Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Kedatangan dokter Adam 2.


__ADS_3

"Maaf jika mengganggu waktu anda dokter Tiara, kedatangan saya hanya ingin sekedar bertanya alasan anda mengapa tidak melanjutkan tugas dari rumah sakit di perkampungan itu, sebab pihak rumah sakit meminta saya untuk mencari dokter pengganti untuk menggantikan posisi anda di sana." ucap dokter Adam jujur, sebab selain ia penasaran dengan alasan Tiara memutuskan untuk kembali dari tempat itu, salah satu alasan lainnya, karena pihak rumah sakit meminta dirinya untuk mencari pengganti untuk gadis itu.


Tiara diam sejenak sembari menghela napas panjang lalu menghembusnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan pria itu.


"Sebenarnya alasan saya simple dok, saya hanya tidak ingin melalaikan kewajiban saya sebagai seorang istri. jika saya jauh dari suami, otomatis kewajiban saya sebagai seorang istri akan terlalaikan" jawaban Tiara mendapat tatapan dari kedua pria tersebut, namun pastinya tatapan berbeda. jika dokter Adam mengeryit tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya, sementara dokter Ferdi mengulum senyum tipis, bagaimana tidak, meski belum mengakui secara gamblang namun, secara tidak langsung istrinya Tersebut mengakui kehadiran dirinya dalam kehidupan gadis itu. walau sebenarnya bukan itu alasan utama Tiara meninggalkan tempat di mana ia ditugaskan tersebut.


"Apa maksud anda dokter??.".dokter Adam yang tidak paham sepenuhnya dengan kalimat Tiara kembali mencecar.


"Seperti yang anda lihat dokter, sekarang pria yang duduk di samping saya sekarang adalah suami saya, jadi sudah menjadi kewajiban saya untuk mengurus serta berbakti padanya. jika saya tetap melanjutkan tugas di sana, saya takutkan itu akan membuat saya lalai dengan kewajiban saya sebagai seorang istri." jawaban Tiara membuat dokter Adam seperti sulit bernapas, tidak percaya jika gadis yang selama ini mampu melunakkan hatinya yang sempat membatu akibat meninggalnya calon istrinya, ternyata sudah menjadi istri dari pria lain. apalagi pria itu tak lain adalah salah satu dokter yang merupakan seniornya, yang lebih parahnya lagi, dokter Adam pernah mengungkapkan tentang rasa sukanya terhadap Tiara, pada pria tersebut.


Layaknya dokter Adam yang terkejut dengan pengakuan gadis itu, begitupun dengan Dokter Ferdi, selaku suami Tiara.


Di satu sisi dokter Ferdi merasa bahagia karena akhirnya istrinya itu mengakui dirinya sebagai suami, Namun di sisi lain sebagai sesama pria, dokter Ferdi bisa merasakan bagaimana perasaan pria itu saat ini.


Untuk menjaga perasaan pria itu, dokter Ferdi memilih lebih banyak diam, dengan memberi kesempatan istrinya bicara dengan dokter Adam, hanya sesekali dokter Ferdi bersuara.


"Kapan kalian menikah, kenapa tidak memberi undangan pada rekan kerja kalian, termasuk pada saya!!." tanya dokter Adam yang tetap berusaha bersikap tenang, meski sebenarnya hatinya begitu hancur kala mendengar pengakuan dari gadis itu.


"Belum lama dokter, maaf tidak sempat mengundang anda dan yang lain, kebetulan pernikahan kami hanya di hadiri oleh keluarga inti saja." jawab Tiara jujur, meski ia tidak menceritakan secara detail, karena tidak ingin pria itu berpikir macam macam jika mengetahui tentang pernikahan mereka yang sebenarnya.


"Silahkan di minum tehnya dokter!!." akhirnya dokter Ferdi bersuara, mempersilahkan dokter Adam untuk menikmati secangkir teh yang baru saja di sajikan bi Atun.


