Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Konferensi pers


__ADS_3

Vandra dan Vina duduk memperhatikan dan menyimak apa yang akan Andra katakan. Jujur, Vandra tak tau apa yang akan Andra umumkan, bahkan semua orang yang berada disanapun merasa penasaran dengan apa yang akan Andra ucapkan.


"Selamat pagi semuanya? terimakasih atas kehadiran kalian semua disini. Saya akan lansung saja berbicara, karna saya tak punya banyak waktu. Saya, meminta kehadiran kalian semua disini karna ada sesuatu hal yang ingin saya ungkapkan tentang kehidupan pribadi saya. Saya tau, ini akan mengejutkan semua pihak, tapi saya ingin menegaskan dan memberitahu kalian semua bahwa Saya Andra Wijaya, pewaris dari Wijaya Group. Menengaskan tentang pemberitaan saya diluar sana dengan seorang wanita bernama Vivi itu tidak benar adanya. Status kami hanya sebagai teman baik dan tak lebih dari itu"


"Dan saya juga ingin memberitahu pada kalian semua, jika saya sudah menikah 6bulan yang lalu dengan seorang wanita yang tak bisa saya ungkapan disini. Saya harap kalian bisa menerima dan juga tak mencari tau siapa wanita yang menjadi istri saya saat ini. Saya tak ingin kehidupannya menjadi terganggu, oleh karna itu saya minta hargai privasi kehidupan kami. Sampai suatu saat nanti tiba, saya akan memperkenalkan wanita yang saya cintai dihadapan kalian. Saya rasa sudah cukup saya berbicara disini. Saya undur diri, Terima kasih semua"


Tanpa memperdulikan bermacam pertanyaan dari para wartawan, Andra tetap berjalan pergi meninggalkan ruangan. Bukan tanpa alasan, selain jadwal terbang yang mendesak Andra juga tak ingin menjawab pertanyaan apapun yang ia dengar.


"Riko, kita masih ada waktu kan sampai tepat waktu dibandara?" tanya Andra sambil berjalan keluar diikuti Sekertaris Riko.


"Masih Tuan"


"Baik kalau begitu, ayo kita pergi sekarang"


"Baik Tuan"


***


"Van" panggil Vina pelan mengelus bahu Vandra.


"Ka, aku bingung harus bahagia atau sedih sama apa yang Mas Andra lakuin dihadapan media. Jujur, apa yang Mas Andra lakuin bener-bener gak terduga, selama ini aku ga pernah berpikir kalau Mas Andra akan umumin pernikahan kita secepat ini. Aku jadi ngerasa bersalah Ka, pasti setelah ini Mas Andra akan dapat masalah terutama soal Oma Mira" keluh Vandra.


"Kamu gak perlu khawatir dan memikirkan hal yang buruk. Kaka yakin, Andra sudah memikirkan hal itu dengan baik. Sekarang kamu harus fokus sama kesehatan kehamilan kamu. Sekarang kita pulang ya"


"Kak"


"Kenapa?"


"Aku mau pergi kesuatu tempat sebelum pulang, bolehkan?" tanya Vandra.


"Memang kamu mau kemana?"


Tak disangka oleh Vina ternyata Vandra mengajaknya kesebuah kafe milik Dino. Vandra segaja ingin menemui Dino karna ingin membicarakan tentang apa yang Andra lakukan tanpa memberitahu Vandra sebelumnya.

__ADS_1


Dino yang sudah hadir duduk disamping Vina tampak merasa senang dengan kedatangan Vandra terutama Vina secara tiba-tiba. Dino juga bahkan meminta pegawainya menyiapkan makanan spesial untuk Vandra dan juga Vina.


"Gimana hasil pemeriksaan kehamilan kamu?" tanya Dino memulai pembicaraan.


"Kehamilan aku baik dan sehat Ka, sekarang kehamilan aku berjalan 2minggu" jawab Vandra.


"Syukur kalau begitu, kamu harus lebih extra menjaga kesehatan dan kehamilan kamu ya"


"Iya Ka. Oh iya, aku mau tanya. Tentang konferensi pers yang Mas Andra lakuin tadi pagi apa Kaka tau sebelumnya? jujur, Mas Andra sebelumnya gak bilang apapun sama aku soal itu. Ka, aku jadi merasa bersalah. Apa Mas Andra merasa tertekan karna keinginan aku? jadi Mas Andra lakuin itu secepat ini?" Vandra penasaran.


