Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Hukuman dari papa.


__ADS_3

"Pa...apa Khe sudah tahu tentang Kesya??." wajah Nyonya Tasya terlihat sendu, saat bertanya pada suaminya yang baru saja tiba dari kantor. saat tidak sengaja melihat Kheano dan Alisya berdebat tadi, tuan Reza memutuskan meninggalkan perusahaan lebih awal.


"Justru karena ingin Kheano segera mengetahui keberadaan Kesya, makanya papa sengaja meminta Alisya mengajak serta Kesya tadi pagi ke kantor, karena papa yakin Khe pasti akan mampir ke kantor papa." sahut Tuan Reza.


Nyonya Tasya mulai berlinang air mata, merasa bersalah karena menyembunyikan hal sebesar itu dari putranya.


"Pa, mama jadi nggak tega sama anak kita, mama merasa bersalah sama Khe." ucap nyonya Tasya yang kini tak sanggup lagi menahan sesak di dada karena sejak tiga tahun belakangan ini terpaksa harus menuruti perintah suaminya, untuk menyembunyikan perihal kehamilan Alisya pada suaminya sendiri.


"Mama tidak perlu bersedih, Khe pantas mendapat hukuman seperti itu, biar dia tahu pernikahan bukanlah suatu permainan." ucap tuan Reza lalu menarik tubuh istrinya ke dalam dekapannya.


"Tapi pa, saat ini perasaan Khe pasti sangat hancur pa, Khe pasti merasa kita sudah membohonginya." ucap nyonya Tasya di sela Isak tangisnya.


"Papa tahu mama sangat sedih karena mama yang telah melahirkan Kheano, tapi kita juga tidak bisa menutup mata saat melihat menantu kita di perlakukan Khe seperti itu. papa tidak tahu jika sampai Rendi tahu tentang perjanjian yang di buat anak kita, mungkin perasaannya akan lebih hancur dari kita ma." tuan Reza mencoba memberi pengertian pada istrinya.


Setelah mencerna ucapan suaminya perlahan nyonya Tasya mengangguk.


Flashback On


Tiga tahun yang lalu


Saat nyonya Tasya hendak menemui Alisya di kamar, ternyata gadis itu sudah terlelap sehingga tidak mendengar ketika ibu mertuanya tersebut beberapa kali mengetuk pintu.


Beberapa kali mengetuk tak mendapat sahutan ibu mertuanya itu pun membuka handle pintu kamar yang ternyata tidak terkunci. awalnya mamanya Kheano melihat ponsel Alisya yang terletak di tepi ranjang nyaris terjatuh ke lantai, saat tidak sengaja tersentuh oleh Alisya yang hendak merubah posisi tidurnya.


Khawatir ponsel Alisya akan jatuh jika masih dalam posisi seperti itu, nyonya Tasya meraihnya lalu meletakkannya ke dalam laci nakas. tapi ketika meletakkan ponsel tersebut pandangan mamanya Kheano tertuju pada sebuah map yang berwarna hijau yang ada di dalam laci tersebut. karena penasaran nyonya Tasya mengambil map tersebut lalu membukanya.

__ADS_1


Saat membuka map yang berisi beberapa lembar kertas tersebut membuat mamanya Khe bagai tersambar petir, tidak percaya putranya tega melakukan semua itu.


Karena bingung harus berbuat apa Nyonya Tasya memutuskan membawa map tersebut dan hendak menyimpannya, sebelum bertanya langsung pada putranya tentang kebenaran perjanjian itu. namun sayang saat ia terburu buru masuk ke kamar, ia tidak melihat suaminya yang tengah berdiri di ambang pintu hingga ia pun menabrak tubuh suaminya sampai map serta isinya itu pun berserakan ke lantai.


Mata tuan Reza membulat sempurna, saat melihat lembaran kertas yang berserakan di lantai tersebut bertuliskan perjanjian pernikahan.


Dengan perasaan tak karuan tuan Reza mulai memunguti lembaran demi lembaran yang berserakan tersebut lalu membacanya satu persatu.


Tuan Reza berlinang air mata tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya.


"Ma, apa papa sudah salah mendidik anak kita, sampai dia bisa Setega ini pada seorang gadis yang sudah sah menjadi istrinya." Nyonya Tasya tidak menyangka suaminya akan sehancur ini, saat mengetahui kebenaran surat perjanjian pernikahan yang sengaja di buat putranya serta di tandatangani oleh Alisya.


"Papa jangan bicara seperti itu pa, mungkin saat itu Khe hanya belum siap aja pa, makanya anak kita membuat surat perjanjian seperti ini." ucap nyonya Tasya agar suaminya tidak merasa gagal mendidik putra mereka.


