Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Pengakuan Kheano 1.


__ADS_3

Siang ini Kheano yang sedang berada di kantor terus kepikiran dengan pesan yang semalam di kirimnya pada Arya, niatnya ingin meyakinkan sahabatnya tersebut jika di jodohkan bukanlah sebuah hal yang buruk. sampai tanpa sadar ia memberi tahu jika ia pun pernah ada di posisi Arya saat ini.


Tidak ingin terus menyembunyikan perihal pernikahannya pada ketiga sahabatnya, Kheano pun mengirim pesan pada ketiga sahabatnya untuk makan siang bersama di salah satu restoran yang tidak jauh dari kantornya.


Ia juga mengirimkan pesan pada Bobi, mengingat pagi tadi ia mendapat kabar dari Andi jika Bobi sudah kembali dari kota B dan akan kembali menetap di Jakarta.


"Kalau nggak sibuk, gue ngundang Lo buat makan siang di restoran XXX yang nggak jauh dari kantor gue." kurang lebih seperti itu bunyi pesan yang di kirimkan Kheano pada keempat sahabatnya termasuk Andi, meski mereka berada di lingkungan kantor yang sama.


"Emangnya Khe mau ngomong masalah apa sama anak anak, gue yakin ini penting." dalam hati Andi mengingat saat ini kegiatan Kheano sangat padat, namun ia sengaja meluangkan waktu untuk mengundang ketiganya untuk sekedar makan siang bersama.


Andi berjalan menuju ruangan Dirut, yang tak lain adalah ruangan atasan sekaligus sahabatnya Kheano.


"Tok...tok...tok..." Meski mereka sahabat namun Andi tetap mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan Kheano.


"Siang ini aku sengaja mengundang kalian untuk makan siang bersama karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian, terkhusus Bobi serta Arya yang belum mengetahui kabar pernikahanku." ucap Kheano yang tidak menggunakan bahasa Lo gue seperti biasanya pada sahabatnya mengingat tengah berada di lingkungan kerja, tidak enak jika di dengar oleh pegawai yang lain. Kheano tidak ingin di cap memberikan contoh yang kurang baik bagi pegawainya. begitupun dengan Andi, meski tidak terlalu formal seperti memanggil Kheano dengan sebutan tuan misalnya. Andi hanya akan memanggil Kheano dengan sebutan tuan pada saat keduanya berada di tengah rapat penting atau rekan bisnis.


"Kamu yakin akan menceritakan semuanya sekarang, bagaimana jika Bobi belum bisa menerima jika kamu telah menikah dengan wanita yang selama ini disukainya." ucap Andi ragu, jika Bobi bisa dengan legowo menerima kenyataan jika Alisya bukanlah jodohnya.


"Terima atau tidak yang jelas saat ini Alisya adalah istriku, milikku, ibu dari anakku." tegas Kheano, meski sebenarnya yang melintas dipikirannya saat ini sama dengan yang ada di pikiran Andi.namun bagaimana pun sudah waktunya ia mengatakan yang sebenarnya pada kedua sahabatnya Arya serta Bobi, sementara Andi sendiri sudah sejak lama mengetahui pernikahannya dengan Alisya.


"Baiklah, kalau begitu aku balik ke ruanganku untuk segera menyelesaikan pekerjaanku, agar siang nanti aku juga bisa ikut makan siang bersama." ucap Andi yang hendak berlalu meninggalkan ruangan Kheano.


"Hemt ." sahut Kheano singkat sebelum Andi benar benar menghilang di balik pintu.


"Bagaimana pun reaksi Bobi nanti dia harus tetap berbesar hati untuk menerima jika Alisya adalah istriku." Kheano bermonolog.


Waktu kini menunjukkan pukul dua belas lewat tiga puluh menit saatnya makan siang. Kheano segera menemui Andi lalu mengajaknya menuju restoran yang tadi di maksud olehnya.


"Sebaiknya kita makan siang dulu, mungkin Bobi dan Arya sudah menunggu di sana." ajak Kheano.

__ADS_1


"Baiklah." Andi segera merapikan beberapa berkas sebelum beranjak.


Namun saat Andi hendak menyamakan langkahnya dengan Kheano, tanpa sengaja ia menyenggol lengan Kheano yang di balut jas tersebut sehingga membuat Kheano sedikit meringis.


"arrgthh." ringis Kheano saat tangan Andi tidak sengaja mengenai lengannya yang terluka akibat insiden semalam.


"Ada apa dengan lenganmu??." Selidik Andi saat melihat Kheano meringis dengan ekspresi menahan sakit.


Andi meraih lengan Kheano lalu menyingkap lengan jasnya, betapa terkejutnya Andi saat melihat lengan Kheano yang terbalut perban.


