
Saat Chandra telah di amankan oleh security resto, Kheano baru menyadari jika saat ini wajah Alisya terlihat ketakutan. mungkin karena ini untuk pertama kalinya wanita itu melihat suaminya semarah itu.
Kheano mendekati Alisya yang masih berdiri di atas tumpuan kedua kakinya yang masih bergetar ketakutan, saat melihat suaminya tadi menghajar pria yang merendahkannya. saking emosinya sampai sampai Kheano lupa jika saat ini putrinya sedang berada di tengah mereka, untung saja Alisya segera menutup kedua mata Kesya agar bocah itu tidak melihat ayahnya yang tersulut emosi hingga menghajar pria yang bernama Candra tersebut.
"Maaf jika membuatmu takut sayang." dengan nada lembut Kheano berucap seraya menarik tubuh Alisya kedalam rangkulannya, tanpa peduli pada berapa pasang mata yang menatap ke arah mereka.
Alisya memberi jarak di antara keduanya, agar bisa menatap lekat manik mata pria yang kini berbicara begitu lembut padanya tersebut, hal itu sangat berbanding terbalik saat tadi Kheano mengahadapi Candra.
"Saat marah tadi kak Khe tak ubahnya seorang macan yang hendak menerkam mangsanya, tapi mengapa saat berbicara padaku kak Khe bagai anak kucing yang sangat menggemaskan, dia memperlakukanku dengan begitu lembut. Ya tuhan...kak Khe bisa semarah itu jika ada orang yang merendahkan aku, sesayang itukah kak Khe padaku??. dalam hati Alisya seraya menatap lekat manik mata suaminya.
"Bunda kenapa mata Kesya ditutupin, Kesya jadi nggak bisa lihat apa apa nih." Tiba tiba suara putrinya membuyarkan lamunan Alisya.
"Maafkan bunda nak." Alisya yang baru tersadar itu pun segera menarik telapak tangannya yang sejak tadi menutup kedua matanya putrinya.
"Ayah kenapa tadi Kesya dengar ayah marah, apa ayah marah sama bunda??." Meski Alisya menutup kedua mata putrinya namun ia lupa jika putrinya tersebut masih dapat mendengar keributan yang tadi terjadi.
Mata Alisya membulat sempurna saat menyadari jika putrinya tersebut mendengar keributan tadi.
"Tidak sayang, ayah tidak marah sama bunda. tadi ayah marah karena ada orang yang gangguin bunda, ayah nggak suka jika ada orang yang menggangu kalian sayang." dengan nada lembut, Kheano yang kini sedikit berjongkok untuk menyamakan posisi dengan putrinya yang sedang duduk di kursi tersebut, mencoba memberi pengertian pada putrinya. dan gadis itupun langsung menggangguk seolah paham dengan penjelasan ayahnya.
Melihat putrinya menggangguk paham, Kheano pun kembali berdiri kemudian dengan lembut meminta Alisya untuk kembali duduk di kursinya.
"Sekarang putri ayah mau makan apa, kalau kamu mau pesan apa sayang??." Kheano bertanya pada putri serta istrinya bergantian.
"Kesya mau ayam goreng ayah." jawab bocah itu bersemangat seolah sebelumnya tidak terjadi apa apa, berbeda dengan sang bunda yang lebih banyak diam usai kejadian tadi.
"Sayang kamu mau pesan apa??." Kheano kembali bertanya saat melihat Alisya belum juga menjawab.
"Samain aja sama punya kakak!!." Akhirnya Alisya bersuara.
"Ya udah." jawab Kheano sebelum memanggil seorang pelayan dengan melambaikan tangannya pada seorang pelayan yang tengah berdiri tidak jauh dari meja mereka.
"Saya mau pesan ini dua porsi serta yang ini." Ucap Kheano pada pelayan tersebut seraya menunjuk menu yang akan di pesannya.
