Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Ngumpul bareng sahabat 2.


__ADS_3

Mirna yang kini duduk sendirian karena Alisya serta ketiga Sahabat wanitanya tengah menata makanan pada sebuah tikar yang berukuran besar. sebenarnya Mirna juga ingin membantu namun Alisya meminta Mirna untuk duduk saja biar mereka yang mengerjakan semuanya.


Mirna sibuk berkutat dengan telepon genggamnya, sehingga ia tidak menyadari saat Arya kini telah duduk di kursi yang berada di sebelahnya.


Arya duduk berpangku kaki.


"Kenapa tidak bilang kalau kamu juga mau kesini??." pertanyaan Arya sontak membuat Mirna beralih dari layar ponselnya.


Mirna menoleh ke arah Arya namun belum menjawab sepatah kata pun.


"Memangnya kemana kekasihmu sampai kamu datang sendirian??." Arya sengaja menyindir Mirna dengan menyebut sosok Ferdi.


Mirna menatap Arya dengan tatapan heran.


"Apa maksud kamu??" bukannya menjawab Mirna malah balik bertanya, karena wanita itu memang tidak paham kemana arah bicara Arya.


"Sudahlah tidak perlu di bahas." lanjut Arya.


"Saya hanya ingin bilang, jika kamu menerima perjodohan kita itu artinya kamu juga harus menerima konsekuensi untuk tidak lagi berhubungan dengan pria manapun selain saya." tukas Arya sebelum beranjak dari duduknya.


Sementara Mirna nampak bingung dengan kalimat pria itu, hanya bisa bertanya tanya arti dari ucapan Arya.


"Apa maksud ucapan bocah itu, lagi pula kapan dia melihatku pernah dekat dengan laki laki lain. sedangkan dekat dengannya saja karena di jodohkan, dasar bocah sinting.??." dalam hati Mirna dengan tatapan sengit ke arah Arya yang kini melangkah meninggalkannya.


Kini setelah semua sudah siap, mereka pun menikmati makan malam di bawah hamparan langit yang berhiaskan bintang bintang serta sinar rembulan yang nampak begitu mengagumkan setiap mata yang memandang.


Usia menikmati makan, Sisil berinisiatif untuk mengajak mereka semua untuk memainkan sebuah games.


"Guys...mumpung lagi pada ngumpul, gimana kalau kita main games." usul Sisil pada semuanya.


"Ok... siapa takut." yang pertama kali menerima tantangan dari Sisil adalah Dani.

__ADS_1


"Emangnya mau main games apaan sih??." timpal Bobi.


"Gini, kita buat lingkaran lalu memutar sebuah botol di tengah lingkaran, pada siapa botol tersebut berhenti maka orang tersebut harus menjawab dengan jujur pertanyaan dari si pemutar botol tadi, gimana??." terang Sisil sebelum meminta persetujuan semuanya.


"Boleh, kayaknya seru juga tuh." timpal Andi yang terakhir datang ke rumah Kheano.


Akhirnya semua setuju dengan usul Sisil.


Kini semuanya telah membuat sebuah lingkaran lalu memutar sebuah botol di tengah lingkaran. ke arah siapa botol itu berhenti, maka orang tersebut harus bersedia di hukum oleh si pemutar botol.


Dan hukumannya adalah menjawab dengan jujur pertanyaan dari si pemutar botol tadi.


Untuk pertama kali Sisil sendiri yang memutar botol di tengah lingkaran, setelah berputar beberapa detik botol tersebut berhenti tepat ke arah Kheano.


Kheano mengulum senyum saat menjadi orang pertama yang harus menerima hukuman.


"Kak Khe." ucap Sisil setelah botol tersebut berhenti ke arah Kheano.


Kheano pun mengangguk paham.


"Ok." sahut Khe sebelum mendengar hukuman dari Sisil.


"Dulu saat masih SMA, Alisya merupakan bunga sekolah dan tidak sedikit pria yang kagum padanya, apakah saat itu kak Khe sama sekali tidak tertarik dengan pesona sih bunga sekolah?? soalnya saat itukan kak Khe termasuk cowok paling cool dan terkesan cuek pada lawan jenis tuh??." Semua bersorak karena penasaran dengan Jawaban Kheano atas pertanyaan dari Sisil. sementara Alisya hanya diam meski ia sendiri juga merasakan hal yang sama, penasaran dengan jawaban dari suaminya.


