
Tidak terasa sebulan berlalu sejak kejadian ciuman pertama di antara keduanya, sejak itu pula Kheano kembali menjaga sikapnya terhadap Alisya. bukan karena tidak mau dekat Alisya, namun Kheano sengaja melakukan semua itu karena tidak ingin dirinya kembali lepas kontrol, dan melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman, karena bagaimanapun ia pria normal. walaupun Alisya sudah halal baginya, namun Kheano tidak ingin merusak masa depan gadis itu.
Hari ini juga bertepatan dengan pengumuman kelulusan sekolah.
Kheano serta ketiga sahabatnya harap harap cemas, sembari membaca satu persatu lembaran yang di tempelkan pada dinding Mading.
Sampai beberapa saat kemudian Kheano mendapat namanya yang tertera di lembaran yang tertempel.
"Akhirnya ketemu juga." ucap Kheano dengan mata berbinar saat mendapati namanya berada di urutan paling atas, mengingat nilai Kheano yang paling tinggi di antara siswa yang lain.
"Yes ...Akhirnya gue juga lulus." Andi juga terlihat begitu bahagia saat mendapati namanya tertera di lembaran papan Mading, begitu juga dengan Arya.
Sementara Bobi masih terlihat pusing saat belum juga mendapatkan namanya di sana.
"Gue tahu berat rasanya harus berpisah dengan bidadari gue, tapi bukan berarti harus nggak lulus juga kali." ucap Bobi lemas karena belum juga mendapatkan namanya di sana.
"Minggir dikit dong!!." seru Bobi pada salah satu siswi lainnya.
"Sabar Napa sih." ucap siswi tersebut kesal karena menurutnya Bobi tidak sabaran.
Sementara ketiga sahabatnya langsung turun tangan membantu mencari nama Bobi di lembaran yang tertempel di papan Mading tersebut.
"Bob ini nama Lo ada." ucap Kheano saat menemukan nama Bobi.
Dengan segera Bobi menerobos ke arah Kheano, sehingga membuat para siswa siswi yang lain berdengus kesal dengan tingkah Bobi.
"Yes." ucap Bobi girang saat melihat ternyata benar kata Kheano, namanya juga ada dalam daftar siswa yang lulus tahun ini.
Saking bahagianya ke empatnya bersorak gembira sesekali berpelukan bagaikan teletabis.
Sementara dari kejauhan Alisya terus menatap ke arah empat orang pria tersebut, lebih tepatnya ke arah suaminya yang kini tengah beryuforia atas kelulusannya.
Di satu sisi Alisya bahagia karena suaminya lulus apalagi dengan nilai tertinggi, namun di sisi lain Alisya merasa sedih karena jika Kheano lulus itu artinya perpisahan jarak Antara keduanya sudah hampir di depan mata.
"Aku pikir setelah kejadian hari itu, ada kemajuan dengan hubungan kita. ternyata aku salah, kak Khe bahkan sama sekali tidak berubah, dia tetap bersikap dingin padaku." dalam hati Alisya, saat teringat hari di mana Kheano mencium bibirnya.
"Lo kenapa Ca kok sedih, bukannya harusnya Lo seneng, karena laki Lo lulus dengan nilai terbaik." ucap Indah saat melihat perubahan di wajah Alisya.
"Gue seneng kok." sahut Alisya yang mencoba tetap mengukir senyum walaupun hatinya sedang tak ingin.
"BTW laki Lo tetap akan melanjutkan kuliah di luar negeri Ca??." timpalan Dani membuat indah menyadari apa yang membuat hati sahabatnya tersebut jadi sedih.
"Nggak usah sedih dong Ca' banyak kok pasangan suami istri yang LDR-an, Lo kan bisa VC kalau kangen." ucap Indah mencoba menghibur Alisya.
"Kayaknya kak Khe nggak bakalan kangen deh sama gue." ucap Alisya putus asa.
Alisya pun berjalan meninggalkan tempat itu, dan di ikuti oleh ketiga sahabatnya.
"Guys..." teriakan Ranti membuat keempatnya menghentikan langkah lalu menoleh ke sumber suara.
Ranti mempercepat langkahnya menghampiri ke empat Sahabatnya.
"Lo pada nggak ngasih gue selamat gitu??." ucap Ranti dengan wajah di buat buat cemberut.
