Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Dugaan Vania


__ADS_3

Pagi hati vandra, andra dan semua keluarga ayah hadi berkumpul untuk sarapan. Selesai sarapan mereka berencana untuk mengunjungi dan mengantar vandra dan Andra kerumah baru mereka. Dan sebelum pergi Ayah Hadi mengecek kurir yang membawa barang Vandra dan Andra didepan rumah, lain hal dengan Vandra ia cukup merasa sedih karna harus meninggalkan rumah Ayah Hadi untuk kedua kalinya. Sungguh sedikit menyanyat hati, namun Vandra harus bisa tegar karna saat ini ia bukan milik keluarganya lagi.


Andra mengendarai mobil membawa Vandra, Ibu Hani, Vina dan juga Adit. Sedangkan Ayah Hadi membawa mobilnya seorang diri sembari mengikuti kurir yang membawa barang. Karna momen yang tepat disaat hari libur semua keluarga pun bisa mengantar Andra dan juga Vandra kerumah baru.


Sampai dirumah baru Mama Amira, Papa Tomy dan Arumi sudqh menunggu dan menyambut kedatangan Vandra dan juga yang lainnya. Mereka sangat antusias terutama bertemu dengqn Vandra, karna setelah mendapat kabar tentang kehamilan Vandra mereka belum sempat mengucapkan secara langsung.


"Hai menantu Mama, apa kabar kamu?" tanya Mama Amira sembari memeluk Vandra.


"Baik Mah. Kabar Mama, Arumi sama Papa gimana?"


"Kami semua baik. Oh iya selamat ya atas kehamilan kamu, kami semua senang dengermya karna sebentar lagi kami akan punya cucu"


"Iya Van, Papa juga gak menyangka kalian akan memberikan kami seorang cucu secepat ini. Rasanya Papa gak sabar untuk mengendong cucu" ucap Papa Tomy menambahkan.


"Papa nih, harus sabar dong"


"Iya Mah"


Selesai menyapa Vandra, Mama Amira menghampiri Ayah Hadi dan juga keluarga yang lain.


"Bu Hani, Pak Hadi, Vina dan kamu anak ganteng gimana kabarnya" tanya Mama Amira.


"Kabar kami semua baik, gimana kabar Ibu dan keluarga?"


"Kami semua juga baik bu, lama ya gak ketemu"


"Iya Bu"


"Semuanya, gimana kalau ngobrolnya didalam aja" saran Andra.


"Iya, ayo masuk semuanya" ajak Vandra.


Semua keluarga begitu takjub dengan penataan rumah milik Vandra dan Andra yang begitu indqh dan mewah tak terkecuali Ayah Hadi. Ayah Hadi merasa begitu bahagia karna Vandra bisa mendapatkan sesuatu hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, bahkan Vandra juga begitu beruntung mendapatkan suami seperti Andra, semoga saja kelak Vina juga bisa mendapatkan lelaki baik dan juga bisa mencintai Vina dan juga Adit.


Ketika semua keluarga tengah berbincang, Vania dan Dinda datang mengunjungi. Vandra yang beberapa hari ini yang tak sempat bertemu dengan kedua sahabatnya itu dengan cepqt berlari kecil menghampiri lalu mereka bertiga pun saling berpelukan.

__ADS_1


"Kangen kangen kangen" seru Vania heboh.


"Ssstttt.. berisik banget sih kamu" protes Dinda.


"Iya maaf, sponta gue bersuara heboh"


"Kangen kalian deh, makasih ya udah mau sempatin datang kesini, seneng deh" ucap Vandra.


"Iya sama-sama. Kita juga seneng ko bisa datang dan ketemu sama kamu, iya kan Vani?"


"Iya"


Sebelum berbincang asyik, Dinda dan Vania menyapa terlebih dahulu pada keluarga Andra dan juga keluarga Vandra. Selesai menyapa, mereka pun berkumpul bertiga dirooftop rumah Vandra.


"Nyaman banget sih rumah lo, berasa dikafe deh ada rooftop gini. Ih seru" puji Vania.


"Kayanya gue juga harus cari laki kaya deh biar gue bisa hidup enak dan punya rumah kaya begini. Pasti setiap hari nih gie bakal ngerasa healing ngeliat awan putih dilangit sana" khayal Vania.


"Banyak-banyak tobat deh kamu dari makanan micin. Semakin hari khayalannya semakin menjadi" ledek Dinda.


"Terserah kamu lah, semakin berdebat semakin gak berarah nanti pikiran aku" dinda menyerah.