Kheano menarik napas dalam lalu menghembusnya perlahan, sebelum mulai menjawab pertanyaan gadis itu.


"Sebenarnya bukannya gue cuek atau pun sombong, gue hanya nggak suka dengan cewek agresif yang suka ngedeketin cowok lebih dulu. dan saat pertama kali gue ngeliat Alisya, gue merasa dia berbeda. dia bahkan tidak pernah terlihat genit, meski tidak sedikit anak anak yang kagum dengan kecantikannya. nggak bisa gue pungkiri sebagai lelaki normal gue tertarik dengan kecantikan Alisya, namun gue bukan tipe cowok yang suka ngejar ngejar cewek. kekaguman gue semakin bertambah saat gue liat dia manggung di salah satu cafe, waktu gue nongkrong bareng anak anak di saat gue lagi gambut." jawaban Kheano membuat semuanya semakin bersorak gembira mendengar pengakuan Kheano.


"Dan yang paling nggak gue duga sebelumnya, ternyata gadis yang akan papa jodohkan denganku adalah Alisya putri, wanita yang kini telah memberiku seorang putri yang sangat cantik." lanjut terang Kheano, sementara Alisya terlihat malu malu saat mendengar pengakuan suaminya.


"Wah nggak nyangka ternyata jawaban kak Khe sedramatis itu." ucap Indah terharu.

__ADS_1


"Ok..kita lanjut mainnya." Kini giliran Arya yang memutar botol di tengah lingkaran mereka.


Setelah memutar botol, Arya sama sekali tidak menduga jika putaran botol tersebut akan berhenti tepat ke arah Mirna.


"Kini giliran mbak Mirna yang harus menerima hukuman." tukas mereka hampir bersamaan, hanya Arya yang masih diam tak bersuara seraya menatap lekat ke arah calon istrinya itu.


"Ayo kak Arya, sekarang giliran kak Arya harus memberi pertanyaan sebagai hukuman untuk mbak Mirna!" timpal Alisya.


Tidak berbeda jauh dengan Kheano, Arya pun menghela napas dalam lalu menghembusnya perlahan guna kembali menguasai diri sebelum memberikan pertanyaan yang harus di jawab jujur oleh gadis yang kini berusia dua puluh tiga tahun tersebut.


"Apa mbak Mirna sudah memiliki kekasih atau calon suami??." pertanyaan Arya membuat mata Mirna membulat sempurna, sebab ia sama sekali tidak menyangka pria itu akan menanyakan pertanyaan seperti itu di depan semuanya.


"Jawab...jawab..jawab..." hampir semua nampak bersorak, menunggu jawaban dari wanita itu.


Pada akhirnya, mau tidak mau Mirna pun perlahan menjawab pertanyaan dari Arya tersebut.


"Saya tidak memang tidak memiliki kekasih, tapi kalau calon s_u_a_m_i punya." Mirna bahkan hampir mengeja kata suami saking gugupnya.


"Bagaimana ceritanya mbak, nggak punya kekasih tapi kok punya calon suami??." Sisil yang terkadang mulutnya tidak bisa di filter sebelum berucap itu pun balik bertanya.


Sementara Arya menarik sudut bibirnya tipis saat mendengar jawaban dari wanita itu karena secara tidak langsung wanita itu mengakui perjodohan mereka. saking tipisnya senyum Arya sampai tidak ada yang melihatnya.


Mirna sedikit mengubah posisi duduknya sebelum kembali menjawab pertanyaan Sisil saking narvousnya.


"Saking sibuknya dengan urusan pekerjaan sampai sampai mbak tidak punya waktu untuk memikirkan kekasih, itu sebabnya ayahnya mbak sampai menjodohkan mbak dengan seorang pria." lanjut terang Mirna.


"Jadi penasaran gue, siapa sih pria beruntung yang sebentar lagi akan menikahi wanita secantik dan sepintar mbak Mirna." timpal Indah, sementara Mirna hanya bisa mengulum senyum meski sedikit terpaksa.


Arya yang masih penasaran dengan seseorang yang ada di dalam kehidupan Mirna pun kembali bertanya dengan raut wajah tak biasa, sehingga memancing semua mata menuju padanya.


"Lalu Siapa dokter Ferdi??." pertanyaannya tersebut sontak membuat Arya kembali menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


__ADS_2