
Vandra tercengang dengan apa yang Ayah Hadi jelaskan. Vandra tak menduga jika Tuan Tomy memintanya untuk menikah dengan putranya. Vandra tak habis pikir, usianya masih 18tahun dan dia pun masih kelas 3 SMA. Bagaimana bisa Tuan Tomy merencanakan hal itu?.
"Kenapa harus aku Yah? aku masih sekolah, dan aku pun juga belum siap menikah Yah. Ayah akan menolak permintaan Tuan Tomy kan?" tanya Vandra.
"Semua keputusan ada pada kamu. Kalau kamu menolak Ayah pun akan menolak permintaan Tuan Tomy" jawab Ayah Hadi.
"Tapi..." Ayah Hadi menghentikan ucapannya.
"Tapi apa Yah?" Vandra penasaran.
"Tapi Ayah rasa kamu harus mempertimbangkan lagi Van. Sejujurnya, tanpa kamu tau Tuan Tomy sudah membayarkan hutang keluarga kita yang diperbuat oleh mantan Kaka Ipar kamu. Bahkan, rumah yang kita tempati ini sudah dibeli oleh Tuan Tomy untuk kita. Maaf jika Ayah terkesan membalas semua kebaikan Tuan Tomy dengan menyerahkan kamu untuk menikahi putranya. Ayah ingin sekali mengembalikan, tapi hutang dan harga rumah ini bukan jumlah yang kecil" Ayah Hadi berkata jujur.
Vandra benar-benar tak menyangka dengan apa yang ia dengar. Selama ini Vandra merasa hidup keluarganya baik-baik saja tanpa ada masalah apapun, tapi nyatanya semua berbanding terbalik.
"Kenapa Ayah ga jujur sama aku? ini sama aja Ayah menjual aku. Aku bisa bantu kerja Yah untuk bantu melunasi semua hutang mantan Kaka Ipar, tapi ga harus begini kan Yah, Ibu, Ka" rengek Vandra.
"Tenang Nak, Ibu bahkan Kaka dan Ayah pun tak tau jika semua hutang bahkan rumah ini diberikan dan dilunasi oleh Tuan Tomy. Kami semua juga tak bermaksud untuk mengantikan kamu sebagai mengganti kebaikan Tuan Tomy. Tolong pikirkan baik-baik Van, Ibu dan Ayah sudah tak banyak tenaga untuk bisa membantu Ka Vina mencari uang lagi untuk membayar hutang-hutang yang kita punya" Ibu Hani menambahkan.
"Kaka minta maaf ya Van, atas kesalahan mantan suami Kaka semua harus seperti ini"
"Van, Tuan Tomy juga baik. Dan dia juga sangat menyukai kamu, Ayah yakin anak Tuan Tomy pasti juga menyukai kamu" ucap Ayah Tomy.
"Aku pamit ke kamar dulu" Vandra beranjak pergi ke kamar.
Vandra mulai menitikan airmata, apa yang ia harus lakukan sekarang? melihat kondisi Ayah dan Ibu memang tak akan sanggup membayar semua hutang besar yang ditinggalkan mantan Kaka Ipar. Tapi apa harus dengan membayar kebaikan Tuan Tomy, Vandra harus menikah dengan anaknya? rasanya tak mungkin menikah disaat usianya masih muda seperti ini.
Vina mengetuk pintu lalu masuk kedalam kamar Vandra. Vina mendudukkan dirinya disamping Vandra, ia pun menjelaskan semua yang terjadi pada Vandra yang belum Vandra ketahui.
"Kenapa kalian ga cerita sama aku? aku ga tau kalau beban kesedihan Kaka seperti itu"
__ADS_1
"Maafin Kaka, Ayah, Ibu dan Mantan suami Kaka ya. Jujur, Kaka sebenernya udah berusaha keras untuk melunasi hutang yang ada, tapi karna jumlahnya besar Kaka belum sanggup untuk itu" sesal Vina.
"Apa Ayah dan Ibu sakit waktu itu karna masalah ini?" tanya Vandra yang mendapat anggukan dari Vina. Ya, Beberapa bulan lalu Ayah dan Ibu sempat sakit. Vandra mengira hanya sakit karna kelelahan menjaga kedai tapi nyatanya lain.
