Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Menginginkan adik


__ADS_3

Keesokan harinya Kheano sudah siap dengan stelan jas lengkapnya, hari ini Kheano hendak mengunjungi perusahaan yang diawalinya sejak lulus SMA.


Perusahaan yang di bangun Kheano bergerak di bidang properti, karena harus melanjutkan pendidikan di luar negeri, maka Kheano mempercayakan perusahaan yang baru dirintisnya tersebut pada salah satu Sahabatnya, Andi. di sela kesibukan kuliahnya di tanah air Andi membantu Kheano dalam mengelola usaha yang di bangun Kheano dari nol tersebut.


Sebelum berangkat Kheano sarapan bersama istri, anak, adiknya Rania serta kedua orangtuanya.


"Lama nggak ketemu ternyata kakak lumayan ganteng ya sekarang." ucap Rania saat tiba di meja makan.


"Kalau ganteng sudah dari dulu kali." sahut Kheano usai menyesap tehnya.


"Iya juga sih, kalau nggak ganteng nggak mungkin juga bundanya Kesya mau sama kakak. Iya nggak Alisya??" lanjut Rania yang kini telah duduk di kursi yang berhadapan dengan Alisya.Sementara ayahnya duduk di kursi utama dan ibunya duduk di kursi yang berada tepat di samping ayahnya.


Alisya hanya tersenyum kecil menyahuti pertanyaan adik iparnya tersebut.


"Lagian kalau kakak nggak ganteng mana mungkin bisa punya anak secantik ini." ucap Kheano tersenyum mencubit gemas pipi putrinya.


Di sela Senda gurau Kheano dengan Rania tersebut membuat Kesya bertanya pada ayahnya.


"Ayah." ucap Kesya yang kini tengah di suapin oleh bundanya.


"Ada apa sayang??." sahut Kheano lembut.


"Apa ayah juga sayang dengan Tante Rania??" pertanyaan putrinya membuat Kheano tersenyum sebelum menjawab.


"Tentu saja sayang, Tante Rania kan adiknya ayah." jawab Kheano lalu meraih tubuh mungil putrinya ke dalam pangkuannya.


"Ayah, Kesya juga pengen punya adik, biar Kesya juga bisa sayang sama adik Kesya." Semua yang berada di meja makan tersebut sontak menatap ke arah bocah itu. tak terkecuali bundanya, yang juga menatap tak percaya putrinya akan berkata demikian.


Kheano tersenyum mendengar kalimat putrinya begitu pun dengan Oma serta opanya.


"Emangnya Kesya udah kepengen adik ya??." kini Omanya yang bertanya pada cucu kesayangannya, dengan wajah berbinar.


"Iya Oma." jawab bocah itu dengan polosnya.

__ADS_1


Untuk beberapa saat Kheano tersenyum Lalu melirik ke arah Alisya, sebelum memberi Jawaban pada putrinya.


"Nanti pasti ayah kasi adik buat Kesya, tapi sekarang kita nunggu bundanya mau dulu ya!!." jawaban Kheano pada putrinya sontak membuat Alisya yang tengah meneguk segelas jus tersedak.


"Uhuk,,,,uhuk,,,,uhuk,,,,." Alisya tersedak karena terkejut dengan jawaban suaminya.


Dengan sigap Kheano mengusap lembut punggung Alisya yang tengah tersedak dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya memegang Kesya yang berada dalam pangkuannya.


"Hati hati sayang!!." ucap Kheano lembut.


Mendengar Kheano memanggilnya dengan sebutan sayang semakin membuat wajah Alisya merah merona menahan malu, mengingat saat ini ayah serta ibu mertuanya juga tengah sarapan.


"Bunda nggak papa??." tanya bocah itu khawatir.


"Bunda nggak papa kok sayang." sahut Alisya.


Sementara mama serta papanya Reza hanya bisa menahan senyum ketika mendengar permintaan cucu mereka satu satunya tersebut.


Semalam saat Kesya meminta ditidurkan olehnya, Kheano sengaja menanyakan pada putri kecilnya itu apakah menginginkan seorang adik, sesuai dengan harapan Kheano jawaban putrinya adalah iya. Kesya menginginkan adik agar dirinya punya teman bermain.


Namun Kheano tidak menyangka putrinya itu akan mengatakan hal itu di depan bundanya langsung.


