
Pukul lima sore Kheano kembali dari kantor, karena Andi hari ini lebih banyak mengambil alih kerjaan Kheano, mengingat lengannya yang masih terasa sedikit nyeri.
"Biar saya bantu." Kheano mengeryit heran dengan sikap Alisya, yang tiba tiba langsung membantu melepas jasnya tanpa di minta.
Meski begitu Kheano sama sekali tidak protes, justru ia terlihat sangat senang saat istrinya melakukan itu.
" Jangan berpikir macam macam,tangan kamu masih terluka, karena itu saya melakukan ini." sahut Alisya ketika menyadari tatapan Kheano.
"Perasaan saya nggak ngomong apa apa deh, atau jangan jangan kamu bisa menebak isi hati saya lagi." ujar Kheano dengan senyum tipis terukir di sudut bibirnya, sengaja menggoda Alisya.
"Saya sudah persiapkan air hangat, sebaiknya kamu mandi sekarang!!." ucap Alisya usai membantu melepas jas yang di kenakan suaminya.
"Nggak ada niat buat bantuin saya mandi gitu??." lagi lagi Kheano menggoda Alisya dengan kata katanya.
Namun Alisya tidak menimpali ucapan Kheano Yang tadinya ingin menggodanya, Alisya malah beranjak.
"Ica." Kheano mencegat lengan Alisya yang hendak menaruh pakaian kotor Kheano pada keranjang pakaian kotor.
Langkah Alisya seketika tercegat, bukan hanya karena Kheano mencegat lengannya, namun karena untuk pertama kalinya ia mendengar pria yang berstatus suaminya tersebut, memanggilnya dengan panggilan akrabnya.
"Ada apa lagi??." sahut Alisya tanpa menoleh pada Kheano.
"Boleh aku meminta sesuatu padamu??." ucap Kheano lembut.
"Bukankah kamu sudah punya segalanya, lalu untuk apa lagi kamu meminta sesuatu padaku." sahut Alisya sesaat sebelum menoleh pada Kheano.
Kheano menghela napas dalam sebelum kembali berkata.
"Permintaan tidak selalu harus berhubungan dengan materi Alisya." ucap Kheano yang kini semakin merapatkan tubuhnya pada Alisya.
"Memangnya apa yang ingin kamu minta dariku??." tanya Alisya segera, sebab ia merasa jantungnya seakan berpacu semakin kencang saat tubuh mereka terasa begitu dekat, sampai ia bisa merasakan hembusan nafas suaminya.
"Bolehkah kamu kembali memanggilku dengan sebutan kakak seperti dulu, karena aku merasa kita bagaikan orang asing yang tinggal di kamar dan bahkan tidur di ranjang yang sama, saat istriku sendiri memanggilku dengan sebutan kamu." Akhirnya Kheano mengeluarkan isi hati yang dipendamnya sejak kembali ke tanah air.
"Apa kamu sengaja membangun jarak di antara kita??" Kheano meraih dagu Alisya yang kini sudah berbalik, dengan telunjuknya sehingga tatapan keduanya beradu.
"Aku sangat mencintaimu Alisya, jika kamu bertanya kapan aku mulai mencintaimu aku sendiri tidak tahu, yang aku tahu sejak kita resmi menikah aku tidak suka jika kamu dekat dengan pria lain. aku tahu aku salah karena pernah memintamu menandatangani perjanjian konyol itu, tapi sekarang bagiku perjanjian konyol itu sama sekali tidak berarti. Alisya putri kamu adalah istriku yang sah di mata hukum dan agama, dan akan seperti itu untuk selamanya." ucap Kheano dengan tatapan sendu.
Alisya mencoba mencari kebohongan dari sorot mata suaminya, namun tidak ada kebohongan yang terlihat di sana. yang ada hanya sebuah sebuah kejujuran yang terpantul dari tatapan penuh cinta serta kasih sayang yang tulus. sampai Alisya kembali teringat dengan ucapan pria tadi siang.
__ADS_1
Flashback On
Tadi saat rapat dengan salah satu perwakilan dari perusahaan yang juga bekerja sama dengan Admaja group, tanpa di duga sebelumnya pria yang menjadi perwakilan dari perusahaan tersebut tak lain adalah Ari Setiawan teman sekampus Kheano yang tempo hari tidak sengaja bertemu di sebuah Mall, saat keduanya hendak mengajak buah hatinya menikmati wahana anak.
Usai membicarakan masalah bisnis selama kurang lebih satu jam, Aris memulai obrolan santai dengan membahas tentang Kheano sewaktu di luar negeri.
"Ternyata selain cantik anda juga sangat berbakat dalam bidang bisnis, ternyata Kheano memang tergila gila pada wanita yang tepat. saat di luar negeri Kheano belajar tanpa mengenal waktu untuk segera menyelesaikan kuliahnya, agar bisa cepat kembali bersama dengan anda Nona Alisya." ucap Aris tersenyum teringat akan tingkah konyol Kheano yang bahkan sampai terlelap di depan laptopnya, saat menyelesaikan tugas kampus.
"Anda bisa saja pak Aris." sahut Alisya yang hanya menanggapi ucapan Aris dengan senyum.