"Baik tuan." pelayan tersebut kemudian mencatat menu yang di pesan oleh Kheano.
__ADS_1
Sembari menunggu pesanannya datang Kheano Kembali membuka obrolan.
"Apa pria itu pernah mengungkapkan perasaannya padamu Alisya??." Alisya tahu betul jika saat ini suaminya tersebut tengah bertanya serius. selain dari raut wajahnya Alisya juga bisa menebak sebab suaminya tersebut memanggilnya dengan sebutan namanya saja, tidak seperti biasanya yang selalu menyempatkan kata sayang jika memanggil dirinya.
Alisya mengangguk sebagai jawaban, sebelum menjelaskan agar suaminya tidak salah paham.
"Tapi Alisya selalu bilang padanya jika Alisya sudah menikah, tapi dia tetap berpikir jika Alisya seorang janda." terang Alisya agar suaminya tersebut tidak salah paham.
"Entah darimana Candra sampai tahu kalau Alisya pernah di keluarkan dari sekolah karena ketahuan hamil, dari situ Candra selalu teguh dengan pendiriannya jika Alisya bohong jika Alisya sudah menikah." Mendengar penjelasan Alisya bukannya membuat Kheano marah ia malah merasa bersalah, karena harus membiarkan wanita itu menjalani kehidupan yang begitu berat semenjak kepergiannya ke luar negeri.
"Maaf sayang sudah membuatmu menjalani kehidupan yang begitu berat." dengan tatapan penuh penyesalan Kheano mengusap lembut wajah cantik Alisya dengan ibu jarinya.
Meski terkadang masih sangat terluka jika mengingat kehidupan yang harus di jalaninya selama tiga tahun belakangan ini, namun Alisya mencoba untuk tegar dan mulai kembali membuka hatinya untuk sang suami.
"Kakak tidak perlu minta maaf lagi, mungkin ini sudah menjadi takdir hidup yang harus Alisya lewati sebelum menyambut hidup yang lebih bahagia." Mata Kheano mulai berembun saat mendengar kalimat bijak istrinya tersebut.
"Asal kamu tahu Alisya putri, sampai dengan detik ini dan di mana pun kakak berada, belum pernah kakak merasakan jatuh cinta selain padamu sayang. dan sampai detik ini juga,hanya kamulah satu satunya wanita yang pernah membuat kakak adu otot sampai dua kali, bahkan sampai harus di rawat di rumah sakit segala." mendengar ucapan Kheano membuat Alisya teringat saat tiga tahun lalu, saat suaminya tersebut harus di rawat di rumah sakit akibat berkelahi.
"Bohong, buktinya tiga tahun lalu kakak juga pernah berkelahi karena rebutan cewek." ucap Alisya karena seingatnya dulu Kheano pernah berkelahi karena rebutan cewek.
Kheano tersenyum melihat Alisya menekuk wajahnya usai berbicara.
"Siapa juga yang cemburu." jawab Alisya masih dengan wajah cemberut.
"Alisya cuma nggak habis pikir sama kakak, udah gede masih juga berkelahi hanya karena cewek, memalukan sekali." lanjut jawab Alisya kesal jika teringat kejadian itu.
"Kenapa bisa memalukan, bagi kakak nyawa pun rela kakak pertaruhkan demi harga diri_" Kheano tidak sempat melanjutkan kalimatnya saat Alisya sudah menyela.
"Kalau sampai rela mempertaruhkan nyawa, kenapa nggak di nikahi aja sekalian." sela Alisya, karena kesalnya Alisya masih sedikit menunduk tidak melihat lawan bicaranya.
Namun sebagai suami Kheano tahu betul dari nada bicara Alisya, jika saat ini istrinya tersebut sedang kesal.
"Kan udah di nikahin, bahkan sudah melahirkan putri secantik ini" jawab Kheano sembari mencubit gemas wajah putrinya, sementara Alisya yang mendengar jawaban suaminya segera beralih menatap wajah tampan pria tersebut.
