Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Melamar wanita idaman.


__ADS_3

Di mobil, Andi yang tengah menyetir sesekali melirik ke arah Rania yang sibuk berkutat dengan ponselnya, jika di perhatikan seperti sedang berbalas pesan dengan seseorang.


"Dari Pacar??." tanya Andi tanpa menoleh ke arah Rania, saat pandangan gadis itu tertuju pada ponsel yang berada di tangannya.


"Memangnya apa urusannya dengan kamu jika dari pacar saya, kepo banget jadi orang." ketus Rania, sebelum memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.


"Saya hanya bertanya, lagi pula apa salahnya bertanya, jika tidak ingin menjawab tidak masalah." mendengar jawaban Andi membuat Rania berdecak karena tidak berniat menjawab pertanyaan pria itu.


"Atau mungkin karena tidak ada cowok yang mau sama kamu, makanya kamu nggak mau menjawab??." Rania nampak kesal mendengar kalimat pria itu.


"Dengar baik baik, bukannya tidak ada cowok yang ingin menjadikan saya kekasihnya,hanya saja saya yang tidak mau dengan mereka. lagian apa salahnya jika kita mencari seseorang yang paling tepat untuk mendampingi hidup kita, lagi pula bagi saya menikah itu cukup sekali seumur hidup." mendengar jawaban gadis itu membuat Andi Langsung menoleh seraya berkata.


"Memangnya seperti apa kriteria pria idaman kamu??." tanya Andi sambil sesekali melirik ke arah Rania.


"Saya menginginkan seorang pria yang mencintai saya dengan tulus, terutama setia pada pasangannya." sahut Rania sembari membayangkan sosok salah satu aktor Korea yang selalu menjadi pujaannya.


"Kamu sendiri, seperti apa kriteria wanita idaman kamu??." tanpa sadar Rania bertanya hal yang sama pada Andi, sehingga membuat pria itu kembali melirik ke arahnya.


"Tidak jauh berbeda denganmu, saya juga menginginkan sosok wanita yang mencintai saya tulis sepenuh hati." jawab Andi dengan nada serius.


"Apa hanya mencintai saja, bagaimana jika wanita itu mencintaimu namun tidak setia padamu??." pertanyaan Rania membuat pria yang kini duduk di sebelahnya, sembari memegang stir mobil tersebut kemudian tersenyum penuh arti seraya berkata.


"Karena menurut saya, jika orang yang tulus mencintai kita, tidak akan pernah berpikir untuk mengkhianati kita." jawab Andi kemudian Rania perlahan mengangguk, setelah mencerna kalimat Andi.


"Benar juga sih apa kata kamu, tapi sekarang ini susah sekali mendapatkan suami yang setia." ucap Rania kemudian lalu Andi pun tersenyum.


"Bukannya tidak ada, tapi mungkin kamu belum menemukan pria yang seperti kamu inginkan." entah mengapa saat mengobrol dengan Andi, Rania merasa nyambung sehingga obrolan keduanya terus berlanjut sampai satu kata kata Andi yang membuat Rania mengeryit bingung.

__ADS_1


"Karena ada juga pria yang lebih memilih untuk mencintai seorang gadis diam diam, bukan karena tidak ingin memiliki gadis pujaannya tapi lebih takut menerima penolakan." ucapan Andi membuat Rania mengeryit bingung, sampai kemudian wanita itu menebak jika Andi tengah menyimpan rasa untuk seorang gadis pujaan hati.


"Jangan bilang kalau pria itu kamu, jika tebakan aku benar, nggak nyangka pria nyebelin seperti kamu ternyata bisa takut mendapat penolakan." sahut Rania tersenyum, seolah sedang menertawakan pria itu


"Bagaimana bisa kamu berpikir jika pria itu adalah saya??." Ucap Anda seraya menoleh ke arah Rania.


"Itu cuma tebakan saya saja, tapi kalau tebakan saya benar, sebaiknya kamu segera mengutarakan isi hati kamu pada wanita itu, tidak baik jika terus memendam perasaan seperti itu." jawab Rania dengan santainya.


"Aku rasa sekarang waktunya belum tepat, karena gadis itu nampaknya belum bisa menerima diriku." jawab Andi seadanya.