"Apapun alasannya papa tidak bisa menerima perbuatan Khe ma. bagaimana kalau sampai Rendi dan Sarah tahu tentang perjanjian ini, mau di taruh di mana muka papa ma." ucap Tuan Reza mengusap wajahnya.


Itulah sebab mengapa Kheano sama sekali tidak bisa menghubungi Alisya.


Agar Alisya tidak curiga, tuan Reza meminta istrinya untuk meletakan map yang berisi perjanjian itu ke tempat semula.


Sedangkan sebulan sebelum mamanya menemukan map tersebut di laci nakas, mang Deden selalu mengirim foto Alisya sedang apa dan di mana pada tuan mudanya, sesuai perintahnya. namun setelah malam itu, bahkan mang Deden tidak di beritahu nomor ponsel Kheano yang baru.


Setelah beberapa bulan berlalu, tuan Reza menyadari jika anak serta menantunya tersebut mulai saling jatuh hati satu sama lain, buktinya Kheano selalu meminta untuk kembali ke tanah air jika papanya tidak memberi izin padanya untuk menghubungi Alisya. namun sikap tuan Reza yang tetap teguh dengan pendiriannya, bahkan mengancam akan memisahkan keduanya jika Kheano tidak melanjutkan pendidikannya karena itu sudah menjadi keputusan nya sendiri.


Walau sebenarnya tuan Reza tidak sungguh sungguh dengan ancamannya, ia hanya ingin melihat kegigihan Kheano dalam mempertahankan rumah tangganya.

__ADS_1


Bahkan saat mengetahui kabar tentang kehamilan Alisya, tuan Reza melarang semua orang memberi kabar pada Kheano. untung saja sebagai besan Rendi tidak curiga, sebab tuan Reza dan istri menjaga Alisya dengan baik sampai ia melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik.


Saat Kesya lahir dari situlah tuan Reza semakin yakin jika putra serta menantunya saling mencintai, sebab perpaduan wajah antara keduanya terlihat jelas pada wajah Kesya.


Flashback Of.


Kheano yang merasa sangat kecewa karena tak di beri tahu tentang kehamilan istrinya, segera pulang ke rumah untuk menemui orang tuanya dengan di antarkan mang Deden.


Namun sebelum pulang Kheano mencari keberadaan putrinya, lalu membawa Kesya tanpa memberi tahu lebih dulu pada Alisya. setelah mobil yang di kendarai mang Deden meninggalkan perusahaan Admaja group, baru Kheano menelepon sekretaris papanya untuk memberi tahu pada Alisya jika saat ini Kesya ada bersamanya.


Saat ini gadis kecil itu duduk di pangkuan ayahnya di jok belakang.


"Sayang, bagaimana tadi kamu bisa mengenali wajah ayah??" dengan hati hati Kheano bertanya pada putrinya.


"Soalnya guling Kesya kan ada foto ayah." sahut gadis kecil yang pintar berbicara tersebut meski masih sedikit cadel.


"Selama ini Kesya kangen nggak sama ayah??." tanya Kheano pada putri cantiknya.


"Kangen dong ayah, cuma kata bunda ayah lagi belajar jadi Kesya nggak boleh gangguin ayah. kata bunda nanti kalau sudah waktunya ayah pasti pulang." mendengar ucapan gadis itu membuat Kheano terharu akan didikan Alisya pada putri mereka, meski merasa sakit hati padanya namun Alisya sama sekali tidak pernah menjelekkan dirinya di depan buah hati mereka.


"Kalau gitu nanti Kesya jalan jalan ya sama ayah." ucap Kheano. ia sungguh tidak menyangka kejadian malam itu melahirkan seorang anak perempuan yang begitu cantik dan menggemaskan. sehingga Kheano sendiri bingung harus marah atau malah berterima kasih pada seseorang yang dulu sengaja memasukkan obat per*ngs*ng ke dalam botol minumannya.


"Tapi bunda juga di ajak kan yah??." lagi lagi Kheano merasa terharu melihat kedekatan putrinya dengan bundanya, bahkan saat di ajak jalan jalan anak itu langsung teringat akan bundanya.


"Tentu saja sayang, bunda pasti akan ikut dengan kita." jawab Kheano, yang tanpa sadar, sudut matanya telah di basahi air mata.

__ADS_1


Di mobil Kheano terus bercengkrama dengan putrinya, sementara di kantor Alisya sudah kocar kacir mencari keberadaan putrinya, sebelum sekretaris pimpinan memberi tahu padanya jika sang putri sedang bersama ayahnya.


Sekertaris tuan Reza tidak terkejut karena ia sudah tahu jika Alisya dan Kheano adalah pasangan suami istri.


__ADS_2