Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Terbongkar sudah.


__ADS_3

"Sudah kuduga pria itu pasti ada niat terselubung." gumam Kheano yang kini tengah memikirkan tuan Marcelino, saat Andi baru saja keluar dari ruangannya.


Tidak terasa waktu kini menunjukkan pukul dua belas siang, waktu makan siang digunakan Kheano untuk menemui seseorang, yaitu tuan Marcelino. Kheano sengaja meminta Andi untuk mengatur pertemuannya dengan pria itu di sebuah hotel, untuk menjaga privasi dari konsumsi publik. karena bagaimanapun Kheano pernah bergelut dalam bidang YouTubers dan namanya cukup di kenal di kalangan masyarakat terutama di kalangan remaja putri, sebelum dirinya memutuskan untuk vakum dan fokus di bidang barunya sebagai seorang pengusaha.


Kheano datang di ke hotel bintang lima tersebut dengan di temani oleh Andi sebagai asisten pribadinya dengan pengawalan ketat oleh beberapa orang bodyguardnya. begitu pun dengan tuan Marcelino.


Kheano yang baru saja tiba tersebut kini duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan tuan Marcelino hanya sebuah meja sebagai perantara, sementara Andi berdiri tegap di sebelah Kheano.


"Katakan apa yang ada inginkan dariku!!." Ucap Kheano tanpa basa basi, sementara tuan Marcelino sendiri masih berusaha terlihat baik baik saja, meski dalam hati sudah kocar kacir takut ketahuan jika ia memang sengaja protes agar Kheano menerima tawarannya, agar kerja sama di Antara keduanya tetap berjalan seperti biasanya. ini untuk pertama kalinya tuan Marcelino bertemu langsung dengan Kheano, yang terkenal dingin jika menyangkut pekerjaan.


"Saya ingin membatalkan serta meminta ganti rugi atas pembelian dua unit rumah mewah yang_" Tuan Marcelino tidak melanjutkan kalimatnya saat melihat Kheano tersenyum menyeringai dengan tatapan sinis.


"Bagaimana bisa anda mengatakan jika rumah itu tidak sesuai dengan ekspektasi anda, sementara anda sendiri yang meminta mendesign khusus bangunan tersebut." Pertanyaan menohok dari Kheano membuat tuan Marcelino diam sembari memikirkan cara untuk menjawab kalimat Kheano.


"Saya tetap akan membatalkan pembelian dua unit rumah mewah tersebut serta meminta ganti rugi sebesar dua kali lipat pada anda, kecuali." Masih dengan percaya dirinya tuan Marcelino mengancam Kheano, sementara Kheano sendiri sama sekali tidak terlihat getir dengan ancaman pria paruh baya tersebut.


Melihat wajah Kheano yang sama sekali tidak terlihat takut, tuan Marcelino pun kembali melanjutkan kalimatnya.


"Kecuali jika anda bersedia menikah dengan putriku." Lanjutan kalimat tuan Marcelino membuat Kheano tergelak.


"Haaa...haaa...haaa." tawa Kheano terdengar begitu menyeramkan di telinga lawan bicaranya.

__ADS_1


Seketika Kheano menghentikan gelak tawanya dan kembali memasang raut wajah dingin.


"Apa anda tidak malu merendahkan harga diri anda sebagai seorang pengusaha hanya demi obsesi putri anda?? asal Anda tahu saya sama sekali tidak tertarik dengan penawaran anda, lagi pula saya adalah pria beristri" terang Kheano sembari mengangkat tangannya ke udara sengaja memperlihatkan sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Katakan pada putri anda, jika saya sama sekali tidak tertarik padanya, bahkan jika saya adalah seorang pria singel saya tetap tidak akan memilih wanita yang tidak memiliki Harga diri sepertinya." Kalimat Kheano yang mengatai putrinya sungguh menyinggung perasaan tuan Marcelino, sehingga membuat pria itu berdiri dari duduknya dan hendak melayangkan bogem mentah ke arah Kheano, namun dengan sigap Andi yang kini tengah berdiri di sebelah Kheano menangkap kepala tinju pria tersebut.


"Jangan berani berani menyentuh tuanku dengan tangan kotor anda!!." ucap Andi dengan tatapan dingin.


"Pria brengsek ini sudah berani menghina putriku."dengan wajah penuh amarah Tuan Marcelino mengumpat Kheano.


Bukannya Kheano yang menjawab kalimat tuan Marcelino melainkan Andi.


"Bagaimana menurut anda, siapa yang lebih brengsek dan rendah, seorang pria yang menolak tawaran menikah dengan wanita lain karena sudah memiliki istri atau seorang gadis yang sengaja memasukkan obat per*ngsang ke dalam minuman seseorang hanya untuk kepentingannya semata??." Bukan hanya tuan Marcelino yang terkejut dengan kalimat Andi, namun Kheano pun terkejut. namun dengan sigap Kheano menepis raut wajah terkejut dari wajahnya, Seolah ia sendiri sudah mengetahui perbuatan tersebut.


"Sekarang sebaiknya anda pergi dari sini, jika anda tetap dengan keputusan anda, maka kami menunggu gugatan dari anda, tuan Marcelino agan." Ucap Andi yang secara tidak langsung mengusir tuan Marcelino serta antek anteknya.


