Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Pernikahan Andi dan Rania.


__ADS_3

Beberapa saat setelah kepergian Al Rasyad dari rumah Sisil sebuah rumah yang merupakan peninggalan kedua orang tuanya, kini Dani dan Indah tiba di rumah Sisil, hanya keduanya yang bisa menjenguk gadis itu sebab kedua sahabatnya yang lain tengah sibuk, Alisya yang sibuk mempersiapkan keperluan untuk pernikahan adik iparnya, sementara Ranti kini tengah menempuh pendidikan di luar negeri.


"Apa yang terjadi dengan Lo Sil, kenapa siku sama lutut Lo bisa terluka seperti ini??." tanya Indah dengan raut wajah panik saat melihat siku dan lutut Sisil di balut perban.


"Ceritanya panjang, yang jelas hari ini merupakan hari tersial buat gue" sahut Sisil yang kini tengah berbaring di tempat tidur.


"Yang sabar Sil, Gue percaya Lo gadis yang kuat, di balik sikap Lo yang kadang ke kanak Kanakan sebenarnya Lo adalah sosok gadis yang kuat dan tegar." ujar Indah, bagaimana tidak indah berkata demikian semenjak kepergian kedua orang tuanya, sejak itu pula Sisil harus menghidupi dirinya sendiri. gadis itu bahkan harus bekerja saat pulang sekolah, untuk mencukupi kebutuhan hidup serta biaya sekolahnya.


"Thanks." sahut Sisil yang sebenarnya kini tengah merasa bingung bagaimana caranya ia harus mencukupi kebutuhan hidupnya, sementara tabungannya kini hampir habis tak tersisa, apalagi kini kata dokter ia harus beristirahat untuk beberapa hari ke depan sampai lukanya benar benar kering.


Untung saja Sisil memiliki salah satu sahabat seperti indah, indah termasuk sahabat yang sangat pengertian. buktinya gadis membawa belanjaan untuk memenuhi kulkas di rumah Sisil, indah tahu betul jika sudah sebulan terakhir sahabatnya itu belum memiliki pekerjaan, apalagi saat ini Sisil sedang mendapat musibah sekaligus tak jadi di terima di hotel tempatnya beberapa hari lalu melamar pekerjaan.


"Emangnya Lo nggak kepikiran buat cepat cepat nikah gitu Sil, biar nggak capek capek lagi cari duit sendiri??." ucap Dani sengaja menggoda sahabatnya tersebut untuk mencairkan suasana, agar wajah Sisil tak nampak sedih.


"Nikah sama siapa, nikah sama monyet??." ujar Sisil sambil tersenyum mengingat dirinya bahkan sama sekali tidak memiliki teman pria selain Dani apalagi kekasih, lalu dengan entengnya sahabatnya tersebut memintanya segera menikah.


"Tapi gue pikir pikir, mungkin monyet juga bakalan nolak deh kalau di jodohkan ama Lo." ledekan Dani sontak mendapat tabokan dari sahabatnya itu.


"Arght,,,sakit sil." ringis Dani.


"Enak aja Lo ngomong, gini gini gue juga cantik kali Dan, cuma cowok aja kali yang matanya pada buta sampai nggak mau jadiin gue pacarnya." ujar Sisil membela diri sebelum ia tersenyum merasa geli sendiri dengan kalimatnya.


"BTW besok sampaikan permintaan maaf gue sama Ica, sepertinya gue nggak bisa menghadiri pernikahan adik iparnya si Rania." lanjut Sisil.

__ADS_1


"Iya nanti kita sampaikan, sebaiknya kamu istirahat yang cukup biar luka kamu cepat sembuh dan jangan lupa minum obat!!." kata Indah sebelum kedua sahabatnya tersebut pamit, karena harus kembali melanjutkan aktivitas masing masing.


"Kalau gitu kita pamit dulu ya Sil, besok setelah menghadiri pernikahan adik iparnya Ica gue ke sini lagi." pamit Indah dan Dani kemudian Sisil pun mengangguk. setelah kepergian kedua sahabatnya Sisil pun memutuskan untuk memejamkan matanya, berharap setelah kembali membuka mata harinya bisa lebih baik.


***


Keesokan harinya di kediaman tuan Reza Admaja sudah ramai tamu yang datang untuk menghadiri acara pernikahan putri bungsunya, sebuah ikrar suci yang tinggal beberapa menit lagi akan segera di laksanakan.


