Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Jalan jalan bersama 1.


__ADS_3

Alisya menyetir mobilnya menuju sekolah paud putrinya.


Alisya terus kepikiran dengan ucapan Kheano saat di kantor tadi.


"Bagaimana bisa kak Khe berniat memisahkan aku dan Kesya." gerutu Alisya kesal mengingat ucapan Kheano tadi saat di ruang kerjanya.


"Bahkan di saat berjuang melahirkan Kesya dia sama sekali tak ada bersamaku, mengapa sekarang dengan mudahnya dia ingin merebut putriku." tak henti hentinya Alisya menggerutu.


Tiga puluh menit kemudian Alisya tiba di sekolah Kesya, namun tanpa di duga Alisya sebelumnya mobil Kheano sudah terparkir cantik di sana.


Alisya bergegas turun dari mobil.


"Sedang apa kamu di sini??." tanya Alisya ketus saat melihat keberadaan Kheano yang tengah duduk di bangku tunggu.


"Tentu saja untuk menjemput putriku, tidak mungkin aku di sini untuk mencari jodoh." Bukannya serius Kheano malah menjawab pertanyaan Alisya dengan kalimat yang menurut Alisya adalah sebuah candaan konyol.


"Aku sedang tidak ingin bercanda." cetus Alisya.


"Siapa yang juga yang sedang bercanda, kenyataannya aku kesini memang ingin menjemput putriku." jawaban Kheano membuat Alisya hampir terpancing emosi, kalau saja ia tidak mengingat jika saat ini mereka sedang berada di sekolahan Kesya.


Alisya menghela napas dalam untuk menetralisir perasaannya yang kini bercampur aduk. di satu sisi ia merasa senang jika Kesya mulai dekat serta mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari ayahnya, namun di sisi lain ia juga takut jika putrinya tersebut terlanjur sayang pada ayahnya, lalu dengan mudahnya Kheano memisahkan ia dari putrinya.


Alisya mencoba terlihat tetap tenang saat berada di depan Kheano.


Alisya tak jadi berujar, saat mendengar suara putrinya.


"Ayah...bunda..." teriak Kesya yang terlihat begitu bahagia saat melihat ayah serta bundanya.


"Sini sayang." Kheano berjongkok untuk menyambut putrinya yang kini tengah berlari kecil ke arah keduanya.


"Anak ayah makin berat saja nih." ucap Kheano gemas saat meraih tubuh Kesya ke dalam gendongannya.


"Kesya pulang bareng bunda yuk!!." Alisya mencoba mengambil Alih tubuh mungil putrinya dari gendongan sang ayah.


Sementara Kheano hanya tersenyum tipis memandangi wajah istrinya.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang sudah membuatmu khawatir seperti ini, tapi aku tidak punya cara lain untuk membuatmu mengurungkan niat berpisah dariku." dalam hati Kheano yang sebenarnya tidak tega melihat istrinya sedih seperti saat ini. karena sebagai suami ia paham dengan perasaan istrinya saat ini, meski Alisya tidak mengatakannya.


"Kesya mau pulang bareng ayah aja boleh nggak bunda??." Ucap bocah itu saat Bundanya hendak meraih tubuhnya dari Gendongan ayahnya.


"Kalau nggak boleh juga nggak apa-apa Bun." lanjut bocah yang pintar berbicara tersebut, meski usianya masih dua tahun lima bulan meski masih sedikit cadel, saat Bundanya belum menanggapi ucapannya.


Sebagai ibu Alisya tahu betul jika saat ini putrinya tersebut ingin sekali bersama dengan ayahnya, karena saat dirinya belum juga menanggapi putri kecilnya itu langsung menunduk sedih.


"Kita pulangnya bareng, mobil bunda biar sopir kantor ayah yang bawa ke rumah." Kheano mencoba menengahi kedua wanita beda generasi tersebut.


Karena tidak ingin buah hatinya kecewa, Alisya pun menurunkan egonya, lalu mengiyakan ucapan ayah dari putrinya tersebut dengan anggukan.


"Makasih ya bunda." Alisya menanggapi dengan senyuman terbaik ucapan putri kecilnya.


"Iya sayang." sahut Alisya.


"Ayah, hari ini jadikan kita jalan jalan??" gadis kecil itu menagih janji ayahnya semalam.


Sementara Alisya mengeryit heran, karena tidak tahu menahu dengan janji di antara anak dan ayah tersebut.


"Bunda juga di ajak kan yah??." seperti biasa Kesya tak pernah bisa diam, selalu saja ada yang menjadi topik pembicaraannya.