"Baiklah, sampai bertemu di pengadilan." ucap Tuan Marcelino sinis sebelum beranjak.


Namun saat masih berada di ambang pintu, pria paruh baya tersebut menghentikan langkahnya saat mendengar kalimat dari mulut Kheano.


"Jika anda tetap dengan keputusan anda maka saya pun akan melakukan hal yang sama, saya akan melaporkan tindakan kurang menyenangkan yang di telah lakukan putri anda pada saya tiga tahun silam." Tuan Marcelino mengepal erat kedua tangannya saat Kheano malah balik mengancamnya.

__ADS_1


Sementara Kheano hanya tersenyum menyeringai ketika melihat kemarahan yang terlihat jelas di wajah pria tersebut.


Sebenarnya Kheano tidak ingin berkata demikian pada pria tersebut mengingat pria itu hampir seumuran dengan papanya, namun Kheano sungguh kehilangan akal sehatnya saat mendengar pria itu malah memberi penawaran gila, untuk menikahi putrinya.


Jika saja tadi tuan Marcelino berterus terang saja dan meminta maaf karena sengaja menjadikan alasan yang tak masuk akal untuk melakukan pembatalan mungkin Kheano tidak akan semarah itu. karena menurut Kheano tuan Marcelino hanya salah satu klien kecil yang berurusan dengan perusahaan miliknya, otomatis hal itu sama sekali tidak berpengaruh pada perusahaannya.


Saat berlalu meninggalkan hotel tersebut Kheano bertanya pada Andi yang kini tengah fokus menyetir mobil.


"Bagaimana kamu bisa tahu jika yang sengaja memasukkan obat perangsang itu ke dalam minumanku adalah Regina??." pertanyaan itu membuat Andi mau tak mau menceritakan semuanya pada Kheano.


"Malam itu saat kamu pamit ke toilet Ranti yang sedang berdiri tidak jauh dari tempatmu berdiri sebelum kamu pamit ke toilet, melihat Regina memasukkan sesuatu dari botol kecil ke dalam botol minuman milikmu. awalnya Ranti ingin mengatakannya padamu. namun semua terlambat saat Ranti hendak mendekat kamu sudah meneguk minuman Tersebut sampai tandas." Akhirnya Andi menjelaskan kejadian yang selama ini di simpannya rapat rapat tersebut pada Kheano. Andi sengaja menyimpan kebenaran dari kejadian malam itu, karena kasihan pada Regina. karena dua hari setelah acara kelulusan tersebut ibu kandung Regina meninggal dunia karena kecelakaan. tidak ingin semakin menambah kesedihan Regina, Andi pun sengaja menyimpan rapat rapat kejadian itu dari Kheano. Karena Andi tahu betul bagaimana sikap sahabatnya tersebut jika tahu Regina sengaja memasukkan obat perangsang tersebut pada minumannya agar bisa menjebak dirinya.


Sementara di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, seorang wanita terlihat begitu marah sampai melempar serta memecahkan hampir semua benda yang ada di kamarnya.


"Regina kenapa kamu masih terobsesi dengan pria sombong sepertinya, dia bahkan sudah menikah dengan wanita lain." ucap tuan Marcelino pada putrinya dengan nada suara yang mulai meninggi akibat kesal dengan tingkah putrinya.


"Ayah jahat,meyakinkan Kheano agar bisa menikahi Regina saja ayah tidak sanggup." merasa tersinggung dengan kalimat putrinya tersebut, membuat tuan Marcelino melayangkan tangannya ke udara. kalau saja tidak begitu menyayangi putrinya tunggalnya itu, mungkin saat ini tangannya tuan Marcelino sudah mendarat pada pipi putrinya.


Tuan Marcelino menghempas kasar tangannya yang tadi sempat melayang ke udara, sebelum menitihkan air mata.


"Kamu tahu nak, ayah sampai merendahkan diri ayah di depan pria itu hanya demi menuriti obsesi kamu, ayah bahkan sampai mempertaruhkan nama baik ayah sebagai pengusaha hanya demi kamu. tapi sampai kapan kamu terus seperti ini, sampai kapan kamu akan terus berharap pada pria yang sudah beristri." Akhirnya air mata tulus seorang ayah yang iba pada putrinya, mengalir bebas membasahi wajah pria yang masih tampan di usianya yang sudah kepala empat tersebut.

__ADS_1


"Jujur nak, sebagai laki laki ayah hampir tidak punya muka lagi mengahadapi Kheano, jika kamu masih tetap mempertahankan obsesi kamu, maaf, ayah tidak bisa lagi membantumu anakku." Tuan Marcelino pun beranjak keluar dari kamar putrinya yang kini telah porak poranda, akibat ulah putri kesayangannya tersebut.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayang sayangku,,,,,biar author makin semangat nulisnya,,,Like, koment, and Votenya jangan sampai lupa ya sayang sayangku,,,,😁😁😘😘😘🥰🥰🥰🥰😍😍😍😍😍🙏🙏🙏 love you all,,,,


__ADS_2