
"Ibu doakan ya, semoga aku bisa dapat sosok Ayah pengganti untuk Adit" ucap Vina.
"Iya, Ibu selalu mendoakan untuk kamu yang terbaik terutama untuk pendamping kamu. Tapi Ibu minta jangan sampai kamu menutup pintu hati kamu, ingat Vin ada Adit dan juga diri kamu yang masih butuh rasa bahagia. Ibu harap siapapun lelaki yang akan menemani kamu adalah lelaki terbaik untuk hidup kamu dan Adit"
"Iya Bu"
"Oh iya besok kamu jadi temani Vandra ke dokter kandungan kan?"
"Iya Bu jadi. Kebetulan aku juga udah ijin ke kantor"
"Syukur kalau begitu, jaga adik kamu ya. Ini pasti pengalaman pertamanya"
"Ibu tenang aja, aku akan jaga Vandra"
"Ya sudah Ibu mau istirahat, kamu sama Adit juga istirahat ya"
"Iya Bu"
Vina menjadi terpikirkan dengan ucapan Ibu tentang sosok Ayah baru untuk Adit, tapi bagaimana bisa Vina memulai lembaran kisah baru lagi dihidupnya setelah luka lama menjadi sebuah rasa trauma yang mendalam dihatinya.
***
Entah mengapa pagi itu Vandra hanya terdiam duduk disandaran kasur sambil menatapi Andra yang tengah sibuk memasukan kancing kedalam kemejanya. Rasanya begitu sedih dan sepi harus berpisah cukup jauh dengan Andra selama 3hari kedepan. Dan tanpa disadari, Vandra tiba-tiba menangis tanpa memperdulikan Andra yang berada dihadapannya.
Andra menoleh kearah Vandra saat mendengar tangisan, dengan panik Andra menghampiri lalu menggelus pipi Vandra.
"Kamu kenapa sayang? Ada yang sakit? atau apa?" tanya Andra panik.
Vandra semakin menangis kencang, sejujurnya Vandra merasa malu harus menangis seperti itu tapi apadaya semenjak hamil perasaannya menjadi tak beraturan.
"Mas emang harus pergi ya" rengek Vandra.
"Iya sayang" Andra mengelus pipi Vandra.
"Terus yang nemenin aku tidur siapa? lagian Mas kenapa harus pergi 3hari sih, aku kan kesepian" manja Vandra berucap.
Andra merasa tak percaya dengan sikap manja Vandra yang begitu tiba-tiba. Selama menjalani pernikahan dengan Vandra, ini adalah pertama kalinya Vandra merengek manja seperti ini. Apa hormon perubahan pada wanita hamil memang begini? sulit ditebak? pikir Andra.
"Aku minta maaf ya. Pokoknya aku janji, selesai pekerjaan aku disana aku langsung pulang. Jangan sedih ya" Andra menenangkan.
__ADS_1
Vandra menatap Andra dengan tangisan tersedu-sedu. Rasanya tak rela membiarkan Andra pergi. Andra memeluk kembali Vandra dengan erat, sekarang pasti yang Vandra butuhkan ketenangan dan juga pelukannya.
"Jangan sedih ya, aku akan pulang secepatnya"
Perlahan tangisan Vandra mereda, seharusnya ia bisa menahan sedihnya dihadapan Andra. Vandra melepas pelukannya dari Andra, sambil tersenyum Vandra mencoba tegar dan tenang melepas kepergian Andra.
"Aku pergi dulu ya, Riko udah jemput didepan"
"Iya Mas"
"Jangan nangis ya, kalau kamu begini aku jadi khawatir"
"Iya aku ga akan nangis lagi. Ya udah Ayo aku antar Mas kedepan" ajak Vandra meraih tangan Andra. Andra hanya tersenyum sambil mengikuti Vandra keluar.
Walau dihadapan Ayah Hadi, Ibu Hani dan Vina, Andra tanpa merasa malu-malu mencium kening Vandra berkali-kali sebelum pergi. Selama 3hari kedepan Andra pasti tak bisa melakukan hal itu pada Vandra.
"Mas udah ah, malu ada Ayah sama Ibu" bisik Vandra malu.
"Iya. Ayah, Ibu, Ka Vina. Saya pamit pergi, saya titip jaga Vandra ya" pinta Andra.
"Iya Nak Andra. Nak Andra tak perlu khawatirkan Vandra, kami akan menjaga Vandra dengan baik" jawab Ayah Hadi mewakili.
"Iya Mas"
Vandra melambaikan tangan saat mobil Andra mulai melaju. Dan ketika mobil Andra tak terlihat, Vandra bergegas masuk untuk bersiap pergi bersama Vina.