"Terima kasih dokter, btw selamat atas pernikahan kalian, semoga selalu bahagia dan lekas di beri momongan." walau hatinya hancur saat mengetahui kabar pernikahan dari gadis yang begitu di dicintainya, namun dokter Adam tetap berbesar hati untuk memberikan selamat pada keduanya, dan di sambut senyum hangat oleh kedua pengantin baru tersebut.


"Terima kasih dokter." sahut dokter Ferdi, sementara Tiara hanya diam dengan seulas senyum manis yang terukir di bibirnya.


"Ternyata pria yang selama ini yang menjadi alasan dokter Tiara menolakku adalah dokter Ferdi." tebak dokter Adam dalam hati, sebab siapapun pasti akan berpikir demikian, mengingat kini keduanya telah resmi menjadi sepasang suami istri.


Setelah berbincang seadanya sembari menikmati secangkir teh yang tadi di sajikan untuknya, kini dokter Adam pamit pulang.

__ADS_1


"Terima kasih atas jamuannya dokter, maaf tidak membawa hadiah pernikahan untuk kalian." kata dokter Adam saat keduanya hendak mengantarkan dirinya sampai ke depan.


"Tidak masalah dokter, dokter sudah menyempatkan waktu untuk mampir sudah membuat kami senang.".kini dokter Ferdi yang menjawab.


"Kalau begitu saya pamit dulu." dokter Adam pun pamit pada sepasang suami istri yang kini berdiri dengan begitu mesranya, dokter Ferdi sengaja merangkul pinggang istrinya saat mengantar pria itu sampai ke depan. bukan ingin niat pamer, namun secara tidak langsung dokter Ferdi ingin menekankan pada pria itu jika saat ini gadis yang di taksir olehnya telah menjadi milik orang lain, dan sampai kapanpun akan tetap seperti itu.


"Hati hati dokter." sahut Tiara datar seperti biasa saat ia berbincang dengan pria itu, dan dokter Adam pun mengangguk seraya tersenyum. meski tak bersuara namun dokter Ferdi tahu jika senyum itu sedikit dipaksakan, tapi dokter Ferdi bisa mengerti, tidak mudah menerima jika seseorang yang begitu kita harapkan kini menjadi milik orang lain.


Dokter Ferdi pun berlalu meninggalkan rumah orang tua Tiara dengan mengendarai mobil model sedan keluaran terbaru miliknya.


Sepeninggal dokter Adam, dokter Ferdi pun segera beranjak kembali ke kamar, tanpa mengajak Tiara bersama dengannya. Tiara yang heran dengan perubahan sikap suaminya, segera menyusul langkah pria itu.


Entah mengapa Tiara yang baru saja membuka handle pintu tersebut merasa hatinya bagai tersayat pisau, ketika melihat wajah suaminya nampak seperti menyimpan beban sejak kedatangan dokter Adam tadi.


"Tiara juga nggak tahu dari mana dokter Adam mendapatkan alamat rumah Tiara, karena Tiara sama sekali tidak pernah memberitahu alamat Tiara pada dokter Adam." terang Tiara agar pria itu tidak berpikir jika ia yang sengaja memberikan alamatnya pada pria itu.


"Apa pria yang selama ini mengisi hati kamu itu dokter Adam??." tebak Ferdi, ingin mendengar jawaban itu dari mulut istrinya sendiri. meski tempo hari dokter Adam pernah bercerita padanya, jika gadis itu menolaknya dengan alasan mencintai pria lain. namun dokter Ferdi ingin memastikan semua itu dengan bertanya langsung pada istrinya.


"Mas ngomong apaan sih??." bukannya menjawab Tiara malah balik bertanya, saat mendengar pertanyaan pria itu.


"Asal mas tahu Tiara sama sekali tidak pernah menaruh rasa pada dokter Adam." jawaban Tiara membuat pria itu semakin di buat penasaran.


"Jika pria itu bukanlah dokter Adam, lalu siapa sebenarnya pria yang kini ada hati kamu Tiara??." pertanyaan suaminya membuat Tiara diam termangu, sehingga membuat pria itu tersenyum getir.


