
Pagi tadi usai melaksanakan tugasnya sebagai hamba Allah SWT,Alisya kembali melanjutkan tidurnya, mungkin karena kelelahan menghadapi suaminya semalam Alisya pun kembali melanjutkan tidurnya.
"Astaga, bagaimana aku bisa bangun setelat ini??." gumam Alisya saat melihat jam weker menunjukkan pukul delapan pagi.
Alisya bergegas mandi lalu bersiap ke kantor sebelum beranjak keluar dari kamar.
"Pagi sayang." sapa ibu mertuanya saat melihat Alisya menuruni anak tangga.
"Pagi mah, maaf Alisya telat." ucap Alisya pada ibu mertuanya yang tengah merapikan bekas sarapan di meja makan dengan di temani salah satu ART.
"Nggak papa sayang." ibu mertuanya itu nampak begitu pengertian pada menantunya.
"Sebaiknya kamu segera sarapan sayang!." ucap ibu mertuanya.
"Iya mah." sahut Alisya sembari menyapu pandangan mencari keberadaan suaminya, namun hingga beberapa saat Alisya belum juga menemukan keberadaan suaminya, yang ada hanya Andi yang kini tengah berdiri di teras depan.
"Selamat pagi Alisya." Andi menyapa Alisya yang baru saja tiba di teras depan, dari pandangan istri tuannya itu, Andi bisa menebak jika wanita itu tengah mencari keberadaan seseorang. Andi kemudian menjawab tanpa Alisya bertanya sebelumnya.
"Kheano sudah berangkat sepuluh menit yang lalu untuk mengantarkan Kesya ke sekolahnya, setelah mengantar Kesya ke sekolah Kheano langsung menuju perusahaan." terang Andi detail.
"Jika kakak langsung ke kantor lalu kenapa kak Andi masih di sini, kenapa tidak ikut bersama dengan kakak??." Alisya bertanya sebab biasanya saat Kheano berangkat Andi akan setia mendampingi atasan sekaligus sahabatnya tersebut, mengingat Andi adalah Asisten pribadi suaminya.
"Kheano sengaja meminta saya untuk mengantarkan kamu ke suatu tempat." Alisya memicingkan matanya heran, saat mendengar ucapan Andi.
"Memangnya kita mau kemana, lagian kenapa bukan kak Khe sendiri yang mengantar saya??." Kemabli tanya Alisya heran.
"Hari ini Kheano akan memimpin rapat penting, itu sebabnya ia memintaku untuk mengantarkan kamu." Alisya mengangguk paham mendengar Jawaban Andi, meski ia sendiri masih sedikit bertanya tanya kemana Andi akan membawa dirinya.
Sebelum berangkat Alisya mengajak Andi untuk sarapan, namun dengan alasan sudah sarapan Andi menolak dengan ramah tawaran Alisya.
Alisya hanya memakan selembar roti yang di olesi selai kacang serta segelas susu, kemudian kembali menghampiri Andi yang masih duduk di teras depan menunggu dirinya.
Andi segera berdiri dari duduknya saat melihat Alisya sudah siap dengan menenteng sebuah tas selempang miliknya.
Andi pun membukakan pintu mobil untuk Alisya, sebelum ia kembali berjalan mengitari mobil lalu masuk kemudian duduk di balik kemudi.
__ADS_1
"Memangnya kita mau pergi kemana??." tanya Alisya penasaran saat mobil yang di kendarai Andi keluar dari gerbang rumah.
"Maaf, sesuai perintah dari Kheano saya tidak bisa mengatakannya sekarang, tapi yang jelas saya tidak akan mungkin berbuat macam macam pada istri atasan saya." ucapan Andi membuat Alisya yang kini duduk di jok belakang berdecak.
"Ck,." Alisya berdecak geli saat mendengar kalimat sahabat sekaligus asisten suaminya itu.
Kurang dari satu jam di perjalanan, kini mobil yang di kendarai Andi memasuki kawasan ruko mewah yang terletak di tengah kota.
Alisya Menatap keluar jendela saat Andi mulai memarkirkan mobilnya di pelataran ruko mewah tersebut.
"Memangnya kita mau ngapain sih di sini??." tanya Alisya yang semakin di buat penasaran.
Bukannya menjawab Andi segera turun dari mobil kemudian membuka pintu mobil untuk istri dari atasannya itu
"Silahkan." ucap Andi saat pintu mobil terbuka.
Alisya pun segera turun sembari memperhatikan sekitarnya.
"Memangnya kamu mau beli ruko di sini??." tanya Alisya ketika ada seseorang dengan ramah menyambut kedatangan mereka.
Andi masuk bersama pria itu sementara Alisya mengekor di belakang, sembari terus memperhatikan sekelilingnya.
Melihat ruko itu membuat Alisya teringat akan keinginannya yang sampai saat ini belum terwujud, namun dengan segera ia menepis pikirannya itu.
"Ngapain juga sih kakak meminta Andi ngajak aku kesini, kalau dia mau beli ruko ya tinggal beli aja, ngapain pake ngajak aku segala." dalam hati Alisya.