"Aku ngerasa jadi anak buruk Ka, aku selama ini merasa keluarga kita baik-baik aja. Tapi kenyataan, kalian menyimpan masalah besar seperti ini. Maaf kalau aku masih menyusahkan dan juga belum bisa memahami"
"Kamu ga salah Van. Kaka, Ayah dan Ibu ga ingin melibatkan kamu. Kami hanya ingin kamu fokus sekolah dan belajar. Dan soal permintaan Tuan Tomy, kalau kamu menolak Kaka akan lebih berusaha dan mencari jalan keluar untuk bisa membayar hutang dan uang rumah ini pada Tuan Tomy. Sekarang kamu istirahat ya, jangan memikirkan apapun. Pokoknya Kaka akan berusaha semampu Kaka"
Vandra terdiam menatap Vina. Apa yang dilakukan Vandra salah? menolak permintaan karna kebaikan Tuan Tomy? tapi Vandra benar-benar tak sanggup jika harus menikah dengan orang yang tak pernah ia kenal bahkan ia inginkan.
***
Andra janji bertemu dengan Doni disebuah Kafe. Andra saat ini benar-benar membutuhkan teman bicara, Doni adalah satu-satunya sahabat yang bisa Andra andalkan. Sambil menikmati makan malam mereka berdua berbincang bersama.
"Gimana permasalahan tentang permintaan Om Tomy?" tanya Doni.
"Entah, Papa sekarang malah mau menikahkan gue sama seseorang yang gue ga kenal. Gue ga ngerti maksudnya apa, tapi gue harus menuruti itu" keluh Vandra.
"Heem.. Gue cuma takut sakitnya kambuh, apalagi Papa ga bisa berpikir berat karna berpengaruh sama kesehatannya"
"Lo tau cewe itu kaya gimana? Apa dia cantik? dia sexy? dia lucu? atau dia pendiem?"
"Gue ga tau dia kaya gimana, bahkan Papa merahasiakan semua tentang dia"
"Jangan-jangan lo disuruh nikah sama anak sekolah lagi" duga Vino.
"Apaan sih lo, jangan mengarang. Umur gue 25tahun, masa gue nikah sama anak sekolah. Itu sama aja gue menikahi anak dibawah umur dong"
"Kan siapa tau. Lagian dinegara kita umur 18tahun udah bisa nikah ko"
__ADS_1
"Udah ah, omongan lo makin ngaco. Gue berharap semoga dia sesuai dengan tipe gue" harap Andra.
"Semoga ya..." dukung Dino.
***
Pagi hari Vandra bersikap seperti biasa dihadapan keluarganya. Vandra menyantap sarapannya dengan fokus, entah apa yang harus Vandra katakan. Selesai sarapan, Vandra ijin pada Ayah Hadi untuk pergi sekolah menggunakan transportasi umum. Ayah Hadi mengijinkan, mungkin saat ini Vandra butuh untuk berpikir.
Dihalte Bus, Vandra menunggu kedatangan bus yang akan dia naiki. Sembari menatap jalan, Vandra memikirkan ucapan Ayah Hadi yang memintanya untuk memikirkan tentang permintaan Tuan Tomy. Vandra benar-benar merasa bingung, kenapa harus ia yang mengalami hal ini?.
Bus yang dinanti datang, dengan cepat Vandra naik lalu mencari tempat duduk. Vandra duduk didekat jendela, dia menatap barisan gedung yang berjajar tinggi. Tak diduga tiba-tiba seseorang duduk disamping dan menyapa Vandra.
"Hai"
"Randy" seru Vandra.
"Ga nyangka ya kita satu Bus, dunia sempit banget ya"
"Kamu ini cctv ya, kenapa setiap aku dimana-mana kamu selalu aja muncul dan tau keberadaan aku" protes Vandra.
"Itu namanya takdir. Terus kenapa kamu naik Bus, biasanya kamu diantar Ayah kamu"
"Hari ini Ayah aku ga bisa antar" bohong Vandra.
"Oh.. Oh iya Van, sorry ya kalau Gadis suka menggangu kamu"
"Aku ga peduli. Lagian juga aku malas berhubungan sama dia. Terus kenapa kamu ga pacarin dia aja, kan dia cantik"
"Kamu juga cantik, gimana kalau kamu yang aku pacarin?" goda Randy.
__ADS_1
Vandra menatap heran dengan ucapan Randy, apa maksud dari ucapannya? benar-benar lucu. Batin Vandra.
***