Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Kangen sahabat.


__ADS_3

Di perjalanan pulang Alisya tidak sengaja melihat beberapa siswi SMA yang tengah duduk di sebuah bangku taman, mereka bersenda gurau dengan akrabnya hal itu mengingatkan Alisya pada ke empatnya sahabatnya.


"Kalau kamu kangen sama sahabat sahabat kamu, kenapa tidak ajak saja mereka main kerumah!!." Kheano bisa menebak jika istrinya tersebut sangat merindukan momen bersama keempat sahabatnya, saat melihat tatapan Alisya pada beberapa siswi SMA tersebut tidak beralih meski ia harus sedikit menoleh ketika mobil terus melaju.


"Memangnya boleh kak??." pertanyaan Alisya membuat Kheano mengulum senyum.


"Boleh sayang." jawab Kheano yang kini menoleh pada istrinya yang duduk di samping kemudi.


"Makasih ya kak." ucap Alisya dengan wajah cerah, seperti sedang memenangkan undian lotre.


Saking senangnya Alisya langsung mengirim pesan di group pada ke empat sahabatnya.


"Guys...entar malam Lo semua main ke tempat gue ya, soalnya gue udah kangen nih ngumpul bareng sama Lo pada." ~Alisya.


"Emangnya di bolehin sama suami Lo Ca??."~Dani.


"Iya nih Ca, Lo udah ijin laki Lo belum??~Sisil.


"Udah Lo pada datang deh!!~Alisya.


"Anak anak benar Ca, sebaiknya sebelum ngundang kita main ke tempat Lo ada baiknya Lo pamit dulu Sama laki Lo, kan nggak lucu kalau kita datang malah di usir Ama laki Lo...heeeheeeheeee."~Indah.


"Justru laki gue yang ngusulin buat ngundang Lo pada main kerumah, dia tahu kali ya kalau bininya udah kangen banget sama sahabat sahabat sengkleknya 🤣🤣🤣" Alisya.


"Ok deh siap kalau gitu 🥰🥰🥰." ~Sisil.


"Teman laki Lo nggak datang sekalian Ca, kali aja ada yang naksir Sisil sama Indah soalnya gue kasian Ama mereka jomlonya awet 🤣🤣🤣🤣" ~ Dani meledek Sisil dan Indah yang masih setia menjomlo meski sudah lulus SMA dan kini baru saja masuk di universitas.


"Sialan Lo Dan, pake ngatain kita jomlo lagi, emang Lo sendiri udah punya pasangan??."~Sisil.


"Iya juga sih 😭😭." ~Dani.

__ADS_1


"Btw Ranti ko belum nongol di group sih??."~Alisya.


"Lagi sibuk kali tuh anak, soalnya tuh anak pernah bilang ke gue kalau dia lagi sibuk nyusun skripsinya, tapi entar gue bilangin deh." ~Dani.


"Udah dulu ya guys soalnya gue udah mau nyampe rumah nih."~Alisya.


"Gila Lo Ca' ternyata dari tadi Lo ngecat kita sambil nyetir??."~Indah.


"Enggak lah, kak Khe yang nyetir bukan gue."~Alisya.


"Cie...kayaknya makin mesra aja nih."~Sisil.


"Apaan sih, pokoknya entar malam gue tunggu!!"chat terakhir Alisya sebelum kembali memasukkan ponselnya kedalam tasnya.


"Sayang, kalau sekalian ajak teman kakak gabung boleh nggak??.".Kheano berinisiatif mengajak ketiga sahabatnya untuk bergabung, namun sebelum itu ia lebih dulu meminta izin istrinya.


"Tentu saja boleh, lebih ramai kan lebih asyik lagian sudah lama kita nggak ketemu, anggap aja reunian." sahut Alisya tersenyum dengan wajah cerah.


"Melihatnya tersenyum seperti ini saja sudah membuat hatiku bahagia." dalam hati Kheano yang kini menoleh ke arah Alisya.


Baru saja tiba di depan gerbang tiba tiba Alisya melihat ada seorang wanita yang wajahnya tidak asing berdiri di depan gerbang. sepertinya penjaga sengaja melarang wanita itu untuk masuk.


Alisya segera turun dari mobil lalu menghampiri wanita tersebut.


"Bu Santi, apa yang ibu lakukan di sini?? silahkan masuk dulu!!." sapa Alisya ketika melihat wanita yang ternyata adalah Bu Santi. ibu dari salah satu anak yang juga bersekolah di paud yang sama dengan Kesya.