"Bagaimana nona, apa anda suka dengan kondisi ruko kami??." pertanyaan pria tadi yang menyambut kedatangan mereka membuat Alisya mengeryit heran. jika Andi yang akan membeli ruko, lalu mengapa bertanya padaku. begitulah sekira pemikiran Alisya, saat pria itu malah bertanya padanya.
"Maaf tuan, sebaiknya anda tanyakan langsung saja pada pembelinya!!" masih dengan raut wajah ramah, Alisya berkata pada pria itu sembari menunjuk ke arah Andi, yang kini juga berdiri di antara keduanya.
"Maaf nona, tapi tuan Kheano sengaja memesan ruko ini khusus untuk istrinya, yaitu anda sendiri." Alisya menatap tak percaya dengan ucapan pria itu, Andi pun ikut mengiyakan.
"Tapi_" Ucapan Alisya terhenti saat mendengar ponselnya berdering, bukan secara kebetulan namun Andi yang telah mengirimkan pesan pada atasannya itu.
"Kakak." gumam Alisya saat melihat layar ponselnya tertera Suamiku sedang melakukan panggilan.
__ADS_1
Alisya menggeser icon berwarna hijau ke atas untuk menerima panggilan suaminya.
"Bagaimana sayang, apa kamu suka??." ucap seseorang di seberang sana saat Alisya baru saja menerima panggilan.
"Tapi kak_" Alisya tidak menyelesaikan kalimatnya karena Kheano sudah menyela.
"Kamu bisa menggunakan ruko itu, untuk mengembangkan bakat kamu." Alisya hanya bisa menganga, padahal ia sama sekali tidak pernah menceritakan pada pria itu tentang keinginannya menjadi seorang desainer, lalu bagaimana Kheano bisa tahu. apalagi saat ini pria itu bahkan menyediakan tempat khusus untuknya mengembangkan bakatnya.
Alisya sangat terharu dengan perhatian dari suaminya, hingga kini mata Alisya mulai berkaca kaca.
"Kakak di mana sekarang??." Tanya Alisya, dari nada suaranya Kheano bisa menebak jika wanitanya itu ingin segera bertemu dengannya.
"Sebaiknya kamu selesaikan dulu surat serah terimanya, sebelum kamu menemui kakak di kantor!!." lanjut Kheano yang bisa menebak jika wanitanya itu ingin bertemu dan bertanya langsung padanya, meski saat ini keduanya tak saling melihat ekspresi wajah satu sama lain.
Kheano pun menarik sudut bibirnya ke atas, sebelum mematikan sambungan telepon.
Sekitar tiga puluh menit akhirnya surat kepemilikan sebuah ruko mewah yang terletak di tengah kota tersebut kini sudah berada di tangan Alisya.
"Antarkan saya ke kantor kak Khe!!." titah Alisya saat Andi baru saja memasang sabuk pengaman pada tubuhnya.
"Baik." Andi pun mulai melajukan mobilnya membelah padatnya jalanan ibu kota.
Setibanya di perusahaan Kheano group, Alisya yang kini berjalan di loby menuju lift bersama Andi itupun menjadi pusat perhatian. memiliki paras cantik serta bodi gol, tidak heran jika Alisya selalu menjadi pusat perhatian di manapun kakinya berpijak.
"Apa itu pacarnya pak Andi, pantes aja pak Andi nggak ngelirik kita sama sekali, orang pacarnya aja sebening itu." pegawai nampak berbisik bisik saat Aliya dan Andi melintas, meski sedikit berbisik namun Andi masih bisa mendengar obrolan di antara kedua pegawai wanita Tersebut.
"Aku bilang juga apa, mendingan kamu berhenti mengharapkan pak Andi, sampai lebaran kuda juga dia nggak bakal melirik kamu." timpal salah satu rekan sesama pegawai wanita pada wanita yang tadi berucap tentang Alisya dan Andi. mereka sudah salah paham, mereka pikir gadis yang kini tengah berjalan bersama Andi adalah kekasih dari pria itu.
"Di sini kalian di bayar untuk bekerja atau bergosip??." tatapan tak bersahabat dari Andi membuat para pegawai wanita itu pun jadi salah tingkah, karena ketahuan basah bergosip tentang orang nomor dua di perusahaan Tersebut. sementara Alisya meski tidak tahu di mana letak ruangan suaminya, ia tetap segera masuk ke lift lalu menekan tombol 20 sesuai ucapan Andi tadi. melihat Alisya telah memasuki lift petinggi perusahaan, Andi pun menyusul dengan langkah lebarnya lalu membuka pintu lift yang hampir tertutup.
Sampai di lantai dua puluh Andi pun segera keluar dengan di ikuti Alisya.
Andi pun mengantar Alisya menuju ruangan Kheano, yang baru saja tiba usai memimpin rapat bersama dewan direksi.
"Ceklek." tanpa mengetuk pintu lebih dulu, Alisya segera masuk ke ruangan suaminya. Senyum pria itu pun terukir jelas, saat istrinya menghambur dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kakak." Kheano merentangkan kedua tangannya, menyambut wanita yang kini berlari kecil ke arahnya.