Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Mencari Arya.


__ADS_3

Sejak kejadian semalam Kheano yang kini sudah berada di kantor, terlihat begitu bahagia. terbukti sejak tadi senyum terus terukir indah di wajah tampannya.


Karena kejadian semalam pula Kheano semakin yakin jika Alisya juga memiliki perasaan yang sama dengannya. saling mencintai satu sama lain, hanya mungkin trauma yang masih di rasakan Alisya, sampai ia masih bersikap dingin pada Kheano.


Tapi saat melihat tatapan Alisya padanya semalam, Kheano juga semakin yakin untuk mempertahankan rumah tangganya. apa pun dan bagaimana pun caranya.


Saking asyiknya dengan lamunan, Kheano sampai tidak mendengar saat seseorang mengetuk pintu ruangannya.


"Ceklek." karena tidak ada sahutan, Andi segera membuka pintu ruangan Kheano.


"Kayaknya ada yang lagi bahagia nih." Sindiran Andi membuyarkan lamunan Kheano.


"Ada apa??." ucap Kheano setelah menghentikan senyum yang sejak tadi terus terukir di wajahnya.


"Apa ada masalah dengan perusahaan??." selidik Kheano saat melihat raut wajah Andi.


"Tidak ada hubungannya dengan perusahaan, tapi ini tentang Arya." jawab Andi yang kini telah duduk di sofa yang berada di ruangan Kheano.


"Memangnya ada apa dengan Arya??" Kheano ikut duduk di sofa bersama Arya.


"Tadi ayahnya Arya menghubungiku kata ayahnya sudah seminggu Arya tidak pulang." ucap Andi pada Kheano.


"Kenapa anak itu masih juga tidak berubah selalu membuat masalah dengan ayahnya." ucap Kheano tidak habis pikir dengan salah satu Sahabatnya tersebut.


"Sebaiknya malam ini kita mencari keberadaan Arya, kasian ayahnya pasti kepikiran di buat anak itu!." ucap Kheano lalu kembali berjalan menuju kursi kebesarannya.


***


Sementara di kampus Arya yang sudah tiga tahun menimba ilmu tersebut seminggu terakhir terlihat lebih banyak diam.


Arya memang tidak sepandai Kheano yang mampu menyelesaikan S2 nya dalam waktu yang terbilang cepat. jangankan S2 menyelesaikan S1 nya saja belum.


Meski sudah seminggu tidak pulang ke rumah namun Arya tetap masuk kampus.


Salah satu teman sekampus Arya menendang pelan kursi Arya, saat melihat Arya masih bengong saat dosen telah masuk ke kelas mereka.Meski sudah beberapa kali melakukannya, namun tidak membuat Arya tersandar akan kehadiran dosen wanita tersebut.


"Arya." tegur Bu dosen namun Arya belum tersadar dari lamunannya. sampai dosen tersebut mengulang memanggil namanya beberapa baru ia tersadar.


"Iya Bu." sahut Arya yang terkejut saat dirinya menjadi pusat perhatian hampir seisi kelas.

__ADS_1


"Sebenarnya kamu mau belajar atau mau melamun, jika ingin melamun sebaiknya kamu tidak usah ikut kelas saya!!" tegas Bu dosen.


"Maaf Bu, saya ingin belajar." sahut Arya kemudian.


Entah kenapa akhir akhir ini Mirna sedikit sensitif sehingga tak ayal mahasiswa yang bersikap seperti Arya tadi mendapat teguran keras darinya, bahkan ia tidak segan segan mengusir mahasiswa yang tidak disiplin dari kelasnya.


Sejak tiga tahun yang lalu atau bertepatan dengan kelulusan angkatan Kheano, Bu Mirna lulus S2 dengan nilai terbaik dan mulai saat itu juga Mirna melamar menjadi dosen di sebuah universitas swasta di Jakarta.


Sampai kelasnya selesai Mirna tidak terlihat hangat dan pengertian seperti biasanya pada mahasiswa.


Mirna yang tengah berjalan meninggalkan kelas Arya tiba tiba membuka ponsel yang bergetar.


"Jangan terlalu banyak alasan untuk menunda lagi Mirna, ayah tahu selama tiga tahun terakhir ini kamu sengaja mengulur waktu untuk menghindari perjodohan yang telah ayah atur untukmu." bunyi pesan dari ayahnya yang masuk di ponsel Mirna.


Mirna menarik napas berat lalu kembali melanjutkan langkahnya usai membaca pesan dari ayahnya.


"Aku tidak punya alasan lagi untuk mengulur ngulur waktu, ayah sudah tahu semuanya kalau aku sengaja mengulur waktu dengan berbagai alasan selama ini" dalam hati Mirna di sela langkahnya.


Seperti biasa jika Mirna tidak membalas pesan dari ayahnya, maka pria paruh baya tersebut akan kembali mengirim rentetan pesan yang tak henti hentinya, sampai putri tunggalnya tersebut membalas pesannya.


"Ayah tidak mau tahu, malam ini ayah menunggumu kita akan makan malam dengan sahabat ayah serta putranya." pesan dari ayahnya kembali masuk di ponsel Mirna. sehingga Mirna memutuskan untuk membalas pesan ayahnya tersebut, karena jika tidak maka ayahnya pasti akan kembali mengirimkan rentetan pesan yang lebih dramatis lagi.


