
Sore harinya Kheano datang untuk menjemput putrinya, ia datang seorang diri sebab Alisya harus banyak istirahat jadi istrinya tersebut tidak ikut dengannya.
"Kenapa Alisya tidak ikut dengan kamu nak??." tanya ibu mertuanya saat Kheano baru saja tiba.
"Khe sengaja tidak mengajak Alisya Bun, sebab dokter meminta Alisya untuk lebih banyak istirahat." Jawaban Kheano malah membuat ibu mertuanya itu khawatir pada putri Bungsunya.
"Memangnya apa yang terjadi dengannya, Alisya baik baik saja kan Khe, apa kata dokter tadi??." tanya ibu mertuanya dengan wajah khawatir.
"Alisya baik baik saja kok Bun, hanya saja dokter menyarankan Alisya agar lebih banyak beristirahat, untuk menjaga kandungannya di awal kehamilan." mendengar jawaban dari menantunya membuat raut wajah bundanya Alisya berubah menjadi berseri seri.
"Alhamdulillah,,, akhirnya sebentar lagi bunda bakal nambah cucu. ayah...." kata bundanya Alisya, kemudian sedikit berteriak memanggil suaminya yang kini berada di kamar.
Mendengar suara bunda, bukan hanya tuan Rendi yang segera keluar dari kamar, namun Tiara serta suami yang tengah menemani Kesya bermain pun, segera beranjak saat mendengar bundanya berteriak memanggil ayahnya.
"Ayah." Kesya berlari kecil menghampiri ayahnya, sementara pria muda yang sebentar lagi akan bergelar ayah dua anak ini, segera merentangkan tangannya menyambut putri kesayangannya.
"Sepertinya anak ayah sudah kangen banget nih, padahal baru juga di tinggal sebentar??." ucap Kheano seraya mencium kedua pipi putihnya bergantian.
"Iya dong ayah." jawab gadis kecil itu.
Sementara tuan Rendi segera duduk di sofa berdampingan dengan istrinya, begitu juga dengan Tiara dan suami yang kini ikut bergabung.
"Ada apa, kenapa bunda teriak teriak??." tanya suami serta putri sulungnya yang baru saja keluar dari kamar masing masing.
"Tanya aja langsung sama mantu ayah!!." bukannya langsung menjawab bunda malah menyuruh suaminya tersebut, untuk bertanya langsung pada menantu mereka.
"Memangnya ada Khe, kenapa Alisya tidak ikut menjemput Kesya??." sama seperti bundanya, Tiara juga bertanya tentang adiknya.
__ADS_1
"Iya Khe, kenapa Alisya tidak ikut ke sini??." ayahnya juga ikut bertanya pada menantunya yang kini tengah memangku putrinya.
"Khe sengaja tidak mengajak Alisya ayah, karena kata dokter Alisya harus banyak istirahat, karena di usia kehamilan Alisya saat ini akan membuatnya mudah kelelahan."mendengar Jawaban Kheano membuat semuanya tersenyum bahagia.
"Yang bener kamu Khe, jadi Alisya beneran hamil??." tanya Tiara memastikan, dan Kheano pun mengangguk.
"Alhamdulillah, selamat ya nak, sebentar lagi kamu akan di karuniai seorang anak lagi." ucapan selamat yang terdengar begitu tulus di lontarkan pria paruh baya tersebut pada menantunya.
"Terima kasih ayah." jawab Khe penuh haru, saat melihat anggota keluarga istrinya begitu antusias saat mendengar kabar kehamilan istrinya, meski ini bukan kehamilan pertama bagi wanita itu, Namun bagi Khe ini pertama kalinya ia bisa melihat dan mendampingi langsung istrinya ketika hamil, berbeda dengan saat istrinya mengandung Kesya dulu, ia tidak ada di sisi Alisya bahkan ia sama sekali tidak tahu tentang kabar kehamilan istrinya sendiri.
"Selamat ya Khe atas kehamilan istri kamu, semoga kelak istri serta anak kamu selalu dalam lindungan Allah SWT. sampai dengan lahiran dengan selamat nantinya." ucapan serta doa yang begitu tulus juga di utarakan Dokter Ferdi.
"Aamiin, makasih mas, aku juga mendoakan semoga mas Ferdi dan Tiara segera di berikan momongan secepatnya." sahut Khe yang juga memanjatkan doa tulus, agar kakak iparnya segera mendapatkan momongan.
