
"What." mata Bobi dan Arya membulat sempurna saat mendengar Kheano mengakui bocah perempuan yang ada di foto tersebut sebagai anaknya.
"Hahahaha." keduanya sontak tergelak.
"Lo kalau mau becanda kira kira dong Khe!!." ucap Bobi yang masih menyangka jika Kheano sedang bercanda dengan ucapannya barusan.
"Gue nggak lagi becanda, anak perempuan dalam foto itu beneran anak gue. gue sudah menikah dengan ibunya sejak masih duduk di bangku kelas tiga SMA." Bobi yang melihat raut wajah Kheano yang terlihat tidak sedang bercanda tersebut, langsung berhenti tergelak begitu pun dengan Arya. sebab Andi ikut menimpali obrolan ketiga sahabatnya tersebut.
"Apa yang di katakan Kheano itu benar, anak perempuan yang ada di foto itu adalah putrinya. kini usia putri Kheano sudah dua tahun lebih." timpal Arya ikut membenarkan ucapan Kheano.
"Jadi selama ini Lo sudah menyembunyikan hal sebesar ini dari kita Khe, kenapa dulu Lo nggak jujur aja sih Khe sama kita kalau Lo nikah." ucap Arya menyesalkan sikap Kheano yang sengaja menyembunyikan hal sebesar itu dari mereka.
"Bagaimana bisa Lo tahu kalau anak perempuan yang ada di foto itu putrinya Khe, jangan bilang Lo berdua sengaja menyembunyikan hal ini dari kita berdua??." lanjut ucap Arya curiga sebab Andi tahu tentang pernikahan Kheano.
"Bukannya begitu, gue menikah karena di jodohkan sama orang tua kami. bukannya gue nggak ingin berterus terang pada kalian, hanya saja gue rasa saat itu waktunya belum tepat untuk gue menceritakan semuanya sama Lo semua." terang Kheano tidak ingin kedua sahabatnya tersebut agar tidak berpikir yang tidak tidak tentang dirinya.
"Untuk masalah Andi, kenapa sampai dia tahu gue sudah menikah, gue sama sekali nggak pernah cerita perihal pernikahan gue pada siapapun termasuk Andi. namun Andi mengetahui perihal pernikahanku secara tidak sengaja, saat malam perayaan kelulusan ada orang yang dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam botol minuman gue. saat itu gue meminta Andi untuk segera nganterin gue balik ke rumah, dan saat itu juga Andi mengetahui pernikahanku." lanjut terang Kheano agar kedua sahabat yang lain tersebut tidak sah paham dengan Andi.
Kheano tersenyum getir mengingat kejadian tiga tahun lalu, di mana ia melakukan sesuatu bersama Alisya sampai menghasilkan Kesya di dalam pernikahan mereka.
"Kalau bukan karena Andi yang bersedia nganterin gue sampai rumah, mungkin saat ini tidak akan ada anak kecil yang ada di dalam foto itu. btw thanks Andi, karena secara tidak langsung Lo udah ngebantu gue mendapatkan seorang putri cantik." Kheano lebih mendominasi obrolan, sementara ketiga mendengar dengan seksama.
__ADS_1
"Tapi Khe, gue bisa merasakan gimana beratnya saat menerima kenyataan saat kita di jodohkan, lalu kenapa saat itu kamu tidak berbagi cerita." kini Arya yang berucap.
"Kenapa Khe, apa Lo nggak percaya sama kita, sampai dulu Lo nggak mau berbagi cerita dengan kita kita??" ucap Bobi sedikit kecewa dengan sikap Kheano yang sengaja menyembunyikan pernikahannya dari ketiganya. namun beruntungnya Andi, walau secara tidak sengaja namun akhirnya Andi mengetahui pernikahan Kheano.
"Gue harap Lo bisa mengerti dengan posisi gue saat itu, dan gue harap Lo semua nggak kecewa sama gue." ucap Kheano merasa bersalah karena menyembunyikan pernikahannya dari sahabat Sahabatnya.
"Sudahlah Khe, sebagai sahabat tidak mungkin kita menjadikan hal ini sebagai perenggang di dalam persahabatan kita." ucap Arya berusaha mengerti, Kheano melakukan semua itu pasti ada alasannya, mengapa sampai ia menyembunyikan perihal pernikahannya dari mereka.
Bobi ikut tersenyum seolah ia juga bisa memahami mengapa sampai Kheano menyembunyikan hal sebesar itu, dari mereka yang notabennya adalah BFF baginya.
"Gue jadi penasaran Khe, emang gadis mana sih yang berhasil melahirkan benih Lo??." timpal Bobi yang sengaja mencairkan suasana dengan kalimatnya.