***


Malam harinya Kheano bersama Andi pergi mencari keberadaan Arya setelah berpamitan pada Alisya.


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam sudah beberapa cafe yang di datangi keduanya namun mereka belum juga menemukan Arya.


"Arya sungguh membuka lapangan pekerjaan baru untuk kita." gerutu Kheano kesal karena merasa Arya telah membukakan lapangan pekerjaan baru bagi keduanya, karena sudah membuat keduanya hampir kelelahan mencari keberadaannya.


"Awas aja kalau sampai ketemu bakal gue mutilasi tuh anak." lanjut gerutu Kheano dengan bahasa santai mengingat saat ini mereka tidak sedang berada di lingkungan kerja.


"Gue kasihan sama ayahnya, soalnya terus kepikiran sama tuh cecunguk." ucap Andi.


Di sela obrolan keduanya yang kini tengah berada di mobil Kheano dengan Andi yang bertugas menyetir, Kheano melihat motor Arya yang terparkir di parkiran sebuah club malam.


"Berhenti, bukannya itu motornya Arya." Kheano menunjuk ke arah motornya Arya yang tengah terparkir di kawasan club.


"Iya bener itu motornya Arya." lanjut Kheano setelah memastikan itu memang motor sahabatnya.

__ADS_1


"Gila, ngapain tuh anak datang ke tempat beginian??." ucap Andi saat pandangannya ikut ke arah pandangan Kheano, sebelum keduanya memutuskan turun dari mobil dan mencari keberadaan Arya di dalam club tersebut.


Kheano masuk ke dalam club malam tersebut dengan di ikuti oleh Andi.


Kedatangan Kheano di sambut kelap kelip lampu diskotik.


"Sialan sih Arya." umpat Kheano saat pandangannya di suguhkan oleh para gadis yang mengenakan pakaian kurang bahan dengan segelas alkohol serta sebatang rokok di tangannya.


Awalnya Kheano ingin keluar karena tidak nyaman dengan kondisi di dalam club tersebut, namun teringat akan ucapan Ayahnya Arya tadi saat di telepon Kheano jadi tidak tega pada pria paruh baya tersebut, Hingga ia kembali melanjutkan langkahnya untuk mencari keberadaan Arya di seluruh penjuru ruangan tersebut.


Sampai langkah Kheano terhenti saat melihat seseorang yang tengah duduk seorang diri, dengan di temani sebotol minuman soda yang tersaji di mejanya.


Kheano kembali melanjutkan langkahnya usai menunjuk ke arah Arya dengan dagunya pada Andi. keduanya pun menghampiri meja Arya.


"Lo ngapain di sini??" suara Kheano mengejutkan Arya.


"ngapain Lo pada kesini??." bukannya menjawab Arya malah balik bertanya, karena terkejut dengan kedatangan kedua sahabatnya.


"Kalau di tanya itu di jawab kali Ar bukanya malah balik nanya." timpal Andi.


"Nggak ngapa-ngapain, gue cuma lagi gambut." jawab Arya mencoba santai di depan kedua sahabatnya.


Sekalipun Arya mencoba menyembunyikan kenyataan dari kedua sahabatnya, namun Kheano yang sudah tahu Pokok permasalahan yang di hadapi Arya ikut duduk di kursi samping Arya.


"Kita ini dilahirkan sebagai seorang pria, pantang bagi seorang pria untuk lari dari masalah. jadilah pria sejati dalam menyelesaikan masalah, bukannya malah menghindari masalah seperti ini!!" ucap Kheano yang kini telah duduk di kursi yang berada di samping Arya.


Arya diam sembari mencerna setiap kalimat yang di ucapkan sahabatnya itu.


"Bukannya gue ingin ikut campur masalah Lo Ar, sebagai teman gue hanya nasehatin Elo biar suatu saat nanti Lo nggak akan nyesel karena telah lari dari masalah bukannya menghadapinya." lanjut Ucap Kheano.


"Ucapan Khe benar Ar, sebaiknya Lo pikirkan lagi ucapan Khe." timpal Andi.


"Kalau Lo nggak mau, gue juga nggak bisa maksa. sekarang kita bukan lagi anak SMA sekarang kita sudah dewasa, gue rasa Lo paham dengan maksud ucapan gue." tak hentinya Kheano menasehati Arya, walaupun ia juga tidak berhak memaksa Arya namun setidaknya sebagai sahabat ia sudah memberikan masukan.


"Sebaiknya Lo pikir matang matang sebelum mengambil keputusan, gue balik dulu." pamit Khe di ikuti oleh Andi, keduanya pun beranjak meninggalkan tempat tersebut.


Sebenarnya Ini juga kali pertama Arya menginjakkan kaki di tempat haram tersebut.


Sudah seminggu Arya menginap di rumah teman sekampusnya. saat teman sekampus tersebut ingin main ke club ia mengajak Arya bersamanya, awalnya Arya ingin menolak namun karena merasa tidak enak akhirnya Arya pun ikut dengan temanya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2