Termasuk rombongan pengantin pria sudah tampak di sana, Andi yang duduk di dampingi sang ayah, berhadapan dengan pak penghulu serta ayah dari pengantin wanita yaitu tuan Reza Admaja.


Andi nampak begitu tampan dengan mengenakan stelan jas berwarna gold Senada dengan warna kebaya khas Jawa barat yang kini di kenakan mempelai wanita, yang saat ini masih berada di kamar pengantin. akad nikah akan di langsungkan di kediaman mempelai wanita sementara resepsi pernikahan rencananya akan di langsungkan di sebuah hotel malam harinya.


"Apa akad nikah boleh di langsungkan sekarang??." Pak penghulu nampak bertanya sebelum melakukan ijab qobul pada pria tampan yang kini duduk berhadapan dengannya.


Suasana nampak khikmad sampai terdengar suara dari hampir semua yang hadir di tempat itu, usai mendengarkan Andi dengan lantangnya mengucap ijab qobul.


"Sah."


"Sah."


"Sah." satu kata yang terdengar biasa, namun memiliki makna yang luar biasa, karena terdengar kata tersebut kini resmi seorang gadis bernama Rania putri Reza Admaja dipersunting oleh seorang pria.


Sampai beberapa saat kemudian MC acara pernikahan tersebut mengatakan jika mempelai wanita akan segera turun untuk menemui pria yang kini telah resmi menjadi imam dalam rumah tangganya.

__ADS_1


Pandangan Andi tak berkedip sedikitpun saat pandangannya tertuju pada sosok calon istri yang kini tengah menuruni anak tangga dengan di apit oleh dua orang wanita yaitu bunda serta kakak iparnya, Alisya.


Rania nampak begitu cantik sampai sampai para tamu di buat pangling dengan penampilan Rania yang begitu anggun, berbeda dengan Rania yang mereka kenal dengan sifat tomboinya. apalagi saat gadis itu melempar senyum ramah ke arah tamu undangan yang kini memandang ke arah datangnya gadis itu.


"Cantik banget pengantin wanitanya, pantes aja suaminya sampai nggak berkedip sedikitpun saat melihat istrinya." perkataan salah seorang tamu undangan yang tidak jauh darinya, membuat Andi grogi.


Kini pengantin wanita tiba di hadapan mempelai pria, nampak Rania mencium punggung tangan suaminya tanda penghormatannya pada sang suami, begitu pun dengan Andi yang mencium kening istrinya usai gadis itu mencium punggung tangannya sebagai tanda cinta dan sayang pada wanita yang kini telah menjadi miliknya seutuhnya.


"Cie." suara Bobi terdengar menggoda sahabatnya tersebut, saat Andi mendaratkan sebuah kecupan sayang di kening istrinya.


"Kayaknya seru nih di jadiin novel, menikahi adik sahabatku." Arya juga ikut menggoda sahabatnya tersebut sehingga kembali memancing senyum bahagia di kalangan keluarga serta tamu undangan yang hadir di acara tersebut termasuk Kheano, yang kini menjadi sahabat sekaligus kakak ipar bagi Andi.


"Kayaknya entar malam adik Lo bakalan di abisin nih sama si Andi." lanjut Arya lirih pada Kheano, namun karena posisi mereka tak jauh dari pria itu sehingga Andi masih bisa mendengar kalimat salah satu Sahabatnya itu.


"Canda abis." lanjut Arya saat Andi mendelik ke arah pria itu, sementara Kheano hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saat melihat kedua sahabatnya.


Di tengah kebahagiaan yang kini tengah di rasakan saudara sepupunya, entah kenapa kini Al malah kepikiran tentang Sisil, seorang gadis yang kemarin tak sengaja menyenggol mobil yang di kendarai pria itu.


"Sedang apa gadis itu sekarang, apa dia masih marah padaku??." entah kenapa Al malah berpikir jika Sisil marah padanya, padahal saat ia pulang dari rumah gadis itu kemarin, Sisil malah mengucapkan terima kasih padanya, karena mengantarkan gadis itu sampai ke rumah.


Sampai suara sang bunda membuyarkan lamunan Al Rasyad.


"Sekarang Rania pun sudah menikah, kapan giliran anak bunda??." pertanyaan bundanya membuat Al bingung harus menjawab apa, sehingga pria itu hanya bisa mengukir senyum.

__ADS_1


__ADS_2