
Banyak pasangan muda yang terlihat tengah menemani buah hati mereka bermain, ada juga beberapa orang remaja.
"Ayah, Kesya mau naik itu." ucap bocah itu seraya menunjuk ke arah sebuah permainan mandi bola.
"Siap tuan putri." sahut Kheano membuat senyum terukir di wajah bocah tersebut.
Ketika hendak melangkah ada seorang pria yang sejak tadi Kheano perhatikan terus mencuri pandang ke arah Alisya.
"Ayo sayang!!." Kheano sengaja meraih lembut tangan Alisya dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih stay menggendong buah hati tercinta.
Kheano sengaja melakukannya jadi secara tidak langsung ingin mengatakan pada pria itu bahwa Alisya adalah miliknya.
Pria yang sejak tadi terus memperhatikan Alisya tiba tiba mengalihkan pandangannya ke sembarang arah saat Kheano memanggilnya dengan sebutan sayang.
Setelah putrinya puas mencoba satu persatu permainan anak di mall tersebut, ketiganya menuju sebuah restoran yang masih berada di mall yang sama.
Kheano sengaja memilih meja yang berada di sudut agar tidak terlalu terganggu dengan pengunjung yang lain.
"Anak ayah mau makan apa??." tanya Kheano setelah mendudukkan putrinya pada sebuah kursi.
"Kesya mau ayam goreng ayah." pinta Kesya.
"Siap cantik." ayahnya.
"Kamu mau pesan apa Sayang??." Tanya Kheano yang kini duduk di sebelah istri tercinta.
"Bisa nggak panggilnya nggak usah pake sayang!!." protes Alisya lirih agar tidak terdengar oleh putrinya.
Kheano tersenyum tipis.
"Baiklah, kalau kamu tidak mau di panggil sayang. kamu mau pesan apa istriku??.". ucapan Kheano mendapat lirikan tajam dari Alisya.
"Namaku Alisya, kamu bisa panggil Alisya sama seperti dulu!!." Kheano menghela napas dalam saat mendengar kalimat Alisya.
"Alisya kita kesini mau makan, bukannya mau berdebat. jadi sebaiknya kamu pilih menu yang kamu inginkan." jawab Kheano tetap sabar menghadapi istrinya.
Usai makan Alisya hendak berdiri dari duduknya.
"Kamu mau kemana?? tanya Kheano saat melihat Alisya hendak berdiri.
"Mau ke kasir." ~Alisya.
__ADS_1
Kheano pun ikut berdiri lalu mencegat lengan Alisya lalu meminta wanita itu untuk kembali duduk.
"Biar aku yang menghabiskan uang, kamu cukup menghabiskan waktu serta sisa hidupmu bersamaku." ucap Kheano lirih tepat di telinga Alisya, sebelum berlalu menuju meja kasir seraya tersenyum tipis.
Tidak bisa di pungkiri wajah Alisya merona saat mendengar kalimat suaminya yang menurutnya terlalu gombal.
Setelah membayar pesanan mereka tadi Kheano kembali.
"Kelihatannya Kesya kelelahan sebaiknya kita pulang sekarang!!." ucap Alisya saat melihat putrinya sudah terlelap di pangkuannya.
"Baiklah."~ Kheano meraih kunci mobil yang terletak di atas meja.
"Sini, biar aku yang gendong Kesya, kamu nggak boleh angkat yang berat berat, biar keinginan Kesya punya adik bisa cepat terwujud." ujar Kheano dengan senyum nakal, meski mendapat tatapan tajam dari Alisya.
"Nih orang ngapain pake ngebahas masalah adiknya Kesya sih, apa dia memang serius ingin membina rumah tangga layaknya rumah tangga pada umumnya denganku?? tapi bagaimana kalau suatu saat dia pergi meninggalkan aku lagi??." batin Alisya yang masih trauma menjalani hari hari beratnya selama tiga tahun belakang tanpa kehadiran Kheano.
Mereka pun pulang ke rumah.
***
Malam harinya.
"Kenapa kamu masih di situ??." Kheano yang kini bersandar di kepala ranjang itu bertanya saat melihat Alisya masih stay di sofa.
"Aku belum mengantuk." jawaban Alisya tidak sesuai dengan kenyataan, sebab dari tadi Kheano perhatikan ia terus menguap.
"Kenapa, kamu takut aku akan Melakukan sesuatu padamu??" Ucap Kheano yang bisa membaca isi kepala Alisya.