Kheano menarik napas beratnya sebelum menjawab pertanyaan Bobi.
"Emang siapa sih Khe, bikin tambah penasaran aja sih Lo??." ucap Bobi lalu kembali menyesap dengan sedotan jus jeruk miliknya.
"Alisya putri Rendi perdana adalah istri sekaligus ibu dari putri cantik gue." mendengar pengakuan kedua dari Kheano, membuat Bobi yang kini tengah menyesap jus jeruk tersebut seketika tersedak.
"Uhuk,,,,uhuk,,,,uhuk,,,,." Bobi tersedak, hampir saja ia menyemburkan jus jeruk dari mulutnya kalau saja Arya tidak cepat menepuk punggungnya.
Sementara Kheano masih diam menunggu reaksi Bobi, saat mengetahui jika Alisya adalah istrinya.
__ADS_1
Di luar ekspektasi Kheano, Bobi sama sekali tidak mengumpat dirinya apalagi mengamuk seperti dugaan Kheano sebelumnya. sampai Kheano merasa tidak enak pada Sahabatnya tersebut, namun bagaimana pun Alisya adalah istrinya jadi sudah cukup baginya untuk terus menyembunyikan statusnya.
"Maafin Gue Bob, gue sama sekali tidak berniat merebut gadis yang Lo suka sejak dulu, tapi saat itu kami terpaksa harus menikah karena perjodohan. awalnya gue sempat kesal pada Alisya karena Alisya tidak menolak di jodohkan dengan gue, namun hari demi hari kami lalui bersama membuat gue jatuh cinta padanya. aku bahkan belajar siang dan malam di negeri orang dengan harapan gue bisa cepat menyelesaikan pendidikan gue dan bisa segera kembali menemui wanitaku." Kheano menceritakan semuanya di depan ketiga sahabatnya, saat melihat wajah Bobi berubah sendu.
"Jujur Khe, bukannya gue marah karena kini Lo sudah berstatus suami dari Alisya, tapi gue hanya ngerasa kalau Lo udah bego begoin gue. bagaimana tidak, saat itu Lo sudah membiarkan gue terus berharap pada wanita yang sudah berstatus istri sah Lo." Bobi tidak bisa menyembunyikan raut kecewa di wajahnya.
"Jika saat itu gue tahu jika Alisya adalah istri Lo, nggak mungkin gue masih mengharapkannya. Sumpah Khe gue malu banget kalau teringat saat dulu gue memuji bahkan berharap Alisya jadi milik gue padahal saat itu dia sudah menjadi istri Lo" untuk pertama kali dalam hidup ketiganya melihat Bobi bersikap begitu dewasa, karena menyesali sikapnya dulu yang sangat mengharapkan Alisya.
"Gue memang sayang sama Alisya, tapi rasa sayang gue ke Alisya nggak sepadan dengan rasa sayang gue pada persahabatan kita." Arya, Andi serta Kheano terenyuh saat mendengar kalimat Bobi yang begitu menyentuh.
Kheano berdiri lalu merangkul tubuh Bobi begitupun dengan Bobi yang menyambut hangat rangkulan Kheano.
"Sekali lagi gue minta maaf Bob karena secara tidak langsung gue telah mematahkan harapan Lo." ucap Kheano tulus.
"Lo nggak perlu minta maaf Khe, lagipula Lo nggak salah.hanya saja garis tangan gue
yang tidak berjodoh dengan Alisya. Lo sangat beruntung mendapatkan gadis secantik dan sebaik Alisya, karena saat di keluarkan dari sekolah dulu karena ketahuan hamil, Alisya sama sekali tidak pernah membawa bawa apalagi menjelekan namamu sebagai pembelaan ." terang Bobi bijak lalu kembali teringat ucapan Alisya tiga tahun yang lalu.
"Anakku bukan anak haram, anakku lahir dengan kasih sayang serta cinta dari ayahnya. ayah dari anak yang ada di dalam kandunganku pasti akan kembali, karena dia orang baik." Bobi mengulang kembali kalimat yang tiga tahun lalu selalu di ucapkan Alisya, saat ada orang yang menghina anak dalam kandungannya.
"Kata kata itu selalu keluar dari mulut Alisya saat ada yang menghina bayi dalam kandungannya." ucapan Bobi membuat Kheano semakin merasa bersalah karena tidak pernah ada di saat Alisya membutuhkan dirinya.
__ADS_1
Sayang sayangku,,,,,jangan lupa tinggalkan jejak ya,,,,,😘😘😘😘🥰🥰😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