"Pemikiran kamu sangat luas ya. Saking luasnya khayalan kamu jadi ikut meluas" Vandra ikut meledek.


"Bumil satu ini ya sekarang ikut-ikutan ngeledek, awas lho nanti anaknya mirip gue" Vania menakuti.


"Jangan dong, kamu nih yah" Vandra tak terima dengan ekspresi wajah senyum.


"Becanda kali. Oh iya Van, Ka Dino mana? belum datang ya?" tanya Vania pada Vandra.


Dinda refleks melihat kearah Vania, Apa Vania masih begitu mengharapkan Dino?.


"Belum" singkat Vandra.


"Padahal gue cepet-cepet datang kesini pengen ketemu sama Ka Dino, soalnya gue udah lama banget gak ketemu sama Ka Dino. Pasti sekarang Ka Dino makin ganteng deh" ucap Vania.

__ADS_1


"Jangan terlalu berharap gitu deh Vani, lebih baik rasa suka kamu itu aligkan deh sama oranglain" saran Dinda.


"Maksud ucapan lo apa Din? lo ngelarang gue suka sama Ka Dino gitu?" tuduh Vania.


"Bukan. Tapi aku cuma ngingetin aja kalau kamu jangan begitu berharap suka sama Ka Dino melebihi harapan kamu. Takutnya nanti kamu kecewa"


"Soal urusan kecewa gue gak peduliin. Lagian juga gue belum tau kan perasaan Ka Dino itu gimana. Jadi sebelum ada sosok cewe yang jadi pemenang hati Ka Dino gue gak akan mundur apalagi ngerasa takut sama harapan gue" yakin Vania.


"Terserah kamu deh, aku cuma mengingatkan aja"


"Kenapa Dinda bilang gitu? apa dia udah tau kalau Ka Dino itu suka sama Ka Vina? terus gimana caranya aku kasih tau Vania tentang perasaab Ka Dino sama Ka Vina? Aku takut nanti Vania kecewa dan marah sama Ka Vina" batin Vandra.


Saat Vandra, Vania dan Dinda tengah berbincang, Andra datang menghampiri untuk mengajak Vandra dan kedua sahabat Vandra menikmati makan siang bersama. Mendengar tentang makanan membuat Vania dengan Antusias lalu mengajak Vandra dan Dinda untuk makan siang.


"Dasar ya kamu gak bisa tenang kalau denger soal makanan" ejek Vandra yanh dibalas senyuman kecil oleh Vania.


Tanpa diduga ternyata Dino sudah datang dan tengah berbincang dengan keluarga Andra maupun Vandra. Vania akhirnya bisa merasa senang karna bisq melihat Dino, karna sejak tadi Vania begitu menunggu kedatangan Dino. Namun berbeda dengan Dinda yang hanya bersikap biasa melihat Dino, semenjak Dinda mengetahui perasaan Dino pada Vina semenjak itu pula Dinda mulai melupakan perasaaanya.


Semua keluarga dan sahabat pun menikmati makan siang bersama, Vania yang sedari tadi begitu bahagia melihat Dino tiba-tiba merasa sedih dengan tatapan tak biasa Dino pada Vina. Sepanjang menikmati makanannya, Dino memang seringkali menatap Vina dengan senyuman. Hal itu membuat Vania seketika cemburu, apa maksud tatapan itu? apa ka Dino menyukai Ka Vina? duga Vania.


Lamunan Vania tiba-tiba disadarkan oleh suara Ibu Hani yang duduk disamping Vania, dengan spontan Vania merubah ekspresinya kembali ceria seperti semula.


"Kamu kenapa melamun Vania?" tanya Ibu Hani.


"Gak apa-apa ko Tante"


"Dino, apa kamu sudah mengajak wanita yang kamu sukai itu pergi?" tanya Papa Tomy pada Dino dihadapan semua orang.


"Dia belum menjawab ajakan saya Om" jawab Dino malu.


Semua orang yang mendengar tanya Papa Tomy sudah bisa mengerti siapa wanita yang dimaksud, hanya saja sosok Vania yang belum mengetahui dan sadar siapa sosok wanita yang dimaksud oleh Papa Tomy.


Siapa yang dimaksud Om Tomy soal cewe yang diajak pergi Ka Dino pergi? apa itu gue? tapi gak mungkin, selama ini Ka Dino gak pernah ngajak gue pergi. Apa ada wanita lain yang disukai Ka Dino? apa wanita itu Ka Vina? Vania menduga-duga.


***

__ADS_1


__ADS_2