Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
First kiss.


__ADS_3

Alisya melihat mobil suaminya sudah terparkir di garasi saat dirinya baru saja tiba di rumah.


"Kak Khe sudah pulang." Alisya mempercepat langkahnya menuju kamar mereka yang terletak di lantai dua.


"Ceklek." baru saja membuka pintu kamar, Alisya sudah di sambut tatapan tajam suaminya.


"Dari mana saja kamu??." tanya Kheano dengan tatapan tajam.


"Dari rumah bunda." jawab Alisya menunduk tidak berani menatap Kheano.


"Yakin hanya dari rumah bunda??." lanjut Tanya Kheano dengan nada menyelidik, Alisya hanya bisa mengangguk ragu.


"Apa kakak tahu ya kalau tadi aku mampir di cafe??." batin Alisya mulai tak tenang.


Kheano berdiri mendekati Alisya.


"Lalu ini apa??." Mata Alisya membulat sempurna saat Kheano memperlihatkan foto dirinya yang tadi di kirimkan mang Deden.


"Beneran mati nih gue... dari mana kakak bisa mendapatkan foto itu, atau mang Deden yang udah ngirim ke kakak?? bodoh banget sih gue, mang Deden kan sopir suruhan kakak, pasti beliau tidak mau ambil resiko. ahhhh,,,,,bego....bego....bego banget sih gue." dalam hati Alisya.


Alisya kembali menunduk. setelah mengumpulkan sisa keberanian yang tersisa Alisya pun kembali berujar.


"Maafin Alisya kak...Alisya janji tidak akan mengulangnya lagi." ucap Alisya sembari memilin ujung kaosnya.


"Alisya tidak bermaksud berbohong sama kakak, Alisya hanya takut kakak bakal marah kalau Alisya minta izin kakak." lanjut Alisya dengan suara mulai bergetar.


"Kamu pikir dengan minta maaf semua akan beres??." sahut Kheano ketus, sementara Alisya masih menunduk tidak berani menatap wajah suaminya.


"Mulai hari ini saya tidak akan mengizinkan kamu keluar rumah selain ke sekolah." ucap Kheano sebelum berlalu menuju kamar mandi.


Sebenarnya Kheano tidak marah saat Alisya bertemu dengan teman temannya. namun yang membuat Kheano kesal adalah, saat manggung tadi Alisya yang memang memiliki kecantikan yang tidak di ragukan lagi, menjadi pusat perhatian kaum Adam yang juga berkunjung di cafe tersebut.


Flashback on


Saat mendapat kiriman foto dari mang Deden tadi, Kheano segera menjalankan mobilnya menuju alamat cafe yang di kirimkan mang Deden.

__ADS_1


Namun saat baru saja hendak turun dari mobil, Kheano tidak melihat dari balik dinding kaca, ada seorang pengunjung pria yang memberikan sekuntum bunga pada saat Alisya tampil bernyanyi bersama dengan ketiga sahabatnya. walau tak lengkap karena Ranti harus melaksanakan ujian akhir, tak mengurangi keindahan performa ke empatnya.


Tadinya Kheano akan menghampiri istrinya, namun karena kesal melihat kejadian itu Kheano pun tak jadi masuk dan malah kembali ke mobil dan berlalu pergi.


Baru beberapa menit tiba di rumah, Kheano yang menatap ke luar jendela kamar melihat mobil yang di kendarai mang Deden tiba.


"Ceklek." saat mendengar pintu kamar terbuka, Kheano yang sudah duduk di sofa kamar berusaha bersikap biasa, walaupun tatapan tetap mewakilkan perasaannya saat ini.


Flashback of.


Kheano yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk itu terlihat seksi apalagi saat ini sisa air yang jatuh menetes dari rambutnya yang basah semakin menambah kesan seksi pada pria itu.


Alisya salah tingkah saat melihat Kheano dalam kondisi seperti saat ini, namun mau protes pun tidak berani mengingat ia baru saja membuat kesalahan. takut kena amuk Kheano, Alisya hanya duduk diam di tepi ranjang tanpa melihat ke arah Kheano.


"Ambilkan pakaianku!!." Alisya terkejut, karena ini kali pertama Kheano memintanya untuk menyiapkan pakaian ganti, biasanya Alisya yang menawarkan namun Kheano selalu menolak.


"Cepat ambilkan pakaian ganti untuk saya atau kamu mau melihat saya seperti ini sepanjang hari." ucap Kheano yang kini mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil pada Alisya.