***
Tiba dirumah sakit Vandra dan Vina menunggu panggilan sembari duduk dikursi tunggu. Tak terduga, pandangan Vandra terfokus pada beberapa pasangan suami istri yang tengah berbincang sambil menunggu antrian. Sadar Vandra merasa tak nyaman dengan apa yang dilihat, Vina dengan tersenyum memberi Vandra ketenangan.
"Van, jangan berpikir berlebihan dan bersedih. Kaka tau kamu merasa iri melihat mereka, tapi kamu harus kuat. Ingat, yang terpenting sekarang kamu fokus berdoa semoga kandungan kamu baik selalu"
"Iya Ka"pasrah Vandra.
"Tuhan, aku memang sudah berjanji pada Mas Andra untuk tetap kuat dan bertahan menghadapi ini. Tapi, apa aku akan punya kesempatan seperti ibu hamil lainnya, bisa merasakan rasanya ditemani seperti itu?" batin Vandra.
Tiba saatnya bagi Vandra dipanggil untuk memeriksa kandungannya. Vandra merasa gugup dan bingung, ini pertama kalinya ia merasakan hal seperti itu. Dokter yang bernama Lita kala itu menyambut Vandra dengan ramah. Bahkan, Dokter Lita begitu memuji kencantikan Vandra yang begitu mempesona. Pantas saja Andra begitu mencintai dan juga membanggakannya.
"Dokter kenal dengan Mas Andra?" tanya itu telontar dari Vandra saat Dokter Lita menceritakan sedikit tentang Andra padanya.
__ADS_1
"Iya, saya mengenal Andra. Kebetulan saya dan Andra teman satu sekolah dulu. Ternyata benar, Nona Vandra benar-benar cantik" puji Dokter.
"Terimakasih Dok. Tapi lebih baik Dokter panggil nama saya saja" pinta Vandra.
"Baiklah Vandra. Kamu ga perlu merasa khawatir ya karna saya mengenal Andra, karna sebelumnya Andra sudah menceritakan semua tentang pernikahan rahasia kalian dan juga kehamilan kamu ini. Bagaimana kalau kita langsung periksa sekarang?"
"Baik Dok"
"Silakan" Pinta Dokter Lita pada Vandra untuk beranjak berbaring.
Selesai melakukan pemeriksaan, Dokter Lita menjelaskan kembali tentang kehamilan Vandra yang sudah berjalan 2minggu.
"Kandungan kamu sangat baik dan juga sehat. Saya sarankan, alangkah baiknya kamu hindarkan kegiatan yang membuat kamu lelah dan juga menganggu pikiran kamu. Dan usahakan juga kamu banyak mengkonsumsi makanan penuh nutrisi dan juga vitamin. Biasanya kebanyakan semua perempuan mengalami kesulitan diawal kehamilan, jadi saya harap kamu bisa menjalaninya dengan baik semua prosesnya" Dokter Lita menjelaskan.
"Iya Dok"
"Van, saya bukannya mau ikut campur atau mengatur kamu. Hanya saja, mulai sekarang kamu harus bersikap acuh dan juga gak peduli dengan pemberitaan apapun diluar sana. Percaya sama saya Van, Andra laki-laki yang baik. Apapun yang kamu rasain sekarang, saya yakin Andra tulus mencintai kamu. Saya berada dipihak kamu, jadi saya harap kamu tetap menjadi wanita kuat untuk Andra dan juga calon anak dirahim kamu"
"Iya Dok, terimakasih untuk dukungannya"
"Sama-sama. Ini kartu nama saya, kamu bisa menghubungi saya kapapun kamu butuhkan" Dokter Lita menyerahkan sebuah kartu.
"Iya Dok, saya beruntung bisa bertemu dengan Dokter yang sekaligus teman baik suami saya. Saya harap Dokter bisa mendampingi saya sampai saya melahirkan nanti"
"Iya Van, saya juga beruntung bisa menjadi Dokter pendamping untuk kehamilan istri teman saya"
"Kalau begitu saya permisi ya Dok"
"Iya"
Vina menyambut senang saat Vandra keluar dari ruang pemeriksaan. Rasanya tak percaya Vandra yang sejak kecil bersamanya sekarang tengah mengandung dan akan menjadi seorang Ibu.
"Gimana pemeriksaannya?" tanya Vina.
"Kandungan aku sehat dan baik-baik aja Ka"
"Syukur, Kaka seneng dengernya"
Saat tengah berbincang, Vandra dan Vina tiba-tiba terdiam saat sebuah tanyangan berita disaluran salah satu stasiun tv memberitakan Andra yang melakukan konferensi pers untuk mengumumkan sesuatu. Sebenarnya apa yang akan Andra umumkan pada media dan publik?.
__ADS_1
***