
Tiara hendak beranjak, namun dengan cepat Ferdi mencegatnya saat gadis itu mulai berbalik membelakangi dirinya.
"Please honey listen to me!!." ucap Ferdi seraya mencegat lengan istrinya.
Tiara pun menghentikan langkahnya dengan posisi membelakangi dokter Ferdi.
"Jika mas memang kekeh ingin menceritakan siapa sosok gadis itu pada Tiara, maka silahkan!!" jawab Tiara dengan terpaksa seraya meremas dadanya, berharap sakit itu bisa sedikit berkurang.
Bahkan di saat suaminya tersebut belum menceritakan siapa sosok gadis itu padanya, dada Tiara sudah terasa sesak menahan sakit. ia tidak menyangka bagaimana jadinya jika pria itu bahkan akan segera menceritakan semuanya padanya.
Sejenak Ferdi melepaskan tangan Tiara untuk mengambil sesuatu yang selalu di simpannya dengan rapi di dalam dompetnya.
"Ini sosok gadis yang selalu membuat mas merindu siang dan malam, bahkan gadis ini sudah membuat mas tidak bisa menoleh pada gadis mana pun selama ini." ucap Ferdi seraya memberikan sebuah foto yang menunjukkan seorang siswi SMP yang tengah mengikuti kegiatan mos.
Saat melihat foto tersebut membuat Tiara menatap tak percaya pada pria yang kini telah menjadi imam dalam rumah tangganya.
"Bagaimana mas bisa memiliki foto Tiara??." Tiara mengeryit heran, ibarat nyawanya belum terkumpul sempurna saat bertanya pada pria itu.
"Sebentar, mas bilang apa tadi??." lanjut cecar Tiara, saat menyadari kalimat suaminya tadi.
"Gadis itulah yang mas maksud tempo hari." terang Dokter Ferdi.
__ADS_1
"Gadis yang membuat mas urung menikahi gadis lain bahkan di usia mas yang sudah terbilang matang." lanjut Ferdi sembari membalikkan tubuh istrinya mengarah padanya.
Tiara hampir kehabisan kata kata seperti tidak percaya, namun itu kenyataan, foto yang baru saja di berikan Ferdi padanya benar benar foto dirinya di mana ia tengah berbaris saat mos ketika masuk ke sekolah tingkat pertama dulu.
"Jangan pernah berpikir mas tidak pernah menyadari keberadaan kamu, mas bahkan mencintai kamu jauh sebelum kamu mengenal apa itu cinta istriku sayang." ucap Dokter Ferdi dengan tatapan penuh kasih sayang pada istrinya tersebut, sehingga membuat Tiara begitu terharu dan tidak menyangka.
"Dulu saat mengambil foto kamu secara diam diam, teman sekampus mas bahkan mengatakan mas ini gila, karena sudah jatuh hati pada seorang gadis yang baru saja masuk sekolah menengah pertama. tapi mas tidak peduli sama sekali, mas bahkan melakukan hal yang lebih gila lagi yang orang lain pun tidak menyangka. mas sampai rela mencari tahu alamat rumah kamu, dan memutuskan mencari sebuah rumah yang berada dekat dengan rumah kamu. seperti kata pepatah, pucuk di cinta ulam pun tiba, saat mengikuti kamu diam diam mas melihat tulisan rumah di jual tepat di depan rumah yang mas tinggali saat ini. sejak saat itu juga mas merasa bagai pedofil yang menginginkan gadis di bawah umur." terang Dokter Ferdi, sesekali ia tersenyum kala teringat akan kegilaannya saat ingin terus dekat dengan gadis kecil pujaan hatinya.
Sementara Tiara yang benar benar kehabisan kata kata langsung berhambur ke pelukan suaminya, dengan air mata bahagia.
"I love you mas." hanya itu yang bisa keluar dari mulut Tiara yang kini berada di dalam pelukan suaminya.
"I love you more honey." jawab pria itu dengan senyum yang mengembang sempurna di bibirnya.