"Tentu saja ayah mau ngajakin bunda sekalian, itu pun kalau bunda nggak keberatan." Kheano sengaja berkata demikian pada putrinya, sebab ia yakin jika Alisya pasti tidak akan menolak jika putrinya yang meminta.


"Bunda juga ikut jalan jalan sama Kesya dan ayah kan??." meski berat hati namun terpaksa Alisya kembali mengiyakan permintaan putrinya.


"Iya sayang." jawab Alisya yang kini sudah duduk di samping kemudi sementara Kesya duduk di jok belakang.yang membuat Alisya heran mobil Kheano sudah di lengkapi dengan fasilitas keamanan untuk anak seusia Kesya, padahal pagi tadi bahkan semua itu belum tersedia.


"Apa kamu sengaja menyiapkan semua ini untuk Kesya??" tanya Alisya dengan nada datar.


"Untuk siapa lagi, memangnya aku punya anak berapa??." bukanya menjawab sekenanya Kheano malah membuat jawaban di iringi senyum, yang mampu memancing lirikan tajam dari istrinya.


"Ayah... kita main ke mall boleh nggak ayah??." Kheano menatap putrinya dari spion yang berada di depannya lalu tersenyum.


"Tentu boleh sayang, apa yang tidak untuk istri dan anak ayah." jawab Kheano lalu melirik ke arah Alisya yang kini tengah fokus menatap ke luar jendela mobil.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di sebuah mall ternama di kota tersebut.


Setelah memarkirkan mobilnya Kheano segera turun lalu menggendong putrinya setelah sebelumnya membuka pintu mobil untuk Alisya.


Ketika berjalan memasuki Mall tersebut ada seorang pria yang menegur Kheano, yang ternyata adalah salah satu temannya saat menimba ilmu di negeri orang.


"Hai Khe... nggak nyangka bisa ketemu kamu di sini" Sapa pria itu ketika melihat Kheano berjalan bersama seorang wanita cantik, apalagi saat ini ada seorang anak perempuan yang berada dalam gendongannya.


"Aris...iya nih kebetulan sekali" sahut Kheano sebelum memperkenalkan kedua wanita yang kini tengah bersama dengannya.


Dari tatapannya Kheano bisa menebak jika saat ini Aris bertanya tanya tentang kedua wanita yang kini bersama dengannya.


"BTW kenalin ini istriku Alisya, dan gadis yang tak kalah cantik dari bundanya ini putriku." Ucap Kheano memperkenalkan istri serta anaknya pada teman kuliahnya dulu saat di Amerika.


"Alisya." ucap Alisya ikut memperkenalkan diri pada Aris.


"Aku Kesya om." Kesya pun tak mau kalah ia juga ikut memperkenalkan dirinya pada Aris


"Cantik dan lucu banget sih kamu nak" Aris mencubit gemas pipi Kesya, sementara bocah itu tersenyum manis.


"Om temannya ayah ya??". Aris tersenyum lebar saat mendengar Kesya dengan cerewetnya bertanya tentang dirinya.


"Iya cantik, om temannya ayah kamu. kayaknya om harus cepat cepat cari pendamping nih biar cepat dapat anak secantik dan selucu kamu." ucap Aris tersenyum.


"Makanya buruan cari pendamping jangan jomlo terus kamu!!." Ledek Kheano.


Mendengar Kheano begitu antusias memperkenalkan istrinya membuat Aris semakin yakin, jika gadis itu lah yang selalu di ceritakan Kheano dulu saat mereka masih kuliah di universitas bahkan di fakultas yang sama.


"Ternyata istrimu memang sangat cantik, pantas saja kamu sama sekali nggak tergoda dengan gadis gadis bule." kalimat Aris sontak membuat Alisya terkejut,namun ia tetap berusaha bersikap biasa.


"Bisa aja kamu." jawab Kheano sementara Alisya berpura pura sibuk dengan ponselnya usai tersenyum basa basi pada Aris.


"Apa kak Khe sering bercerita tentang aku pada teman temannya, apa kak Khe benar benar sudah membuka hatinya untukku??." dalam hati Alisya.


"Astaga aku hampir lupa ada janji sama teman, lain kali kita ngobrol ngobrol lagi Khe, soalnya aku harus menemui seseorang." dengan berat hati Aris harus pamit setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya telah menunjukkan pukul sebelas tepat.

__ADS_1


"Ok, kalau gitu lain kali kita janjian deh, biar bisa ngobrol ngobrol banyak." ucap Kheano sebelum Aris benar benar berlalu, sementara mereka juga melanjutkan langkah memasuki Mall menuju sebuah pusat bermain anak yang berada di lantai empat mall tersebut.


__ADS_2