Obrolan keduanya terus berlanjut sampai dengan sebuah mobil sedan menyalip kemudian mengadang jalan mereka.


"Maya." ucap Andi saat melihat sosok gadis yang setahun belakangan ini terus mendekati dirinya. Maya merupakan salah satu pegawai di perusahaan Kheano.


Gadis itu nampak menghampiri mobil yang di kendarai Andi lalu menggedor gedor kaca mobil, sehingga membuat Rania yang terpancing emosi segera turun dari mobil.


"Kamu benar benar tidak sopan." bukannya menjawab wanita itu malah mengatai Rania tidak sopan.


"Apa Lo bilang gue nggak sopan, gila nih cewek." Rania pun ikut mengumpat Gadis itu sebelum ia hendak mengangkat tangannya untuk menampar wanita itu, namun sebelum itu terjadi Andi yang juga ikut menyusul Rania turun dari mobil segera menangkap tangan Rania.


"Jangan Rania!!." ucap Andi seraya menangkap tangan Rania yang kini sudah berada di udara.


"Siapa gadis ini pak Andi??." tanya wanita itu dengan nada di buat buat manja.


"Kenalkan Bu Maya, namanya Rania dia pacar saya." bukan hanya Mata yang terkejut dengan pengakuan Andi, namun Rania pun tak kalah terkejutnya dengan pengakuan asal asalan pria itu.


"Saya tidak percaya jika gadis ini adalah kekasih pak Andi." wanita itu nampak tak percaya dengan pengakuan Andi, mengingat sejak bekerja di perusahaan Kheano group Andi sama sekali tidak pernah terdengar memiliki teman wanita apalagi kekasih.

__ADS_1


"Baiklah jika anda tetap tidak percaya." jawab Andi kemudian.


"Cup." dengan lembut Andi mengecup bibir Rania, sampai membuat gadis itu diam tak bisa berkata kata.


"Apa anda masih tetap tidak percaya jika dia pacar saya??." ucap Andi, sementara wanita berusia dua puluh lima tahun yang bernama Maya tersebut langsung berlari menuju mobilnya dengan Isak tangis.


Setelah melihat Maya mulai mengemudikan mobilnya menjauh, Andi pun memijat pelipisnya seperti sedang mengusir frustasi dalam kepalanya, sebelum memulai obrolan dengan Rania yang nampak masih speechless dengan tindakan Andi tadi.


"Maafkan aku." kata kata itu seperti Dejavu bagi Rania, suatu kejadian yang sama saat dulu Andi pernah melakukan hal itu padanya. hanya saja dulu pria itu hanya mengecup keningnya, tapi sekarang pria itu bahkan mengambil ciuman pertamanya.


"Apa salahku, Sampai kamu berbuat seperti ini lagi padaku?? apa serendah itu aku di matamu, sehingga kamu bebas melakukan hal semacam itu padaku." nada bicara Rania terdengar biasa namun begitu menusuk di hati Andi.


"Sungguh aku tidak bermaksud seperti itu Rania, aku hanya lepas kontrol." jawab Andi yang kini di penuhi rasa bersalah.


"Aku mohon padamu maafkan aku, katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku??." ujar Andi dengan penuh penyesalan karena membuat gadis yang selama ini dicintainya berurai air mata.


Rania hanya diam tak menjawab pertanyaan pria itu, hanya air mata yang bisa mewakili perasaannya saat ini.


"Jika perlu aku akan segera melamarmu dan segera menikahimu." lanjut Andi saat melihat Rania masih diam tak bersuara.


Karena Rania tak kunjung bersuara, Andi pun memutuskan untuk menghubungi sahabatnya, Kheano.


Saat panggilan tersambung, Andi langsung mengatakan niatnya menghubungi Kheano.


"Khe, aku ingin melamar adikmu apa kamu tidak keberatan jika pria biasa sepertiku menjadi adik iparmu??."mendengar Andi menghubungi kakaknya membuat Rania akhirnya buka suara.


"Aku tidak ingin menikah dengan pria yang tidak mencintaiku." jawab Rania.

__ADS_1


__ADS_2