Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Di permalukan oleh seseorang.


__ADS_3

Usai menceritakan kebenaran tentang kejadian di malam tiga tahun lalu tersebut membuat Andi kini bisa lebih plong, karena tidak harus menyimpan rahasia itu lagi dari Kheano. Andi juga meminta maaf pada sahabatnya tersebut, karena sudah menyimpan kebenaran itu selama ini.


Kheano yang kini duduk di bangku Belakang menghela napas dalam sembari menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil, seakan hari ini begitu melelahkan baginya.


Setibanya di kantor Kheano pamit pada Andi untuk pulang lebih awal. meski sebagai pemilik perusahaan sebenarnya ia tidak butuh izin Andi untuk pulang lebih awal. namun sebagai sahabat, Kheano menghargai Andi apalagi selama ini Andi sudah banyak membantunya dalam mengurus perusahaan selama ia di luar negeri.


"Gue capek banget, gue balik duluan." Setelah Andi turun dari mobil, Kheano beralih duduk di balik kemudi.ia berpamitan pada Andi sebelum hendak kembali ke rumah.


"Lo nggak papa kan??" tanya Andi sengaja dengan bahasa santai sebab Kheano pun saat ini menggunakan bahasa santai padanya, mengingat mereka hanya berdua.


"gue baik baik saja, gue cuma lagi Kangen Ama anak gue." sahut Kheano jujur.


"Baiklah." ucap Andi sebelum Kheano melajukan mobilnya berlalu meninggalkan perusahaan.


Kurang dari satu jam mengemudi, kini Kheano tiba di rumah. baru saja Kheano turun dari mobil, putri cantiknya sudah terlihat antusias menyambut kedatangannya.


"Ayah." bocah perempuan itu berlari kecil menghampiri ayahnya.


"Jangan lari nak, nanti jatuh!!." ucap Alisya yang kini mengikuti langkah putrinya. secara kebetulan hari ini Alisya pun kembali ke rumah lebih awal, meski keduanya tidak janjian sebelumnya.


"Anak ayah sudah tambah berat ya sekarang." Kheano meraih tubuh mungil putrinya ke dalam pelukan, sebelum menggendongnya.


"Kakak sudah makan siang??" tanya Alisya pada Kheano yang kini tengah menggendong buah hati mereka.


Bukannya menjawab Kheano malah balik bertanya.


"Kamu sendiri sudah makan?? Alisya menggeleng saat Kheano bertanya padanya.


Melihat istrinya menggeleng membuat Kheano mencubit gemas hidung mancung istrinya.


"Bagaimana kamu bisa bertanya aku sudah makan atau belum, sementara kamu sendiri belum makan sayang." ucap Kheano gemas.


"Bagaimana kalau kita makan siang di luar saja sayang, sekalian jalan jalan.??." Kheano minta persetujuan ibu negara.


Alisya pun mengangguk.


"Kita makan siang di luar ya sayang." ucap Kheano lalu mencium kedua pipi putrinya bergantian.

__ADS_1


"Asyik." Kesya terlihat begitu gembira.


Kheano mendudukkan putrinya di jok bangku belakang, sebelum mengitari mobil lalu duduk di balik kemudi.


Kheano meraih sebuah botol air mineral dari tangan Alisya, saat melihat istrinya itu kesulitan membukanya.


"Ini." Kheano kembali menyerahkan sebotol air mineral tersebut pada Alisya usai membuka penutup serta segelnya.


"Terima kasih." ucap Alisya sebelum meneguk air mineral tersebut.


"Apa kamu sudah hadir di perut bunda nak??." pertanyaan Kheano sembari mengelus perut rata Alisya tersebut, membuat Alisya hampir saja menyemburkan air dari mulutnya karena tersedak.


"uhuk ..uhuk...uhuk...." Kheano terlihat begitu panik saat Alisya tersedak.


"Kamu nggak papa sayang??." Kheano merapikan anak rambut Alisya ke belakang telinga, untuk memastikan jika istrinya tersebut baik baik saja.


"Aku nggak papa." sahut Alisya setelah berhenti batuk batuk.


"Minumnya hati hati sayang!!." ucap Kheano sebelum menghidupkan mesin mobil kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan kontras.


"Ucapan kamu itu yang bikin aku sampai tersedak." mendengar kalimat Alisya membuat Kheano segera menoleh sejenak ke arah istrinya tersebut.


"Bisa nggak kalau ngomong lihat lihat situasi dulu, nggak tahu apa anaknya lagi di belakang." ucap Alisya kesal karena putri mereka terlihat bengong seraya terus menatap ke arah ayahnya.


"Astaga, aku sampai lupa. hampir saja aku merusak kesucian pendengaran putriku sendiri." sahut Kheano dengan senyum tipis seraya melirik putrinya dari pantulan kaca spion yang berada di depannya.


"Ayah kita makan ayam goreng ya!!." ucap bocah itu pada ayahnya, hal itu membuat Kheano tersenyum lalu menoleh ke arah putrinya.


"Baik tuan putri." sahut Kheano pada putri kesayangannya.


"Kalau bunda mau makan apa??." Kini Kheano bertanya pada Alisya sembari menggenggam tangan Alisya dengan tangan kiri sementara tangan kanannya masih fokus pada setir mobil.


Belum sempat Alisya menjawab putrinya ikut bertanya.


"Kalau bunda pengen makan apa??." Kesya si bocah perempuan menggemaskan itu ikut bertanya pada bunda tercinta.


"Kalau bunda ngikutin Kesya sama ayah saja." Alisya yang kini menoleh ke arah putrinya pun menjawab.

__ADS_1


Suasana diam sejenak sebelum Kheano kembali berujar sembari mengelus lembut puncak kepala Alisya.