"Seumur hidup mas tidak pernah membayangkan, akan menikah dengan seorang gadis yang mencintai pria lain." ucap dokter Ferdi datar sembari mengukir senyum getir, seolah menertawakan nasibnya sendiri.


Sementara Tiara yang tadinya diam termangu langsung menatap tajam ke arah pria itu.


"Tiara bukan gadis seperti yang mas Ferdi pikirkan, Tiara tidak pernah mencintai pria lain." jawaban istrinya membuat Ferdi memicing bingung.

__ADS_1


"Apa maksud ucapan kamu??." selidik pria itu.


"Seperti yang mas dengar, Tiara tidak pernah mencintai pria lain selain mas Ferdi, bahkan alasan mengapa Tiara menolak dokter Adam beberapa waktu lalu, itu juga karena mas Ferdi." meski malu karena sebagai seorang wanita ia yang mengutarakan isi hatinya lebih dulu, namun kini Tiara mengesampingkan rasa malunya dengan mengungkapkan isi hatinya pada pria itu.


Tanpa disadari Tiara, dokter Ferdi mengulum senyum tipis saat mendengar pengakuannya barusan.


"Tiara menaruh hati pada seorang pria yang bahkan sama sekali tidak menyadari keberadaan Tiara." kini air mata tak sanggup lagi di bendung gadis itu, menyadari kebodohannya yang telah mencintai pria yang menurutnya tengah menyimpan rasa untuk seseorang,yang ia sendiri tidak tahu siapa.


Melihat istrinya mulai berlinang air mata, Ferdi mendekati gadis itu lalu mengusap lembut air mata membasahi wajah Tiara, seraya menatap lekat wajah cantik gadis itu.


Dalam hati terdalam, Ferdi sama sekali tidak menyangka jika perasaannya selama ini ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.


"Sejak kapan kamu menaruh hati terhadap mas??." dengan tatapan lembut pria itu kembali melontarkan pertanyaan yang membuat istrinya semakin merasa dirinya begitu menyedihkan, bahkan di depan pria yang sudah sah menjadi suaminya.


"Sejak lama, Tiara bahkan mulai menaruh hati pada mas di saat pertama kali melihat mas Ferdi. sekarang mas puaskan mendengar pengakuan Tiara, pengakuan perasaan Tiara selama ini yang hanya bisa bertepuk sebelah tangan, karena pada kenyataannya mas telah jatuh hati pada gadis lain". ucap Tiara kala teringat akan pengakuan pria itu tempo hari di saat mereka belum menikah, dan hal itu membuat tangis Tiara semakin pecah.


Kalau saja kamarnya tidak kedap suara mungkin dengan paniknya seisi rumah akan berbondong-bondong menuju kamar mereka, untuk memastikan apa yang sedang terjadi di sana.


Melihat istrinya yang menangis sesenggukan membuat pria itu segera menarik wanitanya kedalam dekapannya.


Di satu sisi pria itu tidak tega melihat istrinya menangis seperti saat ini, namun di sisi lain dokter Ferdi begitu berbunga bunga saat mendengar pengakuan dari gadis itu.


"Sekarang mas bisa menertawakan nasib Tiara yang begitu menyedihkan!!." mendengar kalimat gadis itu membuat dokter Ferdi mengelus lembut puncak kepala istrinya tersebut.


"Sudah selesai ngomongnya, boleh mas ngomong sekarang??." ucap pria itu dengan nada yang begitu lembut.


"Karena kamu sudah mengutarakan isi hati kamu, apa boleh mas menceritakan tentang siapa gadis yang mas maksud tempo hari??." lanjut ucap Ferdi, namun dengan segera Tiara menyela.


"Mas tidak perlu menceritakan pada Tiara tentang sosok gadis itu, sebab mengetahui pria yang Tiara sukai sudah mencintai gadis lain saja sudah membuat Tiara sakit. Tiara mohon sama mas untuk tidak menceritakan siapa sosok gadis itu, karena itu akan lebih menyakiti hati Tiara." sela Tiara seraya menarik diri dari dekapan Ferdi.

__ADS_1


__ADS_2