"Siapa yang takut, aku hanya belum mengantuk." ucap Alisya sengaja berbohong padahal matanya mulai sayu menahan kantuk.
"Tidak perlu takut Alisya, kamu bahkan sudah melahirkan anakku. lagi pula aku tidak akan menyentuhmu kalau kamu tidak bersedia, sama seperti tiga tahun lalu. aku berani menyentuhmu karena kamu tidak keberatan." ucap Kheano teringat tiga tahun yang lalu saat Alisya dengan ikhlas memberikan mahkotanya pada sang suami.
"Sini!!." Kheano menepuk sisi ranjang di sebelahnya yang kosong.
Karena sudah tidak sanggup lagi menahan kantuk, Alisya pun beranjak naik ke ranjang bersama Kheano. malam ini mereka kembali tidur di ranjang yang sama.
Alisya tidur dengan posisi memunggungi Kheano, sementara Kheano terlentang.
"Dosa loh Alisya, kalau tidur memunggungi suami." ucapan Kheano mampu memancing Alisya kembali bersuara.
"Jika memunggungi suami hukumnya dosa, lalu apa hukuman bagi suami yang tidak ada saat istrinya mengandung serta melahirkan anaknya??." kalimat Alisya terdengar sengaja menyindir Kheano.
__ADS_1
"Untuk itu Aku benar benar minta maaf Alisya. tapi seandainya saat itu aku tahu jika kamu sedang mengandung, aku pasti akan segera kembali." jawab Kheano yang merasa jika Alisya sengaja menyindir dirinya.
"Semua pria pasti akan mengatakan hal yang sama, namun apa semua bisa selesai dengan kata maaf." lanjut Alisya sarkas.
"Apa perlu aku membuatmu hamil lagi Alisya, agar aku bisa membuktikan kalau aku akan selalu ada untuk mendampingimu??." mendengar kalimat Kheano membuat Alisya berbalik ke arah Kheano sehingga tatapan keduanya beradu.
Untuk beberapa saat keduanya saling menyelami masing masing Dengan tatapan, akhirnya tatapan kerinduan yang selama ini terus di sembunyikan nya terlihat jelas di bola mata Alisya.
Hingga wajah keduanya tinggal berjarak beberapa centi.
Mungkin terbawa suasana, Kheano mendaratkan sebuah ciuman pada bibir cantik merah jambu milik istrinya.
Hati Alisya Ingin sekali menolak, namun entah kenapa tubuhnya tidak mampu menolak sentuhan dari pria yang selama ini di rindukannya. sehingga ciuman Kheano berubah menjadi ******n. tangan Kheano mulai aktif saat tidak mendapat penolakan dari Alisya.
Sampai Kheano merubah posisinya mengungkung tubuh Alisya, dengan kedua lengannya sebagai tumpuan. saat Kheano hendak melepas kancing piyama yang di kenakan Alisya, sebuah ketukan mengejutkan keduanya.
"Ayah...bunda..." suara buah hati mengejutkan keduanya.
"Kesya." ucap keduanya bersamaan.
Kheano segera turun dari posisinya hendak membuka pintu kamar sementara Alisya segera merapikan rambut serta piyamanya yang sudah acak acakan.
Ada raut kecewa di wajah Kheano. di saat hasr*tnya sebagai seorang laki laki normal mulai membar*a terpaksa harus menghentikan aktivitasnya saat kedatangan putrinya.
"Iya sayang." sahut Kheano dengan suara berat, namun segera meraih tubuh putrinya saat membuka pintu kamar.
"Ada apa sayang??." tanya Alisya yang kini duduk di tepi ranjang bersama suami serta putrinya.
"Kesya mimpi bunda." ucap bocah itu.
"Memangnya anak bunda mimpi apa nak??." tanya bundanya khawatir.
"Kesya mimpi punya adik bunda." lanjut jawab bocah itu dengan polosnya
"Hah??." ucap Alisya yang langsung teringat aktivitasnya barusan dengan sang suami.
"Mungkin kalau anak ayah tetap melanjutkan tidurnya tadi, anak ayah beneran bakal punya Adik." ucap Kheano mengingat jika saja Kesya tidak mengejutkan keduanya mungkin keduanya sudah melakukan hubungan layaknya suami istri seperti tiga tahun lalu.
Sementara Alisya langsung mendelik saat mendengar kalimat Kheano.
Akhirnya malam ini putri kesayangannya tidur bersama sebagai pembatas antara keduanya.
__ADS_1