Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.
Kamar pengantin 1.


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul satu siang, kediaman tuan Handoko masih nampak tamu yang menikmati hidangan yang telah di sediakan.


Meski hanya mengundang keluarga inti, tetangga serta para sahabat, namun pernikahan keduanya terbilang cukup ramai.meski kedua pengantin hanya duduk di pelaminan yang berada di dalam rumah, sebuah dekorasi sederhana sesuai dengan permintaan mempelai wanita. untung saja kediaman tuan Handoko terbilang lumayan besar jadi bisa menampung undangan sekitar seratus orang.


Usai menikmati hidangan Kheano yang di temani sang istri juga buah hatinya, berjalan menuju pelaminan dan di ikuti oleh sahabat lainnya.


Setibanya di depan Arya dan Mirna, Kheano mengulum senyum pada kedua Raja dan ratu sehari tersebut.


"Selamat atas pernikahan kalian." Kheano memeluk sahabatnya, berhubung kini Kesya di ambil alih oleh Bundanya.


"Thank you bro." sahut Arya.


Kheano melepaskan pelukan di antara keduanya, sebelum kembali memberikan selamat pada mantan guru SMA itu.


"Selamat atas pernikahan kalian mbak Mirna." Kini Kheano serta yang lainnya memanggil mantan guru muda mereka tersebut dengan sebutan mbak, mengingat usia Mirna tidak terlalu jauh dari mereka. hanya karena memiliki otak yang cerdas makanya Mirna dapat menyelesaikan kuliahnya dengan cepat, sehingga dapat menjadi seorang pendidik di sekolah mereka saat itu.


"Terima kasih." jawab Mirna dengan senyum sedikit di paksakan.


"Selamat kak Arya mbak Mirna atas pernikahannya." dengan senyum yang mengembang sempurna Alisya memberi ucapan selamat pada Mirna.


"Thank you Alisya." jawab Mirna, sebelum perhatiannya tertuju pada gadis kecil yang kini berada di gendongan Alisya.


"Hai cantik, nama kamu siapa??." Dengan lembut Mirna bertanya sembari memberi cubitan gemas pipi gadis kecil itu. keberadaan Kesya seakan membuat Mirna bisa mengalihkan sementara pikirannya tentang pernikahannya.


"Nama aku Kesya Tante." Mirna terkejut saat mendengar gadis kecil itu menjawab dengan lancarnya, tidak seperti anak seusianya pada umumnya.


"Wah,,, selain cantik kamu juga sangat menggemaskan sayang." Mirna tidak dapat menyembunyikan kegemasannya pada bocah dua tahun setengah tersebut.


"Kode alam tuh bro." Kheano sengaja meledek dengan nada lirih sampai tak ada yang mendengarnya selain Arya, saat perhatian sahabatnya itu terus tertuju pada istrinya yang tengah berinteraksi dengan putrinya.


Arya hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Arya, yang sengaja menggodanya.

__ADS_1


"Kalau masalah itu tidak perlu di ragukan, bentar lagi juga gue buatin teman bermain buat Kesya." Arya pun menjawab godaan Kheano dengan nada lirih. keduanya pun terkekeh geli, sampai Alisya menatap heran pada keduanya, sementara Mirna yang tadi meraih Kesya dari gendongan bundanya, nampak sibuk menggoda gadis kecil itu sampai ia tidak memperhatikan tingkah suaminya bersama sahabatnya.


"Sini sayang sama bunda, soalnya Tante lagi sibuk, masih banyak tamu." ucap Alisya melihat masih banyak tamu yang antri di belakang mereka untuk memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai.


"Kapan kapan main ke rumah Tante lagi ya cantik!!." ucap Mirna setelah menyerahkan gadis itu kembali ke gendongan bundanya.


"Baik Tante." Mirna semakin gemas dengan tingkah Kesya yang begitu menggemaskan, mengingat Mirna adalah anak tunggal, itu sebabnya ia sangat suka dengan anak kecil terlebih lagi anak perempuan.


Kheano dan Alisya pun beranjak turun lalu di gantikan oleh sahabat Arya lainnya yaitu Bobi dan Andi serta di ikuti Sisil, Indah dan juga Dani di belakang keduanya.


"Selamat ya Bu guru cantik atas pernikahannya." ucap Bobi sengaja memanggil Mirna dengan sebutan saat ia masih SMA, begitupun dengan Arya yang ikut memberi selamat pada Mirna sebelum pada sahabatnya Arya.


"Selamat bro, nggak nyangka sekarang udah jadi suami." Bobi memberikan selamat pada salah satu Sahabatnya yang baru saja mempersunting gadis cantik tersebut.


"Selamat ya bro, nggak nyangka Lo bisa dapat istri secantik mbak Mirna." Andi juga ikut memberikan selamat pada Arya.


