
"Kalau aku gak yakin dengan perasaan aku, aku gak mungkin mendekati kamu dan keluarga kamu sejauh ini. Aku percaya dan yakin, kalau kamu adalah perempuan yang baik Vina. Aku harap kamu bisa memikirkan perasaan dan niatan aku untuk bersama kamu dan Adit dengan baik. Jangan merasa tertekan apalagi merasa bersalah kalau kamu pada akhirnya nanti menolak perasaan aku. Aku akan menunggu jawaban kamu Vin, apapun nanti jawaban kamu. Aku harap itu adalah jawaban yang terbaik" harap Dino.
Dino berlalu pergi meninggalkan Vina seorang diri. Rasanya seakan tak tega melihat Dino penuh harap dengan perasaan padanya, Vina terus saja menatap sosok Dino yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya. Kenapa ada rasa sedih Tuhan melihatnya mengharap seperti itu? apa memang ini jawaban untuk rasa bahagiaku lagi tuhan? apa memang dia sosok yanga selama ini aku tunggu kehadirannya untuk bisa membahagiakan aku dan Adit? batin Vina berucap sambil terus menatap keraah Dino pergi.
***
Tak ingin mengabaikan momen berkumpul begitu saja bersama keluarga, Papa Tomy mengundang keluarga Vandra termasuk Vania dan juga Dinda untuk menghadiri acara ulangtahun perusahaan Wijaya Group. Mendengar hal itu membuat keluarga Vandra sekan terhormat dengan undangan Papa Tomy. Berbeda dengan Vandra, Vandra merasa undangan Papa Tomy seakan menyita sedikit luka dihatinya. Pasalnya, diacara ulangtahun perusahaan nanti Vandra hanya bisa hadir sebagai sosok istri dan juga menantu rahasia bagi keluarga Andra.
Tak ingin memperlihatkan rasa tak nyamannya, Vandra berpamitan untuk mengambil sesuatu dikamarnya. Vandra pergi tanpa menatap Andra yang sejak tadi memperhatikan wajah Vandra yang sekan tak nyaman dengan ajakan Papa Tomy. Tanpa Vandra sadar, Andra mengikutinya menuju kamarnya.
Vandra terduduk ditepi kasur, rasanya rasa menyerah itu datang lagi. Jujur, Vandra sebenarnya mulai bisa menerima situasi dalam hidupnya terutama tentang statusnya sebagai seorang istri Andra yang belum diketahui sosoknya dihadapan publik.
Melihat Vandra bersedih, membuat Andra perlahan menghampiri. Andra tau, Vandra amat sangat tak nyaman dengan ajakan Papa Tomy untuk menghadiri acara ulangtahun perusahaan yang akan diadakan besok malam.
"Sayang" panggil Andra sembari memegang bahu Vandra.
"Kamu kenapa?" tanya Andra.
__ADS_1
"Aku gak apa-apa Mas, tiba-tiba ngerasa gak happy aja. Mungkin karna aku lagi hamil jadi perasaan aku bisa berubah sewaktu-waktu" bohong Vandra mengalihkan.
"Aku tau kamu bohong, ini pasti soal ajakan Papa. Aku tau kamu sedih, tapi aku gak mau membahas ini sama kamu sekarang, aku takut kamu pasti nanti ngerasa sedih berlarut" batin Andra.
"Kamu istirahat ya, kamu pasti ngerasa lelah. Vitaminnya udah kamu minum?"
"Udah Mas"
"Aku keluar dulu ya, kamu istirahat aja. Kalau kamu butuh apapun, panggil aku ya"
Sebelum pergi meninggalkan Vandra, Andra mengecup manis kening Vandra. Semenjak Vandra hamil, Andra belajar untuk bisa menghadapi dan mengendalikan perasaan Vandra seperti saat ini. Karna saat ini, Vandra amat membutuhkan sosoknya untuk tetap bertahan dan juga berada disampingnya.
Semua keluarga menanyakan sosok Vandra yang tak nampak datang bersama Andra. Andra pun menjelaskan tentang Vandra yang mudah merasa lelah semenjak hamil. Semua keluarga memaklumi, walau Andra tau yang sebenarnya tetapi Andra tak mungkin memberitahu yang terjadi pada semua keluarga.
"Nak Andra harus banyak bersabar ya. Ini pasti pengalaman Nak Andra dan juga Vandra yang pertama. Ibu hamil memang rentan merasa lelah termasuk juga rentan perasaannya. Nak Andra harus belajar bijak dan dewasa menghadapinya, terkadang ada hal yang mungkin menurut kita sebagai suami berlebihan tapi amat sangat minta dipahami bagi seorang istri terutama saat ia sedang hamil. Jadi Ibu minta, tolong pahami ya" pinta Ibu Hani.
"Iya Bu, saya akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Vandra"
__ADS_1
"Kalau sewaktu-waktu Vandra membuat Nak Andra kesal tolong jangan sampai melukai hatinya. Ayah sadar, Vandra bukan milik Ayah lagi sekarang. Tapi walaupun begitu, sampai kapanpun Vandra tetap anak Ayah" Ayah Hadi menambahkan.
"Iya Ayah, saya akan ingat ucapan Ayah"
"Yang dikatakan kedua mertua kamu benar Dra. Kamu harus bisa lebih menjaga Vandra termasuk juga perasaanya. Apalagi menjalani kehamilan pertama ini pasti gak akan mudah Vandra lewati, pasti banyak hal yang membuat dia menjadi bingung karna belum pernah mengalaminya" ucap Papa Tomy.
"Iya Pah, aku akan berusaha menjaga Vandra dan calon anak aku dengan baik"
Semua keluarga tak hentinya memberi Andra semangat dan juga nasihat. Andra merasa beruntung, walau pernikahannya saat ini masih tersembunyi dari publik terutama sosok Vandra, tapi Andra merasa bahagia karna semua keluarga begitu menyayanginya dan juga Vandra.
Disaat tengah berbincang, tiba-tiba Papa Tomy menanyakan sosok Dino yang tak tampak. Mendengar tanya Papa Tomy, membuat Vina refleks menjawab karna tak ingin ada kecurigaan jika Dino berlalu pergi karnanya.
"Dino pergi Tuan, katanya ada urusan mendesak dikafe. Tadi Dino juga titip pesan maaf karna gak sempat pamit sama semuanya" bohong Vina.
Semua orang disana percaya dengan ucapan Vina. Vina sejujurnya merasa tak nyaman harus berbohong seperti itu, tapi mau bagaimana lagi. Vina tak ingin ada kesalahpahan tentang kepergian Dino karnanya.
***
__ADS_1