"Selamat ya Ran, kita baru aja mau nyariin elo, eh orangnya udah nongol." ucap Indah yang sejak awal memang ingin mencari keberadaan Ranti, untuk memberikan selamat, Sebab mereka yakin Ranti pasti lulus karena Ranti termasuk siswa yang pandai.
__ADS_1
"Selamat ya Ran." ucap Alisya dengan senyum manisnya. walaupun sedang tersenyum sebagai sahabat Ranti tahu betul, jika saat ini senyum sahabatnya itu tidak sesuai dengan suasana hatinya saat ini.
"Selamat ya gadis manis." Dani pun ikut memberikan selamat pada salah satu Sahabatnya tersebut atas kelulusannya.
Mengingat jam istirahat belum usai ke empatnya berjalan menuju kantin sekolah.
Di sela langkahnya Ranti bertanya pada Alisya.
"Ca' entar malam sekolah akan merayakan kelulusan, apa Lo bakal datang nemenin laki Lo??." pertanyaan Ranti membuat Alisya menghela napas panjang lalu menghembuskan perlahan.
"Nggak tahu Ran, soalnya kak Khe juga nggak ngajakin gue." ucap Alisya jujur.
Melihat raut wajah sedih Alisya, Ranti pun tak lagi membahas tentang itu.
Sampai mereka tiba di kantin sekolah.
***
Malam harinya Kheano sudah bersiap dengan penampilan casual, untuk menghadiri perayaan kelulusan yang di adakan di sekolah.
Karena papa serta mamanya sedang berada di luar negeri dan akan kembali besok, Kheano pun tidak perlu khawatir jika harus mendapat Omelan sang mama karena tak mengajak istrinya.
Mungkin jika saat ini mama serta papanya ada di rumah, mereka akan protes jika dirinya tidak mengajak Alisya ikut dengannya.
Kheano sengaja tidak membawa Alisya bukan karena malu atau sebagainya. namun ia sengaja tidak mengajak Alisya ikut bersama dengannya, karena siang tadi Bobi berniat mengungkapkan perasaannya pada Alisya malam ini.
Kheano awalnya sangat kesal saat mendengar ucapan Bobi itu, namun mengingat sahabatnya tersebut tidak mengetahui hubungan dengan Alisya membuat Kheano berusaha memakluminya. namun untuk berjaga jaga, Kheano sengaja tidak mengajak istrinya tersebut bersamanya.
Alisya yang sedang menonton TV di ruang keluarga, menatap Kheano yang tengah berjalan keluar dengan menenteng kunci mobilnya.
"Setidaknya kalau nggak mau ngajakin, pamit kan bisa." gerutu Alisya saat melihat Kheano mulai menghilang di balik pintu utama.
Kheano segera mengemudikan mobilnya menuju sekolah.
Saat Kheano baru saja hendak turun dari mobil, Regina sudah menyambut dengan senyum genitnya.
"Kamu tampan banget Khe." ucap Regina saat Kheano sudah turun dari mobil, sementara Kheano terlihat santai tidak menanggapi ucapan Regina.
Kheano segera berjalan menghampiri ketiga sahabatnya, yang tiba lebih dulu di sana.
"Hai Khe,,,, Lo emang tampan, pantes aja cewek gila itu ambisi banget buat dapatin Lo." ucap Andi seraya menunjuk ke arah Regina dengan dagunya.
"Apaan sih Lo, gue udah ada yang punya kali." tanpa sadar Kheano berucap demikian.
"Lo sengaja bilang kayak gitu untuk menghindari si Regina Khe??." ucap Andi tidak percaya dengan ucapan Kheano, mengingat selama ini Kheano tidak pernah terlihat dengan gadis manapun.
"Regina udah seksi kayak gitu Lo malah nggak minat, apa jangan jangan Lo nggak demen cewek ya Khe??." kini giliran Arya yang sengaja meledek Kheano.
"pletak." Kheano yang tidak terima dengan tudingan Arya pun menjitak kepalanya.
"Becanda kali Khe, gitu aja sewot." ucap Arya lalu tergelak.
"Enak aja Lo bilang gue demen cewek, hampir tiap hari gue harus mandi tengah malam, hanya untuk menidurkan si Thomas gue yang bangun akibat seranjang sama Alisya." batin Kheano teringat saat ia harus terpaksa mandi tengah malam, jika Si Thomas miliknya tidak bisa di ajak kerja sama.
Usai mengobrol kurang berfaedah, Kheano serta ketiga sahabatnya itu pun bergabung dengan teman teman mereka yang lain, mengingat mungkin mereka tidak akan bertemu lagi setelah malam ini, untuk melanjutkan kuliah.