Bisa Menebak begitu banyak pertanyaan yang terukir jelas di raut wajah istrinya, kheano pun menjawab.
__ADS_1
"Kamu adalah wanita yang sudah menyebabkan kakak berkelahi sampai masuk rumah sakit tiga tahun yang lalu, pria mana yang tidak tersulut emosi saat ada pria lain yang berani menjadikan calon istrinya sebagai fantasi se*s." Akhirnya hari ini Alisya mengetahui dari mulut Kheano sendiri, siapa wanita yang menjadi penyebab Kheano sampai berkelahi bahkan sampai masuk rumah sakit saat masih duduk di bangku kelas tiga SMA tiga tahun lalu tersebut.
Mendengar penjelasan Kheano membuat Alisya terharu bahkan kini air mata hampir beranak sungai di pelupuk mata.
"Jadi_" Alisya tidak sempat menyelesaikan kalimatnya saat Kheano sudah mengangguk, seakan bisa menebak kelanjutan dari ucapan istrinya.
"Kenapa kakak nggak pernah cerita sih sama Alisya ??." lanjut Alisya.
"Kenapa harus di ceritakan, bisa besar kepala kamu saat itu kalau kakak kasi tahu." jawaban Kheano yang di sertai senyum tersebut mendapat pukulan manja dari Alisya. suasana haru yang tadi sempat tercipta kini berubah menjadi sebuah candaan saat mendengar kalimat Kheano.
"Kakak apaan sih." Alisya memukul pelan lengan suaminya sembari menahan senyum di bibirnya.
"Awh...sakit sayang, kdrt nih namanya." ucap Kheano berpura pura kesakitan.
"Ya tuhan begitu banyak kejutan yang aku dapat setelah mengetahui sikap suamiku yang sesungguhnya, suami yang dulu selalu aku pikir acuh bahkan terkesan tidak peduli padaku, ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan." dalam hati Alisya yang kini mengukir sebuah senyum manis sembari menatap wajah Kheano.
"Kalau kamu terus menatap kakak kayak gitu kakak jadi nggak lapar, kakak malah pengen cepet-cepet pulang jadinya." ucap Kheano saat menyadari jika sejak tadi istrinya tersebut terus menatapnya.
"Emangnya ngapain mau cepat pulang??." dengan polosnya Alisya malah kembali bertanya.
"Pengen cepet-cepet mengabulkan permintaan Kesya punya adik lagi." lagi lagi jawaban genit Kheano mendapat cubitan kecil dari Alisya.
"Awhh...sakit sayang." ringis Kheano walaupun sebenarnya cubitan Alisya sama sekali tidak terasa sakit.
"Ayah kenapa??." Kesya yang tengah menikmati Ice creamnya seketika menghentikan aktivitasnya lalu bertanya pada ayahnya.
"Ayah nggak papa kok sayang cuma di gigit semut tadi." Kheano menjawab pertanyaan putrinya.
"Sakit banget ya ayah??" lanjut tanya bocah perempuan itu pada ayahnya.
"Iya sayang sakit banget, mana semutnya semut betina lagi." Alisya langsung mendelik saat mendengar ucapan suaminya. untung saja putri mereka tak mendengar ucapan ayahnya itu.
"Siapa suruh genit banget." ucap Alisya.
"Apa salahnya genit sama istri sendiri genit sama istri orang itu baru salah, sayang." Kheano mencubit manja hidung mancung Alisya.
__ADS_1
Sesaat kemudian pelayanan pun tiba dengan membawa pesanan makanan mereka. dengan canda tawa keluarga kecil melewati makan siangnya. usai makan siang mereka pun hendak kembali ke rumah.
Sayang sayangku jangan lupa like,vote, koment, and jangan lupa masukan ke novel favorit ya sayang sayangku,,,, biar author makin semangat lagi nulisnya,,,,love you all 😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