Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Nongkrong di cafe.


__ADS_3

Pagi harinya Kheano berangkat sekolah tanpa Alisya, sebab kelas sepuluh dan sebelas sengaja di liburkan mengingat kelas dua belas akan melaksanakan ujian akhir.


Sebelum Kheano berangkat sekolah Alisya pamit padanya untuk main ke rumah orangtuanya, mengingat Alisya sedang libur Kheano pun memberikan izin.


Sebelum memberi izin pada istrinya, Kheano memberi syarat yaitu Alisya harus di antarkan oleh mang Deden salah satu sopir yang bekerja pada keluarganya.


Awalnya Alisya menolak, namun karena suaminya tersebut tidak akan memberi izin, jika pergi tanpa di antar oleh mang Deden maka Alisya pun terpaksa menurut.


Bukan tanpa alasan Alisya menolak di antarkan oleh mang Deden, Alisya tidak ingin di antarkan oleh mang Deden sebab ia sudah janjian dengan ketiga sahabatnya Sisil, Indah, serta Dani bertemu di cafe biasa tempat mereka nongkrong.


"Mamang boleh pulang sekarang!!." ucap Alisya pada mang Deden saat telah tiba di rumah orang tuanya.


"Tapi non, den Kheano meminta Mamang untuk menunggui non Alisya." jawab Mang Deden kekeh tetap berada di sana menunggui majikannya.


"Tapi pak, Alisya pulangnya sore loh, apa Mamang nggak bosen nunggu di sini kelamaan??" ucap Alisya beralasan, dengan harapan mang Deden segera meninggalkan rumahnya dan kembali ke rumah majikannya.


"Nggak papa non, nunggu Ampe besok juga nggak papa kok non." ucap Mang Deden patuh pada tuan mudanya.


"Mamang gimana sih, kalau Mamang tetap kekeh nungguin aku di sini, gimana aku mau ke cafe nemuin anak anak." batin Alisya sembari memikirkan bagaimana caranya bisa lepas dari mang Deden.


"Bukannya mang Deden mau nganterin mama ke salon." Ucap Alisya teringat akan ucapan mama mertuanya semalam,yang hendak pergi ke salon pagi ini.


"Hari ini nyonya bawa mobil sendiri non,jadi Mamang nggak perlu nganterin." ucap mang Deden jujur.


"Terserah Mamang aja deh!!." ucap Alisya yang kehabisan akan mengusir Mang Deden sebelum masuk ke dalam rumah orangtuanya.


"Assalamualaikum,,,,bunda." Suara putri bungsunya tersebut terdengar sampai di dapur hingga bundanya yang tengah memasak segera beranjak.


"Anak bunda datang rupanya, suami kamu mana nak??." ucap bundanya sembari mencari keberadaan menantunya.


"Kakak nggak ikut Bun, kakak kan sekolah Bun." jawab Alisya sembari melangkah menuju meja makan, karena lama tinggal di rumah mertua Alisya sangat merindukan masakan bundanya itu pun langsung mencomot makanan yang di sajikan di meja.


"Masakan bunda emang nggak ada lawan." ucap Alisya sengaja memuji masakan bundanya rasanya memang tidak di ragukan lagi kelezatannya.


"Makanlah nak!! bunda juga sangat rindu melihat kamu menyantap masakan bunda." ucap bundanya yang kini mengisi sebuah piring dengan nasi, lauk, serta sayur bening kesukaan putri bungsunya tersebut.


Saat menerima piring yang lengkap dengan nasi serta lauknya, Alisya pun segera menyantapnya. meski dari rumah mertuanya ia sudah sarapan.


"Ayah kemana Bun??." tanya Alisya yang sejak tadi belum melihat keberadaan ayahnya.

__ADS_1


"Seperti biasa sayang, pagi begini kan ayah kamu ke kantor." jawab bundanya yang kini duduk di kursi yang berhadapan dengan Alisya dengan meja makan sebagai pembatas di antara keduanya.


Saat melihat nafsu makan putrinya seakan tidak seperti biasanya, membuat bundanya menduga duga.


"Ca, apa bunda boleh bertanya sesuatu sama kamu??." ucap bundanya.


"Tentu saja boleh Bun, memangnya bunda mau tanya apa??." kata Ica kemudian lanjut mengunyah makanannya.


"Apa kamu dan Kheano sudah berhubungan suami istri??." Alisya sontak tersedak saat mendengar pertanyaan absur bundanya.


"Uhuk,,,,uhuk,,,,uhuk,,,,,Alisya tersedak.


Sebenarnya Alisya sangat malu mengakuinya pada sang bunda, namun karena merasa bundanya tidak mungkin mengatakan hal itu pada orang lain Alisya pun menggeleng sembari menundukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan bundanya tadi.


"Jujur bunda juga bingung harus memberi saran seperti apa sayang, mengingat kalian berdua masih sekolah. tapi bagaimana pun Kheano adalah suami kamu sekarang, berdosa jika kamu menolaknya." Ucap bundanya menasehati sang putri.


"Jika Kheano menginginkannya maka wajib kamu melayani suami kamu nak." lanjut bundanya.


Sementara Alisya hanya diam mendengarkan wejangan dari bundanya.