"Tapi itulah kenyataannya nona, sampai saya sendiri di buat penasaran, saat Kheano terus menceritakan tentang anda. Kheano selalu menggelar nama anda dengan sebutan bunga sekolah." lanjut terang Aris.
"Gadis bule yang memiliki wajah cantik serta bodi aduhai pun, tak mampu membuat suami anda berpaling." entah kenapa hati Alisya seakan berbunga bunga saat mendengar ucapan Aris tersebut.
"Apa pak Aris mengatakan yang sebenarnya, atau kak Khe sengaja meminta pak Aris untuk mengatakan hal yang baik baik tentangnya padaku??." Alisya membatin.
"Apa kak Khe sungguh sungguh saat mengungkapkan perasaan padaku." dalam hati Alisya, teringat di mana saat Kheano mengungkapkan perasaannya saat di mobil.
"Kalau begitu saya pamit dulu nona Alisya, sampaikan salam saya pada suami anda." ucapan pamit Aris membuyarkan lamunan Alisya.
"Iya pak, nanti saya sampaikan salam dari bapak." ucap Alisya seraya berdiri mengikuti Aris yang hendak beranjak.
Flashback Of.
"Ya tuhan, sekalipun aku ingin sekali percaya serta ingin membuka hati ini untuk kak khe, tapi kenapa masih ada rasa takut di dalam hatiku. takut jika suatu saat nanti kak Khe akan kembali meninggalkan aku." batin Alisya yang kini tengah menatap manik mata sendu suaminya.
"Jadilah cinta pertama Dan terakhirku Alisya putri." ucap Kheano sebelum menarik Alisya ke dalam dekapannya.
Sementara Alisya hanya diam tak menolak saat Kheano mendekapnya dengan penuh cinta.
"Aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, kecuali_" Kheano tidak menyelesaikan kalimatnya.
"Kecuali apa??." Alisya menarik diri dari dekapan Kheano lalu menatap lekat wajah pria itu, saat Kheano tidak menyelesaikan kalimatnya.
"Kecuali jika tuhan memanggilku." akhirnya Kheano melanjutkan kalimatnya.
Alisya terlihat sedih bercampur kesal dengan kelanjutan dari ucapan Kheano, sampai ia menutup mulut Kheano dengan telunjuknya.
"Jangan pernah bicara seperti itu!!."ucap Alisya.
__ADS_1
Entah kenapa hati Alisya terasa begitu nyeri saat mendengar ucapan Kheano barusan.
"Kenapa?." tanya Kheano dengan tatapan menyelidik.
"Kamu juga takutkan kehilanganku." mendengar pertanyaan suaminya membuat Alisya membuang pandangan ke sembarang arah.
"Aku hanya tidak ingin Kesya kehilangan ayahnya." ucap Alisya yang kini mengarahkan pandangannya ke atas, guna menghalau air mata agar tak sampai jatuh berlinang.
"Mulutmu memang bisa berbohong Alisya, tapi matamu tidak bisa sayang." dalam hati Kheano.
"Sebaiknya kakak segera mandi." tanpa sadar Alisya kembali memanggil suaminya dengan sebutan kakak.
Kheano yang menyadari itu langsung mendaratkan sebuah kecupan pada puncak kepala Alisya.
"Terima kasih sayang." ucap Kheano usai mengecup lembut puncak kepala Alisya, sebelum kembali ke kamar mandi.
Sementara Alisya masih diam tertegun saat mendapat ucapan serta perlakuan manis dari suaminya tersebut.
Kheano yang usai mandi tersebut, keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan sebuah handuk yang dililitkan pada pinggangnya. dengan keadaan seperti itu tubuh atletis Kheano terekspos jelas, roti sobek yang begitu tercetak jelas di dada bidangnya membuat kaum hawa terpesona saat melihatnya, tak terkecuali sang istri, Alisya.
Postur badan Kheano terlihat jauh lebih berisi di banding tiga tahun yang lalu saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Alisya tertegun melihat keindahan tubuh atletis suaminya.
"Ya tuhan ternyata ayahnya Kesya sangat tampan, tidak heran jika banyak bule yang menginginkannya." dalam hati Kesya teringat ucapan pak Aris tadi saat di restoran.
"Kamu kenapa sayang, apa ada yang salah denganku??." tanya Kheano heran saat Alisya terus menatapnya tanpa berkedip sedikitpun.
"Hah??."Lamunan Alisya buyar saat Kheano menyerukan namanya.
Alisya jadi salah tingkah saat ketahuan sejak tadi menatap Kheano tanpa berkedip.
"Nggak ada yang salah, aku hanya heran ngapain aja sih di kamar mandi lama banget, aku juga udah kegerahan nih." sahut Alisya yang kini tengah beralasan, untuk menghilangkan kegugupannya karena salah tingkah. sebelum berlalu ke kamar mandi.
"Alisya kenapa sih, aneh banget??." Kheano bermonolog.
Sementara Alisya yang kini sudah berada di kamar mandi, terus memegangi dadanya yang terus berdegup kencang.
"Kenapa jantungku selalu berdegup kencang saat dekat dengan kak Khe???? ya Tuhan,,,, apa sudah waktunya aku kembali membuka hati untuk sepenuhnya melupakan kenangan pahit selama tiga tahun belakangan ini." batin Alisya.
__ADS_1