Untuk pertama kalinya dokter Ferdi bisa merasakan manisnya bibir cantik istrinya, saat ia menepis jarak di antara keduanya dengan memberi kecupan mesra.
Tiara yang baru pertama kali merasakan hal itu tidak memberi reaksi penolakan sama sekali, sehingga sebuah kecupan berubah menjadi sebuah ciuman yang begitu dalam.
Meski baru sekedar ciuman, namun Ferdi merasa hubungannya dengan sang istri jauh semakin membaik di saat semua terungkap. dalam diam ternyata keduanya sudah lama saling mengagumi satu sama lain.
Saat baru setahun kuliah di bidang kedokteran Ferdi bersama beberapa orang teman seangkatannya di beri tugas dari kampus untuk melakukan penelitian tentang tumbuh kembang remaja, terutama mereka yang masih beranjak remaja.
__ADS_1
Maka Ferdi bersama hampir semua teman seangkatannya di turunkan di beberapa sekolah, ada yang di tugaskan melakukan penelitian di sekolah tingkat pertama ada pula yang di sekolah menengah atas. dan kebetulan Ferdi beserta tiga orang temannya yang lain di tugaskan di salah satu sekolah tingkat pertama negeri yang berada di kota Jakarta.
Di hari pertama semua berjalan biasa saja, sampai dengan hari kedua melakukan penelitian, perhatian Ferdi tertuju pada seorang gadis SMP yang melakukan aktivitas ospek sekolah.
Memiliki wajah yang cantik serta pendiam membuat Ferdi kagum pada gadis itu. sampai dengan seminggu melakukan penelitian di sekolah tersebut Ferdi selalu mencuri curi pandang pada gadis yang baru saja memasuki bangku SMP tersebut.
Sampai dengan salah satu kakak kelas yang bertugas sebagai petugas ospek memberikan pertanyaan yang cukup sulit, namun dengan penuh keyakinan gadis itu menjawab hampir semua pertanyaan. yang lebih menarik perhatian Ferdi, hampir semua jawaban yang di berikan gadis itu benar.
"Cantik dan Smart." kiranya itu yang ada di pikiran Ferdi tentang gadis tersebut ketika itu.
Saking kagumnya dengan gadis yang usianya terpaut jauh di bawah usianya tersebut Ferdi jadi terus mencari tahu tentang gadis itu, sampai suatu saat salah satu temannya curiga dengan gelagat Ferdi, saat menatap gadis itu layaknya seorang pria menatap seorang gadis pujaan.
Karena merasa aneh dengan sikap Ferdi, sampai temannya tersebut mengatai Ferdi pedofil sebab mengagumi gadis yang menurutnya di bawah umur saat itu.
Meski begitu, Ferdi sama sekali tidak peduli dengan perkataan teman seangkatannya, ia bahkan diam diam mencari tahu lebih dalam tentang sosok gadis yang bernama Tiara tersebut. Ferdi bahkan rela pindah dari rumah pamannya, tuan Handoko, agar bisa mencari sebuah rumah yang dekat dengan kediaman gadis itu.
Meski terpaut usia yang lumayan jauh, tidak membuat semangat pria itu surut untuk mengagumi sosok Tiara, gadis yang saat itu masih berusia empat belas tahun.
Namun satu nilai plus yang Ferdi sendiri tidak tahu, saat mulia masuk SMA beberapa tahun kemudian, ternyata gadis cantik tersebut juga menaruh rasa yang sama pada dirinya.
Mungkin karena memang sudah ditakdirkan berjodoh sehingga keduanya pun kini berstatus suami istri, saat keduanya sudah bekerja di rumah sakit yang sama. walaupun terkadang tuhan akan di pertemukan seseorang dengan jodohnya dengan caranya sendiri, layaknya keduanya di pertemukan dengan cara unik.
__ADS_1
Bagaimanapun cara Tuhan mempertemukan keduanya, namun Ferdi tetap bersyukur sebab tuhan telah memberikan jawaban dari setiap doa serta harapannya pada gadis pujaan hatinya sejak gadis itu masih terbilang belia tersebut.