuh pada cincin berlian dengan berhiaskan satu mutiara di atasnya.
"Baiklah Bu saya mau yang ini saja." akhirnya pilihan jatuh pada cincin berlian dengan hiasan satu mutiara berwarna putih berkilau di atasnya. namun saat melihat nota harga dari sepasang cincin tersebut membuat mata Rania membulat sempurna.
"Mas apa harga cincinnya nggak ke mahalan??." ucap Rania saat pemilik toko tersebut usai membuta nota untuk sepasang cincin tersebut. karena meski kedua orang tuanya termasuk orang berada, namun Rania bukan tipe wanita yang suka membuang buang untuk suatu barang. tidak heran jika gadis itu merasa cincin tersebut terlalu mahal, saat melihat nota bertuliskan delapan ratus juta rupiah untuk sepasang cincin pernikahan tersebut.
"Nggak sayang, harga segitu masih jauh dari kata mahal untuk seorang gadis sepertimu, lagian apa sih yang enggak buat calon istriku ini." kalimat Andi yang terdengar menggombal tersebut sontak mendapatkan cubitan kecil dari gadis itu, sehingga membuat Andi nampak meringis, meski pada kenyataannya cubitan Rania sama sekali tidak terasa sakit bagi Andi.
"Sakit sayang." ujar Andi sembari memegang perutnya yang sebenarnya tidak sakit sama sekali. pria itu hanya nampak pura pura meringis untuk memancing reaksi gadis itu saat melihatnya kesakitan.
Setelah mendapatkan sepasang cincin pernikahan, Andi pun segera mengantarkan Rania kembali ke rumah orang tuanya, sebelum pria itu kembali ke apartemennya untuk beristirahat. karena hari ini ia tak ke kantor maka, Andi mengunakan waktunya untuk beristirahat.
***
Sementara di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, Tiara nampak tengah mendampingi sang suami selaku dokter Sp ortopedi, untuk melakukan operasi.
Seperti biasa usai melakukan operasi Dr Ferdi akan melakukan aktivitasnya untuk memeriksa kondisi pasiennya pasca operasi, dan sebagai dokter umum yang bertugas mendampingi Dr Spesialis Tiara nampak setia mengikuti langkah suaminya.
Keduanya nampak tiba di ruang perawatan pasien.
__ADS_1
"Selamat pagi." ucap dokter Ferdi ramah pada pasiennya. pria itu nampak di dampingi istrinya selaku dokter pendamping, serta beberapa orang perawat yang bertugas di ruang perawatan.
Pria itu nampak tengah memeriksa kondisi seorang pasien kemarin usai di operasinya.
"Bagaimana kondisi anak saya pak dokter??." tanya seorang wanita yang masih cantik di usianya yang sepertinya memasuki setengah abad.
"Alhamdulillah nyonya kondisi anak ibu semakin membaik, hanya saja anak ibu harus menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan untuk beberapa bulan ke depan!!." terang Dr Ferdi pada ibu pasien yang kini berusia sekitar dua puluh tujuh Tahuan. pria itu mengalami patah tulang akibat kecelakaan motor saat tour bersama teman temannya.
"Terima kasih dok." ucap ibu tersebut sebelum menatap Tiara yang kini tengah berdiri di belakang dr Ferdi.
"Bu dokter cantik sekali, apa Bu dokter sudah memiliki kekasih??." Tiara langsung tersenyum ramah, saat mendengar pujian serta pertanyaan wanita itu. sementara dr Ferdi sontak beralih menatap ibu tersebut kala pertanyaan itu terlontar.
Melihat Tiara menjawab pertanyaannya hanya dengan sebuah senyuman, membuat wanita itu kembali melontarkan sebuah kalimat.
"Jika dokter belum memiliki kekasih, berarti masih ada kesempatan untuk anak saya bisa dekat dengan Bu dokter, kebetulan anak saya sebentar lagi akan menempuh pendidikan untuk meraih gelar dr spesialis." mendengar kalimat ibunya membuat pria yang kini terbaring di ranjang rumah sakit tersebut merasa malu akan ucapan ibunya.
"Ibu ngomong apa sih." timpal pria itu merasa tak enak pada Tiara, sementara wanita itu bukannya marah ia malah memperlihatkan jari manisnya yang telah tersemat cincin.
"Terima kasih Bu, tapi maaf saya sudah menikah." jawab Tiara di sisa senyumnya seraya memperlihatkan jari manisnya yang kini dilingkari cincin pernikahan.
"Dan dokter yang baru saja memeriksa kondisi anak ibu, dia adalah suami saya." lanjut Tiara dengan nada ramah secara menunjuk sopan ke arah suaminya. hati dr Ferdi begitu merasa berbunga bunga saat istrinya tersebut mengakui dirinya sebagai suami di depan semuanya, padahal keduanya belum memproklamirkan hubungan mereka di kalangan rekan kerja.
Bukan hanya ibu tersebut yang di buat terkejut namun ketiga perawat yang kini bersama Keduanya tak kalah terkejutnya mendengar pengakuan Tiara.
My reader yang tercinta, terkasih dan tersayang,,,,jangan lupa like, koment, and Votenya ya,,,,🥰🥰😍😍😍😘😘😘😘🙏🙏🙏
And don't forget to reading karya Author yang lain yang berjudul"AKHIRNYA AKU MENYERAH"
__ADS_1
Soalnya karya Author dengan judul akhirnya aku Menyerah tengah mengikuti kontes yang di adakan pihak NT. biar author makin semangat menyuguhkan karya untuk kalian semua sayang sayangku,,,,terima kasih,,,,