"Melayani apanya Bun, jangankan meminta haknya sebagai suami, sikap kak Khe saja terkadang sangat dingin sama Ica." batin Alisya yang kini kehilangan selera makan akibat pertanyaan bundanya.


"Bun Ica pamit ya, soalnya mau ketemuan di cafe sama teman teman." ucap Alisya jujur pada bundanya.


"Apa kamu sudah pamit pada Kheano??" tanya bundanya dengan tatapan menyelidik, lalu Alisya menggeleng.


"Lain kali kalau kamu mau kemana pun minta izin sama suami kamu, karena sekarang kamu itu tanggung jawabnya!! jika terjadi sesuatu sama kamu, tentu saja semua orang akan mempersalahkan Kheano karena tidak bisa menjaga istrinya." ujar Bundanya saat mengantar Alisya ke depan.


"Alisya emang nggak meminta izin sama kakak kalau mau ketemuan sama teman-teman Alisya, tapi tuh kakak nyuruh mang Deden buat ngintilin Ica kemanapun." ucap Alisya bete, sembari menunjuk ke arah mang Deden dengan dagunya.


Sementara bundanya langsung tersenyum melihat wajah bete putrinya.


"Ternyata mantu bunda pinter juga ya, mengirim CCTV buat ngawasin istrinya." ujar Bundanya menahan senyum.


"Bunda." ucap Alisya semakin bete karena Bundanya seakan senang saat menantunya tersebut meminta mang Deden terus mengawasi dirinya.


Setelah mencium punggung tangan Bundanya, Alisya pun beranjak menuju mobil, di mana terlihat mang Deden telah membukakan pintu mobil untuknya.


"Mang, kita mampir ke cafe sebentar ya!!." seru Alisya saat di tengah perjalanan.

__ADS_1


"Tapi non kata den Kheano, kita harus segera kembali ke rumah setelah mengunjungi rumah orangtuanya non Alisya." ucap mang Deden teringat pesan Kheano pagi tadi.


"Bentar doang kok mang, lagian kakak kan nggak tahu kalau kita mampir sebentar." ucap Alisya sembari membalas pesan dari salah satu Sahabatnya yang sudah berada di cafe.


"Tapi Mamang takut diomelin sama den Kheano non." ucap mang Deden tidak ingin mendapat Omelan karena membawa istri majikannya tersebut tanpa izin, namun di sisi lain mang Deden juga tidak tega terus menolak permintaan nonanya.


"Bentar aja mang nggak lama, Alisya janji nggak bakalan ketahuan kakak kok." Alisya terus membujuk sopir suruhan suaminya tersebut,sampai pria paruh baya tersebut mengiyakan permintaannya.


"Janji nggak akan lama ya non!!." ucap mang Deden akhirnya.


"Siap mang." jawab Alisya tersenyum.


Setibanya di cafe Alisya segera memasuki cafe di mana ketiga sahabatnya telah menantikan kedatangannya.


Saat menyapu pandangan mencari keberadaan ketiga sahabatnya, Alisya melihat Indah yang tengah duduk menghadap ke arah pintu masuk itu pun melambai padanya.


"Ca." ucap Indah seraya melambai ke arah Alisya yang masih berdiri di ambang pintu masuk cafe.


"Lama banget sih Lo Ca." ujar Indah saat Alisya menghampiri ketiganya.


"Sori deh." jawab Alisya lalu duduk di kursi yang masih kosong.


"Kayaknya ada yang terus diawasi nih." ledek Dani, saat tidak sengaja melihat dari balik dinding kaca salah satu sopir yang bekerja di rumah Kheano, berdiri di depan mobil menunggui seseorang yang bisa di tebak Dani adalah Alisya.


"Kak Kheano yang minta mang Deden buat nganter gue ke rumah bunda, btw gue ke sini aja kakak nggak tahu. kalau sampai ketahuan gue jalan nggak minta izin dulu, wah... bisa di telan hidup hidup nih gue." ucapan Alisya sontak membuat ketiga sahabatnya tertawa.


"Ternyata sikap laki Lo emang ngeri ngeri sedap ya Ca." timpal Indah sengaja meledek sahabatnya itu.


"Hari ini kita manggung nggak??" tanya Alisya


"Jelas dong Ca' masa iya kita udah bela belain datang nggak manggung sih." timpal Sisil dengan gaya centilnya, sehingga ketiga sahabatnya menyorakinya lalu terbahak.


***


Sementara di sekolah, Kheano yang baru saja usai mengerjakan soal-soal ujiannya segera pulang. namun saat berjalan menuju parkiran, ponsel Kheano berdering tanda notifikasi pesan.


Ternyata pesan yang masuk ke aplikasi hijau milik Kheano adalah mang Deden yang sengaja mengirimkan sebuah foto. mang Deden sengaja mengambil foto Alisya saat bersama ketiga sahabatnya, yang tengah nongkrong di cafe. Mang Deden sengaja melakukan itu, karena tidak ingin di anggap tidak becus menjaga istri tuan mudanya tersebut.


Sementara Kheano yang melihat foto istrinya yang kini tengah berada di cafe bersama ketiga sahabatnya, segera melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata.

__ADS_1


__ADS_2