Mendengar Khe yang juga ikut mendoakan dirinya serta istrinya agar segera mendapat momongan, dokter Ferdi pun tersenyum.
"Bunda doakan semoga kalian cepat di beri kepercayaan oleh Allah SWT untuk mendapatkan momongan." sebagai seorang wanita yang telah bertaruh nyawa melahirkan putri sulungnya, nyonya Sarah melontarkan harapan dan doa untuk Tiara.
"Biar bunda bisa cepat cepat menimang cucu dari putri sulung kita, iya kan ayah." lanjut nyonya Sarah pada suaminya, lalu pria patuh yang masih nampak tampan di usianya yang telah menginjak empat puluh tahun lebih itu pun mengangguk lalu tersenyum.
"Tentu saja." jawab ayahnya, sementara Dokter Ferdi yang merasa mendapat lampu hijau dari kedua mertuanya tersebut, berencana menjadikan harapan keduanya sebagai senjata meluluhkan pertahanan istrinya.
"Sepertinya harapan ayah dan bunda bisa jadi senjata nih??." dalam hati dokter Ferdi, yang menarik tipis sudut bibirnya saat satu ide melintas di pikirannya, saking tipisnya senyum pria itu sampai tak ada yang menyadarinya, termasuk sang istri yang kini duduk berdampingan dengannya.
Tidak jauh berbeda dengan ke empat orang dewasa yang lainnya, wajah gadis kecil yang merupakan buah cinta pertama Kheano dan Alisya pun nampak begitu antusias, saat mendengar sebentar lagi ia akan punya adik.
"Asyik, sebentar lagi Kesya punya adik." ucap gadis kecil tersebut dengan wajah berseri seri.
__ADS_1
"Entar kalau Tante Ara udah punya dedek bayi, Kesya bakal sering sering ngajak adiknya kesya main ke sini." ucapan gadis kecil itu membuat semua orang dewasa yang ada di tempat itu kemudian tersenyum.
Beberapa saat kemudian usai mengobrol santai, Kheano pamit pulang dengan membawa serta putrinya.
***
Di tempat lain, seorang pria yang juga telah berstatus suami dari seorang wanita cantik nampak semakin semangat bekerja, apalagi mengingat besok ia akan segera wisuda dan otomatis mendapat gelar sarjana.
"Arya, sebaiknya kamu pulang saja, sekarang sudah jam lima kasian istri kamu nungguin di rumah!!." ucap ayahnya selaku pimpinan perusahaan pada putra semata wayangnya, yang kini bekerja sebagai pegawai biasa di perusahaannya.
"Sebentar lagi ayah, tanggung." sahut Arya yang masih sibuk menatap layar laptop.
"Seharusnya kamu tidak perlu bekerja sekeras ini nak, kamu anak ayah satu satunya. jika bukan kamu siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan ayah ini??." kalimat ayahnya sontak membuat Arya beralih menatap ayahnya yang kini berdiri di depan meja kerjanya.
"Arya mengerti ayah, tapi Arya juga ingin suatu saat nanti jika Arya sudah mempunyai anak, anak Arya merasa bangga memiliki ayah yang pekerja keras. Sama seperti Arya yang bangga pada ayah." jawaban putranya membuat tuan Hartono tersenyum bangga pada pola pikir putranya.
"Baiklah, kalau begitu ayah duluan!!." ayahnya pun pamit sebelum berlalu meninggalkan ruang kerja Arya.
"Baik ayah." sahut Arya.
Melihat kegigihan putranya membuat tuan Hartono tersenyum, pria itu seperti melihat dirinya dua puluh tiga tahun yang lalu di dalam diri putra semata wayangnya. dulu tuan Hartono menikah dengan Bundanya Arya yang merupakan anak dari pemilik perusahaan ternama, sementara dirinya hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan tekstil. namun karena kegigihannya dalam bekerja, beberapa tahun kemudian tuan Hartono berhasil mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil dengan jerih payahnya sendiri.
Hari ini Arya pulang ke rumah larut malam, sebelum kembali ia sengaja menyelesaikan semua pekerjaan serta mempelajari beberapa kiat merintis sebuah usaha.
Selesai merasa semuanya selesai Arya pun segera kembali ke rumah istrinya.
Sayang sayangku,,,, jangan lupa vote, like and koment ya,,,,!! biar author makin semangat nulisnya!! 🥰🥰🥰😍😍😍😘😘😘😘 salam sayang buat kalian semua
__ADS_1
Selamat lebaran bagi yang merayakan Minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin,,,🙏🙏🙏🙏