"Saya di sini saja Bu, tujuan saya kesini ingin minta maaf pada Bu Alisya atas ucapan saya yang mungkin menyinggung perasaan Bu Alisya tempo hari. maafkan saya Bu, saya mohon maafkan saya." Alisya mengeryit heran mendengar ucapan Bu Santi yang terus meminta maaf dengan wajah penuh penyesalan.


"Jangan seperti ini Bu!!." Alisya mencegah saat ibu Santi hendak berlutut di hadapannya.


Alisya yang kini masih bingung dengan perubahan sikap Bu Santi, beralih menatap suaminya yang baru saja turun dari mobil dengan menggendong putrinya.

__ADS_1


Bu Santi yang menyadari kehadiran Kheano itu pun bergegas melangkah ke arah Kheano.


"Tuan saya mohon maafkan kelancangan saya yang sudah berkata kasar tentang Bu Alisya, saya sungguh tidak tahu jika Bu Alisya adalah istri anda tuan." dengan penuh penyesalan bu Santi berharap mendapatkan maaf dari pimpinan perusahaan tempat suaminya bekerja tersebut.


"Jadi maksud anda jika Alisya bukan istri saya, anda berhak menghinanya??." bukannya menjawab Kheano malah balik bertanya dengan pertanyaan yang menyudutkan wanita itu.


"Bukan begitu maksud saya tuan." sahut bu Santi yang salah tingkah akibat pertanyaan menyudutkan dari Kheano.


"Tuan anak saya masih butuh biaya untuk sekolah, saya mohon Jangan pecat suami saya!!." mendengar ucapan Bu Santi membuat Alisya akhirnya memahami situasi yang terjadi saat ini.


"Jadi suami Bu Santi salah satu pegawai di perusahaan kakak, tapi kenapa hanya karena istrinya menghinaku dengan kata kata pedas kakak sampai memecat suami Bu Santi ??." dalam hati Alisya yang kini berhasil mencerna obrolan yang terjadi di antara suaminya dan wanita itu.


"Saya harap anda tidak akan mengulang perbuatan anda lagi, Sebaiknya anda pulang sekarang dan katakan pada pak Suryo untuk kembali bekerja mulai besok!!." ucap Kheano sebelum beranjak meninggalkan Bu Santi yang masih berdiri di tempat.


"Terima kasih banyak tuan." ucap Bu Santi senang karena suaminya tidak jadi di pecat.


Tanpa menghiraukan ucapan Bu Santi, Kheano segera kembali ke mobil bersama putrinya. Kheano memasuki gerbang dengan mobilnya, sementara Alisya masih bersama dengan Bu Santi.


"Terima kasih Bu Alisya, kalau begitu saya pamit dulu." Bu Santi pun pamit pada Alisya.


"Apa Bu Santi tidak mau mampir dulu!!." tawar Alisya.


"Tidak usah Bu terima kasih, lain kali saja." sahut Bu Santi sebelum benar benar pergi meninggalkan kediaman tersebut dengan mengendarai Toyota Yaris miliknya.


Kheano menghela napas dalam lalu menghembusnya perlahan. sebenarnya Kheano juga tidak ingin memberhentikan sementara salah satu pegawai terbaik di perusahaannya tersebut, namun Kheano juga tidak rela jika ada orang yang mengatai atau sampai menghina istrinya. maka ia sengaja memberhentikan sementara pak Suryo dari perusahaannya, dan syarat agar pak Suryo bisa kembali bekerja adalah meminta istri dari pak Suryo untuk meminta maaf pada istrinya, Alisya. agar istri dari pak Suryo yang bernama Bu Santi tersebut tidak lagi mengulangi perbuatannya dengan berkata kasar serta menghina Alisya.


Setelah kepergian bun Santi, Alisya pun segera masuk.


"Ca, Kak Khe mana??" baru saja tiba di depan pintu utama, Rania sudah mencecarnya.


"Mungkin lagi di kamar Kesya, soalnya tadi aku lagi di depan ngobrol sama salah satu orang tua murid yang satu sekolah paud Sama Kesya." jawab Alisya, namun baru saja selangkah berjalan, Rania kembali berucap sehingga membuat Alisya kembali menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Gue kesal banget tadi Ca, masa iya gue di turunin di tepi jalan Ama pria menyebalkan itu, mana tadi hp gue lowbet lagi" Rania malah mengadukan Andi pada Alisya, sementara Alisya yang bingung harus menjawab apa itu pun hanya bisa beralasan agar bisa lolos dari tempat curhat Rania. dan secara kebetulan Alisya mendengar suara Kesya yang memanggil namanya dari lantai atas.


"Gue naik dulu ya Ran, kayaknya Alisya manggil manggil gue." Ucap Alisya beralasan sebelum berlalu meninggalkan Rania yang masih terlihat bete.


__ADS_2