"Sialan Lo pake bilang nggak nyangka segala, emang Lo pikir gue nggak ganteng apa sampai nggak bisa dapet istri cantik." cetus Arya, yang bisa menebak jika Sahabatnya itu sengaja meledeknya.


"Selamat ya mbak atas pernikahannya, kalau udah ngeliat yang sweet kayak gini, gue jadi pengen cepat cepat nikah deh." ucap Sisil dengan bibir sengaja di buat cemberut, sementara Mirna hanya tersenyum melihat tingkah mantan siswinya itu.


"Udah buruan, nanti kita cari deh jodoh Lo di loakan." timpal Indah sedikit mendorong pelan Sisil, merasa tidak enak dengan yang ngantri di belakangnya.


"Enak aja, Lo pikir calon jodoh barang bekas." sahut Sisil tidak terima.


Lagi lagi Mirna hanya tersenyum melihat kedua sahabat yang sering cekcok tidak jelas tersebut, namun meski sering cekcok tak jelas, tidak membuat persahabatan mereka merenggang, malah persahabatan di antara mereka semakin erat hingga kini mereka tumbuh menjadi gadis dewasa.


Hampir semua tamu sudah kembali ke rumah masing masing, usai memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai, termasuk keluarga jauh Mirna yang juga kini telah pamit pulang. hingga tersisa ayahnya, ayah mertua dan tentunya pria yang baru saja menikahinya yang kini nampak bersama dengan Mirna.


"Ajak suami kamu ke kamar nak, mungkin suami kamu mau bersih bersih lalu istirahat." Mendengar ayahnya mengucapkan kata suami, membuat Mirna tersentak.


"Suami, berarti mulai saat ini aku harus berbagi kamar dengannya." dalam hati Mirna yang kini melirik ke arah Arya yang tengah duduk di sofa bersama ayah serta ayah mertuanya.

__ADS_1


"Kenapa diam saja nak??." ucap Ayahnya lagi.


"Iy iya ayah,Mirna akan segera mengajak Arya ke kamar." jawab Mirna salah tingkah bingung harus berkata apa, karena tidak mungkin juga kalau ia menolak, mengingat pria itu kini telah sah menjadi suaminya.


"Mari saya antarkan ke kamar!!." Mirna berdiri dari duduknya dengan di ikuti Arya di belakangnya.


Arya menyapu pandangan ke seluruh penjuru kamar yang sebentar lagi akan di tempati keduanya, saat Mirna baru saja membuka handle pintu.


Pandangan Arya terhenti pada tempat tidur yang berukuran king Size yang kini telah di taburi bunga mawar merah khas ranjang pengantin, dengan dua buah handuk yang sengaja di bentuk love.


"Ini pasti kerjaan bi Arsih." dalam hati Mirna saat melihat taburan kelopak mawar di atas ranjangnya, sebab tadi saat ia turun itu semua belum ada.


"Nggak nyangka ternyata istriku romantis juga." ucap Arya dengan seutas senyum di bibirnya, sebelum masuk ke kamar itu, sementara Mirna nampak kesal mendengar kalimat Arya namun ia enggan berdebat.


Mirna melihat ada sebuah koper asing yang di letakan di lantai kamar, Mirna bisa menebak jika itu adalah koper milik Arya.


"Di dalam sana ada lemari buat pakaian kamu!!." Mirna melangkah lalu menunjuk ke arah sebuah lemari kosong yang berada di walk in closed.


"Buat apa??." Mirna memicingkan matanya saat pria itu malah balik bertanya.


"Untuk menaruh pakaian, memangnya buat apalagi??." cetus Mirna dengan tatapan jengah.


"Saya tahu untuk pakaian, tapi untuk apa kamu beri tahu ke saya, bukankah merapikan pakaian suami itu termasuk salah satu tugas istri??." Mata Mirna membulat sempurna, ia seakan kehabisan kata kata menghadapi pria itu.


"Bener bener nih bocah nguras kesabaran gue banget." Mirna hanya membatin karena ia tidak ingin berdebat dengan pria yang di anggapnya bocah.


"Baiklah jika kamu tidak ingin merapikan pakaianku nggak masalah, tapi jangan salahkan aku kalau pada akhirnya aku harus ganti baju di sini." dengan santainya Arya mengucapkan kalimat yang membuat gadis itu mau tidak mau melakukan tugas pertamanya sebagai seorang istri, dengan memindahkan pakaian Arya dari Koper ke lemari.


Arya tersenyum penuh kemenangan saat melihat istrinya tersebut, mulai menyeret kopernya ke dalam walk in closed.


Dari luar Arya bisa mendengar jelas saat gadis itu tak henti hentinya mengumpat dirinya.

__ADS_1


__ADS_2