Sebelum berangkat ke kantor barunya, Kheano lebih dulu mengantarkan putrinya ke sekolah paud, Alisya pun ikut bersama sebab ban mobil Alisya kempes.


Kesya duduk di pangkuan bundanya sementara ayahnya fokus mengemudi.


"Bunda, kapan Kesya bisa punya adik??." lagi lagi bocah itu membahas tentang adik.


Alisya menghela napas panjang lalu menghembuskan perlahan, karena tidak habis pikir mengapa sejak tadi putrinya itu terus membahas tentang adik.


"Kesya, kamu masih kecil sayang kasian kalau sudah harus punya adik nak." sahut bundanya sekenanya. karena tidak mungkin ia menceritakan bagaimana sebenarnya hubungannya dengan ayah dari anaknya tersebut.


"Tapi aku pikir nggak ada salahnya Alisya, jika Kesya menginginkan seorang adik." Kheano menimpali obrolan di antara dua wanita terpenting dalam hidupnya tersebut.

__ADS_1


Sementara mata Alisya langsung mendelik saat mendengar ucapan Kheano.


Akhirnya mobil yang di kemudikan Kheano menepi saat tiba di sebuah sekolah PAUD, di mana sudah banyak Anak yang hampir seusia Kesya diantarkan oleh ibunya masing masing.


Alisya segera turun dari mobil untuk mengantar putrinya memasuki halaman sekolah, begitu pun dengan Kheano yang juga ikut berjalan di belakang Alisya dan putrinya.


Banyak ibu ibu saling berbisik sejak kedatangan mereka.


"Apa itu pacar bundanya Kesya??." ucap salah satu ibu ibu pada ibu dari anak lainnya, meski meski bicara dengan nada sedikit lirih namun Kheano yang berada tidak jauh bisa mendengarnya dengan jelas.


"Dasar janda gatel." umpat salah satu ibu yang lain dengan tatapan sinis ke arah Alisya.


"Mas, kok mau sih pacaran sama janda gatel kayak bundanya si Alisya itu." ucap ibu ibu tadi dengan nada sinis pada Kheano.


"Maaf Bu, nama bundanya Kesya adalah Alisya putri, jadi jangan pernah memanggilnya dengan sebutan itu lagi!" tegas Kheano lalu kembali berjalan mengikuti istri serta putrinya.


Kheano menghentikan langkahnya sejenak lalu menoleh ke arah beberapa orang ibu ibu rumpi itu.


"Karena saya tidak akan tinggal diam jika ada yang berani mengusik ibu dari anak saya." ucap Kheano lalu kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan beberapa orang ibu ibu rumpi.


"Apa saya tidak salah dengar, pria itu ayahnya Kesya, jika dia ayahnya Kesya berarti Bundanya Kesya bukan janda??." ucap ibu ibu tadi setelah kepergian Kheano.


Sudah beberapa bulan Kesya bersekolah di paud itu, namun tak sekalipun Kesya di antarkan oleh ayahnya, selalu bundanya yang setia mengantar jemput bocah itu, hingga timbul di pikiran pada orang tua lainnya jika Bundanya Kesya adalah seorang janda.


"Kita lihat saja apa akibatnya jika sudah berani menghina anak dan istriku.


Tadi saat Baru saja tiba Kheano melihat seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahunan yang tengah mengantar salah satu ibu ibu yang tadi ikut mengumpat istrinya. saat melihat tanda pengenal yang menggantung di lehernya Kheano bisa memastikan jika pria itu adalah salah satu karyawan di perusahaan miliknya. sehingga Kheano berniat memberikan pelajaran pada ibu tadi melalui suaminya.


"Andi, kamu cari pegawai atas nama Suryo, berikan pesangon sesuai dengan kinerja selama ini!!." Kheano mengetuk sebuah chat lalu mengirimkannya pada Andi, sebelum ia memeluk putri kecilnya yang hendak masuk ke kelas bermainnya.


"Anak ayah jangan bandel ya, kalau di kasitau sama gurunya harus nurut ya sayang!!." ucap Kheano lalu mengecup puncak kepala putrinya, sebelum beranjak meninggalkan sekolah PAUD tersebut.


Alisya pun kembali ke mobil bersama Kheano.

__ADS_1


__ADS_2