"Ada yang terjadi dengan lenganmu, kenapa bisa sampai di perban seperti ini??." tanya Andi mulai khawatir.


"Nggak papa, cuma luka kecil." sahut Kheano sengaja tidak menceritakan kejadian semalam pada sahabatnya tersebut, karena tidak ingin Andi merasa bersalah karena tidak menjalankan tugasnya sebagai asisten sekaligus sekretaris pribadi Kheano, untuk memastikan keselamatan Kheano sampai kembali ke rumah.


"Tapi Khe_" Andi tak sempat menyelesaikan kalimatnya karena Kheano segera menyela.


"Baiklah." ucap Andi, lalu keduanya pun berjalan di koridor gedung menuju lift petinggi perusahaan untuk mengantarkan keduanya menuju lantai dasar.


Keduanya berangkat dengan menggunakan mobil Kheano seperti biasa Andi bertugas menyetir, saat Kheano ke kantor menyetir sendiri tanpa bantuan sopir pribadinya.


Karena restoran yang di tuju tidak begitu jauh dari kawasan perusahaan Kheano, maka hanya butuh waktu sepuluh menit keduanya tiba di restoran tersebut.


Saat berada di ambang pintu utama restoran tersebut, Kheano melihat Bobi serta Arya telah duduk di sebuah meja yang berada di paling ujung.


Kheano serta Andi segera berjalan menghampiri meja yang telah di pesan oleh Bobi dan Arya, karena mereka yang lebih dulu tiba di sana.


"Tumben Lo Khe ngajak kita ketemuan di siang bolong begini, biasanya juga Lo sibuk banget di jam begini." ucap Bobi yang sejak dulu mulutnya kadang berucap tanpa basa basi.


"Lo gimana sih Bob sekian lama mulut Lo nggak pernah berubah." timpal Arya.

__ADS_1


"Ada hal penting yang ingin gue omongin sama Lo semua." Akhirnya Kheano yang kini telah duduk di salah satu kursi itu pun membuka suara.


"Emang Lo mau ngomongin apa Khe, kelihatannya penting banget." ucap Arya saat melihat raut wajah Kheano begitu serius, tidak sesantai biasanya saat mereka hanya sekedar makan siang bersama.


"Sebaiknya sebelum ngobrol ngobrol kita makan siang dulu, biar ada tenaga saat ngobrol." ucap Kheano yang kini berusaha bersikap santai seperti Kheano biasanya.


Setelah menyantap makanan yang di pesan, Bobi yang sejak tadi penasaran tersebut kembali membuka obrolan.


"Khe gue jadi penasaran, emangnya Lo mau ngomongin apa sih??." tanya Bobi yang masih santai karena belum bisa menebak apa yang akan menjadi topik obrolan Sahabatnya itu.


Kheano mengeluarkan sebuah foto yang ada di dompetnya, lalu meletakkannya di atas meja.


"Foto anak siapa ini, mana cantik banget menggemaskan pula." ucap Arya saat meraih serta memperhatikan wajah bocah perempuan tersebut.


Bobi meraih foto bocah perempuan tersebut dari tangan Arya lalu memperhatikannya dengan seksama.


"Kalau di perhatikan, wajah bocah ini mirip denganmu Khe." ucap Bobi seraya memperhatikan wajah Kheano dan wajah bocah yang ada di foto tersebut bergantian.


"Emang bocah ini siapa sih Khe???" tanya Bobi semakin penasaran, namun Bobi sama sekali tidak menyangka jika bocah perempuan tersebut adalah darah daging Kheano. mengingat selama ini setahu Bobi serta Arya, Kheano masih single bahkan tidak memiliki pacar sama sekali.


"Itu foto anak gue." akhirnya satu persatu Kheano membuka rahasia yang selama ini belum di ketahui oleh kedua sahabatnya, hanya Andi seorang yang mengetahui perihal pernikahannya dengan Alisya, serta kehadiran Kesya dalam pernikahan keduanya.


"What." mata Arya serta Bobi membulat sempurna saat mendengar mengakui bocah tersebut sebagai anaknya.


Bagaimana kelanjutan ceritanya guys,,,, ???saat mengetahui Kheano sudah memiliki anak saja Bobi sudah sangat terkejut, apalagi jika sampai Bobi tahu jika ibu dari anaknya Kheano adalah wanita yang selama ini di idamkan olehnya.


jangan lupa komen,like dan Votenya ya my reader....!!!


Karena setiap kata yang ada di dalam komet kalian menjadi penyemangat Author dalam berkarya. Love you all,,,,😘😘😘😘🥰🥰🥰😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2