Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Wanita licik


__ADS_3

Tiba diapartemen Vandra tak mendapati Andra dimanapun, padahal jam sudah menunjukan pukul 6malam dan itu artinya Andra seharusnya sudah berada diapartemen. Vandra merasa sedikit khawatir, apa terjadi sesuatu pada Andra? atau Andra masih sibuk dengan pekerjaannya dikantor?.


Sebelum menghubungi Andra, Vandra bergegas membersihkan dirinya dan juga menyiapkan makan malam, mungkin saja Andra akan pulang sebentar lagi. Pikir Vandra.


Hampir jam 9malam, Andra masih saja tak kunjung pulang. Vandra bahkan juga sempat menghubungi Andra namun Andra tak mengangkatnya. Merasa mulai mengantuk Vandra membaringkan tubuhnya disofa, dan tak lama Vandra pun memejamkan matanya.


Kafe Milik Dino.


Malam itu Andra segaja janji bertemu dengan Vivi dikafe milik Dino. Andra terpaksa melakukan itu, ia benar-benar tak bisa menerima saat Dino memberikan bukti tentang hal yang dilakukan Vivi dulu padanya. Andra sebenarnya sudah mengetahui itu cukup lama, hanya saja Andra menunggu permintaan maaf Vivi, Namun nyatanya Vivi mengabaikan kesempatan itu.


"Ada apa kamu minta ketemu? kamu pasti rindu sama aku ya" Vivi percaya diri.


Andra membuang muka sekilas dengan senyuman kesal.


"Apa kamu ga merasa bersalah dengan apa yang kamu lakukan sama aku?" Andra serius.


"Maksud kamu apa sih Dra, aku ga ngerti lho. Aku buat kesalahan lagi apa memangnya?" Vivi pura-pura tak mengerti.


Andra menepuk tangannya tanda memberitahu, dan tak lama seorang lelaki datang menghampiri dan berdiri disamping Andra. Vivi terkejut dengan sosok yang berdiri disamping Andra, ya dia adalah salah satu karyawan Dino yang segaja membantu Vivi melakukan perbuatan keji untuk menjebak Andra meminum obat perangsang.


Vivi mengelak dengan alasan tak mengenal sosok disamping Andra, bahkan Vivi merasa ia tak sebanding mengenal sosok Adi dihadapannya.


"Kamu yakin ga kenal sama dia?" tanya Andra memastikan.


"Iya. Lagian juga aku ga mungkin kenal sama orang-orang kaya dia" angkuh Vivi.

__ADS_1


"Oke. Adi, kamu duduk disamping saya" perintah Andra dan dituruti oleh Adi.


"Baik Tuan"


Vivi menatap sinis Adi, kehadirannya saat ini benar-benar membuat Vivi terperangkap. Bagaimana bisa Adi ketahuan oleh Andra, sedangkan Vivi sudah meminta Adi untuk bermain rapih tanpa diketahui siapapun.


"Liat ini" Andra menyerahkan sebuah video cctv yang dikirimkan oleh Dino.


Vivi tak menyangka dengan apa yang ia lihat. Ia hanya diam dan mencoba bersikap tenang. Sebenarnya tanpa diketahui oleh Adi, ada cctv yang terpasang tersembunyi oleh Dino. Dino segaja melakukan hal itu, agar hal seperti yang dilakukan oleh Adi bisa diketahui.


"Adi, apa yang kamu lakukan itu atas perintah perempuan dihadapan saya ini kan?" tanya Andra tanpa menatap Adi.


"Benar Tuan, saya diperintahkan untuk melakukan itu" Adi mengaku.


"Tapi bukti ini ga cukup kuat kalau aku yang minta dia lakuin itu" Vivi dengan tegas mengelak.


"Adi, kamu bisa pergi sekarang" pinta Andra.


"Baik Tuan"


"Vi, aku ga nyangka sama apa yang kamu lakuin sama aku. Maksud kamu apa? kamu berniat menjebak dan menjadikan aku milik kamu gitu Hah? apa kamu pikir dengan cara kamu meminta Adi lakuin itu semua perbuatan kamu berhasil? gak kan?" ucap Andra penuh penekanan.