__ADS_1
Di tengah obrolan santai Kheano yang sengaja meletakkan sebotol minuman bersoda miliknya yang tersisa setengah, saat hendak ia ke kamar mandi kebelet pipis.
"Gue ke toilet bentar." pamit Kheano.
Setelah kembali Kheano segera meraih kembali minumannya tersebut, lalu meneguknya sampai tandas.
Beberapa menit usia meneguk minuman bersoda itu, Kheano merasa kepalanya mulai pusing, badannya mulai terasa panas dan tak nyaman.
Tiba tiba Regina yang berada tidak jauh darinya pun semakin mendekat dan mulai berani menyentuh lengan Kheano.
"Kamu kenapa Khe??" tanya Regina dengan suara di buat buat manja, saat melihat Kheano mulai memijat minat kepalanya.
"Nggak papa, cuma sedikit pusing aja." jawab Kheano.
"Lo kenapa Khe??." tanya Andi khawatir saat Kheano terus mengusap tengkuknya dan sesekali memijat kepalanya, Saat merasa ada sesuatu yang terjadi dalam dirinya, membuat Kheano yakin ada seseorang yang sengaja melakukan ini dengan sengaja untuk menjebak dirinya.
"Gue siapin mobil dulu buat nganterin kamu Khe." Regina menawarkan diri untuk mengantarkan Kheano pulang.
Saat Regina berlalu untuk menyiapkan mobilnya, Kheano bergegas meminta Andi untuk mengantarkan dirinya kembali ke rumah.
"Antar gue balik sekarang!!" ucap Kheano pada Andi sementara Arya dan Bobi tengah bergabung di antara teman teman yang lain, sehingga tidak mengetahui kondisi Kheano saat ini.
"Ok." tanpa tunggu lama, sebelum Regina kembali Arya sudah berhasil membawa Khe ke mobilnya lalu mengemudikan mobil Kheano.
Setibanya di rumah Kheano Arya segera turun dari mobil, lalu membantu memapah tubuh Kheano.
"Apa yang terjadi, kenapa Kakak bisa seperti ini?? apa kakak mabuk??" Alisya sangat terkejut saat melihat suaminya dalam kondisi di papah Oleh sahabatnya.
Alisya pun mengantikan posisi Andi untuk memapah tubuh Kheano.
"Tidak Alisya, kami sama sekali tidak mengkonsumsi alkohol, lagi pula Kheano tidak pernah menyentuh barang haram itu. tadi saat Khe dari kamar mandi dia bilang kalau kepalanya pusing, usai meneguk sisa minuman bersoda miliknya." tiba tiba Andi kembali mencerna ucapannya sendiri.
"Tunggu, apa ada yang dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam botol minuman Khe??." ucap Andi curiga.
Fokus Andi untuk mengingat siapa yang sudah dengan sengaja memasukkan sesuatu ke minuman Kheano tiba tiba buyar, saat melihat Kheano mencium bibir Alisya.
Sementara mata Alisya langsung membulat sempurna saat bibir Kheano mendarat di bibirnya.
"Lo apa apaan sih Khe??."Andi menarik Kheano menjauh dari Alisya.
Saat melihat sikap Khe barusan, Andi semakin yakin jika sesuatu yang sengaja di masukkan oleh seseorang pada minuman Khe adalah obat per*ngs*ng.
"Sebaiknya Lo balik sekarang!!." seru Kheano dengan mata yang mulai sayu akibat menahan gejolak dalam dirinya.
"Gimana gue mau balik, kalau sampai Lo berbuat yang tidak-tidak pada Alisya gimana??." ucap Andi khawatir pada Alisya.
"Lo nggak usah khawatir, dia istri gue." ucapan Kheano bagai di sambar petir di siang bolong.
"Apa??." Andi memandang Kheano dan Alisya bergantian.
Alisya pun perlahan menggangguk membenarkan ucapan suaminya, saat tatapan penuh tanya dari Andi mengarah padanya.
Andi menghela napas berat lalu menghembusnya kasar, sebelum berlalu meninggalkan keduanya.
Namun saat masih beberapa langkah Andi kembali menoleh ke arah keduanya untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Semoga Lo nggak berbuat macam macam malam ini Khe." batin Andi beberapa saat sebelum kembali melanjutkan langkahnya lalu pergi meninggalkan rumah Kheano.