"Terima kasih sayang, sudah melahirkan anak yang pintar dan cantik untuk kakak." ucap Kheano seraya mengelus lembut puncak kepala istrinya.


Alisya pun hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.


Karena restoran yang di tuju tidak terlalu jauh, maka hanya butuh waktu dua puluh menit mereka pun tiba.


Usai memarkirkan mobilnya Kheano membukakan pintu mobil untuk Alisya sebelum meraih Kesya kembali ke dalam gendongannya.


Kheano sengaja memilih meja yang berada samping dinding kaca agar bisa menikmati pemandangan luar dari balik dinding kaca tersebut.


Saat baru saja duduk ada seorang pria yang berusia sekitar dua puluh lima tahun menghampiri meja mereka.


"Hai Alisya, ternyata selera kamu tinggi juga, pantas saja kamu selalu menolak saat ada lelaki yang berusaha mendekatimu. tidak ku duga seorang janda sepertimu bisa mendapatkan seorang pengusaha muda." pria itu terus mengatai Alisya dengan kalimat menyesakkan dada Alisya yang mendengarnya, hingga Kheano yang sempat tersulut emosi karena tidak terima ada seseorang yang menghina istrinya tersebut segera bangkit dari duduknya.


Kalau saja Alisya tidak cepat cepat menggeleng sebagai kode agar Kheano tidak perlu meladeni pria itu, mungkin saat ini bisa di pastikan pria tersebut sudah babak belur di tangan Kheano.


Kheano menghela napas panjang lalu menghembusnya perlahan sebelum berucap pada pria tersebut.


"Kenalkan, Kheano putra Admaja_" belum lagi Kheano menyelesaikan kalimatnya Pria itu sudah menyela.


"Siapa yang tidak kenal dengan anda tuan, seorang pengusaha muda ternama lulusan luar negeri, di tambah lagi anda adalah putra dari pimpinan di perusahaan kami bekerja. saya hanya sekedar mengingatkan anda tuan, hati hati dengan wanita ini!!! karena wanita yang melahirkan seorang anak di luar nikah, bisa saja menjatuhkan image anda sebagai seorang pengusaha muda." mendengar rentetan kalimat yang keluar dari mulut busuk pria itu, membuat Kheano tak mampu lagi meredam emosinya.


"Bug." Sampai akhirnya Kheano pun melayangkan bogem mentah ke wajah pria itu.


"Kau tahu siapa wanita yang kamu hina barusan, dia itu istriku, ibu dari anakku. satu lagi yang harus kau camkan baik baik, anakku tidak lahir di luar nikah, kami bukan manusia kotor yang melakukan sesuatu yang di larang dalam agama. wanita yang sejak tadi kau hina habis habisan dia adalah menantu dari pimpinan perusahaan tempatmu mencari nafkah." mendengar semua pengakuan Kheano membuat pria yang bernama Candra itu tersebut, menyesal seumur hidup karena telah mengatai Alisya dengan kalimat kalimat merendahkan.


"Mulai besok, saya tidak ingin melihat wajahmu lagi di perusahaan Admaja group, jika kamu masih Berani menampakan diri di sana, aku pastikan aku akan berbuat lebih dari ini padamu." mendengar kalimat Kheano membuat Chandra berlutut di kaki Kheano, sementara Alisya hanya diam tak berani berkata kata. karena selama menikah dengan Kheano baru kali ini ia melihat Kheano semarah itu.


"saya mohon tuan maafkan saya, anda boleh melakukan apapun asal jangan sampai memecat saya." Pria itu terus bermohon di kaki Kheano, namun saking kesalnya Kheano sama sekali tidak peduli dengan permohonan pria tersebut.


Sampai seorang security datang untuk mengamankan pria itu, saat kejadian tersebut sudah menjadi tontonan pengunjung restoran yang lain.


"Bawa pria itu jauh jauh dari hadapanku." ucap Kheano dengan tatapan tajam ke arah pria yang bernama Candra tersebut.


Candra adalah salah satu pegawai di perusahaan Admaja group yang berstatus duda anak satu, ia sudah menyukai Alisya sejak Alisya pertama kali bergabung bersama di Admaja group. namun karena Alisya selalu merahasiakan soal pernikahannya, maka tak seorangpun yang tahu jika Alisya sudah menikah apalagi suaminya adalah anak dari pimpinan perusahaan tempat mereka bekerja. satu satunya yang tahu tentang pernikahan Alisya dan Kheano di perusahaan tersebut adalah sekretaris pimpinan, Nyonya Lada.

__ADS_1


Karena sangat terobsesi dengan Alisya sehingga membuat Candra mencari tahu latar belakang dari seorang anak perempuan yang sesekali di ajak Alisya ke kantor. namun saat Alisya mengajak Kesya ke kantor secara kebetulan, di saat pimpinan perusahaan atau opanya Kesya lagi tidak di sana. berdasarkan penyelidikan yang di lakukan Candra, ia mendapat informasi jika Alisya adalah salah satu siswi yang pernah di keluarkan dari sekolah karena ketahuan hamil. karena hamil di saat masih sekolah dari situlah Candra menyimpulkan jika putri Alisya lahir di luar nikah.


Kesal karena selalu mendapat penolakan dari Alisya, itu sebabnya Candra dengan sengaja mempermalukan Alisya saat melihat wanita itu sedang bersama dengan seorang pria. namun sayang niat ingin memberi pelajaran untuk Alisya, justru dirinya sendiri yang harus menelan pil pahit, karena pria yang saat ini bersama dengan Alisya tak lain adalah suaminya, ayah kandung dari bocah yang sesekali di ajak Alisya ke kantor bersamanya.


__ADS_2