"Iya Kaka tau soal itu. Tapi perlu kamu tau, Ini bukan soal Andra merasa tertekan karna keinginan kamu. Jauh dari hal itu, yang Andra lakukan adalah untuk tetap mempertahankan kamu. Cinta Andra lebih besar daripada yang kamu tau, bahkan Andra merasa kamu adalah dunianya sekarang. Van, yang terpenting sekarang kamu gak perlu mendengarkan atau pun melihat pandangan oranglain. Bersikaplah acuh, karna aku yakin suatu hari nanti terutama keluarga Wijaya akan menerima kamu dengan terbuka"


"Iya Ka"


"Jangan merasa kamu menjadi beban untuk Andra. Yang terpenting sekarang, kamu harus menjadi penyemangat dan tetap setia disamping Andra. Kamu paham kan?"


"Iya Ka"


"Yang dibilang Dino benar Van. Sekarang kamu fokus ya untuk calon anak kamu, kamu harus ingat ada keluarga kamu, keluarga Andra, Dino dan juga kedua sahabat kamu. Jadi jangan pernah merasa sedih sendiri menghadapi ini, oke" ucap Vina.


"Iya Ka"


"Kamu udah berapa lama kerja dikantor Andra?" tanya Dino pada Vina. Selisih usia yang hanya berbeda 2tahun membuat Dino memanggil Vina dengan sebutan nama.


"Hampir 2 tahun" jawab Vina.


"Belum lama juga ya. Oh iya, gimana makanannya? enak?"


"Enak, aku suka"


"Ka Dino. Kaka belum menikah ya?" tanya Vandra tiba-tiba. Vandra sebenarnya sudah tau jika Dino memang masih sendiri. Hanya saja Vandra ingin mengetahui lebih tentang sosok Dino.


"Iya Van. Sebenernya ada seseorang yang mulai Kaka suka, tapi Kaka belum siap dan berani untuk dekatin dia" ucap Dino menatap Vina sekilas.

__ADS_1


Vandra sudah bisa menebak jika Dino memang benar-benar menyukai Vina, tapi Vandra tak ingin membicarakannya pada Dino. Tak berselang lama Vina berpamitan pada Dino dan Vandra untuk mengangkat telpon.


"Kaka angkat telpon dulu ya Van" pamit pergi.


"Iya Ka"


Dino tersenyum menatap kepergian Vina. Kali ini benar, hatinya memang terpaut pada sosok Vina.


"Ka Dino"


"Iya Van"


"Boleh aku tanya?"


"Silakan"


"Ka Dino suka sama Ka Vina kan?"


Dino seketika bersikap salah tingkah, apa yang harus ia katakan? mengakuinya atau mengelaknya?.


"Kamu kenapa tanya itu?" Vino bertanya.


"Aku mau tau. Aku gak akan marah ataupun menentang Kaka suka sama Ka Vina. Itu hak Kaka menyukai siapapun. Aku tau Kaka orang baik, ya walaupun aku memang belum lama mengenal Kaka, tapi kalau Kaka serius suka sama Ka Vina aku minta tolong buat dia percaya cinta lagi. Ka Dino pasti tau kan, Ka Vina single parent dengan satu orang anak. Pasti Ka Vina gak mudah tersentuh cinta dan janji seorang lelaki lagi dengan begitu aja. Aku percaya Kaka lelaki baik" ucap Vandra mendukung.


"Kamu percaya sama Kaka?"


"Iya, aku percaya. Tapi aku mau tau, apa Kaka yakin suka Ka Vina? Selain mencintai Ka Vina Kaka juga harus mencintai Adit dan juga status masalalu Ka Vina. Apa Kaka sanggup menerima hal itu?"


Dino tersenyum pada Vandra. Dino tak menyangka, ternyata sosok Vandra memang mengagumkan. Rasa peduli dan cinta pada Vina yang tak ingin Vina merasakan luka pahit lagi seakan membuat Dino yakin bahwa Vina adalah wanita yang baik.


"Sebelum kamu tanyakan itu, Kaka sudah lebih dulu siap menerima hal itu. Kaka cuma menyadari hal tersedih saat melihat Adit, Kaka tau rasanya saat tak ada seorang Ayah disamping kita dan hal itu cukup membuat terluka. Kamu tenang aja, Kaka menyukai Vina bukan karna merasa kasian. Mungkin karna ini udah waktunya Kaka menaruh perasaan Kaka pada seorang wanita" ucap Dino.


"Aku lega dengernya. Semoga Kaka bisa menjadi lelaki yang bisa menutup luka perasaan Ka Vina" harap Vandra.

__ADS_1


"Iya Van"


***


__ADS_2