"Bangun Vi, jangan jadi perempuan licik kamu. Dan berhenti untuk terus berharap dapatin aku. Sekarang aku bener-bener muak dengan kamu. Ternyata Tuhan memang ga salah, Rasa cinta sepihak yang aku rasain ternyata hal terbaik untuk aku rasain dan aku ngerasa beruntung karna hal itu" Andra menambahkan.


"Hah... Andra Andra.. memang kamu pikir aku akan merasa bersalah karna hal itu? Aku memang segaja lakuin itu, karna aku mau kamu menjadi milik aku seutuhnya. Sekarang terserah kamu mau mempermasalahkan hal itu atau engga, yang pasti kamu akan tau sendiri akibatnya kalau sampai publik tau hal ini termasuk soal pernikahan tersembunyi kamu" Ancam Vivi.

__ADS_1


"Beraninya ya kamu mengancam aku. Apa karna ada Oma yang selalu dipihak kamu jadi kamu bersikap seolah-seolah menantang seperti ini?" duga Andra.


"Terserah kamu mau bilang apa, yang pasti aku akan tetap berusaha untuk memiliki kamu walaupun aku harus bermain dengan cara kotor" ucap Vivi bangga.


"Dasar perempuan licik kamu" hina Andra.


Vivi hanya tersenyum mendengar sebuah hinaan dari Andra, ia tak mempermasalahkan hal itu karna baginya itu hanya sebuah kekesalan Andra padanya.


"Aku ingatkan kamu ya Dra, selagi aku masih ada aku akan tetap berusaha miliki kamu dan membuat wanita yang ada didekat kamu pergi meninggalkan kamu, jadi kamu harus selalu ingat akan hal itu. Aku pergi, salam untuk istri sementara kamu itu yang sebentar lagi akan menjadi wanita buangan" sinis Vivi berlalu pergi.


Andra tak menduga Vivi akan berubah seperti itu, sikap Vivi yang dulu begitu dipuja oleh Andra seolah hancur seketika dengan sikap Vivi saat ini. Apa ini sikap Vivi yang sebenarnya?.


***


Tiba diapartemen Andra dikejutkan dengan sosok Vandra yang tengah tertidur disofa. Perlahan Andra berjalan mendekati Vandra, Andra memperhatikan wajah pulas Vandra yang tengah tertidur. Bagaimana bisa dia tertidur disofa? apa dia sedang menunggu dirinya? pikir Andra.


Andra mengendong Vandra menuju kamarnya, ia tak tega membangunkan Vandra yang begitu pulas dengan tidurnya. Dengan pelan Andra menaruh Vandra dikasur dan menyelimutinya, Andra tiba-tiba duduk disamping Vandra sembari memperhatikan Vandra dengan begitu serius.


"Kenapa gue tiba-tiba ngerasa ga terima kalau dia istri sementara gue? padahal itu memang kenyataanya. Sebenernya apa yang gue rasain sekarang? kenapa waktu yang dijalani semakin hari membuat gue semakin jatuh hati sama dia. Tuhan, apa maksud semua ini? jangan sampai aku salah jatuh cinta untuk kedua kalinya lagi" batin Andra.


Andra perlahan berjalan keluar dari kamar Vandra, dan ia tak segaja melihat makanan yang tersaji rapih dimeja makan. Andra menghampiri dan memperhatikan sajian makanan yang sudah Vandra siapkan. Ada rasa bersalah dibenak Andra, melihat makanan masih tertata dengan rapih itu artinya Vandra belum menyentuhkan. Apa dia belum makan malam? Apa dia ketiduran disofa karna segaja menunggu Andra pulang?.


Karna Andra belum sempat makan malam, Andra pun menikmati makan malam itu seorang diri. Sebenarnya Andra ingin membangunkan Vandra, namun melihat Vandra tertidur pulas seolah membuat Andra tak tega membangunkannya.


Andra tersenyum kecil, rasa masakan Vandra semakin hari semakin begitu terasa nyaman dilidah Andra. Akankah hal ini terjadi sampai seterusnya? itu yang tak bisa Andra duga.

__ADS_1


Andra masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan juga beristirahat. Saat hendak menuju tempat tidurnya, Andra tak segaja melihat tanggal dikalender yang segaja ia bulatkan. Ya, besok tanggal ulangtahun Andra. Andra tak sadar akan hal itu, ia hanya menghela nafasnya. Andra sadar, tak akan ada yang istimewa saat hari ulangtahunnya esok.


***


__ADS_2