"Iya kak." Alisya segera beranjak untuk mengambil pakaian suaminya, namun karena letak pakaian Kheano berada di susunan teratas membuat Alisya kesulitan mengambilnya.


Keduanya saling menyelami dalam tataran mata.


"Cup." Mungkin karena terbawa suasana, untuk pertama kalinya Kheano mengecup lembut bibir istrinya, walaupun kaget setengah mati, tubuh Alisya sama sekali tidak memberikan penolakan saat ciuman itu semakin dalam.


Melihat Alisya yang hampir kehabisan napas, Kheano pun melepaskan tautan di antara keduanya.


Alisya segera memalingkan wajahnya dari Kheano, karena malu dengan adegan barusan, begitupun dengan Kheano yang merasa dirinya lepas kontrol.


"Ini pakaian kakak." walaupun sedikit kesusahan namun tadi Alisya berhasil mengambil pakaian suaminya.


"Mandilah!!." seru Kheano setelah menerima baju kaos berwarna hitam serta celana puntung berwarna cream lengkap dengan pakaian dalamnya.


Setelah berada di kamar mandi Alisya bersandar pada daun pintu yang telah di kuncinya sembari memegangi dadanya yang terus berdebar tak karuan usai kejadian tadi.


"Ya Tuhan, apa jantungku memang bermasalah??." batin Alisya, saat debaran jantungnya masih tak karuan.

__ADS_1


"Manis." ucap Kheano menarik sudut bibirnya, saat teringat kejadian tadi.


"Kalau saja kita sudah lulus sekolah, pasti sudah ku terkam kamu Alisya." batin Kheano sembari memasang kaosnya.


***


Sementara Al yang hendak berkunjung ke rumah Elika tersebut, menatap ke arah rumah Kheano yang hanya berjarak dua rumah dari rumahnya sekarang.


"Apa bang Khe masih marah padaku??." dalam hati Al saat ia berada di depan gerbang rumahnya seraya menatap ke arah rumah Kheano.


Al tersenyum getir saat teringat sikap abangnya padanya tempo hari, saat mengetahui kebenaran jika gadis yang di maksud Al tak lain adalah gadis yang kini telah menjadi istrinya.


"Dari pada Abang sibuk cemburu tidak jelas, lebih baik Abang segera mengungkapkan perasaan Abang sebelum semuanya sudah terlambat." lanjut batin Al, sekalipun pernah berdebat dengan Khe namun Al sama sekali tidak menyimpan dendam pada Abang sepupunya itu.


Sejak kejadian ia berdebat dengan Abang sepupunya itu Al memutuskan untuk tak lagi tinggal di rumah Omnya tersebut, berhubung kedua orangtuanya juga telah kembali ke tanah air.


Karena rumah mereka yang dulu telah di jual, maka ayahnya Al membeli sebuah rumah yang berada di kompleks yang sama dengan rumah tuan Reza Admaja. rumah yang saat ini di beli ayahnya Al Rasyad hanya berjarak dua rumah dari rumah orang tua Kheano.


Al pun segera melajukan motornya menuju rumah Elika.


Saat tiba di rumah Elika, Al memberi sebuah bingkisan yang dititipkan oleh Bundanya. mengingat selama di luar negeri orang tua Al serta Elika lumayan akrab, bundanya Al sengaja membawa oleh oleh buat Elika dan bundanya.


"Assalamualaikum." ucap Al ketika tiba di rumah Elika.


"Waallaikumsalam...eh nak Al, Silahkan duduk nak!! Sebentar Tante panggilkan Elika." ucap bundanya Elika, nyonya Nadin.


"Iya Tante....eh sampai lupa, ini ada titipan dari bunda." Al memberi bingkisan pada bundanya Elika, saat wanita itu hendak berlalu.


"Wah... repot-repot, sampaikan terima kasih Tante buat bunda kamu ya nak!!." ucap bundanya Elika sebelum benar-benar berlaku memanggil putrinya yang berada di kamarnya.


Asyik duduk sendiri di teras rumah Elika, tiba tiba Al terkejut saat mendengar Suara bariton ayahnya Elika yang muncul dari samping.


"Calon mantu rupanya." ucap tuan Raka, yang selalu berpikir jika putrinya dengan Al menjalin hubungan spesial.


Sementara Al hanya membalas ucapan ayahnya Elika dengan senyuman, karena pikir Al pria paruh baya tersebut sudah sering memanggilnya begitu, apalagi saat masih di luar negeri.

__ADS_1


__ADS_2